Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2016

5 Ide Kado untuk Calon Istri yang Iritnya Berkali-Kali

Masa-masa pacaran, biasanya seseorang jadi lebih royal pada pasangan. Padahal, pacar belum tentu jadi jodoh beneran. Tapi karena cinta, bahkan tanpa diminta, apapun akan diberikan. Untuk yang beruntung, perjalanan percintaan bisa sampai ke pelaminan. Akan tetapi, tak jarang hubungan yang sudah dipupuk bertahun-tahun, harus kandas di tengah jalan. Jika sudah begitu, kadang terbit penyesalan. "Nyesel gue udah ngeluarin banyak modal buat dia," begitu kira-kira.
Nah, buat kamu yang nggak mau rugi, pilah-pilih kado juga penting lho... Maksudnya? Begini...  Dulu, ibu saya pernah berpesan pada kakak laki-laki saya, "Jangan pacaran sebelum kamu bisa cari uang sendiri. Ibu nggak punya banyak uang buat modal."
Iya lah... Pacaran butuh uang buat nraktir makan, ngajak jalan, bahkan buat sogokan biar pacar mau balikan kalau lagi marahan. Apalagi kalau pacar ulang tahun, uang yang harus dikeluarkan semakin besar, ya kan? Buat beli kue (yang bahkan ortu sendiri nggak pernah dibeliin…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Susi Susindra, Sosok Kartini Masa Kini

Kartini... Gejolak hati yang ingin merdeka Merdeka... Bebas dari kungkungan adat kuno yang tak mau berfikir tinggi Bebas dari kamar pingitan gadis  Indonesia. (Sepotong sajak Raden Ajeng Kartini oleh Tika Diah Savitri, siswi SMP Sumbangsih kelas IA, Jakarta, yang dimuat di harian Kompas, 5 Agustus 1977, halaman 5)
Seperti ingin menyematkan predikat Kartini dalam sosok lain, alam pun menentukan bahwa nama Mbak Susi Ernawati Susindra lah yang keluar dalam arisan link periode IV. Bagaimana tidak? Seperti Kartini, Mbak Susi adalah wanita hebat yang juga berasal dari kota ukir, Jepara. Dan mungkin jika Kartini bisa melihat, beliau akan tersenyum ketika melihat perjuangannya tak sia-sia. Wanita yang dahulu terkungkung dalam batasan-batasan, kini bisa mengukir prestasi dalam berbagai bidang. Mbak Susi, adalah sosok yang mewakili wanita-wanita berprestasi itu.
Susi Susindra atau kerap dijuluki Susi Bukan Menteri, adalah wanita yang multitalenta. Ia adalah seorang penulis, blogger, juga seorang pengus…

3 Hal Ini Telah Menghambat Produktivitas Saya

Beberapa hari ini saya merasa kurang produktif. Iya, tidak ada satu judul pun berhasil saya tulis. Sampai akhirnya semalam saya mengevaluasi diri. Dan saya menemukan tiga hal yang membuat waktu saya berlalu sia-sia.
Menyesal? Pasti lah... Apalagi kalau ingat pesan ini;


Untuk mengurangi kesia-siaan, saya pun berjanji pada diri sendiri untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan tidak menghabiskan waktu untuk 3 hal yang telah membuat saya jadi kurang produktif. 3 hal itu antara lain;
1. Banyak Tidur Entahlah, tidur terlalu banyak justru membuat saya lemas dan malas. Ini berawal ketika siang itu saya meninabobokan si bungsu, yang kemudian membuat si sulung dan saya sendiri ikut terbawa mimpi. Padahal saya dan si sulung tuh jaraaaang sekali tidur siang. Dan sekalinya tidur siang kenapa jadi malas begini, ya?
2. Nge-game Nah ini nih... Beberapa hari lalu saya iseng banget meng-install satu buah game di handphone. Niatnya beneran iseng doang. Dan keisengan saya ini ternyata berhasil membuat saya…

Resep Cakalang Bumbu Rujak a la Opik dan Arin

3 April lalu, tante Opik (adik bungsu saya), telah berumur 18 tahun. Kami tidak biasa merayakan pesta ulang tahun, namun untuk mengungkapkan rasa syukur, hari itu kami memasak masakan yang berbeda dari biasanya.
Ikan bumbu rujak, pasti semua sudah sering membuatnya kan? Karena kami jarang sekali memasak olahan ikan, maka memasak ikan termasuk momen yang istimewa. :)
Pagi itu, kami mencari ikan kakap merah. Tapi karena stok di tempat langganan sudah habis, ibu penjual ikan menawarkan beberapa jenis ikan yang tersisa, seperti; ikan tuna, cakalang, juga udang dan cumi. Ketika kami mengatakan ingin memasak ikan bumbu rujak, beliau langsung menyarankan untuk menggunakan ikan cakalang. Alasannya, daging ikan cakalang itu tebal.
Dan benar saja, saat ibu penjual ikan tadi membersihkan dan mengiriskannya sekalian, kami lihat daging ikan ini memang tebal. Lebih tebal dari ikan kakap. Wow... Baru kali ini kami melihat ikan ini, hihi.. Maklum, tempat tinggal kami jauh dari laut, dan kami sekeluarga …

Ini Cara Saya Mengatasi Ide yang Buntu

Saya mungkin termasuk blogger yang jarang nulis. Hehe.. Sudah ada yang menilai begitu sih, soalnya postingan di blog saya baru segini. Padahal, usia blog ini udah 3 tahun lebih loh. Kalau blogger lain, mungkin udah punya 300 lebih blog post. Hihihi...
Kenapa ya? Salah satu alasannya sih karena waktu. Saya punya 2 anak; 5 dan 1,5 tahun. Walaupun saya bukan working mom, tapi saya nggak punya asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan rumah. Jadi dimaklumi saja ya kalau kadang nulis kadang enggak. Wkwkwk... Iya sih, banyak yang memberi contoh bahwa untuk menghasilkan tulisan, dia harus tidur paling akhir dan bangun paling awal. Saya juga pengen meniru, tapi kadang untuk memulainya itu susah. Malas dan lelah membuat semangat kalah. Padahal mah, kalau udah nulis, rasanya capeknya hilang semua. Nah, setelah selesai nulis, capeknya muncul lagi. >_<
Lalu, alasan kedua. Kadang nih ya, udah stand by di depan komputer, tapi ide mendadak hilang. Oh my goodness.. Mau jadi blogger yang nggak …

Nostalgia Penyanyi dan Lagu Anak Tahun '90-an

Waktu kelas 5 SD, saya mengalami kesulitan menghapal keunikan/keistimewaan negara-negara, yang keluar di mata pelajaran IPS. Misalnya, tentang negara Australia yang suku aslinya adalah Aborigin, atau Belanda yang disebut negeri kincir.
Tapi, beruntung, kesulitan itu tak berlangsung lama. Trio Kwek-Kwek, yang personilnya terdiri dari; Alfandy, Dhea Ananda, dan Leony, mengeluarkan single yang berjudul "Katanya Katanya".

Tau tidak liriknya bagaimana? Ini dia;

Australia negeri wool (katanya, katanya)
Aborigin sukunya (katanya, katanya)
Boomerang senjatanya (wow wow)
Kanguru binatangnya 

Amrik Negeri Paman Sam (katanya, katanya)
Super power namanya (katanya, katanya)
Challenger pesawatnya (wow wow) 
Nih, Rambo jagoannya

Belanda negeri kincir (katanya, katanya)
Keju penghasilannya (katanya, katanya)
Tulip nama bunganya (wow wow)
Dam nama bendungannya

Gituuuu... Lanjutannya masih ada lagi sih, tapi ntar kepanjangan, hehehe... Daaan...terbukti ya, lagu ini sangat membantu saya (dan teman-teman …

Grave of The Fireflies, Film yang Penuh dengan Air Mata

Grave of The Fireflies. Film ini berkisah tentang 2 anak kakak-beradik korban perang di Jepang. Setelah ibu mereka meninggal karena luka bakar yang sangat parah, ayah mereka yang seorang Angkatan Laut pun dipastikan tidak bisa pulang karena kapalnya diserang.

Dua anak yang saling menyayangi ini mencoba bertahan hidup, walaupun pada akhirnya sang adik juga harus kehilangan nyawa karena diare. Sang kakak pun mengkremasi adiknya sendirian.


Dari Wikipedia, Film ini bersetting di Sannomiya Station, tak lama setelah Perang Dunia II. Film dimulai dengan memunculkan seorang anak lelaki yang sedang sekarat karena kelaparan. Tak lama kemudian, petugas kebersihan datang dan menemukannya telah tak bernyawa, menyusul anak-anak lain yang terlebih dahulu tewas di dekatnya. Petugas kebersihan itu kemudian mengambil sebuah kaleng bekas wadah permen di pelukan anak laki-laki itu, lalu membuangnya.


Sekumpulan cahaya kecil seperti kunang-kunang keluar dari kaleng bekas wadah permen yang dibuang oleh petugas…