Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Maret, 2014

Proses Menjadi #ibubaik Dimulai Saat Mengandung

Copas status facebook seorang sahabat, sebagai pengingat agar semangat menjadi #ibubaik selalu terjaga.

‪#‎IBUBAIK‬ MELAHIRKAN GENERASI BAIK by : bendri jaisyurrahman - Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (twitter : @ajobendri) 1| Ibu adalah madrasah pertama seorang anak, dan AYAH adalah kepala sekolahnya 2| Hak anak terhadap AYAHnya adalah mendapatkan #ibubaik. Sehingga awal menikah, AYAH bukan sekedar mencari istri namun juga ibu bagi anaknya nanti 3| Rasulullah mengatakan : nikahilah wanita yg subur (walud) dan punya jiwa pengasuhan (wadud). Ini standar dasar mencari #ibubaik untuk anak 4| Keluarga nabi nuh jadi ibrah. Betapapun beliau seorang nabi, tak mampu ajak anaknya kepada jalan Allah. Bermula dari istri yg bukan #ibubaik 5| Sementara keluarga Ibrahim dijadikan Allah sebagai teladan. Ibrahim yg super sibuk melahirkan generasi berkualitas. Bermula dari #ibubaik 6| Seorang Imran yg bukan Nabi pun digelari sbg keluarga terbaik. Tersebab pilihan ia memilih seorang wanita utk jadi #ibubaik b…

Syarat dan Cara Tayammum

Saya pernah mendengar, suatu hari dalam ceramahnya Ustaz Yusuf Mansyur mengatakan bahwa sebenarnya kita tidak punya alasan untuk meng-qadla atau mengganti shalat di waktu lain, termasuk menjama' shalat, jika alasannya karena sedang dalam perjalanan. Mengapa? Sepanjang perjalanan, saat ini sangat mudah untuk kita menemukan masjid atau musholla bukan? Apalagi di Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Jika memang dalam perjalanan itu kita tidak bisa berwudhu karena ketiadaan air, bukankah Allah telah memberi keringanan untuk bertayammum? Shalat di dalam kendaraan pun diperbolehkan sambil duduk jika berdiri memang tidak memungkinkan. Untuk tata cara shalat di dalam kendaraan, baca selengkapnya disini. Namun, terlepas dari itu semua, keringanan-keringanan seperti menjama' atau mengqashar shalat tetap diperbolehkan, sebagai bukti bahwa Allah memang Maha Pemurah. Tayammum sendiri berarti mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. …

Antara Sabar dan Syukur

Sabar dan Syukur, dua kata yang selalu beriringan. Tidak mudah memang, seperti di tulisan saya yang ini, Belajarlah di Atas Kekuranganmu, Maka Kamu Akan Unggul Disitu, Kakak Fina juga bersabar menjalani prosesnya. Hasilnya, sebuah nilai yang luar biasa ia dapatkan.
Sabar akan membuahkan hasil yang membuat kita tak henti bersyukur, dan rasa syukur terhadap ni'mat yang kita anggap kecil sekalipun akan membuat Allah percaya untuk mengamanahi ni'mat yang lebih besar. Dari sini mungkin bisa kita jadikan pengingat diri, adakah keinginan kita yang belum tercapai? Sudah berusaha sekian lama namun hasil yang diharap tak juga muncul nyata. Nah, mungkin kita mesti mengingat-ingat lagi, ni'mat dari Allah yang mana yang telah kita dustakan dan lupa kita syukuri. 
Kita analogikan begini. Ada seorang pengemis yang datang meminta, lalu kita beri sebuah logam lima ratus rupiahan. Kalau pengemis itu tidak berterima kasih, apalagi sampai menghujat kita yang telah memberinya, bagaimana peras…

Memilih Partai = Memilih Klub Sepak Bola

Kemarin saya buat status begini di facebook saya,  "Menjelang pemilu, banyak teman-teman yang mendadak jadi pengamat politik. Sah-sah saja sih, cuma.. Kalau cinta jangan terlalu cinta, nanti kamu akan kecewa. Kalau benci jangan terlalu benci, nanti kamu malu sendiri. Anda dengan pilihan Anda, saya dengan pilihan saya, dia dengan pilihan dia. Masing-masing punya hak to? Dan saya yakin masing-masing kita sudah menimbang koq, mana yang menurut kita baik. Kalau ingin membuat saya atau dia beralih pada pilihan Anda, gunakan kalimat yang baik di status-status Anda. Karena kalau Anda menuliskan hal-hal yang buruk demi membuat pilihan Anda terlihat baik, yang terjadi justru akan terbalik. Bagi saya pribadi, saya malah jadi antipati. Cara pandang orang terhadap sesuatu bisa berbeda-beda, tak usah lah kita memaksakan cara pandang kita. Saya ingat betul kata-kata suami suatu hari, "Kita mungkin melihat sebuah pulpen sebagai benda yang panjang, tapi jika yang lain melihatnya dari atas maka…

Dunia Promosi yang Penuh Ilustrasi

Sebagai pelaku bisnis online, promosi di facebook merupakan hal yang paling sering saya lakukan. Sebenarnya saya punya akun twitter dan instagram, tapi sepertinya promosi di facebook lah yang lebih mudah bagi saya.
Beberapa kali saya mendapat pesanan gamis dan jilbab karena promosi-promosi yang sering saya lakukan disana. Kata seorang teman, pelaku bisnis mesti narsis, supaya dagangannya laris manis. Mohon maaf untuk teman-teman facebook jika saya sering nyampah, hehe.. Tapi saya selalu berusaha untuk tetap ingat pada kode etik koq. Saya jarang sekali (tidak pernah malah), tagging orang-orang tentang jualan saya. Kecuali bila orang tersebut telah menginbox saya, kemudian meminta fotonya ditandai di akunnya.
Saya juga berusaha mengingat lirik lagu qasidah yang sering diputar oleh bapak saya sewaktu saya masih kecil. Hehe, bapak saya memang penggemar Bang Haji dan juga Qasidah-qasidah seperti Nasida Ria atau apalah namanya. Liriknya kurang lebih begini: Dunia promosi Penuh ilustrasi, m…

Ocean of Life Indonesia, Wisata Edukasi di Pantai Watukodok, Yogyakarta

Ada yang menarik yang tersembunyi diantara belasan pantai indah di Jogjakarta

Bicara soal pantai, jika ditanya pantai apa yang terletak di Jogja, sudah bisa dipastikan yang terlintas pertama kali ada pantai parangtritis. Mungkin ada pula yang menjawab pantai Drini, Kukup, atau Indrayanti. Padahal, pantai di Jogja banyak sekali jumlahnya. Dan kali ini saya akan bercerita tentang pantai yang belum banyak terjamah di Jogja, yaitu Pantai Watukodok di Gunung Kidul yang pernah saya kunjungi.
14 Januari 2014 lalu, saya dan Amay diajak suami untuk mengunjungi kolega disana. Kebetulan, studio tempat suami bekerja dipercaya untuk membantu pengerjaan desain Ocean of Life Indonesia (OLI) yang terletak di Watukodok, Gunung Kidul.

Turun di stasiun Lempuyangan-Jogja, kami dijemput oleh Mba Ani, Mas Bintang, juga kedua putrinya, Sang dan Ken. Perjalanan kesana memakan waktu kurang lebih dua jam. Dengan jalannya yang berkelak-kelok, saya tidak merasa pusing karena pemandangan di tiap tepi jalannya selalu…