Langsung ke konten utama

Cara Mengenalkan Bentuk dan Warna Pada Batita

Tahapan belajar anak sebelum mengenal huruf dan angka adalah terlebih dahulu mengenal bentuk dan warna. Tidak ada salahnya kita memberikan mereka mainan balok yang berwarna-warni dan beragam bentuknya. Namun yang harus diperhatikan adalah bahan cat yang digunakan harus aman untuk anak-anak mengingat terkadang mereka ingin menggigit apa yang mereka pegang. 

sumber foto: disini


Untuk mengenalkan warna, bisa dimulai sejak anak belajar bicara. Pengalaman saya ketika mengajar, banyak anak berusia empat tahun bahkan lebih yang belum bisa membedakan warna. Hal ini disebabkan kurangnya stimulasi dari rumah. Padahal, mengenalkan bentuk dan warna sangat bisa dilakukan sambil bermain atau melakukan kegiatan lain.

Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengenalkan warna antara lain, membiarkan anak saya memilih warna baju yang akan digunakannya saat itu. Berikan dua atau tiga pilihan baju dengan warna yang berbeda, dan tanyakan pada anak, baju warna apa yang ingin ia pakai. Dengan bertanya secara rutin, selain anak merasa dihargai pilihannya juga akan membantunya mengingat setiap warna.

Begitu juga dengan bentuk geometri. Tiga bentuk dasar yang biasanya diajarkan pertama kali adalah lingkaran, segi tiga, dan segi empat. Bentuk geometri bisa diajarkan sambil menggambar bersama atau ketika menjumpai benda berbentuk serupa.

Tidak perlu terlalu serius dengan menciptakan waktu khusus untuk mengajari anak-anak kita mengenal bentuk, warna, juga huruf dan angka nantinya. Lakukan sambil bermain atau selipkan disaat berbincang. Suasana yang rileks akan lebih membantu mereka mengingat dengan lebih baik.

Komentar

  1. Wihhh Bermanfaat banget..

    kunjungi juga

    www.tutorial-blogger.ga

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …