Langsung ke konten utama

Gaudiku, Merangkai Kuda dengan Lego




Pertengahan Januari lalu, Gaudiansyah Abiyu Mahya, putra saya yang saat itu baru berumur 22 bulan, memberi saya sebuah kejutan. Ia datang dengan membawa sesuatu sambil berteriak, "Mamaaah, cuda." Saya cukup terkejut saat itu, melihat sebuah benda dari susunan Lego yang berkepala dan berkaki hasil kreasinya sendiri. Beberapa waktu sebelumnya, Gaudi memang sangat mengagumi karakter binatang kuda. "Tunggu ya, nak.. Mama foto dulu," saya bergegas mengambil kamera. Ia terlihat cukup senang ketika “cuda”nya itu saya apresiasi dan didokumentasikan. Hingga saat ini, Gaudi juga mahir membuat beberapa karakter lain dari legonya seperti bebek, buaya,  pesawat dan lainnya. Sebuah pengalaman berharga bisa menyaksikan perkembangan imajinasinya setiap saat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Mencicipi Makanan Kang Mo Yeon di Kimchi Resto, Solo

Saya termasuk fans yang terlambat menyukai serial Descendants of The Sun. Di saat fans drakor lainnya sudah mulai move on dan merambah ke drakor yang lain, saya baru saja menonton serial ini. Pesona Captain Yoo Si Jin, Big Boss yang ganteng, cerdas, sangat cepat dalam berpikir dan mengambil keputusan, setia pada negara dan Dokter Kang yang dicintainya, membuat saya jadi tergila-gila pada drama korea ini.
Kenapa malah jadi ngomongin drakor ya? Hihihi... Soalnya, karena serial inilah, saya akhirnya penasaran bagaimana rasanya makanan Korea itu.
Eh, tapi jauh sebelum ada Descendants of The Sun ini, saya juga pernah ingin sekali makan makanan korea, yaitu saat hamil Amay, dan saya sedang menonton ulang tayangan Jewel in The Palace. Jang Geum terlihat piawai dalam memasak, dan itu bikin bayi di perut saya ini jadi ngiler, hihi... Dan karena saat itu belum tau tempat makan makanan Korea di Solo, akhirnya saya menyerah. “Ya udah, pokoknya pengen makan makanan yang dimakan pakai sumpit,” ka…