Langsung ke konten utama

Cara Membuat Risoles Mayonaise (Mayo)

Pertama kali membuat makanan ini karena saya penasaran ketika suami bercerita bahwa di sebuah Angkringan terkenal di Solo, ada cemilan lezat yang biasa disebut Mayo. Benar saja, setelah saya mencicipi sendiri, saya setuju dengan pendapat suami.

Pertama kali praktek, Alhamdulillah, suami memuji hasil karya saya. Meskipun sebenarnya saya kurang pandai memasak.

Nah, penasaran tidak bagaimana cara membuatnya? Mudah koq... 


Bahan kulitnya:
  • 100 gram tepung terigu (kurang lebih 6 sdm)
  • 1 sdt garam
  • sedikit kaldu bubuk (optional)
  • 3 butir telur
  • 250ml susu cair 
  • 1 sdm mentega, lelehkan
Bahan isi:
  • Daging asap. Karena saya kurang suka daging asap, saya ganti dengan sosis ayam yang saya iris menyerong kemudian saya goreng.
  • Telur rebus yang sudah diiris. Biasanya 1 butir telur saya bagi 8 bagian, supaya tidak terlalu besar dan memudahkan ketika melipat.
  • Mayonaise. Ini akan memperlezat risoles, dan menjadi ciri khas dari Mayo.
Bahan pelapis:
  • 1 butir telur kocok lepas
  • Tepung panir
Cara Membuat:
  1. Campur tepung terigu dengan garam dan kaldu bubuk.
  2. Masukkan telur, aduk searah.
  3. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi licin dan halus.
  4. Masukkan mentega yang sudah dilelehkan.
  5. Tutup adonan dengan plastik, diamkan kurang lebih 30 menit.
  6. Panaskan wajan, tak perlu minyak atau margarin lagi karena adonan sudah mengandung margarin.
  7. Tuang sesendok sayur adonan, putar-putar hingga membentuk lingkaran tipis. Lakukan hingga adonan selesai.
Penyelesaian:
  1. Bentangkan dadar kulit, isi dengan isian (sosis dan telur).
  2. Beri sesendok makan mayonaise.
  3. Lipat menyerupai amplop.
  4. Masukkan ke dalam kocokan telur lalu gulingkan dalam tepung panir.
  5. Simpan dalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
  6. Goreng dalam api sedang hingga kuning kecoklatan.
  7. Sajikan hangat-hangat dengan saos sambal sebagai pelengkap.
Selamat Mencoba... :)

Komentar

  1. Mbakyu coba fotonya dari samping tidak dari atas akan lebih menggiurkan. Food photography hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke sip Mba Nunu... xixixi, belum lihai memfoto.. :D

      Hapus
  2. nyam..nyam..nyam..anak-anakku juga suka amris (mayo) Mba Arin..

    BalasHapus
  3. resep buat berbuka puasa nanti nih mak,wajib dicoba....:)

    BalasHapus
  4. Hmmm....lezato .irit mbak nggak usah ke angkringan

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, betuuulll... Di Angkringan itu harganya lumayan. Gak puas lagi makannya. :)

      Makasih sudah mampir. :)

      Hapus
  5. Saya juga pernah coba ini mak, tapi kok rasanya manis gurih ya, saya kira asin gurih :p saya lebih suka rasa asin gurih soalnya. Tapi waktu itu bukan bikin sendiri sih, beli, hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya asin gurih Mak. kalo yang agak manis mungkin namanya sosis solo.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…