Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

5 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Menghemat Listrik

Sudah setahun ini saya menggunakan listrik prabayar. Sempat kesal waktu tahu bahwa rumah yang kami beli ini menggunakan listrik prabayar, karena terbayang bagaimana rumitnya nanti. Ada kekhawatiran, kalau-kalau listrik habis di tengah malam buta, lalu saya harus bagaimana. Ditambah testimoni beberapa orang, yang mengatakan bahwa listrik prabayar itu ribet dan boros.
Ternyata, dugaan saya salah. Memang, jika penggunaan listrik pascabayar dibayarkan sebulan sekali, untuk listrik prabayar tidak bisa kita tentukan. Seperti ketika membeli pulsa handphone saja, ketika pulsa habis, kita isi ulang. Jika tidak diisi, ya kita tidak bisa menikmati.
Nah, seperti pulsa handphone juga, kita bisa tahu sisa pulsa listrik kita ada berapa. Jadi, sebelum bunyi tat-tit-tat-tit-nya mengganggu telinga kita dan telinga para tetangga, kita bisa segera mengisi ulang kembali. Kalau pulsa handphone atau pulsa listrik kita habis, kita bisa membeli Pulsa Murah Online atau Token PLN Online di Tokopedia.
Tentang …

Antara Rina Nose dan Rinta Noisy

Tulisan ini bisa menyebabkan darah tinggi dan emosi yang tak terkendali. Ini murni pendapat saya pribadi. Silakan pergi sebelum kalian sakit hati. :D

Sengaja saya nulis tentang Rina Nose setelah berita tentangnya agak mereda. Karena kalau pas lagi panas-panasnya, takutnya dikira saya mendompleng ketenaran, atau sengaja nyari pageview aja. Haha.. Padahal alasan sebenarnya adalah karena saya baru sempat nulis aja. Harapan saya sih, kalau situasinya sudah agak kondusif, tulisan saya ini bisa diterima dan ditelaah dengan kepala dingin. Nggak pakai emosi lagi.
Emang mau nulis apa sih? Kayak penting aja..haha..
Bukannya mau ngaku-ngaku atau apa, tapi saya dan Rina Nose memiliki beberapa persamaan. Apa sajakah itu?
1. Hidung Pesek
Kata ibu, waktu kecil hidung saya pesek parah. Tapi terus tiap hari ditarik-tarik biar mancung, dan katanya sekarang agak mendingan. Padahal semendingan-mendingannya saya sekarang, ya tetep hidungnya tak bertulang. Dan itu nurun ke Amay.

Jadi, misalnya hidung saya a…

Duet Fenomenal yang Mungkin Pernah Jadi Teman Tumbuhmu

Hampir semua orang menyukai musik. Musik seolah menjadi bagian dari hidup, tak hanya sebagai hiburan, tapi bisa juga jadi ajang untuk mewakilkan perasaan.
Ada beragam genre musik, meski mungkin di telinga kita tak semuanya terdengar asik. Tapi, nggak harus suka dulu untuk kemudian hafal seluruh isi lagu. Biasanya, kita bisa tahu isi lagu karena sekeliling kita memutarnya setiap waktu. Jadi mau nggak mau jadi tahu.
Omong-omong, waktu kecil dulu saya sering mendengar lagu-lagu almarhumah Nike Ardilla, karena Mbak Ita is a big fan of her. Witing tresno jalaran saka kulino, dan dari seringnya mendengar lagu-lagunya Nike Ardilla itulah, saya jadi suka hampir semua lagunya.
Tapi kali ini, saya tak hendak membahas tentang lagu-lagu lady rocker kesayangan itu. Saya mau mendata *duuh, mendata, macam sensus aja* lagu-lagu yang dibawakan secara duet, yang telah menemani masa tumbuh saya dari kecil hingga remaja. Sampai remaja saja yaa, karena pasca SMA, saya jarang mendengarkan musik lewat ra…

JavaID, Buatmu yang Ingin Mempercantik Dinding Rumah

Saya merasa perlu mengenalkan JavaID pada teman-teman pembaca setia blog ini. Karenanya, baca hingga tulisan ini berakhir yaa..
JavaID adalah produk bikinan Afif Taftayani, atau yang akrab dipanggil dengan nama Apip. Dia adalah salah satu karyawan di Akanoma, rekan kerja suami saya di Solo. Orangnya biasa aja (lalu ditoyor sama Apip), tapi idenya boleh juga (kayak nggak ikhlas sebenarnya nulis ini, :p). 
Berawal dari iseng karena melihat banyak sekali residu kayu di desa tempatnya tinggal, ia kemudian mempunyai ide untuk mengubah sisa-sisa kayu itu menjadi barang yang bernilai ekonomi. Ia kemudian membuat sebuah merek dagang bernama JavaID. Bisa dibilang, JavaID adalah produk eco-preneurship yaitu usaha "hijau" yang berbasis kepedulian terhadap lingkungan.

Kenapa Apip memberi nama JavaID? Simply karena dia adalah orang jawa, dan ia berharap JavaID kelak bisa menjadi salah satu oleh-oleh Solo.
Produk JavaID yang saat ini tersedia memang baru berupa wooden clock, tapi jika te…

Mau Idemu Jadi Duit? Ikut IWIC 11, Yuk!

Halo Gaes...
Kalau kamu diberi keleluasaan untuk menciptakan sebuah aplikasi, aplikasi seperti apa sih yang mau kamu buat?
- Aplikasi untuk tahu masa depan hubunganmu dengan kekasih?
- Aplikasi untuk merencanakan menu masakan harian yang simpel buat emak-emak macam saya yang suka kebingungan mau masak apa hari ini tapi kalau tanya suami dan anak-anak jawabnya cuma "terserah Mama aja"?
- Aplikasi untuk merencanakan pengeluaran bulanan supaya keuangan kita tetap sehat dan nggak sakit karena utang?
- Aplikasi penghitung kalori buat mereka yang diet?

- Aplikasi yang memudahkan usahawan untuk mencatat modal, omset, laba/rugi?
- Aplikasi wedding organizer, supaya memudahkan calon pengantin untuk mengurus pernikahannya, tanpa harus khawatir dengan pembengkakan budget?

Apapun ide kreatifmu, ayo deh wujudkan di IWIC11. Apa itu IWIC11IWIC11 adalahIndosat Wireless Innovation Contest ke 11. Iya, ini adalah tahun ke-11 diselenggarakannya kompetisi ini. Diresmikan tanggal 25 September …

Cinta Indonesia? Yuk, Pakai Sepatu Etnik The Warna!

Sudah sejak tahun lalu, sepatu etnik The Warna menghiasi timeline Facebook saya. Sejak itu pula saya langsung membayangkan akan memilih motif apa saja yang ingin saya miliki. Apalagi, waktu cek harga, harganya insya Allah masih terjangkau di kantong saya. Kenapa saya langsung suka? Karena sepatu etnik The Warna sesuai dengan karakter saya. Kebetulan saya suka memakai flat shoes yang desainnya simpel tapi tetap elegan.
Kalau diingat-ingat, saya memang belum pernah memiliki sepatu berhak tinggi. Satu sandal saya berhak 3cm, itu pun pemberian dari suami saat seserahan dan saya pakai hanya ketika akad nikah. Makanya, dari dulu sampai sekarang, jenis sandal atau sepatu yang nangkring di rak sepatu saya ya gitu-gitu aja. Karena saya memang sukanya yang model begitu itu. *Duh, bahasanya ribet ya...
Bulan Juli lalu, saat menghadiri acara pernikahan sepupu di Bangkalan Madura, saya dipinjami wedges The Warna oleh kakak saya. Tahu kan kakak saya yang mana? Ika Puspitasari itu lho..
Jujur, ini …

Born To Be Genius; Webinar Parenting Bersama Tigaraksa

Pada tanggal 12 Oktober lalu, saya mengikuti sebuah Webinar yang diadakan oleh PT. Tigaraksa Satria. For your information, PT. Tigaraksa Satria adalah sebuah perusahaan perdagangan yang memiliki divisi untuk mengembangkan cara menstimulasi otak balita agar tumbuh optimal.
Saya mengetahui adanya Webinar ini dari seorang teman semasa SMP, Endah Ediyati namanya. Kebetulan beliau bekerja di perusahaan ini. Hhmmm, pantas saja ya, Mbak Adhwa putrinya kelihatan cerdas. Pasti stimulasi yang diberikan oleh orang tuanya juga optimal.
Stimulasi. Kata ini menjadi salah satu faktor penentu, agar anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Jangan lupa, cerdas itu tidak hanya pandai Matematika saja ya... Masih ingat dengan 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner yang terkenal dengan sebutan Multiple Intelligence?
Nah, mendukung pernyataan tadi, Dr. Thomas Armstrong mengatakan bahwa, "Every child is genius." Sayangnya, lingkungannya lah yang terkadang melumpuhkan kejeniusan ini. …

Ketika Saya Menjadi Seorang Ibu; Antara Ekspektasi dengan Realita

Dulu, waktu Amay masih dalam penantian, saya pernah bikin status seperti ini di Facebook.

Idealis banget ngga sih? Hihihi...
Idealis banget sepertinya, jika melihat kenyataan yang ada sekarang. Dulu, waktu  belum ada anak-anak, bayangan saya, saya akan menjadi seperti ini:
1. Bangun paling pagi, lalu beres-beres, dan ketika anak-anak bangun, saya tinggal menyediakan energi full buat mereka
Itu ekspektasi, realitinya?
Bangun kadang-kadang kalah pagi sama Amay. Wahaha, emak macam apaaa saya ini? Jadi, waktu yang "dalam bayangan saya" seharusnya bisa buat main, nemenin mereka belajar atau apalah, malah jadi buat ngelarin pekerjaan rumah tangga yang seolah tidak ada hentinya.
Hari Rabu yang lalu, saya bahkan sampai buat status di facebook.  *wakaka, status lagi. *biarin, kerjaan emak kan emang curhat di status. Statusnya panjaaaang lho, menandakan bahwa saya sedang pengen curhat banget, hahaha...
Pagi ini. Aga teriak-teriak minta makan. Padahal bangun tidur tadi udah disuapin sa…

Libur Akhir Tahun Ke Mana? Waterbom Jakarta Saja! Nih, Ada Voucher Promonya.

Sulung saya, Amay, tahun ini sudah resmi menjadi anak SD. Waktu kenaikan kelas kemarin, yang kebetulan bertepatan dengan momen lebaran, mama mertua saya berkata, “Sekarang kalau Nin pengen ngajak jalan-jalan, berarti harus nunggu liburan dulu ya?” begitu menyadari bahwa setelah menjadi anak SD, tentu tak bisa seenaknya sendiri bolos sekolah seperti waktu TK dulu. Ya, dulu waktu Amay masih TK, kami sempat mengunjungi Aki dan Nin di Makassar. Saat itu Amay bolos sekolah selama hampir seminggu, karena kami pergi di bulan Maret, dimana saat itu belum saatnya libur sekolah. Sekarang, tak bisa begitu lagi. Jika tidak terlalu urgent, Amay harus tetap sekolah. Jika ingin berlibur, ya benar-benar harus cari waktu libur panjang, yaitu di liburan semester dan di liburan kenaikan kelas.

Memasuki bulan Oktober, Aki dan Nin-nya anak-anak sudah merencanakan untuk kumpul keluarga akhir tahun nanti. Selain untuk menyegarkan otak setelah kurang lebih enam bulan dipaksa belajar dan bekerja keras, momen b…

Popular posts from this blog

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo)

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah keluarga kecil kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Malang. Awalnya saya dan Amay hanya ingin menemani suami bertemu dengan kliennya, namun kemudian terpikir untuk sekaligus berwisata ke Batu. Mumpung ada waktu :)

Karena budget kami terbatas, kami memilih hotel yang ramah di kantong. Hanya dengan 200 ribu rupiah per malam, kami sudah bisa menikmati kamar yang nyaman, fan, televisi, juga air hangat untuk mandi. Tak perlu kamar ber-AC lah, karena Malang sudah cukup sejuk :). Kami juga memilih hotel yang tak terlalu jauh dengan stasiun, tentunya agar menghemat ongkos transportasi. 

Keesokan harinya, kami mengunjungi Jawa Timur Park. Lagi-lagi, untuk menghemat pengeluaran kami menyewa sepeda motor untuk pergi kesana. Biaya sewa motor rata-rata 50 ribu - 60 ribu, atau 75 ribu untuk layanan antar jemput. Jadi kita tak perlu mengambil dan mengembalikan sendiri sepeda motor sewaan kita. (Sudah bisa disebut backpacker belum? :p) 
Oya, tentang Jatim Park, …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …