Langsung ke konten utama

Streaming Musik Asik di Langit Musik

Saya tahu ada aplikasi bernama Langit Musik sejak tiga minggu lalu. Karena penasaran, saya download deh aplikasinya di handphone butut yang saya punya. Saya, kebetulan adalah penikmat musik. Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya, meski saya tidak bisa memainkan satu pun alat musik. Hiks, ngenes ya...  

Nah, setelah install aplikasi Langit Musik ini, saya langsung meng-oprek-nya, saking besarnya rasa penasaran saya. Saya sudah membayangkan lagu-lagu apa saja yang ingin saya dengarkan.


Langit Musik, Aplikasi yang User Friendly

Untunglah, aplikasi ini mudah sekali dimengerti alias user friendly. Beginilah tampilan "Explore" di Langit Musik. Ada kolom search-nya juga, dimana saya bisa mencari lagu yang ingin saya dengarkan.

tampilan Explore di Langit Musik

Mau tahu, lagu apa yang menjadi "playlist" saya?

Saya cerita dulu ya... Saya ini tipe orang yang senang mengenang. 

Darimana saya bisa menyimpulkan itu? Dulu saya pernah mengikuti sebuah test untuk mengetahui karakter saya. Waktu itu, saya disuruh menggambar wajah, dengan mata tertutup. Saya harus mengikuti instruksi Pak Psikolog, bagian wajah yang manakah yang digambar terlebih dulu. Pak Psikolog menyebutkannya secara acak. Jadi misalnya; pertama gambar hidung, lalu selanjutnya telinga kiri, mulut, mata kanan, telinga kanan, dan seterusnya. Entah waktu itu bagaimana saya menggambarnya, yang jelas ada satu bagian yang tertinggal di belakang. Pokoknya, hasil dari test itu, Pak Psikolog mengatakan bahwa saya adalah tipe orang yang suka melihat ke belakang.

Tapi memang iya sih, cocok. Teman-teman sekolah yang mengenal saya, pasti setuju dengan ini, karena terkadang saya bisa mengingat dengan detail sebuah kejadian waktu kami di kelas dulu. Sayangnya, kemampuan mengingat masa lalu ini tidak diiringi dengan kemampuan mengingat pelajaran, hahaha... Makanya jangan heran ya kalau nilai saya waktu sekolah pas-pasan banget. ✌

Nah, sudah tahu 'kan kalau saya ini tipe orang yang suka mengenang? Ini terlihat koq dari lagu-lagu yang saya simpan dan dengarkan di Langit Musik ini. Kan katanya, karakter kita bisa ditebak juga dari selera musiknya, hihi...

Ini adalah daftar putar yang saya simpan ☺✌. Ada yang suka lagu-lagu ini juga? Hehehe.. toss dulu kalau begitu.




Koq hampir semuanya lagu jadul ya? Hahaha... Iya, itu karena hobi saya yang doyan mengenang itu tadi, dan setiap lagu memang ada ceritanya. Misalnya lagu Baby One More Time -nya Britney Spears, mengingatkan saya di jaman SMP. Waktu classmeeting, atau masa jeda antara UUC dengan saat terima raport, ada teman saya yang menggunakan lagu ini ketika lomba dance. 

Bukan Pujangga - Base Jam, ini lagu yang ngehits banget di masa remaja saya. Almarhumah ibu saya juga menyukai lagu ini, termasuk grup band nya juga. ☺☺

Cerita Cinta - Kahitna. Ini jaman saya masih kelas 3 SD kalau tidak salah. Lagu ini saya dengar pertama kali di acara Album Minggu Kita. Ada yang tahu acara ini? ☺✌ Dan ketika Om saya pulang dari kuliah di Jogja (biasanya Om pulang hari sabtu-minggu atau pas libur kuliah), Om suka menyetel lagu ini juga lewat kaset. Selain lagu ini, yang disukai Om saya dulu adalah Mengapa - Nicky Astria. Hihihi, jadi rindu jaman ituuuu.

Karma, Semua Tak Sama, Hanya Memuji, sampai Khayalan-nya The Groove, itu jadi soundtrack waktu saya lagi mengalami masa puber. Hahaha...

Akhir Cerita Cinta - Glenn Fredly, pas banget momennya sama perpisahan saya dengan mantan pacar yang sekarang ahamdulillah jadi suami saya. Haha, lucu deh ah.. 

Dan masih banyak lagu-lagu kenangan lainnya. 

Teman-teman pernah juga ngga sih kayak gini; kalau pas dengar sebuah lagu, trus ingatannya terbang ke masa dimana lagu tadi berkaitan dengan cerita kehidupan kita? Istilahnya ada lagu yang jadi soundtrack perjalanan hidup kita, gitu lah. Nah, itu ya, kadang suka bikin bengong sendiri.

Tapiii, lagu kenangan itu baiknya memang ngga sering-sering didengarkan, biar ngga bosan. Nikmatnya mengenang itu ya, sekali-sekali doang. Kalau diingat-ingat terus malah jadinya ngga istimewa. Itu menurut saya sih yaa.. ☺☺


Bagaimana saya bisa menemukan lagu-lagu asik itu?

Begini...
Langit Musik ini keren. Kita bisa explore dan menemukan beberapa genre musik. Pilih aja yang kita suka.

Bisa tebak ngga, apa genre yang paling sering saya pilih? Yup, EVERLASTING. Hahaha... Dan di genre Everlasting ini, ada beberapa pilihan playlist. Saya pun mulai pilih-pilih lagu dari beberapa playlist ini.

Langit Musik ini juga "pintar", karena dia pun merekomendasikan lagu-lagu yang sesuai dengan selera kita. Iya, jadi disesuaikan dengan lagu-lagu yang kita dengar sebelumnya. Yaa..barangkali belum kita simpan atau kita masukkan ke dalam daftar putar, ya kan?




Mendengarkan Langit Musik bisa disambi alias Multitasking

Oya, saya meng-explore Langit Musik dan mencari lagu-lagu favorit saya, sambil mendengarkan lagunya Raisa - Kali Kedua dan Tulus - Pamit. Kelihatan kan?

Jadi, mendengarkan lagu di Langit Musik ini bisa disambi, ngga terganggu dengan aktivitas lainnya. Bahkan ya, misal pun saya membuka WhatsApp atau nge-blog via handphone sekalipun, musiknya masih terus berputar. Weeeh, enak kan? Jadi berasa lagi di depan PC, ngeblog sambil muter lagu. ☺❤




Bagaimana Cara Memasukkan Lagu Favorit ke Dalam Daftar Putar?

Dari sebuah playlist yang terdiri dari 50 buah lagu, terkadang ada lagu yang tidak saya sukai. Jadi, sebenarnya tidak semuanya masuk dalam daftar putar saya. Lalu bagaimana cara memasukkan lagu ke dalam daftar putar? 

Ini dia caranya;



Misalkan, saya mau pilih lagu Jera, Agnez Mo. 
* Step pertama, klik titik tiga di sebelah kanan lagu pilihan, dalam hal ini, Jera.
* Selanjutnya akan muncul pilihan. Saya pilih "add to queue" jika ingin memasukkannya dalam daftar putar, dan "save the song" jika ingin menyimpannya dalam lagu favorit saya.




And here they are, MY MUSIC




Langit Musik cuma berisi lagu dewasa? Engga dong. Saya bahkan Save Album untuk Amay nih... 

Yup, ada lagu untuk anak-anak juga disini. Ada theme song nya Petualangan Sherina, ada lagu-lagunya Tasya juga. Selain itu ada OST Ambilkan Bulan juga. Saya save albumnya malah, buat jaga-jaga kalau Amay pengen dengerin juga. Love banget deh. Semoga nanti lagu-lagu anaknya bisa bertambah banyak yaa.. ☺☺❤❤

Oya, ini juga salah satu fitur keren Langit Musik lainnya yaa... Kita bisa follow playlist atau save album yang kita mau. Seruuu...



Kalau ngga hapal dengan lagunya, gimana? 

A
B

Ngga perlu khawatir kalau ngga hapal sama lagunya. Ada text-nya koq... Kita juga bisa pilih nih tampilan lagu yang sedang kita putar.

Kalau teman-teman, suka yang tampilan A atau B? Saya sih dua-duanya suka, hehe...






Cobain #TagStation Yuuuk...

Setelah saya meng-install aplikasi Langit Musik ini, saya seperti mendapat mainan baru. Seruuuu.... Musik yang kita dengarkan pun bisa disesuaikan dengan mood kita.

Misal kita lagi sedih dan pengen ditemani lagu-lagu yang berbau "sadness", iiih kita bisa banget ke #TagStation dan cari hashtag #Sadness. Atau ketika ingin dengar lagu-lagu yang sedang hits, di #TagStation juga tersedia #hits loh. So, #TagStation memudahkan kita menemukan lagu sesuai kategori yang kita inginkan. Yaah, sesuaikan saja dengan mood kamu. Dan lagu yang bisa kita dengar di #TagStation ini ngga hanya terbatas pada yang ada di playlist kita atau di daftar musik yang kita simpan saja loh. Asik yak?☺

Seperti sebuah film, yang ketika ada scene yang mengharukan atau menyedihkan, maka backsoundnya adalah lagu-lagu mellow, atau ketika ada scene bahagia maka latar lagunya adalah lagu-lagu dengan syair dan nada yang menggembirakan, maka seperti itulah kurang lebih hidup kita. Kadang kita perlu mewakilkan perasaan pada sebuah lagu kan? Seperti kata Om Victor Hugo "Music expresses that which cannot be put into words and that which cannot remain silent." 

Di Langit Musik ini, kita bisa dengarkan lagu yang kita mau, SEPUASNYA.

Takut boros kuota internetnya? Pakai TELKOMSEL makanya, biar bisa mendengarkan semua, free. Asik kaaan?☺❤



#TagStation mempermudah mencari kategori lagu


Dengan berlangganan, kita bisa mendengarkan lagu secara offline




Oya, kalau ingin mendengarkan lagu kesayangan kita secara offline, kita bisa berlangganan. Saya kebetulan belum berlangganan, tapi udah niat mau berlangganan juga, biar bisa dengerin lagu tanpa terganggu sinyal. Hehehe.. Tapi nunggu bulan depan deh, ini udah tanggal tua soalnya, hiks...

Lumayan terjangkau koq biayanya. Hanya Rp 6.600,- untuk 7 hari, atau jika ingin lebih murah lagi, kita bisa pilih Langit Musik Premium untuk 30 hari dengan hanya Rp 22.000,-




Jadi, sudah siap mendengarkan musik asik di Langit Musik? Jadikan Langit Musik sebagai teman mencari #MusiknyaHidupKamu

Kata Om Friedrich Nietzsche, "Without music, life would be a mistake." ☺✌






Komentar

  1. Mba lagu-lagu favoritmu kok zamanku banget ya. Kita kan gak sebaya.
    Aku paling terkesan sama lagunya laluna yang selepas kau pergi.
    Hadeeh, enak banget didengerin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu zaman aku SMP loh Mbaaa.. Mba Ety kuliah kali ya??

      Tapi betewe, it means selera kita sama yah? Hihihi..

      Hapus
  2. Balasan
    1. Aiiih..aamiiin.. Makasiiih doanya Mbaaa.. :*

      Hapus
  3. Aku udah nge save playlist lagu2 jaman aku sering nyanyi dulu, haha
    tiada hari tanpa musik pokoknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh..lagumu kan laguku bund.. Aku kan mbok tulari..haha..

      Hapus
  4. eh kita udah follow-followan ya di Langit Musik hehe, aku lagi ngumpulin playlist nih

    BalasHapus
  5. Aku sudah download juga Dan ikutan lomba juga, semoga semuanya menang =)

    BalasHapus
  6. asyik juga ya ada teksnya memudahkan yg tak hafal lagu

    BalasHapus
  7. Saya pun lagu2 sekarang rasanya nggak ada yang suka, haha... Hampir sama dengan list favorit mba :D

    BalasHapus
  8. wihh boleh nihh, lagu indonesia nya lengkap. bisa offline juga kan ya dengerinnya.

    BalasHapus
  9. Aku juga suka lagu jadul, terus melow juga... wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk...langsung keingetan jaman dulu ya.. :D

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Ayahmu Miskin, Ya, May? Koq Kulkas Kamu Kecil?

Jika mengingat materi Seminar Parenting tentang bullying bulan lalu, barangkali kalimat yang diucapkan seseorang pada Amay beberapa waktu lalu itu, termasuk dalam verbal bullying. 
Sebelum mengomentari kulkas kami yang berukuran kecil itu, orang yang sama bertanya pada Amay, putra sulung kami. Entah apakah niatnya hanya bertanya ataukah ada tujuan lainnya, katanya, "Ayah kamu miskin, ya, May? Koq kamu ngga punya TV?" yang dijawab oleh Amay dengan cerdas, "Tapi ayahku lebih keren daripada ayah kamu!"
Kalau mengingat kembali materi parenting bulan sebelumnya tentang mempersiapkan ananda masuk SD, bahwa salah satu tanda kesiapan anak untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi adalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, maka saya berkesimpulan kalau Amay memang sudah siap untuk menjadi anak SD dengan jawaban cerdas di atas. Amay tidak mengadu, dalam artian meminta bantuan orang lain untuk menjawab perlakuan orang itu.
Sayangnya, saat insiden "pemiskinan" it…