Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Arisan Ilmu Perdana KEB Solo Bersama Mak Indah Julianti Sibarani

"Nah, ini Arinta, kadang nulis kadang enggak," kata Mak Indah Julianti Sibarani saat mengisi acara Arisan Ilmu di Solo tanggal 25 Maret 2016 lalu. Terus terang, saya merasa tertampar. Huhuhu..iya iya... Saya memang suka angot-angotan kalo nulis.


Mak Indah Julianti Sibarani atau yang akrab disapa Mak Injul hadir di Solo dalam acara yang digelar oleh KEB Solo. KEB Solo sendiri baru terbentuk, atas inisiasi dari Mak Ety Handayaningsih, yang "iri" akan keseruan dan kekompakan KEB di kota lain, terutama Jogja. Alhamdulillah ya, untung Mak Ety iri. Kalau nggak, acara seseru ini nggak akan pernah terjadi. :D
Tapi, dari kalimat Mak Injul tadi, saya sesungguhnya juga bahagia. Beliau bisa bilang begitu, berarti karena perhatian pada saya. Eh iya, meskipun beliau ini termasuk Seleb Blogger, tapi beliau follow blog saya lho. Ini bukti bahwa beliau adalah Seleb Blogger yang rendah hati. Saya akan meniru sifat beliau yang satu ini. :)



Lalu, ilmu apa saja yang dibagikan Mak Injul ke…

Belajar Bisnis dan Melek Teknologi dari Ibu Erlisa Karamoy

Mendengar nama Erlisa Karamoy, saya langsung membayangkan Angel Karamoy, xixi.. *Ampuuun..:v Habis namanya seolah tidak asing di telinga, ya 'kan? :D
Ada yang belum tahu, siapakah Ibu Erlisa Karamoy itu? Baik, kita berkenalan dulu yuk. Ibu Erlisa Karamoy adalah seorang penulis yang memiliki 3 putra-putri yang sudah beranjak remaja. Beliau tergabung dalam beberapa komunitas kepenulisan, salah satunya adalah Blogger Perempuan. Beliau bertempat tinggal di Tangerang, Banten. Tulisan beliau bisa kita baca di websitenya yang beralamat di http://elisakaramoy.com
Tapi ada yang sedikit membuat saya bingung. Yang benar, namanya Elisa atau Erlisa, sih? Karena di beberapa media sosial beliau menggunakan nama Erlisa Karamoy, namun jika kita membuka websitenya, disitu tertulis Elisa Karamoy.
Ternyata, nama asli pemberian orang tua beliau sebenarnya adalah Meutia Erlisa Sevelina Karamoy, namun di facebook, beliau menggunakan nama Mutia Erlisa Karamoy, dan di twitter serta instagram, beliau mengguna…

8 Hal yang Akan Kulakukan Jika Aku Tahu Ajalku Telah Dekat

Ada satu hal yang pasti terjadi, tapi kita tidak pernah tahu kapan ia akan menghampiri. Iya, mati.
Kematian tak pernah memandang usia. Datangnya pun tak harus dengan pertanda. Ada yang menderita sakit bertahun-tahun, tapi malaikat maut tak juga menjemput. Akan tetapi, ada juga yang di pagi hari masih berhaha-hihi, siangnya telah terbujur kaku menghadap Illahi.

Dalam ingatan saya, ada tiga kematian yang tak akan terlupa:
1.2 Oktober ‘98 Hari itu Jum’at, setengah 3 sore. Saya yang baru pulang ke rumah seusai bermain, terkejut dengan banyaknya orang di depan rumah. Saya langsung berlari ke kamar belakang. Tangis tak terbendung, hingga tangan saya mengalami kram. Mbah, ibunda bapak, sedang ditalqinkan. Sebelumnya, Mbah, yang mengajari saya dan anak-anak sekampung membaca al-qur’an, memang sakit. Ini adalah sakit yang cukup lama dan paling parah bagi Mbah, karena seingat saya, Mbah selalu sehat meski usianya sudah senja. Meskipun begitu, ibu merawat Mbah di rumah saja. Dan di Jum’at sore itu, M…

Kuliner Makassar; Pallu Basa

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 11 Maret, saya sekeluarga bisa menginjakkan kaki di Makassar. Sebagai orang yang jarang piknik, ini adalah perjalanan istimewa, karena jujur saja ini kali pertama saya ke luar Pulau Jawa. Bisa dibilang juga, kemarin itu benar-benar first flight untuk saya, Amay dan Aga. Kalau suami sih, sudah sering pergi jauh karena urusan pekerjaan, hehe..
Mendarat di jam 12 siang, kami bersabar menunggu Ayah yang sedang shalat jum'at. Mamah sendiri sudah menunggu kami. Oya, kami ke Makassar dengan tujuan untuk mengunjungi kakek dan neneknya anak-anak dari pihak suami. Memang sudah lebih dari empat tahun ini, Ayah dinas disana.
Jam 1 kurang, Ayah datang. Kami langsung meluncur pulang. Sebelumnya, Ayah dan Mamah mengajak kami untuk makan siang. Iya ya, itu jamnya makan siang sih, jadi dengan senang hati kami menerima ajakannya, berhubung perut ini juga sudah berteriak minta diisi. :o
Mobil Ayah berhenti di sebuah warung makan yang menjual Pallu Ba…

Sabar Tiada Tepi, Syukur Tiada Henti

Sabar dan Syukur, dua kata yang sulit dipisahkan. Orang yang pandai bersabar, setelahnya akan pandai pula bersyukur. Orang yang pandai bersyukur, sejatinya telah melewati ujian kesabaran.
Sabar dan Syukur, dua kata yang selalu dinasehatkan oleh ibu saya. Saya mengalami bagaimana ekonomi keluarga kami seperti roller coaster, kadang di atas kadang di bawah. Sebenarnya, saat di atas, bukan berarti kami banyak harta, namun saat paling atas itu adalah saat kami berkecukupan, tak punya beban hutang. Saat di bawah, bisa dimengerti bukan? Saat itu untuk makan saja kami kelimpungan.
Mungkin, karena banyak kebahagiaan yang saya rasakan di masa kecil, terkadang saya berangan-angan untuk bisa kembali ke masa itu, walaupun mustahil. Karena hal ini juga, saya memimpikan memiliki rumah bergaya tahun 1980-an, karena saat-saat bahagia saya, rumah dengan model seperti itu sedang menjadi trend. Harapannya, dengan tinggal di dalam rumah impian saya, saya akan selalu terkenang saat-saat dimana hati saya sel…

Mengenal Lebih Dekat, Mbak Vanti

Sebuah grup blogger bernama Blogger Perempuan, akhirnya membawa saya berkenalan dengan mbak-mbak blogger yang keren-keren. Apalagi setelah diinisiasi adanya arisan link agar kami makin nge-hits sebagai blogger. Wow...rasanya seperti sedang sekolah dan kami punya kelas/kelompok masing-masing. Kebetulan saya di kelompok V. Daaann..sebagai pemenang pertama, ada Mbak Vanti namanya.
Begitu muncul nama Mbak Vanti, saya langsung stalking ke instagramnya dan ke blognya di ayunovanti.com. Ssssttt..tau nggak? Mbak Vanti ini menulis karena dihadiahi website oleh suaminya lhoo.. And i think, this is a very romantic way to show how much you love someone. Hehe..ini anti mainstream lho..
Mbak Vanti yang nama panjangnya Dahlian Ayu Novanti ini termasuk golongan Mahmud Abas. Mamah Muda Anak Baru Satu..xixixixi.. Saya mah udah lulus dong jd Abas. Tapi Mahmudnya sih masih :p - gak mau dibilang tuwa. 
Dan baby bala-bala yang lahir Agustus tahun lalu itu dinamai Arrayan Edi Sarwono atau Rayan.

Membuka-buka bl…

Totoro, Hantu yang Lucu dan Baik Hati

Ada yang tau film Totoro? Pasti banyak yaa yang tau. Hehe, saya sendiri nih kayaknya yang kudet karena baru tau Totoro satu bulan terakhir. Ini karena Ninis, mahasiswi UGM yang sedang Kerja Praktik di Akanoma, meng-copy-kan film itu untuk Amay. Dan karena Amay memang suka sekali menonton film, Totoro diputar hingga berkali-kali setiap hari, tanpa kenal bosan.
Totoro adalah film Jepang, produksi Studio Ghibli. Judul lengkapnya sih; My Neighbor Totoro. Film ini dirilis tahun 1988. Haha..tahun itu saya baru lahir.

Film ini adalah jenis film animasi. Yang paling menarik bagi Amay adalah cerita fantasinya. Cerita lengkapnya begini: (oya, saya sedikit mengintip Wikipedia juga agar tidak salah menafsirkan, karena filmnya memang berbahasa Jepang)

Pada tahun 1958, seorang profesor di Universitas Tatsuo Kusakabe dan dua putrinya, Satsuki dan Mei, pindah ke sebuah rumah tua agar bisa tinggal lebih dekat dengan rumah sakit tempat ibu mereka dirawat. Yasuko, ibu dari Satsuki dan Mei, memang sedang…

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …