Selasa, 17 Juni 2014

Tentang Pemberian ASI; Botol atau Langsung?

Botol susu mungkin menjadi barang yang dibeli saat mempersiapkan kelahiran bayi. Saya pun demikian. Saat Amay bayi, saya bahkan sempat memberikan ASI yang sudah saya perah dengan dot. Hal itu dikarenakan ASI saya yang Alhamdulillah sangat melimpah, sedangkan Amay saat itu masih hobi tidur. Dibangunkan pun susah, sehingga mau tidak mau saya pun memerah susu untuk kemudian disimpan di botol, meskipun saya selalu ada di rumah.

Syukurnya, setelah tiga bulan Amay sudah bisa memutuskan untuk lebih memilih puting saya dibanding puting yang terdapat pada botol susu. Alhamdulillah sekali, karena banyak cerita yang saya baca dan dengar, bahwa terkadang bayi lebih memilih minum ASI melalui botol dibanding langsung menghisap dari puting ibunya sendiri. Alhamdulillah lagi, saya tidak perlu repot dan pusing memikirkan bagaimana cara memisahkan anak saya dari botol susunya. Kebetulan juga, Amay tidak saya beri susu formula.

Ketika usia Amay sudah dua tahun dan tidak minum ASI lagi, saya menyediakan air putih setiap malam, jaga-jaga ketika dia kehausan. Amay memang sudah terbiasa minum dengan gelas sejak kecil.

Nah, bagi ibu-ibu yang memberikan susu melalui botol, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Jangan merebus botol susu! Karena jika direbus, botol berbahan dasar plastik ini akan melepaskan residu senyawa kimia, yaitu bisphenol-A (BPA) yang sangat berbahaya, baik pada sistem reproduksi, saraf dan sistem daya tahan tubuh. 
2. Jangan menggunakan sikat yang kasar karena bisa menggores bagian dalam plastik. Senyawa dalam botol plastik juga sangat berbahaya bagi kesehatan.
3. Mensterilkan botol susu bisa juga dilakukan dengan alat sterilisasi perlengkapan bayi yang sudah tersedia di pasaran. 
4. Perhatikan cara membersihkan perlengkapan bayi yang benar. Misalnya dengan air hangat yang sudah diberi sabun khusus pencuci perlengkapan bayi, membilas dengan air yang mengalir, dll.

Jika pemberian ASI bisa dilakukan tanpa melalui perantara botol susu, maka lakukanlah. Ini tentu berlaku bagi stay at home mom. Saya sangat paham perjuangan working mom yang tetap ingin memberikan ASI secara eksklusif, dan saya salut pada mereka.

Bagi stay at home mom, ayo berdayakan apa yang ada dalam diri kita. Jika menyusui bisa kita lakukan secara langsung, mengapa harus diwakilkan pada botol? Menurut Muhammad Fauzil 'Adhim, pakar pernikahan dan parenting, menyusui sebaiknya dilakukan secara langsung. Biarkan anak mendapatkan ASI langsung dari puting ibu, karena hal ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis anak. Dari kegiatan menyusu itu, anak akan mempelajari perubahan psikologis sang ibu, dengan mendengar detak jantung dan merasakan suhu tubuh sang ibu. Menyusui secara langsung, akan mempererat ikatan batin antara ibu dan anak. Dan tentunya, kita tak perlu repot membeli botol dan mensterilkannya, bukan?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...