Langsung ke konten utama

Muthia Pakpahan si Turis Cantik

Beberapa waktu lalu, dunia blogger dipayungi awan hitam. Seorang blogger kenamaan, menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit. Hari itu, dinding facebook saya penuh dengan ungkapan duka, juga do'a agar beliau diberi tempat yang indah di sisi-Nya. Tak hanya di facebook, di grup whatsapp pun semua membicarakan travel blogger yang namanya sudah melangit, tapi hatinya tetap membumi itu. Iya, beliau adalah Mas Adi si pemilik cumilebay.com.

Ada yang amat sangat merasa kehilangan saat Mas Cumi Lebay berpulang. Mbak Muthia Angraini si pemilik turiscantik.com lah orangnya. Kenapa? Karena Mbak Muthz, begitu kami memanggilnya, memiliki kenangan indah bersama Mas Cumi Lebay.

Mbak Muthia yang sudah ngeblog di multiply sejak 2008 itu, mengganti blognya ke dot com atas saran Mas Cumi. Mas Cumi juga yang menyarankan agar blog Mba Muthia ini diberi nama Turis Cantik. Alasannya, karena Mbak Muthia senang dandan, katanya.


blog turis cantik

Dan memang, meski awalnya ia lebih fokus mem-branding diri sebagai travel blogger, kini Mbak Muthia juga dikenal sebagai beauty blogger, karena selain menulis tentang travelling, Mbak Muthia juga sering me-review tentang kosmetik atau skin care.

Selain dua tema di atas, Mbak Muthia yang telah memiliki seorang putra bernama Alessandro itu, juga menulis tentang dunia motherhood. Jadi, seperti yang bisa kita lihat di header blognya, turiscantik.com membahas 3 tema besar: travelling - beauty - motherhood.

about turiscantik blog

Mengunjungi blog turiscantik.com kita akan dibikin ngiler sama cerita-cerita perjalanannya Mbak Muthia, baik ketika ia berjalan-jalan di dalam negeri maupun ke luar negeri. Terakhir, Mbak Muthia ke Amerika lhooo, dan gratis. Aaaahhh, mupeng....

Seneng ya jalan-jalan melulu? Tapi, susah juga ya kalau pas jalan-jalan, eeeh, dimintai oleh-oleh melulu. Kalau pas titip oleh-oleh sekalian titip uang sih ngga masalah yaa.. Nah, Mbak Turis Cantik pun disini menuliskan etika menitip oleh-oleh agar sama-sama enak.  

Oya, selain cerita travellingnya, kita juga akan dibikin ngiler oleh tulisannya saat berwisata kuliner. Penasaran apa saja yang sudah ditulisnya? klik saja kategori "kuliner" di bagian atas blognya itu. ☺☺ 

Muthia Pakpahan si Turis Cantik

Sebagai orang media (Mbak Muthia adalah seorang news producer di TV One), gaya tulisan Mbak Muthia memang cenderung lugas dan tidak bertele-tele. Dalam KBBI, lugas berarti; 1). mengenai yang pokok-pokok (yang perlu-perlu) saja. 2). bersifat seperti apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana. 3). tidak berbelit-belit. 4). tidak bersifat pribadi; objektif.

Tulisan yang lugas tentu sangat penting, mengingat bahwa Mbak Muthia ini juga sering melakukan review terhadap suatu produk, dimana keobjektifan diperlukan agar tidak terkesan berat sebelah.

Saya mesti belajar, nih, dari beliau. Ya gimana yaa, soalnya kadang tulisan saya banyak kalimat yang nggak efektif. Mungkin itu juga yang membuat pembaca jadi kurang betah, ya? Hiks.. (tuh kan, mulai lagi. saya terlalu ekspresif kali ya? hehe...)

Oya, satu lagi yang saya suka dari blog Mbak Muthz. Di bawah tulisan, kita bisa langsung terhubung dengan akun social medianya loh. Jadi keidean nih, pengen bikin juga. 👍




Dan bagi teman-teman yang ingin berkenalan dengan Mbak Muthia Angraini alias Mbak Muthz Pakpahan ini, silakan kunjungi turiscantik.com. Disitu teman-teman bisa menemukan akun social medianya dengan mudah. ☺☺


Komentar

  1. Wah nggak kreatif :p mosok mau ditiru yang di bawah socmed itu? :p
    Btw ternyata selain suka dandan terkadang barang yang habis direview itu juga disold di akun instagramnya Mbak Muthia, yang pasti dengan harga lebih miring dari aslinya. Hayuk yg lagi belajar dandan, kita ikutan juga.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya bener, baru-baru ini Mba Muthz buka akun preloved ya? hahaha...mba ran mau ikutaaan? nggak kreatif! :p

      Hapus
  2. baru tau kalo turis cantik itu diberikan Mas Cumi

    BalasHapus
  3. Mbak Mutz ini dulu teman sekantorku tapi malah baru kenal di dunia blogger, kalo suaminya malah aku kenal karena reporter seangkatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekantor ya dew? Walah..suami-istri jurnalis semua to?

      Hapus
  4. Iya, tulisannya mba Mutz ini enak dibaca. Lalu lirik tulisan sendiri yang malah mencari kalimat panjang, bahkan nggak efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Rochma mah udah bagus tulisannya.. Saya nih yang masih jauuuuh..huhuhu..

      Hapus
  5. Aku baru ngeh nama mb turis cantik adalah mb mutia ahihihi
    Selama ini sering mampir ke blognya tapi ngehnya nama blog turis cantiknya
    Pernah nyasar di postingan bliau yang makanan kaki lima gitu, diunggahnya bareng foto yang menggiurkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..brandingnya turis cantik sih yaa..jd ngga ngeh sm namanya. Aahh..tante mbul pasti ileran kalo liat makanan..hahaha

      Hapus
  6. Lagi kepoin juga blog mbak Muthz.. biar cepet kelar arisan. Sampe doi bikin IG kosmetik ya.. aku sih kalo kosmetik gak nyentuh sama sekali wkwkkw.. biarpun sebatang lipstick.. ndeso lah ahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..untunglah Mba.. Jd ngga boros. 😁😁

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Ayahmu Miskin, Ya, May? Koq Kulkas Kamu Kecil?

Jika mengingat materi Seminar Parenting tentang bullying bulan lalu, barangkali kalimat yang diucapkan seseorang pada Amay beberapa waktu lalu itu, termasuk dalam verbal bullying. 
Sebelum mengomentari kulkas kami yang berukuran kecil itu, orang yang sama bertanya pada Amay, putra sulung kami. Entah apakah niatnya hanya bertanya ataukah ada tujuan lainnya, katanya, "Ayah kamu miskin, ya, May? Koq kamu ngga punya TV?" yang dijawab oleh Amay dengan cerdas, "Tapi ayahku lebih keren daripada ayah kamu!"
Kalau mengingat kembali materi parenting bulan sebelumnya tentang mempersiapkan ananda masuk SD, bahwa salah satu tanda kesiapan anak untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi adalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, maka saya berkesimpulan kalau Amay memang sudah siap untuk menjadi anak SD dengan jawaban cerdas di atas. Amay tidak mengadu, dalam artian meminta bantuan orang lain untuk menjawab perlakuan orang itu.
Sayangnya, saat insiden "pemiskinan" it…