Langsung ke konten utama

Libur Akhir Tahun Ke Mana? Waterbom Jakarta Saja! Nih, Ada Voucher Promonya.

Sulung saya, Amay, tahun ini sudah resmi menjadi anak SD. Waktu kenaikan kelas kemarin, yang kebetulan bertepatan dengan momen lebaran, mama mertua saya berkata, “Sekarang kalau Nin pengen ngajak jalan-jalan, berarti harus nunggu liburan dulu ya?” begitu menyadari bahwa setelah menjadi anak SD, tentu tak bisa seenaknya sendiri bolos sekolah seperti waktu TK dulu.
Ya, dulu waktu Amay masih TK, kami sempat mengunjungi Aki dan Nin di Makassar. Saat itu Amay bolos sekolah selama hampir seminggu, karena kami pergi di bulan Maret, dimana saat itu belum saatnya libur sekolah. Sekarang, tak bisa begitu lagi. Jika tidak terlalu urgent, Amay harus tetap sekolah. Jika ingin berlibur, ya benar-benar harus cari waktu libur panjang, yaitu di liburan semester dan di liburan kenaikan kelas.


Memasuki bulan Oktober, Aki dan Nin-nya anak-anak sudah merencanakan untuk kumpul keluarga akhir tahun nanti. Selain untuk menyegarkan otak setelah kurang lebih enam bulan dipaksa belajar dan bekerja keras, momen berkumpul dengan keluarga juga bertujuan agar hubungan dengan keluarga besar semakin erat. Yaa, Amay dan Aga kan hanya punya waktu sedikitnya dua kali saja dalam setahun untuk bertemu dengan sepupu-sepupunya, juga Aki-Nin dan Om-Tantenya. Jadi, waktu liburan jadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturrahmi antar keluarga.
Di libur akhir semester nanti, rencananya kami akan berkumpul di Jakarta, di rumah De Ine, adik suami. Jakarta dipilih karena akhir tahun lalu kami sudah menghabiskan liburan bersama di Solo, tempat tinggal saya. Gantian ceritanya.


Udah tau belum, akhir tahun lalu kami liburan kemana saja? Pertama kami ke Keraton Mangkunegaran. Dari situ saya baru tau kalau Paundra artis itu ternyata keturunan Raja Solo, hihi... Kudet banget ya saya? Lama tinggal di Solo ternyata tak berbanding lurus dengan bertambahnya wawasan saya tentang kota ini, hiks hiks...



Setelah seharian belajar sejarah di Keraton dan pulangnya mencicip kuliner Solo di Cafe Tiga Tjeret, hari berikutnya kami ke Candi Ratu Boko, tempat syutingnya Ada Apa Dengan Cinta 2 itu.
Lhooo, koq ke Jogja? Iya, karena kami juga ingin berlibur ke pantai di Gunung Kidul. Kenapa pantai menjadi tujuan akhir? Ibarat sebuah pertunjukan, penutupnya haruslah mengagumkan, hehe... Maka sesuatu yang berbau air, haruslah ditaruh belakangan. Tentu tujuan lainnya adalah supaya main pasir dan main airnya puas. Kebetulan kami semua suka sekali dengan pemandangan pantai.


Nah, liburan akhir tahun besok, sejujurnya kami belum ada ide mau ke mana. Mama mertua sih pernah berujar bahwa beliau ingin menjelajahi Kepulauan Seribu. Saya sih ngikut aja lah. Apalagi kalau melihat foto-foto di google yang menggambarkan wujud Kepulauan Seribu yang belum pernah saya kunjungi itu. Duh, rasanya ngga sabar ingin buru-buru Desember.
Semoga ngga ada halangan deh yaa... Aamiin...
Beberapa waktu lalu saya juga dapat informasi tentang Waterbom Jakarta yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk. Konon katanya, di sana wahana airnya super lengkap, dan konsep tempatnya alami gitu, karena dilengkapi dengan pohon-pohon tropis yang hijau dan rimbun.

Waterbom PIK Jakarta

Yang bikin tambah menarik, ada Voucher Diskon Waterbom PIK sebesar Rp 85.000,- net untuk tiket masuk Waterbom PIK, dari yang harga normalnya adalah Rp 270.000,-. Lumayan kan hematnya, apalagi kalau mainnya rombongan. Dan masih ada waktu sampai tanggal 28 Desember 2017 loh, untuk mendapatkan voucher ini.


Ayo mulai nabung, dan jangan lupa juga untuk selalu jaga kesehatan ya teman-teman. Semoga liburannya nanti menyenangkan.

Komentar

  1. Voucher waterboom PIK di bambideal giurin banget y mba same 85ribu doang :) murce bisa ajakin keluarga rombongan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, lumayan banyak diskonnya Mba.. :D

      Hapus
  2. Asik punya mertua gaulll dan suka jalan-jalan, sering dapet traktiran liburan hahhaa.. ngarep, maunya gratisan harusnya kita ya yang nraktir ortu 😂. Pengen banget saya ke Solo kalau ke JKT masih belum kepikiran :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yahhh edit, rugi gak pake link blog wakakakka.. #kaboorr

      Hapus
    2. wahahaha... lha yang penting kan ga minta, kalo dikasih gratis masa nolak? :p

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Born To Be Genius; Webinar Parenting Bersama Tigaraksa

Pada tanggal 12 Oktober lalu, saya mengikuti sebuah Webinar yang diadakan oleh PT. Tigaraksa Satria. For your information, PT. Tigaraksa Satria adalah sebuah perusahaan perdagangan yang memiliki divisi untuk mengembangkan cara menstimulasi otak balita agar tumbuh optimal.
Saya mengetahui adanya Webinar ini dari seorang teman semasa SMP, Endah Ediyati namanya. Kebetulan beliau bekerja di perusahaan ini. Hhmmm, pantas saja ya, Mbak Adhwa putrinya kelihatan cerdas. Pasti stimulasi yang diberikan oleh orang tuanya juga optimal.
Stimulasi. Kata ini menjadi salah satu faktor penentu, agar anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Jangan lupa, cerdas itu tidak hanya pandai Matematika saja ya... Masih ingat dengan 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner yang terkenal dengan sebutan Multiple Intelligence?
Nah, mendukung pernyataan tadi, Dr. Thomas Armstrong mengatakan bahwa, "Every child is genius." Sayangnya, lingkungannya lah yang terkadang melumpuhkan kejeniusan ini. …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …