Langsung ke konten utama

Setup Pisang Kepok

Hari ini tiba-tiba saya ingin membuat kudapan. Setelah melihat isi kulkas, hanya sesisir pisang kepok yang memungkinkan untuk dijadikan makanan, hehehe...
Lantas saya bertanya pada diri sendiri, mau dibuat apa ya pisangnya?
Kolak? Yah, masa santan lagi?
Pisang goreng? Bosan...
Pisang rebus? Tadi pagi sudah merebus ubi untuk sarapan.

Aha!! Ting! Mendadak muncul ide untuk membuat setup pisang.
Ini adalah kali pertama saya membuatnya. Ternyata mudah yaa...
Yang saya perlukan hanya air, gula pasir, sedikit garam, dan kayu manis. Sebenarnya, bila ditambah dengan beberapa butir cengkih, rasanya akan lebih nikmat. Tapi, kebetulan di dapur saya tidak ditemukan sebutir cengkih pun. :p

Caranya pun gampang. Pertama, rebus kurang lebih 2 liter air dengan 1/4 kg gula pasir atau sesuai kebutuhan. Tambahkan 1 sdt garam. Masukkan 2 batang kayu manis, tunggu sampai mendidih. Sembari menunggu air mendidih, potong serong pisang kepok. Setelah air rebusan kayu manis dan gula pasir tadi mendidih, masukkan potongan pisang, masak hingga matang. Setup pisang bisa dinikmati kapan saja, baik hangat maupun dingin.


Oya, setup pisang ini juga bermanfaat untuk kesehatan loh. Selain pisangnya memang sudah mengandung gizi yang komplit (Karbohidrat, Vitamin A, Vitamin C, Kalium, Magnesium, Fosfor, Besi, Kalsium, Protein, dll), kayu manis juga mempunyai manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh.

Mengonsumsi kayu manis secara rutin, dipercaya dapat menurunkan kadar gula dalam darah dan kolesterol. Jadi, kayu manis ini bermanfaat untuk mencegah diabetes dan menjaga kesehatan jantung. Dan ternyata, untuk kaum wanita yang sering mengalami dismenorea atau sakit perut saat haid, mengonsumsi kayu manis secara rutin bisa mengurangi rasa sakit karena datang bulan.

Hmmm....setelah minum setup pisang ini, saya jadi merasa sehat dan segar nih, hehe... Sluurrrppp...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kedai Ibu By Mommilk Solo

Siang kemarin, saya men-charge jiwa raga di sebuah kedai. Jiwa, saya isi ulang dengan silaturrahmi bersama teman-teman, dan Raga, saya isi ulang dengan makanan dan minuman yang berbeda dari biasanya.
Untuk seorang ibu dari dua anak yang masih kecil-kecil dan kesehariannya hanya fokus dengan urusan sumur dan dapur -kasur juga sih, lol- seperti saya, momen bertemu dan bercanda dengan teman-teman seperjuangan tentu menjadi sesuatu yang istimewa. Sungguh, kemarin saya bisa tertawa lepas, hingga sisi lain dari diri saya keluar dan itu membuat Mbak Ety Abdoel terheran-heran, wkwkwk... Mungkin dalam hati Mba Ety membatin, "Ni anak kesambet apa, sih?" Hahaha...
Oya, saya perlu mengatakan ini. Ada yang mendukung kesyahduan perjumpaan kami. Apa itu? Tempat, suasana, dan makanannya tentu saja. Sebuah bangunan tua bergaya Indische menjadi tempat pertemuan kami. Semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi, ditambah dengan iringan lagu Sheila on 7 yang seolah mengajak untuk ikut bersenandung …