Langsung ke konten utama

Amay, Aga dan Arinta

Tanggung jawab sebagai orang tua ketika anaknya lahir, salah satunya adalah memberi nama. Bukan sembarang nama, namun nama itu mesti memiliki arti yang baik, do'a serta pengharapan. Seperti kebanyakan orang tua, hari-hari jelang kelahiran Amay 4,5 tahun lalu pun kami disibukkan dengan ritual ini. Apa ya nama yang bagus untuk anakku kelak?

Di usia kehamilan yang memasuki enam bulan, dokter memberi tahu bahwa janin yang sedang saya kandung berjenis kelamin laki-laki. "Ini buah zakarnya ya," begitu katanya tanpa saya minta. Sempat kecewa si, "Yah, kenapa dibilangin, Dok? Kan saya pengen surprise." Tapi ya sudah lah, terlanjur, hehe...

Nah, karena sudah diberitahu itulah, akhirnya kami berdua pun mulai menyiapkan nama. Dapatlah, Abiyu Mahya. Rasanya, nama ini masih jarang terdengar. Kan kami nggak ingin nama bayi kami nanti pasaran, hehe... Selain itu Abiyu Mahya punya arti yang bagus. Abiyu berarti yang berjiwa mulia, sedang Mahya berarti yang bersinar terang. Dengan nama itu, kami berharap kelak ia menjadi pribadi yang tak hanya cerdas akal, namun juga cerdas hati. 

Setelah bayi kami lahir, terbersit keinginan suami untuk menambahkan sebuah nama lagi di depan atau belakang Abiyu Mahya. Karena suami adalah seorang arsitek yang mengidolakan Antoni Gaudi, jadilah tambahan nama tadi berbunyi Gaudiansyah. "Syah" ini diambil dari nama suami Yopie Herdiansyah, dan ayahnya Hermansyah. Akhirnya, kami sepakat membuat nama anak pertama kami, Gaudiansyah Abiyu Mahya.

Kenapa Amay?
Memutuskan nama panggilan ternyata tidak begitu mudah. Namun entah mengapa, setelah kami menemukan nama Abiyu Mahya, saya mengusulkan agar anak kami kelak dipanggil Amay. Amay merupakan singkatan dari Abiyu Mahya itu tadi, jadi ketika memanggilnya, dua do'a senantiasa terucap.

Namun ada beberapa orang yang seolah mempermasalahkan. "Amay kan seperti nama anak perempuan?" begitu katanya. Iya sih, kedengarannya memang begitu. Namun setelah beberapa waktu berlalu, saya menemukan pembelaan. Hei, di Gorontalo sana, ada seorang Sultan bernama Sultan Amay lho. Silakan googling deh kalau nggak percaya.

Selain itu, beberapa orang mengartikan AMAY sebagai Anaknya MAs Yopie atau Arin saMA Yopie, hehe, sah-sah saja. Toh ada benarnya juga. :) Keluarga suami bahkan memanggil Amay dengan Gumay. Gumay merupakan singkatan dari Gaudiansyah abiyU MAhYa. Tidak masalah juga, karena ada seseorang bernama Aditya Gumay yang merupakan pendiri Lenong Bocah.


3 tahun 8 bulan kemudian, adiknya Amay lahir. Laki-laki lagi. Tidak seperti saat mengandung Amay, di kehamilan yang ini saya tidak terlalu serius mencari nama. Hehe..entah mengapa. Tapi beberapa hari sebelum anak ke dua saya lahir, suami sudah dapat ide nama depan untuk adiknya Amay ini. Agadiansyah, begitu bunyinya. Aga, diambil dari nama Aga Khan, seorang arsitek muslim yang cukup legendaris. Dan seperti sebelumnya, "Syah" diambil dari nama suami, Yopie Herdiansyah, supaya Amay dan Aga nggak saling cemburu, hehehe...

Kemudian untuk dua nama berikutnya, saya menggunakan nama bayi yang sudah saya rangkai ketika menyambut kelahiran Amay dulu. Jadi dulu saya merangkai beberapa nama untuk cadangan. Ataya Nafi' saya pilih karena Ataya berarti hadiah, dan Nafi' berarti yang bermanfaat. Kebetulan, Aga (begitu akhirnya kami memanggil adiknya Amay), lahir di bulan yang sama dengan bulan anniversary kami berdua, yaitu bulan November. Jadi Agadiansyah Ataya Nafi' berarti hadiah yang bermanfaat untuk kami berdua, dan semoga juga bermanfaat untuk semua makhluq-Nya. Aamiin...


Oya, selain tentang Amay dan Aga, saya juga mau sedikit bercerita tentang nama saya, Arinta, huehehehe...

Jadi gini, kurang lebih 6 tahun yang lalu, seorang wali murid tiba-tiba SMS. Beliau mengatakan, bahwa insya Allah bayi yang dikandungnya saat itu (calon adik dari anak didik saya saat itu), berjenis kelamin perempuan. Beliau lalu bertanya, apa sebenarnya arti nama "Arinta"? Setelah saya jawab bahwa Arinta berarti Adik, beliau lalu bercerita bahwa suaminya suka dengan nama saya. *Nama thok lho yaa, bukan orangnya, haha... :p
Nah, singkat cerita, mommy ini minta ijin pada saya, boleh tidak menggunakan nama Arinta untuk nama bayi nya kelak? Ya saya jawab boleh dong, hehe... Meskipun suami saya akhirnya wanti-wanti, "Nanti nama Arinta jadi pasaran lhoo.. :p" Haha, biarin deh...
Dan efeknya, kakak si bayi ini alias murid saya waktu itu, jadi sering mencandai saya. "Yang ini adek Arin (nunjuk saya), kalau yang di rumah itu Miss Arin." hahahaha..

Lalu beberapa waktu kemudian, teman semasa SMP menanyakan hal serupa. Sama seperti wali murid itu juga, teman saya meminta ijin untuk memakai nama saya jika kelak dia punya anak perempuan. Padahal saat itu dia belum menikah lho.. Dan ternyata itu dibuktikannya sebulan yang lalu saat anak perempuannya lahir. Yeaayyy...Arinta kecil dengan nama lengkap Arinta Inara Atalyssa sudah lahiiirr.. Bangga dan bahagia rasanya, meskipun kelak jadi pedih karena nama ini jadi banyak kembarannya, haha... :D

Ternyata nama saya cukup cantik ya? *tutup muka
Padahal dulu saya tidak suka dengan nama ini. Saya bahkan sempat agak konyol juga karena protes ingin ganti nama. Kalau nggak salah, waktu itu saya pengen nama yang ada "Lestari"nya, biar samaan dengan teman-teman. Iyaaa..soalnya waktu SD dulu, di kelas ada 4 orang dengan nama Lestari. Dan nama "Lestari" kedengarannya anggun gitu. Ya gak?
Trus, saya juga pengen mengubah nama jadi Dhea atau Leony, haha, soalnya saya nge-fans sama Trio Kwek-Kwek. *halah 

Hehe, tapi seru ya pilah-pilih nama anak itu? Jadi, ayo ceritakan arti namamu! :)



Komentar

  1. Nama Arinta itu CANTIK, aku aja dikasih nama ini karena kata ayahku nama Arinta diambil dari salah satu jawara siswa teladan (pas jaman ayahku). Untung (bukan nama mantan) nama jawara siswa teladan, klo enggak emakku bisa sewot hahaha dikira ingat2 masa lalu (mantan) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss dulu ah sesama pemilik nama Arinta.. :D

      Hapus
  2. Unik ya nama anak-anaknya, lain dari yang lain. Dan ternyata banyak juga ya nama Arinta
    Salam kenal mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi..iya mba.. nama arinta udah mulai banyak nih.. :D

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Surat untuk Mas Amay

Mas Amay, tak terasa 17 Juli ini, kau t'lah resmi mengenakan seragam putih merah. Tidak Mama sangka kau tumbuh secepat ini. Rasanya baru kemarin Mama menangis di ruang operasi, saat akan melahirkanmu.

Anakku, makin besar engkau, makin besar pula tanggung jawab berada di pundakmu. Mama berterima kasih, karena di bulan Ramadhan yang lalu, kau telah mampu berpuasa hingga maghrib tiba. Ini sesuatu yang sangat membahagiakan Mama, karena di umurmu yang baru enam tahun ini, kau telah terlatih menahan lapar dan dahaga.

Meski begitu, jangan pernah berpuas diri, Nak. Ada banyak PR yang mesti kita lakukan. Mama, kamu juga, harus memperbaiki kualitas ibadah kita sejak sekarang, agar bisa jadi contoh yang baik untuk Adik Aga. Jika latihan puasa telah mampu kau taklukkan selama sebulan (27 hari tepatnya), masih ada PR harian, yaitu memperbaiki kualitas shalat dan mengaji kita.

Mas Amay, jika Mama mengajakmu untuk membaca Al-Qur'an, membimbingmu untuk menghafalnya pelan-pelan, itu tak lain …

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…