Langsung ke konten utama

Kelapa Untuk Kesehatan, Kecantikan, dan Kesejahteraan

Siapa yang tak kenal dengan pohon ini?

Ya, ini adalah pohon kelapa.
Kita pasti tahu bahwa pohon kelapa adalah pohon yang semua bagiannya bermanfaat.
Batang daunnya, bisa dijadikan sapu lidi.
Daun-daunnya yang telah mengering bisa dipakai sebagai pengganti kayu bakar untuk memasak. Bahkan dahulu, bagian ini juga digunakan sebagai obor sebelum listrik datang sebagai penerang.
Batangnya, disebut glugu, digunakan untuk membangun rumah.
Akarnya, bisa dijadikan keset.
Bunganya, yang sering disebut manggar, bisa dibuat sayur. Pernah dengar Gudeg Manggar, bukan?
Buahnya, yang sudah tua digunakan sebagai bahan pembuat santan untuk memasak. Yang masih muda bisa dimakan langsung dengan air kelapanya. Nikmaaattt...sluurrpp :) Bahkan, yang setengah tua pun bisa dipakai untuk membuat urap.

Saya termasuk penggemar berat air kelapa, yang mungkin dihindari oleh sebagian orang. Atlet voli atau basket misalnya. Karena yang pernah saya dengar dari mereka, minum air kelapa membuat mereka agak "berat" ketika melompat. Wallahu a'lam, saya bukan atlet jadi tak bisa membenarkan atau menyalahkan. Tapi tak perlu khawatir, ada segudang manfaat dari air kelapa yang perlu kita tahu, selain ia bisa menghilangkan dahaga karena mengandung isotonik yang sesuai dengan cairan tubuh, sehingga bisa mengganti mineral tubuh yang hilang melalui keringat.

Saya ingin menuliskan manfaat yang benar-benar saya ketahui saja. Saat bulan Ramadhan lalu keponakan saya tercinta (Rara, 1 tahun) sedang rewel, kami serumah ikut panik. Suhu tubuhnya agak tinggi. Minum ASI ibunya tak mau, makan apalagi. Badannya sudah kami balur dengan bawang merah yang diberi minyak kayu putih ditambah dengan minyak telon dan minyak sayur (karena kami tak punya minyak klentik), namun panas badannya tak juga turun. Saat panik itulah, tiba-tiba suami saya teringat sebuah ramuan (hehe, lebay..). Yak, air kelapa hijau.

Alhamdulillah, kebetulan kami punya beberapa pohon kelapa di kebun belakang rumah. Tinggal panjat dan petik saja. (Bukan saya loh yaaa yang manjat, tapi bapak saya.. :p)

Setelah meminum hampir setengah gelas (kebetulan keponakan saya itu suka dengan rasa air kelapa yang sejuk menyegarkan), beberapa jam kemudian ia kembali ceria. Panasnya mulai turun. Pantas saja ya bila air kelapa hijau digunakan sebagai penawar untuk orang-orang yang mengalami keracunan.

Oya, denger-denger, air kelapa ini bisa juga digunakan untuk merawat kecantikan loh. Membasuh wajah dengan air kelapa sesering mungkin, bisa menyamarkan flek atau noda hitam di wajah. Insya Allah ga ada efek sampingnya, karena ini alami. Ada juga yang mengatakan bahwa minyak yang dihasilkan dari rebusan santan kelapa juga bisa mengurangi kerutan di wajah.

Nah, ini dia caranya supaya kita bisa tetap awet muda.
- Buat santan dari sebutir kelapa
- Panaskan santan secara terus-menerus sambil diaduk
- Selanjutnya, air dan minyak akan terpisah, hingga akhirnya air akan menguap sampai habis.
- Simpan minyak yang tersisa ke dalam wadah yang bersih dan steril. Gunakan sebagai lotion.

Kalau nggak mau ribet, di pasaran sudah banyak dijual VCO, Virgin Coconut Oil.


Nah, bayak sekali ya manfaat dari sebatang pohon kelapa? Yuk, tanam sebanyak-bayaknya untuk anak cucu kita...

Komentar

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …