Langsung ke konten utama

Sociabuzz: Om, Endorse, Om.

SociaBuzz


Halo semuanya, apa kabar?

Tak terasa ya, bulan pertama di tahun 2017 ini hampir usai. Sudah bertambah apakah kita? Tambah tua pastinya. Ngga apa-apa tua, yang penting jangan telolet, eh tulalit aja. ✌

Tapi meski usia kita menua, semangat harus tetap muda ya... Apalagi buat yang punya bisnis. Tahun ini adalah tahun Ayam Api kan? Jadi semangatnya harus seperti ayam yang paling semangat menyambut sang fajar, juga selalu menyala layaknya api yang berkobar. Duh, koq jadi kebawa suasana imlek gini, hihihi...

Oya, bicara soal bisnis, bisnis apa sih yang akan cemerlang di tahun 2017? 
Saya sih bukan peramal, jadi ngga tau jawabannya, haha... Yang saya tau pasti, usaha dan do'a akan membawa hasil yang nyata. Kan katanya, hasil tak pernah mengkhianati proses to? ☺

Siapa yang setuju? Tunjuk jari! ☝

Jadi, selain rajin berdo'a, mari maksimalkan usaha. Kalau teman-teman punya bisnis di bidang fashion, pilih bahan yang baik, quality control lebih teliti lagi, tingkatkan hubungan yang baik dengan para reseller, update desain yang menarik, dan lain-lain. 

Pun jika ada teman-teman yang memiliki usaha di bidang kuliner, rasanya bahan baku yang baik, jalinan kerjasama dengan para agen, kualitas rasa dan ide mengolah makanan, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan. Wah, jadi hampir sama ya, antara fashion dan kuliner? Itu-itu lagi yang perlu lebih digali, supaya bisnis tetap berjalan dengan baik.

Nah, sebagai blogger yang juga senang berbisnis (Eh, masih ingat dong, kalau saya juga pernah jualan mukena, gamis dan cilok? Hehehe...), ada satu lagi yang ingin saya tambahkan. Apa tuh? PROMOSI. Iya, dengan promosi yang tepat, bisnis kita juga akan berkembang lebih cepat.

Jangan salah lho, marketing bukanlah hal yang main-main. Ujung tombak bisnis kita ada di titik ini. Promosi salah, bisnis bisa musnah. 

Memang, banyak sekali usaha kuliner yang tersebar dari mulut ke mulut, tapi itu perlu waktu yang tak sebentar. Kalau bisnis fashion, bisakah dari mulut ke mulut juga? Bisa. Tapi ingat, di luaran sana ada banyak desain yang juga menarik mata. Ngga perlu lagi jauh-jauh ke butik atau berdesak-desakan di pasar untuk mencari tau model baju terbaru. Kita bisa mengakses berbagai macam iklan, asal smartphone dan kuota internet ada di tangan. Lalu, masih mau menunggu waktu?

SociaBuzz

Iklan kan butuh biaya yang ngga sedikit...

Memang. Makanya, ayo pilih jenis promosi yang paling efektif di masa kini. Lihat di sekeliling kita. Banyak orang sedang menundukkan pandangan. Sedang apakah mereka? Hihi, iyaaa, mereka sedang menekuri layar yang ada di tangan mereka. Ah, ngga cuma mereka sih ya, kita juga. *tutup muka.

Jadi, promosi yang efektif itu bagaimana? Jika melihat perilaku masyarakat saat ini, maka promosi paling efektif saat ini adalah melalui social media endorsement (atau disebut juga sebagai influencer marketing). Makanya, SociaBuzz hadir untuk membantu kita, para pebisnis yang ingin mempromosikan produknya. Soal biaya, kita bisa mendapatkan influencer yang sesuai dengan budget kita, mulai dari Rp 50.000,- per posting per influencer. Gimana? Terjangkau kan?


Iklan di media online udah banyak, dan itu menyebalkan. Kadang kita maunya meng-klik apa, eh kepencet iklannya.

Siapa yang merasakan hal yang sama dengan saya? Pasti banyak ya? Makanya ngga heran kalau pengguna ad-blocker (aplikasi blokir iklan di internet) semakin banyak, sehingga konsumen sudah tidak bisa melihat iklan kita lagi di internet. Konsumen juga sekarang lebih percaya pada "rekomendasi" atau yang belakangan kita sebut sebagai endorsement.

Nah, SociaBuzz paham dengan hal ini. Karena menyadari bahwa konsumen paling banyak menghabiskan waktu mereka di social media seperti Instagram, YouTube, Blog, dll, maka SociaBuzz menyediakan para influencer yang aktif di media-media social itu tadi untuk mempromosikan sebuah produk/bisnis. Mereka adalah para selebgram, blogger, youtuber, yang memiliki followers yang cukup banyak dan juga memiliki pengaruh yang besar.


Tapi ribet ah, cari influencernya, bikin kontraknya, bayar fee-nya. 
Untuk itulah SociaBuzz ada. Pemilik bisnis hanya perlu menulis dan mengunggah kebutuhan promosi mereka ke SociaBuzz, setelah itu jika ada influencer yang tertarik, mereka akan mengajukan proposal ke pihak advertiser, dan pihak advertiser bisa memilih influencer yang paling tepat dengan kebutuhan dan budget mereka. 

Jadi, beriklan di SociaBuzz ini mudah, cepat, aman dan nyaman. Apalagi, konten promosi selamanya ada di internet dan social media, sehingga bisa ditemukan terus oleh target konsumen kita sampai kapanpun. 
So, wanna promote your business via SociaBuzz? 
 


Komentar

  1. JR di Sociabuzz banyak banget, tapi saya belum pernah dapet. Hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, lumayan kalau dapet yaa..bisa buat tambah-tambah beli cabe, hehehe

      Hapus
    2. hehe,,.iya tuh mba Arinta, cabe kan lagi mahal ya.. hehe

      Hapus
  2. aku pernah dapet...juga dari sociabuzz

    BalasHapus
  3. Sepertinya aku punya akun di sociabuzz tapi apa ya password sama emailnya ~_~

    BalasHapus
  4. Wah daftar SocialBuzz ah sebagai Infuencer, kali aja ada rejeki yang nyantol ya mbak :D

    BalasHapus
  5. belum pernah daftar, jadi pengen juga neh mbak kali bisa menambah penghasilan aminnn hehehehe

    BalasHapus
  6. Klo blog dipasangi adsense bisa kena ad blocker juga ga ya gahahahahah

    Ehm aku blom pernah maen2 sosiobuzz..
    Artinya kayak kita dikasih barang buat ngiklan terus kita dibayar 50 ribu per tayangan di medsos apa gimana sih mb rin..,aku blom mudeng

    Btw paragraf awal uda kayak ramalan ala mama arinta wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketularan mba Rani ini, haha...

      aku ga tak pasangi adsense sih tante..jd ngga paham, hehe.. mungkin tulisannya muncul, tapi iklannya engga. :)

      coba daftar deh tante, ntar akan paham dengan sendirinya..hehe

      Hapus
  7. Udah lama tahu tentang sociabuzz tapi sampai sekarang belum daftar. Hikss

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo Mba daftar.. kalau punya bisnis, daftar sebagai advertiser aja di sociabuzz.. :)

      Hapus
  8. sepertinya saya pernah buat akun di sociabuzz (duh lupa). Kalo akunnya udah ada tapi lupa gimana Mbaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..ngga tau kalo itu Mba.. Coba daftar lagi Mba..

      Hapus
  9. wahhh boleh nih di coba, lumayan lah siapa membantu y kan wkwkkwkw

    BalasHapus
  10. aku blm pernah daftar di sociabuzz ... jadi pingin daftar

    BalasHapus
  11. Aku daftar sosiabuzz tp entah knapa emailnya ditolak

    BalasHapus
  12. menurut saya bagus sociabuzz bagi blogger benar kata mba arinta daftar aja, saya pernah dapat job dan tidak hanya uang dapat pengalaman yang berharga tentang menulis artikel dari sociabuzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas.. Dan promo bisnis via sociabuzz juga insya Allah tepat yaa.. :)

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Ayahmu Miskin, Ya, May? Koq Kulkas Kamu Kecil?

Jika mengingat materi Seminar Parenting tentang bullying bulan lalu, barangkali kalimat yang diucapkan seseorang pada Amay beberapa waktu lalu itu, termasuk dalam verbal bullying. 
Sebelum mengomentari kulkas kami yang berukuran kecil itu, orang yang sama bertanya pada Amay, putra sulung kami. Entah apakah niatnya hanya bertanya ataukah ada tujuan lainnya, katanya, "Ayah kamu miskin, ya, May? Koq kamu ngga punya TV?" yang dijawab oleh Amay dengan cerdas, "Tapi ayahku lebih keren daripada ayah kamu!"
Kalau mengingat kembali materi parenting bulan sebelumnya tentang mempersiapkan ananda masuk SD, bahwa salah satu tanda kesiapan anak untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi adalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, maka saya berkesimpulan kalau Amay memang sudah siap untuk menjadi anak SD dengan jawaban cerdas di atas. Amay tidak mengadu, dalam artian meminta bantuan orang lain untuk menjawab perlakuan orang itu.
Sayangnya, saat insiden "pemiskinan" it…