Langsung ke konten utama

Belajar Tentang Toxoplasma Gara-Gara Rahayu Pawitri

Hai.. Selamat Weekend..

Pada kemana nih weekend ini? Saya sih di rumah saja karena kebetulan Pak Yopie ke Bandung, hehe.. Lagipula hari Sabtu tadi ada Expo Pendidikan di sekolah Amay, dan hari Minggu besok insya Allah akan ada pertemuan parent's club yang diadakan rutin setiap minggu ke dua tiap bulannya. Jadi yaa, ga bisa jalan-jalan, hehe..

Oya, weekend ini saya mau menulis tentang Mbak Rahayu Pawitri. Saya mengenal Mbak Wiwit (begitu Mbak Rahayu Pawitri ini akrab disapa), setelah tergabung dalam arisan link Blogger Perempuan. Padahal sebenarnya saya dan Mbak Wiwit ini sama-sama anggota IIDN loh (komunitas kepenulisan pertama yang kami ikuti), hehe, tapi justru dekatnya setelah jadi anggota arisan. You know, gara-gara arisan ini saya jadi dekat dengan beberapa blogger? Kami mengobrol secara intens, bahkan kini kami mengadakan English Day setiap hari Jum'at. Asik 'kan? That's what friends are for. Jadi punya teman banyak seharusnya membuat kita berkembang, hehe.. Tapi berkembang disini bukan berarti memanfaatkan loh yaaa.. Itu sih big no! *Tapi saya memanfaatkan Mbak Wiwit dan Mbak Ria juga ding...biar ketularan jago bahasa Inggrisnya, xixixixi...*

Sudah kenal Mbak Ria kan? Itu lho, yang punya Chocolicious.

Oya, hasil bincang-bincang dengan Mbak Wiwit, saya jadi belajar satu hal. Tentang Toxoplasma. Kebetulan, Mbak Wiwit ini dulu pernah terinfeksi Toxoplasma ini. Ini yang membuatnya agak ragu memberi adik untuk Hana, putri se-matawayang-nya. 

Yah, saya maklum sih, karena untuk bisa mendapatkan Hana, Mbak Wiwit perlu waktu 4 tahun. Ia harus yakin bahwa parasit jahat itu benar-benar sudah enyah dari dalam tubuhnya. Karena, toxoplasma ini memang sangat berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Parasit Toxoplasma ini dapat merusak janin. Dampak yang umumnya terjadi adalah keguguran. Dan bila bayi terlahir maka ia akan megalami beberapa masalah kesehatan, seperti: cacat bawaan, pembengkakan hati dan limpa, penyakit kuning, hingga infeksi mata yang berat. Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus).

Awal mula Mbak Rahayu Pawitri mengetahui bahwa dirinya terinfeksi toxoplasma adalah ketika ia merasakan sesuatu yang tidak beres pada matanya. Seperti yang ditulisnya di id.theasianparent.com, beberapa jaringan saraf mata kirinya mengalami kerusakan permanen. 


Lalu, Apa Sebenarnya Toxoplasma Itu? 

Mengutip Wikipedia, Toxoplasma atau lebih tepatnya Toxoplasma gondii adalah spesies protozoa parasit pada genus Toxoplasma. T. gondii menyerang kucing, tetapi parasit dapat dibawa oleh semua mamalia. T. gondii menyebabkan penyakit Toksoplasmosis.

Jadi sudah jelas ya, penyakit yang disebabkan oleh parasit ini dinamakan Toxoplasmosis/Toksoplasmosis.


Benarkah Kucing Merupakan Penyebab Utama Infeksi Toxoplasma?

Sebenarnya, semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia. Pada hewan-hewan selain kucing, toxoplasma berkembang biak dengan cara membelah diri (non seksual). Kucing, adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembang secara seksual (makro-gamet dan mikro-gamet) dan non seksual.


Bagaimana Cara Penularan Toxoplasma?

Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh kucing dewasa sudah lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.


Pada Ibu Hamil, Langkah-langkah Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Penularan Parasit Toxoplasma?

  • Hindari minum susu yang tidak dipasteurisasi. Ini juga berlaku pada produk-produk turunan susu seperti keju dan yogurt.
  • Hindari makan makanan mentah. 
  • Cuci dan kupaslah buah dan sayuran sebelum dimakan.
  • Cuci bersih peralatan dapur, meja dapur, meja saji, dan bahan makanan apapun sebelum mengolahnya. Pastikan membasuh tangan dengan air hangat dan sabun antiseptik setelah memasak daging mentah.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut ketika sedang menyiapkan makanan. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum makan.
  • Usir serangga seperti lalat dan kecoa dari makanan.
  • Hindari minum air yang telah terkontaminasi. Konsumsi air minum dalam kemasan apabila bepergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk.
  • Jika melakukan aktivitas berkebun, gunakan sarung tangan dan jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum tangan dibersihkan.


Hampir setengah dari penyebab toxoplasma disebabkan karena kebiasaan mengonsumsi daging mentah atau setengah matang. Kita juga harus berhati-hati ketika makan lalapan atau sayuran mentah. Memang banyak yang meyakini bahwa sayuran segar yang belum diolah, akan lebih mudah dicerna dan terjaga nutrisinya. Akan tetapi, kita toh tidak pernah tau apakah makanan yang kita konsumsi bebas dari parasit ini, karena faktanya, toxoplasma dapat bertahan di dalam tanah selama berbulan-bulan, terutama di tanah yang lembab. 

Parasit Toxoplasma yang mengontaminasi daging ayam, daging sapi dan daging kambing akan mati setelah dimasak dengan matang di atas suhu 67 derajat Celcius.

Belajar tentang toxoplasma, meskipun baru sekilas saja, sungguh membuat mata saya terbuka. Bahwa menjaga kebersihan itu wajib, selain karena kebersihan adalah sebagian dari iman. 

Masih banyak yang ingin saya ketahui tentang penyakit ini. Tapi tenang, Mbak Wiwit akan menuliskannya untuk kita di blognya. Kita tunggu saja yaa, sambil mamam batako dan minum mijon. *laah, ketularan Minceu Lambe_Turah.* 

Rahayu Pawitri: Blogger, Teacher, Content Writer, and also a Mother

Buat yang ingin mengenal Mbak Wiwit, atau ingin sekalian belajar bahasa inggris, atau ingin tanya-tanya tentang Toxoplasma (sebagai seseorang yang pernah terinfeksi Toxo), berikut link social media yang bisa dikunjungi:

Facebook: Rahayu Pawitri
Twitter: @rahayupawitri
Instagram: @rahayu_pawitri





Sumber bacaan tentang toxo: http://www.nutriclub.co.id/kategori/kehamilan/kesehatan-kehamilan/penyakit-toxoplasma-pada-ibu-hamil?p=1



Komentar

  1. Kok ngeri ya mbak. Tapi bagaimana dengan pecinta kucing? Jadi takut dan ogah2an miara kucing :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak...
      Namanya kok sama-sama Arinta si? he he he
      Nggak usah takut sama kucing, selama kucingnya bersih, dan daya tahan tubuh jenengan baik. Insya Allah nggak papa, kalau memang tidak baik, tentu Allah sudah melarang kan?

      Hapus
    2. Arinta yang itu lebih keren dari Arinta yang ini Mba.. *lalu mba wiwit makin bingung, ternyata setelah "the Tyas", ada "the Arinta", wkwkwk...

      betul Mba Wiwit, apalagi kucing ini konon adalah hewan kesayangan Nabi ya?

      yang penting selalu jaga kebersihan, gitu aja. dan sebelum makan, baca bismillah. :)

      Hapus
    3. Oh gitu ya mbak Rahayu dan mbak Arinta. Eh manggil diri sendiri hihihi... kucing emang lucu dan imut :)

      Enggak ding...aku mah apa atuh :D

      Hapus
    4. aduh..udah sering langganan juara gitu lohh..hihi

      Hapus
  2. Makasih ulasannya mbak Arin, wah saya tinggal nerusin aja yo he he he. Sehari ini aku malah nguplek blog, jadi blm sempet lanjutin tulisan toxo-nya. Terima kasih sudah memulai.

    BalasHapus
  3. Waduh, aku suka banget lalapan. Btw, tetanggaku juga kena toxoplasma. Janinnya meninggal di usia enam bulan. :( Sulitnya, penyakit ini kaya nggak ada tanda dan gejalanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba, ngga kelihatan gejalanya.. duh kasihan banget yaa tetangganya.. :(

      Hapus
  4. intinya jaga kebersihan ya mba, TFS :)

    BalasHapus
  5. Niatnya sih hamil lagi hahah.., rentan banget memang kalo pas hamil ini,

    #lho kok jd curhat :))

    btw.. jok turah turah lambene, bahaya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo, bikiiiin adiknya Kinza, xixixxi..

      mm..lambe turah menghibur sih..hahaha..

      Hapus
  6. haaaah, lalapan juga bisa jd pemicu terkena toksoplasma *aduh puyeng deh...*

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi asal mencucinya bener, pake cuka apel apa ya, insya Allah sih ngga apa2 Mba..

      Hapus
  7. Waduh serem juga ya dampaknya toxoplasma ini... Kalau kena cewek hamil bisa berisiko kegugurn :O Apakah ada efeknya buat laki2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk laki-laki bisa menyebabkan kemandulan Mas..

      Hapus
  8. Kucing muda tu kira2 kisaran usianya brapa ya? Jadi penasaran...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu, saya ngga pelihara kucing jadi ngga tau Mba.. hehe..

      Hapus
    2. Kayaknya yang baru lahir itu masih muda mbak wkwkwk pissss

      Hapus
    3. Sekalian bw lagi, sekalian liat jawaban saya. Eh tryta pernah baca, lupa keknya. Hanya fokus ke kucing doanh siiiih kmrn :))))

      Hapus
  9. berarti toxoplasma yang bikin kita bersin2 kalau dekat kucing atau gimana ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bulunya ya Mba? hehe.. kalau bulu kucing kan bisa mengandung toxo, bisa juga tidak.

      Hapus
  10. Oh hydrochepalus ini juga gara2 toxo tho

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas, mungkin salah satu penyebabnya yaa..

      Hapus
  11. serem juga..makanya saya larang keras istri saya suka sama kucing..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kalau bersih dan telaten insya Allah ngga apa2 Pak, yg penting jaga kebersihan aja. Mba Rahayu ini ngga pelihara kucing lho.. tapi beliau pernah makan sate kambing dan lalapan juga. kemungkinan dari makanan itu.

      Hapus
  12. Sebelum merencanakan kehamilan memang sebaiknya periksa dulu ya... jadi ketahuan ada toxo atau tidak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba Retno..mencegah lebih baik yaa..

      Hapus
  13. Wahh penting banget ini
    Jadi ngerasa kemproh aku klo apa2 nda diperhatiin pas masak hiks

    Trutama kudu inget klo abis rajang2 ni, harus dibilas air mengalir

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tante Mbul.. pokoknya jaga kebersihan selalu.. ini self reminder juga.. :)

      Hapus
  14. penting banget makanya jaga kebesihan dan masak makanan sampai matang ya, aku jga pernah kena toxo mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah..punya pengalaman yang sama ya Mba?

      Hapus
  15. Toxo itu sangat mengerikan ya mba, ada anak temen lahirnya ga sempurna akibat toxo dan ga lama meninggal. Semoga kita dihindarkan dari hal itu ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin aamiin Mbaa... duh, sedihnya.. :(

      Hapus
  16. ilmu baru buatku ini mba..serem juga. mana kucing dirumah nambah banyak, baru pada lahir

    BalasHapus
    Balasan
    1. kucing memang cepet banget berkembangnya yaa.. asal selalu jaga kebersihan mereka, insya Allah ngga apa2.. :)

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Ayahmu Miskin, Ya, May? Koq Kulkas Kamu Kecil?

Jika mengingat materi Seminar Parenting tentang bullying bulan lalu, barangkali kalimat yang diucapkan seseorang pada Amay beberapa waktu lalu itu, termasuk dalam verbal bullying. 
Sebelum mengomentari kulkas kami yang berukuran kecil itu, orang yang sama bertanya pada Amay, putra sulung kami. Entah apakah niatnya hanya bertanya ataukah ada tujuan lainnya, katanya, "Ayah kamu miskin, ya, May? Koq kamu ngga punya TV?" yang dijawab oleh Amay dengan cerdas, "Tapi ayahku lebih keren daripada ayah kamu!"
Kalau mengingat kembali materi parenting bulan sebelumnya tentang mempersiapkan ananda masuk SD, bahwa salah satu tanda kesiapan anak untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi adalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, maka saya berkesimpulan kalau Amay memang sudah siap untuk menjadi anak SD dengan jawaban cerdas di atas. Amay tidak mengadu, dalam artian meminta bantuan orang lain untuk menjawab perlakuan orang itu.
Sayangnya, saat insiden "pemiskinan" it…