Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Masih Bilang Tulang Ekor Nggak Ada Gunanya?

Sore tadi saya membuka-buka majalah lama. Majalah Embun namanya. Ada ilmu yang terlewat, belum saya baca. Ini tentang tulang ekor. Tulang yang katanya nggak ada gunanya.
Ternyata, belasan abad yang lalu, Rasulullah SAW telah mensabdakannya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagian tubuh manusia akan rusak (hancur dimakan tanah), kecuali tulang sulbi (tulang ekor). Dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir." (HR. Bukhari, Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah).
Dalam hadits lain: "Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat." (HR. Al Bukhari, Nomor: 4935)
Lantas, apa lagi yang "penting" dari tulang ekor, serta hubungannya dengan kebangkitan manusia di hari kiamat? Jamil Azzaini, seorang trainer kelahiran Purworejo yang terkenal sebagai Inspirator Sukse…

Recto Verso, Melihat dan Mendengar Karya yang Sama

Buku adalah jendela dunia. Semua orang tahu itu. Meskipun kita hanya duduk berdiam, tapi jiwa dan imajinasi bisa pergi ke lain alam.
Banyak sekali buku yang sudah menginspirasi saya. Namun ada satu buah buku, yang karenanya saya kembali ingin belajar menulis. Kalau artis saja bisa nulis, masa' saya enggak? Benar, cita-cita saya semasa remaja dulu adalah menjadi seorang penulis. Namun karena tak ada satu pun prestasi yang saya hasilkan dari kegiatan itu, saya menyerah, putus asa, lalu berhenti begitu saja.
Tiba-tiba di tahun 2010 saya menemukan pencerahan, sebuah cahaya yang telah hilang. Saat itu, karena saya sudah resmi serumah dengan suami setelah tujuh bulan menjalani LDR, saya memulainya dengan bersih-bersih rak buku milik suami. Ketika itu, sebuah buku berwarna hijau - berjudul aneh - dari pengarang yang saya sudah ketahui namanya sebagai seorang penyanyi, menyita perhatian saya.
Buku-buku yang berserakan tak karuan tak saya hiraukan.
Saya membaca semua endorsement tentang buku i…

4 Alasan Mengapa Berjualan dengan Sistem Dropship Sebaiknya Mulai Ditinggalkan? (Updated)

Jaman sekarang, saat kecanggihan teknologi sudah berada dalam genggaman, apapun bisa kita lakukan untuk mendapatkan uang. Berbisnis tak lagi membutuhkan banyak modal, asal ada kemauan, kita sudah bisa menjadi penjual. Kita bahkan bisa "save" banyak uang dengan berjualan online, karena kita tak perlu menyewa tempat untuk berjualan. "Sewa tempat", bisa jadi merupakan modal terbesar saat memulai bisnis.
Dalam dunia online-shopping, ada istilah re-seller dan drop-shipper. Kali ini saya mau mengulas tentang dua istilah itu.
Reseller bisa diartikan sebagai orang yang menjual kembali. Ia berasal dari dua kata; "re" dan "seller". Sedangkan dropshipper adalah istilah lain dari makelar. Dropshipper bertugas mencarikan pembeli untuk produsen, dan nantinya dia akan mendapatkan komisi dari usahanya tersebut. Komisi itu bisa berupa imbalan langsung dari produsen, bisa juga dari selisih antara harga beli dari produsen dengan harga jual ke konsumen.
Perbedaan lain…