Rabu, 31 Agustus 2016

Menyiapkan Bekal Masa Depan Bersama Morinaga


Baru tadi siang saya berdiskusi dengan suami, kira-kira kemana Amay akan melanjutkan sekolahnya nanti. Amay kini sudah duduk di bangku TK B, sehingga tahun depan dia akan masuk SD, dan enam tahun berikutnya akan masuk SMP, insya Allah. Saya sih inginnya, Amay melanjutkan pendidikannya di sekolah yang berbasis agama. Alasannya agar Amay memiliki pemahaman agama yang baik, karena bagi saya, anak yang sholih adalah investasi untuk orang tuanya.

Nah, biasanya nih, berdasar pengalaman tahun lalu, pendaftaran online sudah dimulai sejak bulan Oktober. It means, kurang dari dua bulan lagi dong ya? Makanya, saya pun harus mulai rajin cari informasi mengenai SDIT [Sekolah Dasar Islam Terpadu] di Solo Raya.

Hasil ngobrol-ngobrol tadi, kami belum bisa menyimpulkan SD mana yang akan kami pilih. Ada beberapa hal yang kami pertimbangkan, yakni:
1.       Lokasi, apakah mudah dijangkau, mengingat bahwa urusan antar-jemput nanti akan melibatkan saya sebagai “Macan Ternak” alias Mama Cantik tukang anTer aNak.Tsaahh.. :v
Masalahnya, saya kurang cakap membawa sepeda motor sambil menggendong atau memboncengkan Aga. Aga yang usianya baru 21 bulan itu, belum mau duduk sendiri di kursi boncengan motor.
2.       Jam belajar. Saya sih inginnya Amay sekolah di sekolah yang hari Sabtunya libur. Jadi kalau kami ingin ke luar kota, nggak harus menunggunya pulang sekolah di hari Sabtu. Hehe, emak banyak maunya yaa.. :D
3.       Biaya. Nah, ini yang paling penting. Mengingat bahwa tabungan kami belum banyak. Hiks, jadi sedih deh kalau mengingat betapa selama ini kami lalai menyisihkan rezeki untuk biaya pendidikan anak-anak. Jadinya, kalau sudah mepet waktunya begini, kami kelimpungan.

Tahun ajaran yang lalu, seorang tetangga dekat, mendaftarkan putranya ke sebuah SMPIT di Solo, dengan uang masuk Rp 16 juta dan SPP Rp 65O ribu per bulan, BELUM katering. Yak, memang sekolah ini bukan incaran kami sih, hehe.. Kenapa coba? Ya karena biayanya yang mahal teuing itu lah.. Tapi setidaknya kami jadi punya gambaran bahwa biaya sekolah di SMPIT di Solo memang kurang lebih segitu. Untuk SDIT pun, biayanya tidak terlalu berbeda jauh dengan tingkat SMP-nya.



Mahal atau murahnya biaya pendidikan memang tidak menjamin kesuksesan anak kelak. Tapi tak ada yang salah dengan “mengupayakan yang terbaik untuk anak-anak”, kan?

Nah, biaya sekolah sekarang saja sudah ada di kisaran belasan juta. Bagaimana dengan biaya sekolah Amay kelak? SD? SMP? SMA? Lalu kuliah? *pucingpalamama. Apalagi, menurut survei yang dilakukan terhadap sejumlah sekolah swasta di kota Jakarta, rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sebesar 7% -15% per tahun. Jika kita misalkan, uang pangkal masuk SMPIT adalah 15 juta rupiah di tahun ini, maka 7 tahun lagi saat Amay masuk SMP, uang pangkalnya berada di kisaran 24-4O juta rupiah. Wow banget ya?

Oya, ternyata kita bisa loh menghitung perkiraan biaya pendidikan dengan kalkulator financial. Morinaga Chil-Go! yang menyiapkannya. Keren kan? Kita tinggal masuk-masukkan angkanya saja. Begini contohnya, nanti di bagian bawah akan muncul total biaya yang diperlukan. Untuk Amay ini, totalnya adalah Rp 56 juta.



Maka sebagai orang tua yang baik, yang mengusahakan yang terbaik untuk putra-putrinya, saya bertekad untuk mulai menyiapkan dana pendidikan untuk Amay dan Aga. Karena, menurut Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GcertFinPlanning, CFP, QWP, seorang Perencana keuangan independen dari ZAP Finance yang juga penulis buku “Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya”, inflasi pendidikan adalah sesuatu yang nyata. Maka dari itu, penting bagi para orang tua untuk menyiasati dengan cerdas dan bijak dana pendidikan yang angkanya sangat fantastis itu agar di kemudian hari, ongkos tersebut tidak menjadi beban.

Untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, apa saja langkah-langkahnya?

Pertama, orang tua sebaiknya sudah harus mulai mendiskusikan pendidikan anak sejak sang anak masih dalam kandungan. Lakukan survei dengan mendatangi sekolah-sekolah yang ada atau datang ke pameran pendidikan yang mulai banyak diselenggarakan. *dan yak, poin 1 ini kami terlambat*

Kedua, berdasarkan pilihan favorit orang tua dan anak, lakukan riset kebutuhan biaya pendidikan untuk tahun ini. Pahami bahwa biaya pendidikan tahun ini kemungkinan besar akan meningkat setiap tahunnya, sehingga saat anak masuk sekolah nilainya akan bertambah besar.

Ketiga, sesuai kebutuhan dana yang sudah dihitung, silakan periksa tabungan atau investasi yang sudah disiapkan. Apakah sudah cukup? Jika angkanya masih lebih kecil dari yang seharusnya, jujurlah pada diri sendiri bahwa sekaranglah saatnya merevisi rencana dana pendidikan.

Keempat, periksa apakah keuangan keluarga sudah terlindungi. Menabung dan berinvestasi akan terasa mudah dijalankan oleh keluarga yang masih produktif dan mendapatkan penghasilan. Risiko kematian di usia produktif atas pencari nafkah atau orang tua dapat terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, perlindungan asuransi jiwa sangat penting dalam perencanaan dana pendidikan.

Supaya tidak salah dalam perencanaan dana pendidikan, kita sebaiknya memahami bahwa fungsi investasi adalah membantu untuk mencicil dalam jumlah kecil dan mengharapkan hasil keuntungan yang tinggi. Sehingga, dalam 10 hingga 15 tahun kedepan, saldonya terkumpul sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan, asuransi jiwa, berfungsi untuk melindungi keluarga, jika dalam perjalanan melakukan cicilan investasi, tiba-tiba terjadi kematian atas pencari nafkah utama maka penghasilan yang biasa diberikan kedalam rumah tangga dapat digantikan oleh dana tunai dari uang pertanggungan polis asuransi jiwa.

Idealnya, Ayah dan Bunda memang bisa melakukan perencanaan sendiri dengan berinvestasi dan membeli asuransi jiwa secara terpisah. Namun, berbeda dengan investasi, terkadang premi atas pembelian asuransi jiwa harus dibayarkan sekaligus. Akibatnya membuat kacau arus kas keluarga di bulan tertentu. Kendala premi minimum yang tinggi pun menghambat sebagian masyarakat untuk membeli asuransi jiwa jenis tertentu.

Salah satu produk yang dapat membantu orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan adalah asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan akan memberikan manfaat proteksi, yaitu perlindungan kepada pemegang polis hingga berusia 99 tahun (tergantung jenis produk asuransi jiwa). Sehingga, jika anak belum selesai bersekolah hingga sarjana dan terjadi risiko kematian pada orang tua, maka anak akan tetap memiliki dana untuk meneruskan pendidikannya. Sedangkan bonus manfaat investasi dari sebuah asuransi pendidikan akan diperoleh jika porsi tabungan atau dana investasi yang dikumpulkan terus berkembang dan memberikan hasil yang positif. Pahamilah bahwa investasi pasti mengandung risiko, jadi tidak seperti produk tabungan, nilai investasi tidak dijamin oleh perusahaan asuransi jiwa. Hasil keuntungan bisa jadi sesuai harapan, atau diatas harapan, atau dibawah harapan.

Salah satu teman keluarga yang memahami kebutuhan orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan adalah Morinaga. Oleh sebab itu, Morinaga Chil-Go! memfasilitasi Ayah dan Bunda dalam mempersiapkan hal tersebut dengan program Bekal Masa Depan Chil-Go!

Bekal Masa Depan Chil-Go! merupakan salah satu langkah Morinaga dalam mendukung gerakan #SiapCerdaskanBangsa yang ditujukan kepada para orang tua untuk dapat berbagi stimulasi dan ide kreatif dalam mengembangkan Kecerdasan Majemuk Si Kecil sehingga menjadi Generasi Platinum yang multitalenta. Morinaga Chil-Go! akan memilih 9 orang pemenang hadiah utama dan 3.035 orang pemenang hadiah hiburan selama periode program berlangsung.

Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! ini adalah Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 (tiga) kategori di masing-masing periode, yaitu :
a.            Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
b.            Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
c.             Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*
* berdasarkan perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun

Saya sudah ikut programnya lho.. 



Bekal masa depan yang terbaik merupakan hak anak. Mari para orang tua persiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin, agar hak anak yang menjadi tanggung jawab orang tua dapat terpenuhi. 

Yuk Ayah dan Bunda, ikuti program Bekal Masa Depan Morinaga Chil-Go! Simak caranya disini yaa... Siapa tau, kita menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan kemudahan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak-anak kita. :D


24 komentar :

  1. bekal anak banyak juga ya, mba. :D terutama biaya, hehe

    BalasHapus
  2. mbk rinta, selalu cakep tulisannya,
    iyak aku jg uh ikutan nih bmd chilgo, dan rencana nya pgn ikutan lagi, kali aja rejeki, hehe,
    tengkiu sharenya, kudu prepare bgd memang soal dana pendidikan bwt si kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh Mbaa..makasiiih lho pujiannya.. Hihi..tulisan mba inda jauuh lebih cakep daripada tulisan saya..:)

      Iya Mba..mesti disiapkan dari skrg, biar "nyicil ayem" kata orang jawa mah.. :D

      Hapus
  3. mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anak sejak dini memang penting banget yah Mba :)
    btw usia anak kita hampir sama nih, anak saya sekarang juga sedang duduk di tk B :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya ta Mba? Jadi serasa ada teman seperjuangan..hihi.. Udah punya SD incaran blm? :D

      Hapus
  4. bang bing bung yuk kita nabung dan selalu tawakal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..jadi inget lagunya saskia dan geofanny yaa.. :D

      Hapus
  5. penting banget memang menyiapkan bekal masa depan utk anak2 kita ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba..biar ngga kelimpungan nantinya.. :)

      Hapus
  6. Bagus mba ulasannya bisa buat wacana Mantu nih yg sudah mulai sibuk menyiapkan dana pendidikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ti..lebih baik disiapkan sedini mungkin.. :)

      Hapus
  7. pendidikan makin hari makin mahal... hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. He em Mba Witri.. Ayo mulai nabung, mumpung Juna masih kecil.

      Hapus
  8. Sekolah sekarang biayanya makin melejit ya Mak. Jadi orang tua harus pinter-pinter nabung dan investasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mak.. Harus dimulai sejak sekarang..mumpung habis gajian. *eh :v

      Hapus
  9. Asuransi pendidikan anak memang cukup penting ya Mbak untuk masa depan anak-anak kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul mbaaa.. Ayo nabung..mumpung Han masih kecil..hehe

      Hapus
  10. Tos mba aku juga ikut nulis ini... Bener banget biaya pendidikan makin melambung, kita harus pandai menyiapkan bekal masa depan anak agar cita2nya tercapai....

    BalasHapus
  11. Apalagi anaknya tiga dan jaraknya dekat kayak saya.... persiapan itu penting banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini saya juga jadi diingatkan utk nyiapin biayanya Aga, Mba..

      Hapus
  12. SMP sudah 16 juta ya Mbak. Tapi kelihatannya sepadan dgn kualitasnya. Bicara soal biaya pendidikan dan kualitas memang agak sensi. Satu sisi kita mengeluh, satu sisi kita butuh.
    Karena mau tak mau, kualitasnya juga OK - jika si anak sanggup mengikuti. Krn di sini sekolah dasar model ini prestasinya sampai luar negeri (padahal Jepara kota kecil). Si balik ke kita juga ya.
    Lah... kok aku ngopini panjang lebar di sini. Wkwkwk....
    Moga Amay dapat asuransi pendidikan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin aamiin Mbaa..

      Iya bener Mba..kualitasnya oke. Bolak balik juara.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...