Sabtu, 15 Agustus 2015

S4; Sahabat Sampai Surga, Semoga

Adanya media sosial, tak bisa dipungkiri memang membawa warna tersendiri dalam kehidupan nyata kita. Positif atau negatif, tentu tergantung pada pemakainya. Saya, mungkin hanya salah satu dari sekian banyak manusia yang diuntungkan dengan kecanggihan teknologi ini. 

Iya, dari media sosial akhirnya saya bertemu dengan teman-teman lama. Teman-teman yang selalu ada baik dalam suka maupun duka, dalam tangis juga tawa. Karena sekarang masanya sudah berbeda, jauh berbeda dengan saat kami masih remaja. Hingga sekarang masing-masing berada di kota yang berbeda-beda, jauh-jauh pula. Lah, kenapa jadi a a a a? ^_^

Siapa yang menyangka, jika rindu terbasuh semudah mengetuk layar sentuh? Siapa juga yang akan menduga, jika silaturrahmi bisa terjalin semudah menjentikkan jari? Iya, semua berkat teknologi, jiwa-jiwa yang berkelana berkumpul dalam satu genggaman.

Suatu hari, dalam sebuah obrolan, ada seorang teman yang berkisah. Ia pernah menanyai diri sendiri, "Apa mungkin aku akan punya sahabat?" katanya, dan alhamdulillah, pertanyaan itu telah terjawab sudah. Tanpa perlu kata-kata, cukup jiwa yang menyatulah sebagai petunjuknya. Karena jika tak ada niatan, meskipun teknologi berada dalam genggaman, tak akan jiwa ini tergerak untuk saling berdekatan.

Teman dekat, atau bila saya boleh menyebutnya sahabat, memang mempengaruhi kita dalam berbagai hal, bahkan dalam hal yang paling sederhana, misalnya cara berpakaian. Teman, bisa menjadi dekat dengan kita, tentu karena adanya kesamaan karakter. Istilah gampangnya; yang dekat dengan kita adalah mereka yang nyambung diajak ngobrol, termasuk yang klop cara bercandanya.

Meskipun karakter masing-masing pribadi berbeda, tapi selalu ada benang merah yang menjadi penanda, sehingga seringkali kita menemukan situasi dimana tanpa sadar kita berucap, "Oh, ini teman si A." atau "Oh, pantas saja, lha wong bergaulnya saja dengan si B." Karena memang, "Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927) 

Lalu saya teringat sebuah hadits Nabi;
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR. Bukhori 5534 dan Muslim 2628)



Ajaran dalam Islam memang sangat sempurna, termasuk kaitannya dengan mencari teman. Saya, meskipun masih jauh dari predikat sholihah, harus bersyukur karena dikelilingi oleh teman-teman yang selalu ingat akhirat. Setidaknya, teman-teman dekat, sahabat, senantiasa siap menjadi pengingat.

Dan untuk sahabat-sahabatku, hanya empat kata untuk kalian semua. Sahabat Sampai Surga, Semoga. :)

4 komentar :

  1. aamiin...
    iya,saya juga banyak bertemu teman lama yang lost contact lewat fb

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. iya mba..mendekatkan yang jauh yaa.. :)

      Hapus
  2. Hehehe kaya Android yang saya pakai sekarang Samsung S4

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk..padahal saya gak sengaja bikin judulnya.. :D

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...