Langsung ke konten utama

Rahmah Chemist; di Istana Cinta, Pecinta Kimia dan Buku Ini Bertahta


Rahmah Chemist. Saya berteman dengannya di facebook kurang lebih dua tahun lalu. Saat itu, saya meng-add beliau, karena kami sama-sama berada di kelas optimasi blog bimbingan Mbak Nunu El Fasa.

Pertama kali membaca namanya, saya langsung menebak bahwa Mbah Rahmah adalah pecinta Ilmu Kimia. Ternyata benar. Perempuan kelahiran Maros, 18 November 1984 ini, adalah lulusan S2 Kimia di UNHAS. Mengenai nama 'Chemist' ini, kata Mbak Rahmah, "Chemist saya pakai untuk menghargai dari 2003-2010 kuliah ngais ilmunya." 

Dengan ilmunya itu, beliau kemudian mengajar di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Namun sejak pindah ke Surabaya dan memiliki si cantik Salfa Althafunnisa Santoso, Mbak Rahmah berhenti mengajar.

Si Cantik Salfa
Pilihan yang sulit memang, apakah seorang ibu (berpendidikan tinggi pula) sebaiknya menjadi working mom atau full time mother. Saya pun pernah mengalaminya (meski pendidikan saya tak tinggi). Tapi kembali lagi bahwa setiap pilihan selalu mempunyai dua sisi, positif dan negatif. Yang bisa mengukurnya, tentu hanya yang menjalaninya. Tergantung prioritas masing-masing.

Meski terlihat "hanya" di rumah, tapi jangan salah. Mbak Rahmah, atau yang akrab dipanggil Amma ini, juga memiliki segudang aktivitas. Jika menilik instagramnya di @ammachemist, tampak kesibukan yang menghiasi hari-harinya. Dan yang bikin melongo, Mbak Amma punya tiga blog lhoo.. *hadeh Rin, kamu apa kabar?

1. chemistrahmah.com
Yang sering saya kunjungi (walau jarang menjejak), adalah blog yang beralamat di http://chemistrahmah.com/. Meskipun Mbak Amma mengaku memiliki Masa Kecil yang Berbeda, tapi didikan orang tuanya lah yang menjadikan Mbak Amma seperti sekarang. Jago berbahasa Inggris, karena oleh Sang Ayah, Mbak Amma diwajibkan menghapal 5 vocab baru dalam sehari. Kedisiplinan ini membuahkan hasil. Mbak Amma didaulat untuk menjadi guide di Bantimurung saat ada siswa/siswi dari Australia, padahal saat itu Mbak Amma baru duduk di kelas 1 SMA. Jadi, udah kebayang ya, gimana jagonya Mbak Amma dalam berbahasa Inggris?

Betewe, Mbak Amma udah lama juga ya ngeblognya? Sejak 2011 lho.. 


2. resensikata.com
Blog lainnya, ini saya juga suka. Kamu, yang ngaku pecinta buku, coba deh menuju resensikata.com. Mbak Rahmah mereview buku-buku dengan apik. Bahasanya obyektif, tapi tetap asik. Barangkali kamu ingin membeli buku, tapi khawatir kecewa dengan isinya, berkunjunglah kesana. Tulisan Mbak Amma cukup informatif koq. Siapa tau ada judul buku yang kamu incar, dan sudah direview oleh Mbak Rahmah, ya 'kan? 

Oya, di blog ini, Mbak Rahmah mematikan klik kanan, hihi, jadi ngga bisa di copy paste. Dan sayangnya, entah punya saya yang error atau gimana, saya ngga bisa komen disana. :(


3. istanacinta.com
Blog ke tiga, beralamat di http://istanacinta.com/. Blog Seputar Bunda dan Buah Hati ini didedikasikan untuk si kecil Salfa. Saya sebenarnya punya juga sih, blog untuk Amay, tapi udah lama ngga update euy. Ah, Mbak Amma, tampaknya saya harus membangunkan blog Amay juga, hihi, biar ngga kalah sama Dik Salfa. 

Yang seru, waktu saya baca cerita ngidamnya. Pertama, Mbak Amma ngidam bertemu Bu Risma. Duh Mba, ada-ada aja sih, hihi.. Tapi Alhamdulillah kesampaian yaa, coba kalau enggak, Dik Salfa udah ngencesan, xixixi... Kedua, ngidam kepiting juga. Kenapa juga harus kepiting Bukkang Dato' yang berwarna abu-abu sebelum dimasak dan akhirnya berubah menjadi orange menyala setelah direbus. Orang hamil kadang-kadang memang punya keinginan yang aneh-aneh, hehe.. Saya waktu hamil Amay juga ngidam Cilok. Ah, soal ngidam cilok, nanti saja saya ceritakan. :D


Jika melihat performa nge-blog-nya, pantas saja ya, jika Mbak Rahmah mendapatkan predikat sebagai Blogger of The Month (September 2013) versi KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger). Keren euy!! Dan semoga, setelah ini, prestasi-prestasi lain segera menyusul ya Mbak.. :)







Komentar

  1. Kalo baca profilnya emak-emak blogger, keren-keren ya mereka, mbak... Hebatnya lagi, mereka yang berpendidikan tinggi rela tinggal di rumah, cuman jadi emak erte.

    Yang salut banget, mereka bisa menjadi emak erte luar biasa meski tinggal di rumah. Ngiri berat deh saya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em Mbak.. Keren2, pinter2.. Saya juga suka ngiri..hihi

      Hapus
  2. senang bisa kenal blogger keren seperti beliau. emang beda sih tulisan mb rahmah. detil dan bisa ngulik hal yang ga terpikirkan sebelumnya, gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya Mba Damarojat.. kelihatan sekali kalau Mba Rahmah orang yang cerdas. :D

      Hapus
  3. semakin digali, semakin membuat silau ya para blogger-blogger keren ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. he em..makin ngga pede sebenernya.. hihi, tapi justru harus dicuri ilmunya. :D

      Hapus
  4. pertama kali dengar nama Mba Rahmah saat ikut GA duet yang diadakannya bersama Mba Lidya :)

    keren banget prestasi Mba rahmah ini *jempol*

    BalasHapus
  5. jd makin kenal sama mba rahmah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Blognya 3..dan keisi semua. :D

      Hapus
  6. Mba arinta bisa tanya-tanya sama Mba Rahmah soal blog. Beliau salah satu guru saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Ety.. Tp kalo kepepet kan sm njenengan lebih cepet..xixixi

      Hapus
  7. E pingin nsnya ke mb rahmah, waktu itu aku sering mampir tapi kolom komentarnya susah banget diklik huhuhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tante Mbul..aku juga kesulitan komen kesana.. Makanya jarang menjejak walau sebenarnya sering mampir.

      Hapus
  8. Chemist'nya ini khas banget ya mba Arinta, langsung klik ke hal2 tentang kimia hihihi :)
    Dan saya selalu angkat topi untuk para ibu2 yang mendedikasikan dirinya untuk keluarga di rumah, saluuut banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em mbak dwi, pilihan yg berat ya..

      Hapus
  9. Ternyata Mbak Amma lumayan muda ya. Kupikir kelahiran 70-an

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti karena pengalamannya yang luar biasa ya? juga statusnya sbg dosen. :)

      Hapus
  10. nah ketauan deh saya yg males explore, ternyata punya sampai 3 blog. Saya hanya mengulas satu... *menunduk tersipu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, tapi kan ulasannya Mbak Ria tetap oke.. hehe..

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kedai Ibu By Mommilk Solo

Siang kemarin, saya men-charge jiwa raga di sebuah kedai. Jiwa, saya isi ulang dengan silaturrahmi bersama teman-teman, dan Raga, saya isi ulang dengan makanan dan minuman yang berbeda dari biasanya.
Untuk seorang ibu dari dua anak yang masih kecil-kecil dan kesehariannya hanya fokus dengan urusan sumur dan dapur -kasur juga sih, lol- seperti saya, momen bertemu dan bercanda dengan teman-teman seperjuangan tentu menjadi sesuatu yang istimewa. Sungguh, kemarin saya bisa tertawa lepas, hingga sisi lain dari diri saya keluar dan itu membuat Mbak Ety Abdoel terheran-heran, wkwkwk... Mungkin dalam hati Mba Ety membatin, "Ni anak kesambet apa, sih?" Hahaha...
Oya, saya perlu mengatakan ini. Ada yang mendukung kesyahduan perjumpaan kami. Apa itu? Tempat, suasana, dan makanannya tentu saja. Sebuah bangunan tua bergaya Indische menjadi tempat pertemuan kami. Semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi, ditambah dengan iringan lagu Sheila on 7 yang seolah mengajak untuk ikut bersenandung …