Langsung ke konten utama

Membeli Follower, Bisakah Menunjang Bisnis Online?

2012, saya mulai belajar menjadi pedagang online. Berbekal akun facebook, saya pun memulai bisnis tanpa modal. Sesungguhnya tak bisa disebut tanpa modal juga, karena kenyataannya saya tetap harus meluangkan waktu, dan meluangkan dana untuk membeli pulsa dan kuota internet juga. Tapi, karena waktu saya masih sangat luang, dan pulsa juga tetap akan saya beli meski tak berjualan, saya anggap dua modal itu tak berarti apa-apa.

Sekarang, bisnis online pun berkembang, tak hanya menggunakan akun facebook saja, bahkan instagram pun dapat dijadikan sarana berbisnis. 


Artis Zaskia Adya Mecca bahkan mengaku, omset bisnis clothing-nya jauh lebih banyak ia dapatkan dari online shop, ketimbang dari offline shop atau butiknya. Perbandingannya konon antara 80% : 20%

Bisa dibilang, bisnis online ini tak memerlukan modal besar untuk sewa tempat. Makanya, banyak yang kemudian menjajal peruntungannya disini. Satu kelebihan lain berbisnis online, selain jangkauannya yang bisa sangat luas adalah, kita bisa menyembunyikan rasa malu. Iya, ada lho yang kurang percaya diri berjualan offline, saya contohnya. Tapi karena berjualan secara online tak memperlihatkan raut wajah kita, jadi perasaan malu itu bisa disembunyikan. 

Lewat instagram, kemudian saya mengerti istilah selebgram. Iya, kini tak perlu susah-susah masuk televisi, berlelah-lelah dari casting satu ke casting lainnya, untuk menjadi bintang iklan. Mengapa? Karena setiap kita, adalah bintang iklan dari akun yang kita bangun. Jika kemudian hasilnya belum mmuaskan, itu hanya karena effort kita belum maksimal, atau karena nasib saja. Hehe... Iya, kadang orang yang beruntung itu mengalahkan yang lainnya. Jadi, perbanyaklah berdo'a. 🤣🤣

ini instagram saya. :p


Lalu, perlukah sebuah personal branding?

Mari kita lihat selebgram-selebgram berikut ini:
1. Baby Tatan
Si kecil yang berbadan subur dan menggemaskan ini terkenal karena tingkah lucunya di instagram. Followersnya sudah mencapai 2,9 juta loh. 𛱠 Dan karena predikat barunya sebagai selebgram itu, ia pun diundang di acara Hitam Putih Trans 7. Apa yang orang ingat dari Tatan? Tubuhnya yang gembul menggemaskan, serta tingkahnya yang lucu dan cerdas. Ya kan?

2. Kirana
Selebgram ini juga masih kecil, imut-imut, lucu dan cantik. Satu lagi, dia juga disukai karena pintar. Melalui akun ibuknya, @retnohening lah ia kemudian dikenal. Jadi, sudah tahu kan, kenapa Kirana kemudian menjadi layak diidolakan?

Selebgram anak-anak, sudah, meskipun mungkin tak lengkap. Sekarang selebgram dewasa. Saya ngga mau mengulas selebgram yang terkenal karena suka tampil seksi yaa... Okay itu personal branding mereka. Tapi untuk teman-teman kayusirih, kalau pengen terkenal, pilih cara yang lurus-lurus saja lah yaa... Mungkin iya, jadi dielu-elukan di dunia, tapi kita mesti ingat juga bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Ya kan? Peace dulu ah... ✌✌ Tapi terserah juga sih, kalau ada yang bilang mereka itu kreatif membaca keinginan pasar. Namanya bisnis, ya kan? Tapi kalau masih ada orang lain yang juga kreatif dan tetap positif, kenapa mesti pilih yang negatif, tul nggak? Hehehe...

Selebgram dewasa, dua diantaranya adalah;

1. Ria Ricis
Adik dari Oki Setiana Dewi ini dikenal karena kebanyolannya. Ia sering mengunggah video yang mengundang gelak tawa loh. Sama-sama cantik, tapi karakternya dengan sang kakak bisa beda banget gitu yaa..hihi... Saya mengenal Ricis sejak followersnya baru 500an ribu. Kini, followersnya sudah hampir menyentuh 7m atau 7 juta. Wow... Kira-kira pendapatannya sekarang berapa ya? Hihihi...

2. Kadir Bachmid (@d_kadoor)
Nah, ini juga kreatif. Dia terkenal karena kenyinyirannya. Laki-laki, tapi terkadang berperan sebagai ibu-ibu sosialita ala-ala, yang fasih berbahasa jawa. Itu dia personal branding-nya, yang bikin followersnya berjuta-juta.

Jadi bisa disimpulkan, yang kemudian difollow rame-rame di IG, adalah mereka yang memiliki sisi uniqueness. Bisa sih, jual tampang aja. Tapi mesti diingat juga kalau yang cantik dan yang ganteng itu buanyaaakk... Apalagi jika didukung dengan kamera handphone yang yahuuudd. Jadi tetap, keunikan diri itu penting.

Sulit sih, saya sendiri juga belum menemukan, uniknya saya dimana. :(

Bicara soal pendapatan dari instagram, kita kini jadi mengenal istilah endorse. Endorse adalah dukungan atau saran. Kalau kita pernah melihat dalam sebuah novel atau buku, ada beberapa testimoni dari orang-orang yang terkenal/memiliki pengaruh, itu juga disebut endorsement. Namun, pengertian endorse dan endorsement kini sedikit mengalami pergeseran. Orang-orang pasti akan langsung merujuk pada instagram, jika mendengar istilah ini. 

Dan kini, demi pendapatan yang besar di instagram, demi mendapat endorsan, orang-orang rela membeli followers. Dan jual-beli followers ini kemudian menjadi ajang bisnis baru.

Pernah dengar kan, isu seorang artis terkenal yang dicurigai memiliki banyak followers dari hasil membeli? Ciri-cirinya apa? Followersnya jutaan, tapi jumlah love dan komentarnya hanya seribu-dua ribuan. Lebih sedikit dibanding dengan artis lain yang followersnya jauh lebih sedikit dari dia.  Hal seperti ini tentu merugikan brand yang dia promosikan, karena interaksi dari postingannya ngga ada dan tentunya ngga ngefek mendongkrak penjualan. Ujung-ujungnya, banyak owner olshop yang enggan menggunakan jasanya lagi.

Makanya, mending ngga usah beli-beli followers segala deh. Kenapa? Karena followers yang dijual ini kebanyakan adalah fake account atau akun palsu.
Apa sih enaknya "kepalsuan"? Sesuatu yang dibangun dengan "kebohongan" atau "kepalsuan", hasilnya ngga akan bagus dan sesuai dengan keinginan 'kan? Udah keluar uang buat beli followers, eh, omsetnya tetep segitu aja. Rugi dong...

Nah, kalau pengen punya banyak followers, caranya gimana?

Ini saya juga belum paham sih, karena followers saya masih teman-teman sendiri juga, hehe... Tapi katanya, memposting sesuatu secara rutin, saling berinteraksi dengan followers dan pengguna IG yang lain, konon juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah followers kita.

Tapi tetap sih, seperti yang saya tulis di atas tadi, yang paling penting adalah membangun personal branding tentunya dengan menggali potensi diri dan mencari sisi uniknya diri kita, juga dengan memposting foto-foto yang cakep, inspiring, yang mengundang orang untuk memberikan love, dan akhirnya dengan senang hati mengikuti kegiatan kita sehari-hari. Jadilah yang namanya followers organik.

Jadi, pakai cara yang jujur-jujur aja lah yaa.. Setuju? ☺❤


Komentar

  1. Follow to follow penting juga untuk menunjang branding. Namun tidak melupakan saling berbagi pada sesama, itu menurutku sih 😊

    BalasHapus
  2. Nah setuju.
    Personal branding itu penting soalnya kalau kita punya keunikan jadi orang orang bakalan suka kita karena beda dari yang lain gitu yah hahhaa.

    Kalau jual tampang cantik, biasanya kebanyakan followernya cowok. Lalu... sebaliknya lah kalau jual tampang ganteng, biasanya kebanyakan followersnya cewek. ahahhaa.

    Hm soal endorsement. Iya sedih ya kalau sampe ada yang menjadikan followers palsu ini sebagai ladang bisnis. Kayak ditipu jadinya padahal kan endorse mahal yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba.. Kasihan jadinya. Saya sih ngga mau makan hasil dari nipu Mba.. Makanya yang organik aja deh. :)

      Hapus
  3. Setuju mbak.... Saya sendiri soalnya pernah pengalaman beli follower, trus tool aneh2... Jaman dulu, masih suka perang hehehe... Sekarang udah males beli2 gitu :D

    BalasHapus
  4. setuju tidak perlu beli2 followers, natural saja, yang penting target marketnya tepat sasaran

    BalasHapus
  5. Kemarin ada yang follow instagramku, nama akunnya jasa follower murah gitu mba, hmm... Benar2 jadi bisnis ya sekarang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang di komentar juga ada yang nyepam Mba..wkwkwk

      Hapus
  6. Setuju mba mendingan sabar aja dulu kalau jualan kalau memang produknya oke pasti akan di follow dan follower akan beri testimoni untuk produk kita. Sayang2in uang cuman bwt beli fake follower mendingan uangnya buat tmbhin modal jualan hehhee klo kata aku siy :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba, bener, sayang uangnya, wkwkwk

      Hapus
  7. Pernah baca beberapa online shop itu sengaja beli followers pertama untuk menimbulkan trust ke pembeli. Karena biasanya pembeli sering melihat banyaknya followers dlu sebelum membeli.
    Terlepas dari OLShop itu beli followers ato nggak, bagi aku sih kalau jualannya kualitas bagus, ada testimoni, bionya lengkap, aku nggak masalahin dia beli followers ato nggak.

    Cara naikin followers olshop itu bisa dgn paid promote di olshop lain, ini ada loh jaringannya. Ada yang kelola khusus akun kayak gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yg jaringan itu SFS kan Mak Ran? Kayak saling mention gitu kan ya? Kalo yang begini sih oke lah.. :)

      Hapus
  8. Lihat selebgram anak2 itu bikin gemes ya Mak, cakep cakep, bener sih kita kudu punya keunikan, dan untuk bikin unik emang butuh effort, aku dah ada ide sih tapi waktu nya belum ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh..ayo Mbaa dieksekusi idenyaaa.. ;)

      Hapus
  9. kalo saya sih banyakin folower pake hastag luar,,,,, hihihi dari pada beli :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kalau pakai hestek luar, paling yg ngelike aja yang banyak Mas..hihihi

      Hapus
  10. saya gak kepikiran mau beli follower Mbaa, soalnya jarang eksis di instagram juga, hihihi :D

    BalasHapus
  11. Saya nambah followers, selain saya yang follow duluan, yang saya posting juga nggak jauh dari makanan. Pas main hestek macam instafood, foodgram, dan hestek yg mendunia lainnya, ini mendatangkan like dan ketika mereka lihat foto2 selanjutnya makanan lagi, mereka akan follow.

    Caption berbahasa Inggris juga yang bikin mereka entah dari negara mana pada like dan akhirnya follow. Jadi kalau ada yang ngatain keminggris ya bodo amat, haha...

    BalasHapus
  12. buat apa fake ,,,,yang terpenting sering terlihat aktif dan punya personal branding ,itu susahnya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…