Langsung ke konten utama

Kopdar IIDN di Hik-nya Amay :)

Tanggal 15 Februari yang lalu akan menjadi hari bersejarah untuk saya. Hari itu, untuk pertama kalinya di tahun 2015, kopdar IIDN Solo dilaksanakan. Dan yang membuatnya spesial adalah karena sayalah yang menjadi tuan rumahnya.

Sudah saya niatkan sejak awal memang, kopdar IIDN pasca saya melahirkan akan bertempat di rumah saya, sekaligus menjadi momen syukuran sambil memperkenalkan bayi Aga.



Sempat bimbang, saya dan suami kembali dan kembali berdiskusi apakah kopdar akan tetap diadakan di rumah, mengingat rumah yang masih dalam status kontrak itu tidak terlalu luas. Suami memberi beberapa alternatif rumah makan yang terdekat, namun pada akhirnya pilihan kembali pada dilaksanakannya acara kopdar di rumah. Dan memang iya, ibu-ibu harus rela berbagi tempat lesehan. Haduh..koq ya sempit yaa? Ooh, saya tahu..ini pasti karena ada gerobak yang nangkring di tengah-tengah, wkwkwkwk...


Yaah, walaupun sempit, tapi alhamdulillah ibu-ibu tetap belajar dengan ceria. Uti dan Mbak Fafa berbagi ilmu "Cara Jitu Tembus Media", karena sebelumnya Opini mereka dimuat di harian JogloSemar. Acara semakin marak dengan kehadiran tamu dari Sragen, seorang bidan yang berbakat menjadi pelawak, yang juga mengidolakan Dodit SUCI. Beliau adalah Bu Puji Hastuti (jilbab biru katon ayu), yang untuk datang ke rumah saya harus melewati jalan yang panjang karena tersesat, hehehe. Duh jiann, ibu ini sepertinya sukses menularkan bakatnya pada sang idola. *eh, kebalik ya? Lha wong lucunya lebih-lebih dari Dodit SUCI je... :D


Oiya, demi menjamu tamu-tamu yang unyu-unyu itu, saya mengimpor seorang chef dari Semarang, mbakyuku sendiri. Alhamdulillah, walaupun menu yang kami suguhkan amat sederhana, tapi rasanya bisa dipertanggungjawabkan. Uenaaakkkk.... Kakak saya ini memang mewarisi kehebatan ibu saya dalam meramu masakan. Kapan-kapan dimasakin lagi yaaa.. :)

Sungguh, rasa bahagia itu tidak bisa diungkap dengan kata. Bahkan hingga detik ini, saya masih mengucap syukur yang tak terkira. Terima kasih untuk kesediannya meluangkan waktu ke Gedongan ya teman-teman, semoga kita selalu diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah, supaya bisa bertemu kembali di lain hari. Aamiin.. Love you all... :)


Komentar

  1. Angkringannya Amay rame dan laris, ya....suk mben tak masakke nehh....:D

    BalasHapus
  2. Eheemmm.... Kok namaku disebyut sebyut yaaa... Ntar nek aku mbalik ke gedongan lagi gimana hayooo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... soalnya paling mencolok lawakannya bu.. :D

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…

Surat untuk Mas Amay

Mas Amay, tak terasa 17 Juli ini, kau t'lah resmi mengenakan seragam putih merah. Tidak Mama sangka kau tumbuh secepat ini. Rasanya baru kemarin Mama menangis di ruang operasi, saat akan melahirkanmu.

Anakku, makin besar engkau, makin besar pula tanggung jawab berada di pundakmu. Mama berterima kasih, karena di bulan Ramadhan yang lalu, kau telah mampu berpuasa hingga maghrib tiba. Ini sesuatu yang sangat membahagiakan Mama, karena di umurmu yang baru enam tahun ini, kau telah terlatih menahan lapar dan dahaga.

Meski begitu, jangan pernah berpuas diri, Nak. Ada banyak PR yang mesti kita lakukan. Mama, kamu juga, harus memperbaiki kualitas ibadah kita sejak sekarang, agar bisa jadi contoh yang baik untuk Adik Aga. Jika latihan puasa telah mampu kau taklukkan selama sebulan (27 hari tepatnya), masih ada PR harian, yaitu memperbaiki kualitas shalat dan mengaji kita.

Mas Amay, jika Mama mengajakmu untuk membaca Al-Qur'an, membimbingmu untuk menghafalnya pelan-pelan, itu tak lain …