Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Rezeki Suami Tergantung Do'a Istri?

Setelah menikah dan mengikuti suami, praktis saya "hanya" menjadi seorang ibu rumah tangga karena saya memutuskan untuk melepas pekerjaan. Saat itu alasannya karena kami tinggal di kota yang berbeda, suami di Jogja dan saya di kota hujan, Bogor. Tujuh bulan berjauhan, cukup membuat saya lelah secara lahir dan batin. Setiap dua minggu sekali saya menggunakan jasa travel untuk mengunjungi suami di Kota Gudeg itu. Kenapa malah saya yang mondar-mandir alias wira-wiri? Jawabannya, sekalian mencicil memindah barang-barang saya yang ada di Bogor.
Hampir enam tahun kami menikah, dan Alhamdulillah kami sudah memiliki dua balita yang ganteng dan semoga menjadi anak sholih. Untuk kembali bekerja seperti dahulu, rasanya banyak yang harus dipikirkan. Utamanya tentang bagaimana anak-anak saya nanti jika saya tinggalkan? Iya, mungkin beberapa orang lain cukup beruntung karena berdekatan dengan orang tua, sehingga anak-anak bisa dititipkan dengan neneknya. Tapi kami di Solo (suami berhijra…

ALERGI UDANG

Ada rasa sedih tiap kali melihat olahan makanan laut terhidang di depan mata. Bukan apa-apa, sepenuh hati ingin ikut menikmati, namun apa daya tubuh saya selalu protes jika termasuki.  Mulut rasanya ingin ikut menyantap mereka, tapi perut enggan menerima.
Ada pengalaman dengan olahan udang yang membuat saya kapok. Suatu hari, saya diajak seorang saudara untuk menonton film yang sedang ramai dibicarakan. Selepas dhuhur kami berangkat menuju sebuah mall, berharap bisa menonton film tersebut di jam satu siang. Namun apa mau dikata, setelah berhasil mendapatkan tiket dengan antrian yang amat panjang, kami kebagian jadwal pemutaran di enam jam berikutnya atau jam tujuh malam.
Karena malas pulang ke rumah, kami memutuskan menunggu waktu sambil berjalan-jalan. Tiba di depan sebuah restoran Jepang, saudara saya mengajak saya masuk. Lapar katanya. Saya pun memesan beberapa menu berbahan ayam. Iya, saya takut dengan udang, hehe...karena mulut dan tenggorokan pernah gatal-gatal setelah makan kue s…

Ibu Kost Terbaik Sedunia

Hampir semua orang pernah mengalami rasanya menjadi anak kost. Entah saat sekolah, kuliah, ataupun setelah bekerja. Saya pun begitu. Saat kuliah dulu, saya sempat menjalani kehidupan sebagai anak kost, meskipun  saya baru memulainya di semester tiga. Saya sempat berganti ibu kost. Yang pertama hanya sebulan, kemudian seorang teman mengajak untuk kost di tempatnya. Disinilah, di tempat ke dua ini, saya bertemu dengan ibu kost terbaik sedunia. Tidak berlebihan sepertinya jika saya menyebut beliau demikian. Ibu kost saya ini, meskipun bersuara lantang karena berdarah Batak, namun hatinya luar biasa baik. Dengan biaya kost yang hanya tiga ratus ribu rupiah per bulan, di Jakarta, kami mendapat fasilitas berupa tempat tidur, lemari pakaian, kipas angin, dan kamar mandi di dalam kamar masing-masing. Ibu kost pun masih menambahnya dengan jus buah segar. Tidak setiap hari memang, tapi sering. Rasanya, tiga ratus ribu rupiah itu tidak sebanding dengan apa yang kami dapatkan. Setiap kali mendengar …

S4; Sahabat Sampai Surga, Semoga

Adanya media sosial, tak bisa dipungkiri memang membawa warna tersendiri dalam kehidupan nyata kita. Positif atau negatif, tentu tergantung pada pemakainya. Saya, mungkin hanya salah satu dari sekian banyak manusia yang diuntungkan dengan kecanggihan teknologi ini. 
Iya, dari media sosial akhirnya saya bertemu dengan teman-teman lama. Teman-teman yang selalu ada baik dalam suka maupun duka, dalam tangis juga tawa. Karena sekarang masanya sudah berbeda, jauh berbeda dengan saat kami masih remaja. Hingga sekarang masing-masing berada di kota yang berbeda-beda, jauh-jauh pula. Lah, kenapa jadi a a a a? ^_^
Siapa yang menyangka, jika rindu terbasuh semudah mengetuk layar sentuh? Siapa juga yang akan menduga, jika silaturrahmi bisa terjalin semudah menjentikkan jari? Iya, semua berkat teknologi, jiwa-jiwa yang berkelana berkumpul dalam satu genggaman.
Suatu hari, dalam sebuah obrolan, ada seorang teman yang berkisah. Ia pernah menanyai diri sendiri, "Apa mungkin aku akan punya sahabat?&q…

Cake Cokelat Klasik 'Gak Pake Ribet untuk Pakdhe dan Budhe

Saya adalah ibu rumah tangga yang kurang pandai memasak. Karena memang hobi saya tidak ada kaitannya dengan dapur. Maka dari itu, peralatan rumah tangga yang saya punya hanya yang standar-standar saja. Bagaimana bisa memasak jika peralatan di dapur tidak lengkap?
Suatu hari, hati saya tergerak untuk ikut-ikut berkreasi di dapur, supaya terlihat kekinian, haha... Habisnya banyak banget ibu-ibu muda yang bikin iri karena rajin sekali posting foto masakan atau kue buatan mereka. Saya pun mengajukan proposal pada suami untuk dibelikan mixer, dan alhamdulillah disetujui.
Beberapa kali saya membuat cake sederhana, dengan resep dari buku yang saya beli di sebuah bazaar. Alhamdulillah, Amay, anak sulung saya, suka. Dia bahkan sempat ketagihan dan meminta saya membuatkan cake kembali.
Meski begitu, cake buatan saya hanya itu-itu saja. Cake kukus, karena hingga saat ini saya belum memiliki oven (dan memang belum berniat membeli, karena masih takut menggunakannya). Pun, loyang yang saya punya hanya…