Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Ngelahirin Secara Caesar Karena Nggak Mau Sakit?

"Ibu-ibu jaman skg nggak mau sakit, kalo ngelahirin pake operasi cesar, padahal Tuhan memberikan rasa sakit pada saat melahirkan untuk mengingatkan bahwa anak didapat tidak dgn cara yg mudah. Kesakitan melahirkan anak sesungguhnya doa seorang perempuan pada Tuhan u/ menjadi seorang Ibu." Kalimat tersebut dituliskan oleh Anton Dwisunupada tanggal 22 Februari lalu.
Rasanya pediiih banget baca tulisan itu. Pingin nangis, tapi karena waktu itu saya sedang di masjid menunggu suami yang sedang shalat, saya tahan air mata yang sudah mau keluar. 
Koq bisa beliau men-judge seperti itu. Seandainya dia tahu apa yang saya rasakan ketika menjelang kelahiran Amay kurang lebih tiga tahun silam.
Saya masuk Rumah Bersalin hari Minggu malam, 13 Maret 2011. Saat itu, rencana awal hanya ingin kontrol dua mingguan, mengingat usia kandungan yang sudah semakin tua. Maksudnya, ingin tahu bagaimana kondisi saya dan janin, karena suami akan mempersiapkan pekerjaan-pekerjaannya untuk dibawa ke rumah. Sua…

Nyemplung Ke Dunia Tulis-Menulis Itu, Asyik!!

Tahun 2010 lalu, saya memutuskan berhenti mengajar untuk membersamai suami di Solo. Sebelumnya kami terpisah selama tujuh bulan sejak menikah karena saya menjadi guru di sebuah preschool di Bogor. Kala itu saya sering bolak-balik Bogor-Jogja (karena waktu itu belum pindah ke Solo) 2 minggu sekali. 
Alhamdulillah, setelah serumah dengan suami, saya hamil. Sehari-harinya saya hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga sambil menunggu suami pulang. Karena tidak ada kegiatan lain, dan saya bukan termasuk ibu-ibu yang doyan main ke rumah tetangga untuk ngerumpi, suami membuatkan saya blog untuk menyalurkan hobi menulis. Jadilah blog ini. Namun, saya tahu diri. Tulisan saya masih sangat hancur dan kurang enak dibaca. Blog ini pun kosong.
Baru kemudian tahun lalu, seorang teman bernama Astuti Mae memotivasi saya untuk menulis. Blog ini pun mulai terisi. Saya ingat betul kata-katanya untuk tidak terlalu memikirkan bagus atau tidaknya tulisan saya, yang penting menulis saja, karena dengan terus me…

Bagaimana Cara Mengirim Gagasan di Jawa Pos?

Hari ini adalah hari istimewa untuk saya? Mengapakah? Karena pada hari ini, akhirnya tulisan saya untuk pertama kali dimuat di media. Rasanya, seperti orang yang kehausan di tengah padang pasir yang tandus, lalu tiba-tiba melihat genangan air, dan itu BUKAN fatamorgana. Hehe, lebay dikit. Tapi bener lho, rasanya campur aduk. Deg-degan, senang luar biasa, juga puas. Saking senangnya, saya sampai senyam-senyum sendirian, hehe.. 
     Tulisan saya berawal dari ide yang sangat sederhana, yaitu kelangkaan bumbu dapur beberapa waktu lalu. Ibu-ibu banget kan ya?
         Yang penasaran, ini naskah aslinya yaa...
Bersahabat dengan Bumbu Dapur
Sebagai seorang ibu rumah tangga, terkadang saya dibuat pusing dengan harga beberapa komoditas yang tiba-tiba melambung tinggi. Otak pun terus berputar bagaimana agar uang belanja cukup untuk membeli semua kebutuhan, karena untuk beberapa barang memang tidak bisa untuk tidak dibeli, misalnya cabe, tomat, dan bumbu dapur lainnya. Bagi anda yang sering …