Langsung ke konten utama

Garang Asem So Good Ayam Potong, untuk Emak yang Nggak Jago Masak

Garang Asem So Good Ayam Potong, untuk Emak yang Nggak Jago Masak

Saya sebenarnya bukan seorang ibu yang jago dan hobi memasak. Karena profesi sebagai ibu rumah tangga yang saya sandang inilah, pada akhirnya saya mesti terjun ke dapur setiap hari. Setidaknya saya memasak 2x sehari, yaitu masakan untuk sarapan dan masakan untuk makan siang yang biasanya sekaligus untuk makan malam.

Seperti pagi tadi. Hari ke dua sekolah, suasana rumah agak hectic. Kenapa? Karena saya baru tersadar bahwa nasi yang tersisa di magic com ternyata tinggal sedikit. Amay yang kini sudah jadi anak SD, tentu butuh energi yang lebih banyak dibanding saat dia masih TK. Makanya, saya harus menyediakan sarapan untuknya. Sayangnya, persediaan telur ternyata sudah habis, padahal biasanya menu andalan saat sarapan itu hanya nasi plus telur ceplok / telur dadar. Yang saya punya di kulkas hanya 1kg So Good Ayam Potong.

Kemarin waktu ke Indomaret, iseng saya beli So Good Ayam Potong Paha & Dada ini. Harganya Rp 49rb untuk ukuran 1 kilogram. Jaminan halal di kemasannya, menegaskan bahwa So Good Ayam Potong ini dipotong secara HALAL. Ayamnya juga berasal dari bibit ayam pilihan yang dipelihara secara baik di peternakan modern. Ayam So Good juga tumbuh tanpa suntikan hormon. Daging ayamnya dibekukan dengan menggunakan teknologi modern yaitu IQF / Individual Quick Frozen sehingga kesegarannya terjaga. Yang paling penting, tanpa bahan pengawet juga.

Saya suka sih, karena kemasannya itu seperti kemasan nugget yaa, jadi saya bisa ambil seperlunya, lalu simpan lagi di freezer. Seperti waktu saya butuh untuk nasi goreng untuk Amay, saya ambil sepotong, lalu sisanya saya simpan kembali. Ini tentu berbeda jika membeli ayam potong di pasar yang bungkus plastiknya sekedarnya, hingga kadang ada darah yang tercecer di dalam freezer. 

So Good Ayam Potong, Halal

Seperti yang saya katakan di atas, saya bukan ibu yang pandai memasak. Jadi biasanya olahan ayam yang saya buat hanya berkisar antara ayam goreng yang tinggal diungkep pakai bumbu jadi, atau ayam kecap, hihihi...

Nah, karena nggak ada waktu untuk mengungkep ayam, jadi saya terpikir untuk membuat nasi goreng ayam saja buat Amay sarapan. Saya ambil sepotong So Good Ayam Potong, lalu saya potong dadu. Bumbu yang saya sediakan amat sangat praktis, hanya separo bawang bombay yang sudah diiris tipis, dan dua siung bawang putih yang dimemarkan.



Nah, untuk membuat nasi goreng sederhana, pertama, saya panaskan sesendok margarin. Setelah itu saya masukkan ayam dadu tadi, sambil terus saya aduk hingga matang. Selanjutnya, saya masukkan bawang bombay dan bawang putih, tumis hingga layu. Terakhir, masukkan nasi, sambil terus diaduk. Jangan lupa untuk membubuhkan garam secukupnya, juga penyedap bila perlu, dan kecap sebagai sentuhan akhir. Nasi goreng siap disantap.

Mohon maaf tidak ada fotonya yaa, karena tadi pagi buru-buru banget, jadi ngga sempat fotoin, hihi... Yang ada di pikiran saya adalah, segera memanggil dan menyuapi Amay yang sudah rapi jali siap ke sekolah tapi malah excited sekali bermain dengan belalang sembah yang ditemukannya di halaman rumah.

Jadi bisa ditebak lah, Emak nge-rock dan nge-rap lagi pagi-pagi, haha...

Nah, untuk makan siang dan makan malamnya, akhirnya saya membuat garang asem. Jangan tanya kenapa nggak pake daun pisang yaaa... Masalahnya, tukang sayur langganan nggak datang lagi pagi tadi. Mau pesen daun pisang udah nggak keburu. Mau masak menu lainnya, tapi persediaan di kulkas ya cuma daging ayam itu tadi. Mau diungkep dan digoreng seperti biasanya, koq bosen ya, ayam goreng lagi ayam goreng lagi. Akhirnya dengan bumbu dan kemampuan seadanya, saya buat lah garang asem ala saya.

Ini bumbu dan bahan garang asemnya:
Bawang putih
Bawang merah
Kemiri
Jahe
Asam
Tomat
Daun salam
Daun jeruk
Lengkuas
Dua batang serai
Cabe, untuk porsi orang dewasa

Bumbu dan Bahan Garang Asem So Good Ayam Potong

Iya, itu saja bumbu yang saya pakai. Kalau ingin menambahkan ketumbar dan merica sih boleh saja, kembali lagi pada selera dan bumbu yang tersedia di dapur saya, haha... Ini sih resep Emak Pemalas yaa. :p

Lalu, caranya adalah:

Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri dan jahe, kemudian tumis dengan dua sdm minyak goreng. Setelah baunya harum, matikan api.

Rebus air, masukkan ayam potong yang telah dibersihkan. Masukkan bumbu yang telah ditumis tadi, berikut daun salam, daun jeruk, serai, dan asam. Beri santan encer. Bubuhkan gula pasir dan garam secukupnya. Beri penyedap rasa bila suka. Kemudian, masukkan potongan tomat di akhir, supaya tetap terlihat segar. Bila ada belimbing wuluh tentu lebih baik. Tapi karena adanya hanya tomat hijau, ya sudah pakai yang ada saja. :D

Garang Asem So Good Ayam Potong

Karena anak-anak saya tidak suka pedas, maka sebelum saya mencemplungkan cabe, saya pisahkan dulu untuk mereka. Selanjutnya, saya masukkan beberapa buah cabe ke dalam garang asem tersebut, sambil terus dimasak.


Nah, selesai. Masak sekali, tapi bisa untuk makan siang dan makan malam, bisa sekaligus untuk dewasa dan anak-anak pula. Hehe.. Silakan dicoba ya teman-teman.. Sekalian aja pada ikutan Lomba Kreasi Masak Ramadhan dan Idul Fitri ala SO GOOD. Deadlinenya 5 hari lagiii, masih ada waktu lah yaa.. Info lengkapnya cek aja di https://bloggerperempuan.co.id/sogood/

Komentar

  1. Duh, lihat ini jadi pengen. Aku udah lama gak makan sogood lagi. Jadi pengen cobain dengan cara yang berbeda. Seperti ini..

    BalasHapus
  2. Ini garang asem yang nggak pake daun ya, langsung santap. Nyaam

    BalasHapus
  3. Garang asem versi praktis. Kadang suka malas masak yang pakai daun pisang karena suka susah dapetin daun pisang. Ternyata bisa juga garang asem tanpa daun pisang.

    BalasHapus
  4. Kalau disini garang asem ya namanya? Bumbunya hampir sama sama yang aku bikin tapi aku pakai kecap jadi warnanya coklat kehitaman. Mirip.mirip semur sih ya..

    BalasHapus
  5. Lihat resep2 garang asem berseliweran jadi penasaran rasanya

    BalasHapus
  6. aku suka juga mbak garang asem... seger! masaknya juga nggak perlu dibolak balik ( klo pke daun pisang)..jadi asal udah nyemplung, bisa disambi.

    BalasHapus
  7. Menu favorit keluarga suami nih.. yang pedes, kecut, asem, manis dan bisa bikin maag kumat bagi yang punya maag hahahhaa.. Tapi kalau bikin sendiri mungkin bisa diakali ya agar tidak terlalu pedes dan kecut.

    BalasHapus
  8. Belum pernah makan ayam bumbu garang asam...mau dicoba akh

    BalasHapus
  9. ibu2 dibuat lebih mudah dlm mengolah ayam dgn adanya ayam potong dari so good ini ya mba...

    BalasHapus
  10. Aku seneng jeh Garang asem, Tapi biasanya aku gak pake di goreng, dicemplungin aja haha.. Boleh deh dicoba kapan kapan resepnya :D

    BalasHapus
  11. Aaaa, mau garang asemnya mbak rin. Aku demen banget cuma selama ini belum pernah nyoba bikin sendiri. Rasa kecut kuahnya bikin nagih. Aku save ah resepnya buat referensi

    BalasHapus
  12. Ini mah jadi bikin aku pengen masak. Keliatannya praktis, ga ribet. Makasih ya Mak udah share.

    BalasHapus
  13. pas arisan ilmu bawa ya maaak..aah pasti segerrr...nglawuhi juga

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Born To Be Genius; Webinar Parenting Bersama Tigaraksa

Pada tanggal 12 Oktober lalu, saya mengikuti sebuah Webinar yang diadakan oleh PT. Tigaraksa Satria. For your information, PT. Tigaraksa Satria adalah sebuah perusahaan perdagangan yang memiliki divisi untuk mengembangkan cara menstimulasi otak balita agar tumbuh optimal.
Saya mengetahui adanya Webinar ini dari seorang teman semasa SMP, Endah Ediyati namanya. Kebetulan beliau bekerja di perusahaan ini. Hhmmm, pantas saja ya, Mbak Adhwa putrinya kelihatan cerdas. Pasti stimulasi yang diberikan oleh orang tuanya juga optimal.
Stimulasi. Kata ini menjadi salah satu faktor penentu, agar anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Jangan lupa, cerdas itu tidak hanya pandai Matematika saja ya... Masih ingat dengan 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner yang terkenal dengan sebutan Multiple Intelligence?
Nah, mendukung pernyataan tadi, Dr. Thomas Armstrong mengatakan bahwa, "Every child is genius." Sayangnya, lingkungannya lah yang terkadang melumpuhkan kejeniusan ini. …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …