Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Resep Carang Gesing

Kemarin, saya membuat Carang Gesing, kudapan berbahan dasar pisang. Sejujurnya, saya baru tahu ada makanan bernama Carang Gesing. Akhirnya setelah saya buat dan saya rasakan sendiri, ternyata enak juga rasanya. Ini bisa dijadikan alternatif olahan pisang selain kolak, setup, atau pisang goreng. :)

Resep ini saya dapatkan dari blog Mbak Veronica Dhani. Resep asli saya modifikasi karena ada bahan yang kebetulan tidak tersedia di dapur saya, juga karena saya belum mempunyai timbangan. Jadi, semua serba kira-kira. :)

Caranya mudah koq, makanya saya mau mencobanya. Maklum, baru belajar masak, jadi saya menghindari resep yang ribet.

Bahan:
Pisang tentu saja. Di resep Mbak Vero, yang kita butuhkan sebanyak 500gr. (Saya menggunakan sesisir pisang kepok kuning, dikurangi 4 buah untuk dimakan langsung)300 ml santan dari 1/2 butir kelapa ditambah 10 lembar daun suji. (Karena disini susah mendapatkan daun suji, jadi saya skip deh. 300 ml santan, saya pakai kira-kira sebanyak dua gelas kecil)75 gr gul…

Puisi untuk Amay

Kemarin tiba-tiba Amay berpuisi. Karena saya sedang mencuci, saya kurang bisa mendengar dan mengingat dengan jelas kalimat-kalimat yang ia keluarkan secara spontan. Mungkin jika berjudul, puisi Amay berjudul "Pintu". Satu kalimat yang saya ingat betul, adalah
"Aku takut sama Pintu" Kalau dilihat dari kalimat itu, mungkin dia teringat ketika dua sepupunya menakut-nakutinya dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Padahal, pintu itu terbuka oleh angin.
Amay mengenal puisi sejak saya membelikannya sebuah buku berjudul "Serpih Biskuit" terbitan Tiga Serangkai. Puisi favoritnya adalah "Gubuk Reyot". Jika bertemu buku itu, ia akan meminta saya membacakan puisi-puisi di dalamnya, dan Gubuk Reyot mendapat kesempatan pertama.
Sebenarnya, saya kurang pandai menulis dan membaca puisi. Jika teringat masa-masa sekolah dulu, saya lemah hampir dalam semua bidang. Ilmu-ilmu eksak, jangan tanya pada saya. Bahkan, menuangkan sesuatu dalam bentuk bahasa pun saya tak bi…

Quick Count? Aku Tak Peduli

Saat pulang kampung untuk Pilpres kemarin, saya bertemu dengan seorang tetangga yang pulang dari "repek" atau mencari kayu bakar untuk memasak. Saya berujar pada bapak, "Di jaman serba cepat kayak sekarang, kok masih ada yang repek ya, Pak?" Lalu jawab beliau, "Lha daripada buat beli gas, mahal, mending uangnya buat yang lain." Padahal memasak dengan tungku kayu bakar, jauh lebih susah dan lebih lama. Untuk membuat apinya menyala dengan baik saja butuh perjuangan yang bagi saya tak mudah. Saya membayangkan hidupnya dengan hidup saya sendiri. Mulai dari hal terkecil -menyalakan api-, hingga kecepatan memperoleh beragam informasi.
Pikiran saya pun masih terpaku pada tetangga saya itu. Apa saja yang ada di dalam benaknya ya? Tidakkah dia tahu bahwa ada dunia lain selain dunia nyata yang sedang ia titi? Pedulikah ia dengan pilpres yang baru saja ia jalani? Mengertikah ia dengan quick count, real count, KPU, atau apalah tetek bengek yang menyertai pemilu?
Ah,…

4 Unsur dalam Ibadah

Bulan Ramadhan tiba, kaum muslimin dan muslimat berbondong-bondong mengumpulkan pahala. Sejatinya, bulan yang istimewa ini merupakan bulan latihan untuk sebelas bulan berikutnya. Kita dibiasakan untuk bangun di sepertiga malam yang terakhir melalui sunnah sahur. Kita dilatih untuk giat berdzikir, shalat sunnah (tarawih), menahan nafsu amarah, menahan godaan syahwat, juga menahan lapar dan dahaga melalui puasa agar kita bisa ikut merasakan apa yang fakir miskin rasakan.

Sebenarnya, tidak hanya manusia saja yang berpuasa. Binatang pun melakukannya. Ular dan ulat adalah dua contohnya. Jika ular melakukan puasanya ketika ingin berganti kulit, ulat berpuasa ketika ia akan bermetamorfosis menjadi bentuk baru yang lebih indah yaitu kupu-kupu. Lalu seperti apakah puasa kita? Apakah hanya seperti ular, yang berganti baju baru di hari Lebaran? Ataukah seperti ulat, yang tadinya merupakan binatang yang menjijikkan, kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang indah warnanya? Semua itu tergantung dari…