Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Agustus, 2016

Menyiapkan Bekal Masa Depan Bersama Morinaga

Baru tadi siang saya berdiskusi dengan suami, kira-kira kemana Amay akan melanjutkan sekolahnya nanti. Amay kini sudah duduk di bangku TK B, sehingga tahun depan dia akan masuk SD, dan enam tahun berikutnya akan masuk SMP, insya Allah. Saya sih inginnya, Amay melanjutkan pendidikannya di sekolah yang berbasis agama. Alasannya agar Amay memiliki pemahaman agama yang baik, karena bagi saya, anak yang sholih adalah investasi untuk orang tuanya.

Nah, biasanya nih, berdasar pengalaman tahun lalu, pendaftaran online sudah dimulai sejak bulan Oktober. It means, kurang dari dua bulan lagi dong ya? Makanya, saya pun harus mulai rajin cari informasi mengenai SDIT [Sekolah Dasar Islam Terpadu] di Solo Raya.
Hasil ngobrol-ngobrol tadi, kami belum bisa menyimpulkan SD mana yang akan kami pilih. Ada beberapa hal yang kami pertimbangkan, yakni: 1.Lokasi, apakah mudah dijangkau, mengingat bahwa urusan antar-jemput nanti akan melibatkan saya sebagai “Macan Ternak” alias Mama Cantik tukang anTer aNak…

Menguak Isi kisekii.com

Dwi Sariambarningsih, itulah nama panjangnya. Dwi atau Nining, adalah nama panggilannya. Surabaya asalnya, dan Malang, adalah kota tempat tinggalnya. www.kisekii.com adalah blognya. Mengenai blognya, mengapa bernama kisekii? Karena kisekii dalam bahasa Jepang berarti “keajaiban”, katanya.
Sudah cukup ya pakai “nya-nya” nya... Ga ada ide lagi soalnya :p :D
Bicara tentang blognya Mbak Nining, maka saya harus bilang We O We. ~~Jadi inget Mba Vanti.. Mba Vantiiii, apa kabar?~~ Kenapa We O We? Karena doi rajin banget nulisnya boook.. Lihat aja nih, setahun bisa kurang lebih seratusan judul. Cuma memang tahun 2O12 dan 2O13 kayaknya lagi rada males yaaa.. Kenapa Mbaaa? Hihihi.. Dan kalau dilihat dari postingan terdahulunya, Mba Nining ini sudah cukup cakap menulis. Jadi udah langsung hebat aja gitu, tulisannya enak dibaca, dan bermutu. Beda banget sama tulisan saya di awal kayusirih ada. Hehe... *emang tulisanmu sekarang udah bermutu, Rin? :p

Laluuu, prestasinyaaa.. Temen-temen lihat aja p…

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…

ASI atau Tidak ASI, Masihkah Perlu Diperdebatkan?

Alhamdulillah, saya bersyukur diberi kemudahan oleh Allah SWT sehingga bisa menyusui anak-anak saya dengan lancar. Amay menyusu sejak usia 4 hari (karena saya melahirkan Amay secara caesar, dan mengingat kondisi saya yang kurang memungkinkan untuk menyusui, maka untuk Amay kami memberikan susu formula di hari-hari pertama kelahirannya) hingga 2 tahun. Aga, merasakan nikmatnya ASI sejak usianya baru beberapa menit. Syukur Alhamdulillah, saya diberi kekuatan untuk melahirkan Aga pervaginam. Menyusui Aga tak menemukan banyak kendala, alhamdulillah.

Tapi, disini saya tidak hendak membandingkan, mana ibu yang paling baik; yang mampu memberi ASI atau yang memberi anaknya dengan susu formula. Iya, dulu saya memang pernah "sesempit" itu. Saya pasti akan bertanya-tanya dengan (maaf), agak memandang rendah, "Mosok menyusui aja nggak bisa? Aku lhooo, meski penuh pengorbanan, tapi aku mau berusaha." Tapi itu dulu, hingga suatu hari saya diingatkan, bahwa iya, ibu saya pun dul…

Berkenalan dengan Tia Marty Al-Zahira; Blogger Perempuan yang Multitalenta

Jujur, waktu nulis ini, saya baru berteman dengan Mbak Tia di facebook. Hadeeeh, padahal udah ngobrol ngalor ngidul di WhatsApp yak? Tapi, jangan salahkan saya. Salahkan Mbak Tia, wkwkwk.. Habisnya, friend request dari saya mosok baru di-confirm coba? :(
Saya sih maklum koq, karena memang sepertinya Mbak Tia jarang membuka facebook. Nggak seperti saya, yang seorang Jupe alias Jurig Pesbuk, haha... Tau kan maksudnya Jurig Pesbuk? lol. Mbak Tia ini perlu ditiru. Beliau memang kurang eksis di medsos, tapi karyanyaaa, beuh, eksis dimana-mana, bahkan hingga ke layar kaca. *Apa kabar kamu Arin? Karya baru selembar, eh udah koar-koar. :p 
Nih ya, Mbak Tia itu ternyata penulis skenario loh... Hah? Apah? Iya, kamu ngga salah baca. Jadi jangan main-main, jangan asal nulis status, lebih-lebih lagi bikin masalah sama Mbak Tia ini. Karena bisa-bisa, statusmu, atau kelakuanmu itu jadi ide cerita yang akan ditulisnya, lalu disinetronkan. Hahaha... Mending kalo kamu yang main sinetronnya, ya kan? Ka…