Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Belajar Jadi Ibu Kreatif dari Mbak Anis Khoir

Memiliki dua orang anak, Amay dan Aga, menuntut saya untuk menjadi ibu yang kreatif. Apalagi sejak Amay kecil, dia suka "mengerjai" mamanya ini, sehingga mamanya harus mau belajar, belajar, dan belajar lagi. Padahal, saya ini sebenarnya agak pemalas. Saat Amay berumur dua tahun dan sudah pandai bicara (baca; memerintah mamanya), dia suka sekali meminta saya menggambar benda-benda yang disebutnya. Lebah, kuda, robot, dan lain-lain, padahal yang saya bisa cuma menggambar gunung, awan, matahari dan bunga. :D
Pernah suatu kali saya menggambarkan lebah yang dimintanya, tapi Pak Yopie bilang, lebah yang saya gambar malah mirip kutu -_-. Kan saya mutung-kasarung jadinya. Herannya itu anak, sudah tau kalau papanya lebih jago menggambar, tapi tetep keukeuh nyuruh mamanya yang menggambar. Ngga ada kata yang lebih tepat dari "mengerjai" 'kan?

Sejak kecil Amay memang sudah menyukai spidol dan buku. Dia suka sekali dibacakan buku. Ini yang membuat saya semangat mendongeng …

Cari Hotel di Bali untuk Liburan Nanti

September ini jadwal harian benar-benar padat. Banyak sekali urusan yang harus diselesaikan, baik saya maupun suami. Jangan salah, urusan suami juga kadang bikin saya pusing lho, karena studionya ada di rumah, so mau nggak mau jadi kelihatan 'kan muka ruwetnya doi?
Awal bulan hingga pertengahan bulan lalu, kami berurusan dengan bank, setelah sebelumnya mesti menyiapkan beberapa dokumen penting. Ini menguras pikiran banget, bikin stress, suntuk, dan capek. Selain itu, sebagai ketua Parent's Club di sekolah Amay, saya juga mesti mengkoordinir orang tua murid untuk membantu beberapa program sekolah agar berjalan dengan baik, salah satunya adalah Lomba Memasak Daging Qurban di Iduladha yang lalu. Minggu ini pun, saya mesti mencari baju koko berwarna putih untuk kegiatan latihan manasik haji di TK Amay. 
Sementara suami, selain harus menyelesaikan dua sayembara, beliau juga harus memikirkan instalasi Bbulet untuk Bamboo Biennale 2 di Solo, disamping kewajiban menyelesaikan gambar-…

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

15 Sinetron Tahun 1990-an Sampai 2000-an Awal yang Terkenang Hingga Sekarang

Tahun '90-an awal, Uti memasang antena UHF. Maka setelah itu channel yang bisa kami tonton tak lagi hanya dua saja. Ada tambahan tiga channel lain, yakni: Indosiar, RCTI dan SCTV.
Saya saat itu baru kelas 2 SD ketika "terpaksa" ikutan nonton sinetron macam Abad 21 dan Simphony Dua Hati. Iya..kalau malam 'kan memang ngga ada acara untuk anak-anak ya? Jadi waktu itu ikut-ikutan nonton deh meski ngga tau jalan ceritanya kayak gimana. Anehnya, saya malah ingat lagu alias soundtracknya dong.. >_<
Sebelum kemana-mana, saya, Mbak Widut dan Mbak Rani, memang lagi ingin bernostalgia. Kebetulan saja suatu hari tiba-tiba kami bahas persinetronan. Mbak Widut yang usianya sedikit (sedikit aja yaa..ngga usah banyak-banyak :D) di bawah kami, agak roaming juga dengan bahasan ini. Yang dia tahu mah cuma Bidadari, yang lagunya juga masih saya ingat, karena Bapak beberapa kali menertawakan saya yang gagal menyenandungkan kata "bersama...saaamaaa.." di bagian closing-ny…

Grup Whatsapp dan Segala Rupa Tentangnya

Sekarang ini sepertinya sudah nggak jaman lagi SMS-an, ya? Isi kuota internet kesannya jadi lebih penting daripada isi pulsa untuk telepon atau SMS. Saya nih ya, misalkan beli pulsa 100 ribu rupiah, maka 70 ribu saya gunakan untuk beli kuota internet, dan sisanya baru digunakan untuk telepon atau SMS. Kalau kuota menipis, langsung bingung deh. Tapi, kalau pulsa habis, nggak terpikir untuk buru-buru beli, kecuali jika benar-benar penting harus menghubungi seseorang.
Nah, sebagai ganti SMS, ada beberapa aplikasi chatting yang umum digunakan, seperti; line, whatsapp, telegram, juga BBM. Tadinya saya hanya menggunakan WA dan BBM saja, tapi suami menyuruh untuk install telegram juga. Katanya, telegramnya itu khusus untuk saya, cieeeehh...
Diantara ketiga aplikasi itu, Whatsapp lah yang paling sering saya buka. Kenapa? Karena disana ada banyak grup yang selalu ramai setiap harinya. Ada grup keluarga, grup alumni, grup perumahan, grup sekolah Amay, grup bisnis, grup menulis, juga grup blogg…

Inuel; Pemilik Jombloku.com yang Tak Lagi Jomblo

Ada kata "jomblo", please, jangan pada baper yaa.. :D
Kata orang, jomblo itu nasib, sedangkan menjadi single itu pilihan. Nah, kamu yang masih sendiri, lebih memilih dibilang jomblo atau single? Hihihi..meskipun kayaknya dua istilah itu nggak jauh berbeda ya...
Tapi tenang. Jodoh itu sudah digariskan. Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua sudah pas waktunya, menurut Allah tentunya. Jadi meski kamu jomblo, ngga perlu gundah gulana, ya? Insya Allah, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Jadi sambil menunggu, isi hidupmu dengan aktivitas yang bermanfaat.
Jomblo itu hina? Kata siapa? Ada lho jomblo yang mulia. Yaitu yang bersedia menjaga sampai tiba masanya. :) 
Seperti Mbak Husnul Khotimah, blogger kelahiran Jombang, 4 Januari 1990. Mbak Inuel, demikian ia biasa disapa, memilih untuk menjomblo dan menunggu seseorang yang berani "memintanya" dari orang tuanya. Ia menulis seperti ini, "Saya sering disebut ngga' laku tapi saya tetap perca…

Jeffri Arizman; Dokternya Komputer dan Printer dari Puworejo

Lagi asik-asiknya bekerja, tiba-tiba laptop “pet”, mati. Rasanya pengen menjeriiiiit ngga sii? Tentu selain kesal, sedih, rasa khawatir juga ada. Khawatir kalau data-data yang ada di laptop tidak terselamatkan lagi. Bahkan kadang kita berharap, biarlah si lapotop rusak, asal data-data di dalamnya bisa kembali.


Yah, beginilah problematika manusia modern, dimana teknologi sudah seperti nasi. Kalau belum memakainya --mengonsumsinya, red--, belum makan katanya. :D
Jaman sekarang, kebutuhan manusia akan teknologi semakin besar. Sebab apa? Sebab manusia ingin semua keperluannya bisa selesai dalam waktu cepat.
Seperti kompor gas yang menggantikan kompor minyak, dan kompor minyak yang menggantikan kayu bakar, juga handphone yang menggantikan telepon, agar komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, komputer pun hadir untuk menggantikan mesin tik.
Kini, komputer tak lagi merupakan benda mewah. Bahkan jika dulu komputer hanya bisa diletakkan di satu tempat, kini kita bisa menggunaka…

Dibuang Sayang, Makanan Sisa Diapakan?

Ada satu gaya hidup orang-orang di kampung asal saya, dan mungkin juga menjadi gaya hidup orang-orang di kampung lainnya, yaitu memelihara unggas seperti ayam dan menthog dengan tujuan agar makanan yang tersisa tidak menjadi mubadzir. Seperti yang tertuang dalam Q.S. Al-Isra’ ayat 27; “Sesungguhnya orang-orang yang mubadzir itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” Maka, memelihara ayam adalah solusi yang memiliki dobel keuntungan. Keuntungannya tentu saja selain makanan sisa jadi jelas akan diapakan, juga materi yang dihasilkan dari memelihara unggas ini. Bisa dijual atau untuk konsumsi pribadi.
Nah, masalahnya sekarang, setelah lahan semakin sempit, ditambah populasi manusia yang semakin banyak, gaya hidup ini jadi sulit untuk dilakukan. Mau pelihara ayam, khawatir baunya akan mengganggu tetangga sekitar. Mau pelihara menthog, khawatir kebiasaan pup-nya yang sembarangan, bisa mengancam keharmonisan dengan tetangga sebelah. Hal ini yang membuat orang-ora…