Langsung ke konten utama

Review Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Kata orang Jawa, perempuan itu setidaknya harus bisa melakukan 3 M, yaitu:
1. Masak
2. Macak / berdandan / merias diri
3. Manak / melahirkan

Untuk poin nomor 3, sepenuhnya merupakan kehendak Yang Kuasa. Tapi poin nomor 1 dan 2, kita bisa mempelajarinya. Seperti hari Minggu 27 Agustus yang lalu, ketika saya menghadiri acara "Cantik Bersama Purbasari" di Solo Paragon Mall. Ini dalam rangka belajar "macak". 

Entah sudah berapa kali saya mengikuti beauty class, tapi tangan ini belum juga luwes memoles eye liner, blush on, apalagi membuat alis. Oke saya menyerah melakukan 3 hal itu. Tapi jika hanya memulaskan lipstik atau menaburkan bedak, saya masih bisa diandalkan, hihihi...

Berdandan memang tak wajib, tapi merawat diri tentu amat penting dilakukan. Setidaknya, ini sebagai bentuk syukur atas kesempurnaan yang diberikan oleh-Nya. Setelah menikah apalagi, ini salah satu upaya untuk merawat cinta, agar tak lapuk dimakan usia.

Saya, jujur saja, jarang sekali membeli lipstik. Lipstik pertama yang saya miliki adalah lipstik pemberian suami saat seserahan dulu, hihi... Itupun pada akhirnya jarang dipakai, dan entah sekarang di mana rimbanya. Dulu, untuk bibir, saya merasa cukup menggunakan lip gloss saja.

Purbasari Hi-Matte Lip Cream Hydra Series

Saya mulai berubah sekitar setahun yang lalu. Saat itu Mamah mertua membelikan saya lipstik, supaya saya terlihat lebih segar, katanya. Ketika saya pulas lipstik itu ke bibir, ah iya, saya terlihat lebih segar dari biasanya. Sejak itu, meski hanya tipis-tipis saja, setiap menghadiri sebuah acara, maka lipstik menjadi pelengkap riasan saya.

Saya tak merasa heran ketika mengetahui sebuah penelitian yang mengatakan bahwa 80% wanita merasa lebih percaya diri setelah menggunakan lipstik, karena saya termasuk di dalamnya. Meski begitu, saya tidak terlalu percaya diri jika menggunakan lipstik berwarna mencolok. Maka, biasanya pilihan saya adalah lipstik dengan warna nude atau soft pink.

Saat acara "Cantik Bersama Purbasari" itu, selain mendapat berbagai ilmu tentang bagaimana merawat wajah, saya juga mendapat ilmu baru tentang dunia per-lipstik-an. Salah satunya adalah bagaimana agar bibir tidak pecah-pecah setelah memakai lipstik, yaitu dengan mengoleskan lip balm atau Virgin Coconut Oil sebelum memulaskan lipstik. Kita juga bisa menggunakan madu untuk menjaga kelembaban bibir.

Oya, di acara itu saya juga memperoleh 5 seri Purbasari Hi-Matte Lip Cream.
1. Vinca
Sebelumnya, saya memang sudah memakai shade ini, karena saya memang suka dengan warna nude. Cocok lah, karena seri Vinca ini memang office look, untuk dipakai ke kantor atau digunakan sehari-hari. Namun memang, saya memerlukan lip balm agar hasilnya tidak pecah di bibir.

2. Azalea
Warnanya sedikit lebih pink dari Vinca. Seri ini cocok dipakai untuk jalan-jalan ke Mall. Waktu pertama kali mencoba warna ini, saya langsung merasa, ah ini aku bangeeeett. Mungkin si Vinca akan jarang saya pakai setelah ini dan saya beralih ke Azalea.

Warna Shade Purbasari Hi-Matte Lip Cream

3. Lantana
Ketika mencoba shade ini, saya merasa teksturnya lebih lembut dari yang lainnya. Warnanya saya suka juga, dan mungkin akan jadi pilihan saya saat menghadiri acara formal, walaupun sebenarnya seri ini lebih diperuntukkan untuk dipakai saat nge-date.

4. Zinnia
Warna fuschia-nya memang menggoda. Shade ini bisa jadi pilihan untuk dipakai saat hang out

5. Freesia
Jujur, saya belum pernah memakai lipstik semerah ini sebelumnya. Tapi seperti Lantana, shade ini bisa menempel dengan sempurna di bibir saya. Apakah ini berarti, saya harus sering-sering memakainya juga? Ouwh noooo...hihihi... By the way, apakah karena pengaruh warna ini juga, sehingga kulit wajah saya malah terlihat lebih gelap dibanding saat saya memakai warna lainnya? Entahlah...

Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Kemasan Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Yang saya suka dari Purbasari Hi-Matte Lip Cream Hydra Series ini, meski matte tapi tetap ringan di bibir. Lip Cream ini juga cepat kering dan tahan lama. Saya baru menyadarinya saat minum, dan langsung takjub karena tidak ada noda yang menempel sama sekali. Sesuai lah dengan klaim-nya bahwa Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini no transfer, jadi tidak akan menempel di gelas atau di pakaian.

Kemasannya juga saya suka. Elegan sekali, simpel, praktis dan tidak mudah pecah. Beberapa kali lip cream saya jatuh, tapi alhamdulillah masih selamat, hihi.. Hanya saja, untuk memasukkannya kembali ke dalam wadah kartonnya yang berwarna hitam itu, saya memerlukan effort lebih. Makanya, kardusnya sudah saya buang, wkwkwk.. Lagipula, di kemasan kacanya sudah dilengkapi dengan "expired date" juga koq, jadi nggak perlu khawatir terlupa. Aplikatornya pun nyaman sekali digunakan, jadi sekali sapu saja bibir sudah tercover penuh.

Untuk saya, No 2 dan No 3 jadi favorit. Vinca, maaf yaa, kamu memang yang pertama yang aku miliki, tapi pesona Azalea dan Lantana sulit sekali kutolak dari bibir ini. Kamu tetap akan kupakai, tapi berbarengan dengan Lantana yaa.. :*

Komentar

  1. Alis dan eyeliner atas... akupun menyerah.. hahaha

    BalasHapus
  2. Lispstikku ilang, ga tau mesti seneng atau sedih...Hahaha soalnya jadi alasan buat beli lipstik baru. Tadi beli yang vinca sama Azalea... Kayanya bakalan jadi favorit deh... Tadi sempat nyobain juga yang merah itu, enak banget makenya tapi bakalan jadi pajangan aja, jadinya cuma beli dua hihihi

    BalasHapus
  3. Yang Lantana cantik yaa.. aku belum beli nih purbasari hi-matte, nungguin ada yg habis dulu salah satu. Tapi pernah coba yang Vinca, it's a nooo buatkuhh :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Menikmati Olahan Jamur dan Tumpengan di La Taverna Solo

Rabu 16 Agustus yang lalu, saya dan beberapa teman Blogger Solo, makan siang di sebuah tempat bernama La Taverna. Kami sempat bertanya-tanya, La Taverna artinya apa sih? Dan setelah tanya Mbah Google, ketemu deh jawabannya. La Taverna berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti Kedai.
Tapi jangan bayangkan La Taverna ini seperti kedai-kedai biasanya yaa.. Tidak sama sekali!
Lalu menu apa yang kita santap dan nikmati? Lihatlah foto paling atas. Ada sate jamur, nasi goreng jamur, tongseng jamur, dan masih banyak lagi. Olahan jamur memang jadi menu andalan di sini. Meski begitu, La Taverna menyediakan aneka olahan pasta dan steak juga, yang tak kalah istimewanya.
Jujur, menyantap menu serba jamur, saya jadi teringat masa-masa masih berdua saja dengan suami. Waktu itu, kami masih pengantin baru dan masih tinggal di Jogja. Belum ada Amay, apalagi Aga. Suatu hari suami mengajak saya mencicipi menu serba jamur di salah satu resto di Jogja, dan saya ketagihan. Sejak pindah ke Solo, saya b…