Showing posts with label rupa-rupa. Show all posts
Showing posts with label rupa-rupa. Show all posts

2021 dalam Catatan

Thursday, December 30, 2021


Tak terasa ya, kita sudah berada di penghujung tahun. Biasanya, momen akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk berkontemplasi. Apa saja yang sudah kita lakukan dalam satu tahun ini? Berapa banyak hal yang harus diperbaiki dan berapa banyak nikmat yang harus kita syukuri? Berapa banyak hal yang bisa kita kendalikan, dan berapa banyak yang memang harus diikhlaskan?

Pasti teman-teman punya catatan sendiri-sendiri tentang tahun ini. Entah itu sempat dituliskan, atau hanya disimpan dalam ingatan. Saya pun begitu. 

Nah, kali ini saya ingin menuliskan beberapa hal besar yang terjadi dalam hidup saya setahun ini. Tentu hidup saya tidak selalu happy, soalnya kalau happy terus, takutnya malah saya jadi lupa diri.

Catatan 2021

Apa saja yang bikin sedih?

Bahagia itu bisa diciptakan, tapi kesedihan yang kita rasakan, seringkali datang dari hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Tahun 2021 menjadi catatan bagi saya untuk mensyukuri nikmat sehat, karena sakit dan mengurusi orang sakit itu ngga enak.

Bapak saya sakit di bulan Ramadhan kemarin. Sebelumnya, 2 tahunan ini, beliau memang mengalami saraf kejepit hingga sulit untuk berjalan, dan saat Ramadhan kemarin sakitnya bertambah karena beliau mengalami masalah di saluran pencernaan.

Supaya tetap positive thinking, saat itu saya menulis ini: Hal-hal yang Saya Syukuri di Ramadhan Ini

Perkara mengurus orang tua yang sakit memang seringkali menguras emosi, yaa.. Bukan emosi karena pengen marah atau ngga ikhlas, tapi karena sedih dan pengen nangis melulu. Kami sudah membawa beliau ke dokter hingga 3x, tetapi tidak ada perubahan yang signifikan. Sampai lebaran pun tiba, dan kami melewatinya dengan "rasa" yang berbeda. 

Bagian yang paling membuat stres adalah saat lebaran usai dan kami harus kembali ke Solo lagi. Saya ingin bapak ikut ke Solo agar bisa kami rawat, tapi seperti orang tua pada umumnya, beliau inginnya di rumah saja. Binguuung banget, kan ngga mungkin saya tega meninggalkan beliau sendirian di rumah. Di sisi lain, saya harus segera kembali ke Solo karena suami harus masuk kerja dan anak-anak juga harus sekolah. Saat itu saya benar-benar dilema.

Alhamdulillah, akhirnya setelah semua drama dan bujuk rayu, beliau mau dibawa ke Solo. Sekarang bapak sudah sehat, dan itu adalah nikmat yang tak henti saya syukuri.

Oya, di saat saya mengurusi bapak yang sakit di Solo, kucing pertama kami yang kami beri nama "Mayo" juga sakit dan akhirnya pergi untuk selama-lamanya. Dobel-dobel ngga sih sedihnya? 😢

Baca: Selamat Tinggal Mayo

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kami pun bisa mengikhlaskan kepergian Mayo.

Ada hujan, ada reda. Ada sedih, ada bahagia. Ngga mungkin Allah ngasih ujian terus-terusan, ya kan? Oleh karena itu, mari kita ingat juga hal-hal yang membuat hati gembira, supaya kita tidak termasuk golongan yang kufur akan nikmat-Nya. 😊

Apa saja yang bikin happy dan wajib disyukuri?

1. Kami diberi kesehatan, bapak juga sudah semakin sehat.

Sejak dua tahun lalu, entah sudah berapa banyak terapi yang bapak coba. Dari Madura, Surabaya, Magelang, Solo, Jogja, dan di Purworejo juga. Terakhir, bulan lalu, kakak saya mendapat info tentang sebuah terapi yang ada di Klaten. Alhamdulillah, setelah 2x terapi di tempat itu, bapak sudah bisa berdiri tegak lagi. Dipertemukan dengan "obat" adalah rezeki yang tidak terkira. Masya Allah.

Evaluasi dan Resolusi 2021

2. Bisa jalan-jalan ke beberapa tempat.

Meski kami ngga punya banyak uang, tapi kami tetap bisa jalan-jalan. Jalan-jalannya pun ngga selalu pakai uang sendiri. Alhamdulillah, ini rezeki yang sangat sangat kami syukuri.

Ini beberapa tempat yang saya kunjungi di 2021:

- Awal tahun kami ke Jogja dan Glamping di d'Kaliurang Resort & Convention

- September lalu, untuk melepas stress kami juga jalan-jalan ke Tawangmangu. Kami pergi ke dua tempat, yakni: Grojogan Sewu dan Rumah Atsiri Indonesia

- Sebagai penutup tahun, kami diajak kembali ke Batu, Jawa Timur. Trip to Kota Batu, Jawa Timur (Part 1) dan Trip to Kota Batu, Jawa Timur (Part 2)

3. Ada peningkatan pendapatan di blog.

Sejak tahun lalu, saya mulai rajin mencatat setiap pekerjaan yang saya terima di blog. Dari situ, saya bisa membandingkan pendapatan saya di tahun lalu dan di tahun ini. Alhamdulillah, meski sedikit, tetapi ada peningkatan. Dan karena ini juga, awal Desember kemarin saya berani mencoba menabung dalam bentuk lain. Tapiiii, jangan bandingkan pendapatan saya dengan emak-emak blogger lain, ya, karena nanti punya saya jadi kelihatan sedikit banget, hihi...

~

Sebenarnya masih ada banyak hal yang saya syukuri, tapi kalau ditulis semua nanti jadi panjang banget tulisannya. Hehe... 

Nah, untuk tahun depan, saya tentu berharap agar bisa menjadi lebih baik di setiap hal yang saya jalani. Saya juga berdoa agar senantiasa diberi kemudahan untuk menggapai semua mimpi yang sudah saya tuliskan. Masalah pasti akan ada, karena itu merupakan bagian dari ujian untuk orang-orang yang beriman. Maka dari itu, saya juga berdoa semoga senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, dan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada di depan.



Read More

Arti Kedutan; Firasat, Mitos, atau Tanda Adanya Penyakit?

Friday, September 10, 2021

 

Teman-teman pernah ngga, merasakan kedutan di bagian mata, atau telapak tangan, atau bagian tubuh manapun, kemudian langsung mencari arti kedutan itu di buku primbon atau primbon online? Kalau iya, tosss... Saya ngaku, saya juga sering melakukannya. Nah, sebenarnya benar ngga sih, kedutan adalah suatu pertanda bahwa sesuatu akan terjadi?

Saya tidak ingin percaya pada takhayul. Maka, mulai beberapa bulan lalu, jika saya mengalami kedutan, saya pun mencatatnya. Misalnya nih;

1. Kedutan kelopak mata kiri bagian bawah.


Arti Kedutan Kelopak Mata Kiri Bawah

Jujur, waktu mencari arti kedutan kelopak mata kiri bagian bawah, saya langsung ngga mau percaya, karena hasilnya serem-serem. Misalnya, kedutan kelopak mata kiri bagian bawah, artinya;

- Akan mengalami kekecewaan

- Akan kehilangan sesuatu

- Akan berkelahi dengan orang

- Akan mendapat musibah

- Akan menangis

- Akan difitnah orang

Beuh, kok buruk semua? Saya pun berusaha mencari arti lain dari kedutan di kelopak mata kiri bagian bawah. Dari hasil browsing sana-sini, saya menemukan arti lain dari kedutan kelopak mata kiri bagian bawah, seperti;

- Akan bertemu dengan kerabat atau saudara dari jauh

- Akan menemukan barang yang sebelumnya hilang

- Akan terwujud keinginannya

- Akan mendapatkan rezeki

Nah, karena artinya baik, jadi saya mau percaya yang ini saja. Hihihi... Kan hal-hal yang terjadi pada hidup kita, sedikit banyak juga dipengaruhi pikiran dan suasana hati kita. Istilahnya, apa yang kita pikirkan, akan menghasilkan energi sesuai dengan yang kita prasangkakan. 

Baca: Heart Field; Usaha Saya Mengganti Kecewa dengan Rasa Bahagia

Lalu, apa yang terjadi pada saya setelah kedutan di kelopak mata kiri bagian bawah? Saya kedatangan tamu dari jauh. Kebetulan saat itu anak saya baru dikhitan, jadi nenek dan tante-tantenya datang ke Solo.

2. Kedutan telapak tangan kanan

Arti Kedutan Telapak Tangan Kanan

Saya ngga browsing sih waktu itu, tapi saya sempat mencatat apa yang terjadi setelah saya mengalami kedutan telapak tangan kanan. Betul, saya harus mengeluarkan uang untuk suatu keperluan.

Selama ini banyak yang mengatakan bahwa kanan lebih baik dari kiri. Namun, untuk firasat kedutan, firasat mimpi, firasat telinga berdenging, beberapa meyakini bahwa yang akan terjadi justru kebalikannya. Entahlah, yaa... Boleh dipercaya boleh tidak, kembali ke diri masing-masing saja.

3. Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas

Dari hasil browsing, kedutan kelopak mata kiri bagian atas identik dengan firasat baik. Saya mah, kalau ada yang artinya baik, diaminin aja. Ya ngga? Nah, katanya sih, kalau kita mengalami kedutan di kelopak mata kiri bagian atas, tandanya;

- Akan mendapatkan kenikmatan yang cukup

- Akan mendapatkan kebaikan

- Akan mendapatkan kebahagiaan

- Akan mendapatkan pujian

Entah kebetulan atau memang ini yang disebut dengan firasat alias pertanda, setelah mengalami kedutan di kelopak mata kiri bagian atas, saya mendapatkan rezeki. Fee pekerjaan bulan lalu mendarat ke rekening di hari itu. Alhamdulillah.

4. Kedutan Kelopak Mata Kanan Bawah

Kedutan Kelopak Mata Kanan Bawah

Saya ngga tau kenapa saya sering banget mengalami kedutan di bagian mata, baik kanan maupun kiri. Mungkin kalau ditelisik secara medis ada masalah dengan mata saya, hanya saja saya tidak tau karena saya tidak memeriksakannya. 

Beberapa waktu lalu, saya mengalami kedutan di kelopak mata kanan bagian bawah. Saya langsung cari artinya. Secara primbon, kedutan di kelopak mata kanan bagian bawah artinya saya akan mendapatkan keberuntungan. Wah, seneng dong... Tapi ada arti secara medis juga, bahwa jika mengalami kedutan di kelopak mata kanan bagian bawah, artinya kita sedang mengalami alergi.

Mungkin ini teguran supaya saya ngga terlalu berharap atau percaya dengan arti kedutan, yaa... Karena yang terjadi, saya benar-benar mengalami alergi keesokan harinya. 

Baca cerita tentang alergi yang saya alami di: My Allergy Story

Nah, berdasarkan apa yang saya alami di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa kedutan sama halnya dengan mimpi yang kadang bisa ditafsirkan, tapi seringnya hanya merupakan bunga tidur.

Kedutan bisa menjadi sebuah firasat atau pertanda akan terjadinya sesuatu di kehidupan kita. Orang-orang Jawa pada zaman dulu menggunakan ilmu titen untuk menafsirkannya. Namun, jangan terlalu percaya juga, karena jika firasat itu sesuai dengan tafsiran yang ada pada primbon, bisa jadi itu hanyalah sebuah kebetulan belaka. Pun jangan lupa untuk selalu waspada, karena kedutan bisa menjadi alarm atau tanda adanya penyakit di dalam tubuh kita. 



Read More

Cari Cara Membuat Rambut Lurus untuk Aga

Thursday, August 19, 2021

 

Beberapa waktu lalu, anak kedua saya mengalami insecure karena rambutnya yang keriting. Hal itu membuat saya kewalahan mengembalikan rasa percaya dirinya. Berbagai nasehat (atau bisa dibilang support) dari yang paling ringan sampai yang paling berat, ngga ada yang mempan. Saking hopeless-nya, saat itu saya sampai browsing bagaimana cara membuat rambut lurus tanpa perlu rebonding.

Apa yang membuat Aga merasa insecure dengan rambut keritingnya? 

Saya tak tahu persis apa penyebabnya dan kapan perasaan itu bermula. Saya hanya menebak-nebak, apakah ini karena setiap kali ia bertemu dengan orang baru, orang-orang tersebut selalu fokus pada rambutnya? Bahkan, beberapa orang yang merasa rambut Aga lucu langsung memegang rambutnya. 

Ya, mungkin selama ini Aga merasa tidak nyaman dengan itu semua, tetapi saya terlambat menyadarinya. Hingga suatu hari tiba-tiba ia berkata,

"Aga ngga suka sama rambutnya Aga. Keriting. Jelek."

Saya tentu kaget mendengarnya. 

"Kata siapa rambut keriting itu jelek? Rambutnya Aga memang keriting, tapi Aga kan ganteng." kata saya, dengan masih berusaha untuk tetap kalem.

"Engga, pokoknya jelek ya jelek." jawabnya. Saat mengucapkan kalimat ini, Aga tidak terlihat sedih atau nangis atau marah. Dia berkata seperti itu sambil seolah menertawakan diri sendiri. Malah saya yang merasa sedih karena kata-katanya itu.

Ada Saatnya Aga Merasa Jelek, tapi Ada Kalanya Juga Ia Merasa Keren...

Saya memiliki dua anak laki-laki yang cukup berbeda, tak hanya secara fisik, tetapi juga karakter. Secara kasatmata, perbedaannya cukup kentara. Si Sulung punya perawakan yang tinggi, kurus, dan berambut lurus. Sementara itu, sang adik punya badan yang cukup berisi serta berambut keriting.

 

buah hatiku


Secara karakter, pada dasarnya Aga memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibanding kakaknya. Aga lebih mudah bergaul dan bersosialisasi, sementara Mas Amay lebih suka menyendiri. Namun, jika sebagai Si Penyendiri Mas Amay lebih cuek dengan penampilan, Aga justru berkebalikan. Ia sangat memperhatikan penampilannya. Ia juga lebih rajin mandi dan lebih suka wewangian.

Nah, mungkin rasa insecure-nya ini muncul karena ia sangat memperhatikan penampilan, yaa.. Memang, Aga tak selalu merasa dirinya jelek. Ada kalanya juga ia merasa keren dan percaya diri. Kapankah itu?

1. Saat Potong Rambut

Suatu hari, Aga diajak potong rambut oleh papanya. Ia happy bukan main, karena setelah dicukur rambut keritingnya bisa "hilang". 

Setelah potong rambut, kata suami, Aga sempat menolak ketika disuruh pakai helm, sebab ia takut rambutnya akan keriting lagi. 

Papanya tak kehilangan akal. Katanya pada Aga, "Justru kalau ngga pakai helm nanti bisa kusut rambutnya karena kena angin." 

Alhamdulillah, setelah itu Aga mau pakai helm lagi.

2. Saat Rambutnya Dicatok

Nah, selain saat rambutnya pendek (habis potong rambut), ada hal lain yang bisa membuat Aga merasa ganteng atau keren, yaitu pada saat dicatok. Ia mengenal catokan dari tantenya. Waktu itu tantenya iseng mencatok rambutnya, dan setelah melihat rambutnya di kaca, anak ini girang bukan main.

Karena katanya orang akan mudah menerima saran saat hatinya gembira, maka, saat Aga bergembira itulah saya berkata padanya bahwa rambut lurus itu bagus, rambut keriting juga bagus. Itu semua pemberian Allah yang harus selalu kita syukuri. 

Saya pun menunjukkan beberapa foto selebriti yang tipe rambutnya mirip dengan Aga, seperti Nicholas Saputra dan Bastian Steel. Nah, baru setelah melihat foto orang-orang ganteng itu, Aga jadi lebih percaya diri.

Sebelah kiri adalah foto Aga setelah rambutnya dicatok. Sebahagia itu.


Alhamdulillah, setelah drama insecure selama hampir satu tahun, sekarang Aga sudah jarang sekali mengeluhkan kondisi rambutnya. Terlebih lagi, saat ini ada materi pelajaran yang membahas tentang perbedaan. Ada yang kulitnya berwarna terang, ada yang gelap. Ada yang rambutnya lurus, ada yang keriting. Ada yang bermata lebar, ada yang sipit. Semua itu ciptaan Allah SWT yang harus kita syukuri dengan cara merawatnya sebaik mungkin. Rambut keriting tidaklah jelek, asalkan bersih dan rapi, malah bisa jadi ciri khas tersendiri.




Read More

Bagaimana Cara Menjadi Versi Terbaik Dirimu Sendiri?

Wednesday, February 17, 2021

 

"Belajar dari cabe, tak perlu menjadi manis untuk banyak disukai. Jadilah versi terbaik dirimu sendiri." 

Quote di atas saya dapat dari seorang teman di komunitas IIP, saat saya masih menjadi salah satu mahasiswa matrikulasi. Kutipan yang sederhana, tapi kalau dipikir-pikir, dalam sekali maknanya. Benar sekali bahwa kita diciptakan dengan keunikan masing-masing, jadi seharusnya tak perlu mengikuti standar penilaian orang. 

Bayangkan kalau semua yang ada di dunia ini terasa manis, ngga ada sambel atau rujak atuh. 

Nah, yang jadi pertanyaan, seandainya kita adalah rasa, kita ini sebenarnya manis, kecut, pahit, asin, atau pedas sih?

~

Di tulisan sebelumnya, saya menulis tentang bagaimana menemukan "Konsep Diri". Tentu saja konsep diri di sini adalah konsep diri yang positif, yaa, bukan konsep diri yang negatif, baik itu underestimated maupun overestimated. Konsep Diri diperlukan agar kita bisa menemukan versi terbaik diri sendiri. 

Sebelum membangun Konsep Diri, yang pertama harus kita lakukan adalah mengenali diri sendiri. Jadi urutannya; kenali dirimu --> tentukan self ideal-mu --> bangun Konsep Diri Positif --> jadi the best of you.

Setelah menentukan seperti apa kita akan menjadi nanti, tujuan hidup kita akan menjadi lebih jelas. Kita tahu bahwa kita sedang berjuang menuju diri yang kita harapkan. Dan dalam perjalanan menuju diri kita yang sesungguhnya, kita akan menemukan bahwa menjadi cantik adalah ketika kita menjadi diri sendiri, menyayangi diri sendiri, dan percaya pada diri sendiri.

Baca: Look I'm Very Beautiful

loving yourself isn't vanity, it's sanity
 
Memang, menemukan jati diri adalah sebuah pencarian yang sulit. Ada yang bisa menemukan di waktu mudanya, ada yang saat sudah tua seperti saya. Hehe...

Kalau teman-teman sudah baca di tulisan di atas, teman-teman akan menemukan bahwa Self Ideal saya, yaitu harapan saya terhadap diri saya, adalah menjadi seorang blogger yang pecinta lingkungan dan penghafal Al-Qur'an. Meski masih jauh panggang dari api, tetapi setidaknya saya tahu, hari-hari saya akan saya penuhi dengan sesuatu yang saya cintai.

Mengapa saya tidak menetapkan standar yang lain? Jadi Arinta yang gelarnya berderet-deret misalnya? 

Justru karena saya tahu kapasitas saya, maka saya tidak menetapkan standar tersebut untuk menjadi tujuan hidup. Saya pernah merasa minder / underestimated karena ini soalnya, jadi saya tak mau menyiksa diri saya terlalu lama. Saya harus mencintai diri saya, dengan apa yang saya bisa saat ini.

Baca curhatan panjang saya di sini supaya tahu apa yang pernah membuat saya "sakit" dan "jauh dari bahagia"; Momen Hebat Tahun Ini, Saya Bisa Masuk Tivi

Sekarang, apakah saya sudah lebih bahagia? Alhamdulillah, much better. Setelah perjalanan yang sangat panjang dan berliku-liku, alhamdulillah saya sudah menemukan alasan untuk mencintai diri sendiri.

Omong-omong, intronya panjang amat, yaa.. Padahal mau nulis bagaimana cara menjadi versi terbaik dirimu sendiri aja. Wkwk..

So, How To Become the Best Version of Yourself?

 
How to Become the Best Version of Yourself?

Saya sudah merangkum beberapa artikel, dan menyimpulkan beberapa hal yang kita perlukan agar kita bisa menjadi versi terbaik diri sendiri. Perlu dicatat bahwa ketika saya merangkum, artinya saya juga masih belajar, yaa... Jadi, jangan menganggap bahwa Arinta yang sekarang adalah Arinta di versi terbaiknya. No. Bukan. Di atas pun saya sudah mengakui bahwa self factual saya masih jauh dari self ideal. Namun begitu, setidaknya saya sudah tahu apa tujuan hidup saya, dan kini saatnya berusaha menjadi versi terbaik diri sendiri. 😊

Hayuk kita sama-sama belajar! So, how to become the best version of yourself?

I. Know Your Purpose

Mengetahui apa tujuan hidup kita, apa yang bisa membuat kita bahagia, akan membuat hidup kita lebih terarah dan dipenuhi dengan semangat. Mungkin ada yang tahu kalau saya termasuk salah satu yang mengidolakan Isyana Sarasvati? Ya, saya menyukai Isyana sebagai musisi yang bertalenta dan ngga neko-neko. 

Dari berbagai wawancara yang sudah saya tonton, saya jadi tahu bahwa Isyana kecil bisa menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari untuk bermain musik. Dia sudah tahu sejak awal bahwa dia ingin menjadi seorang musisi, maka, dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari apa yang menjadi tujuannya. Hasilnya? Ya, dia menjadi musisi sehebat sekarang.

Nah, sekarang, tentukan tujuan hidup kalian. Jangan ragu untuk memulai dari awal, dan ketahuilah bahwa versi terbaikmu haruslah lahir dari visimu sendiri, bukan visi orang lain. Jadi, jangan membuang energi untuk mencoba memenuhi keinginan orang lain.

II. Control Your Mind

Kita tidak bisa mengontrol orang lain, bukan? Jadi yang perlu kita lakukan adalah mengontrol pola pikir kita sendiri. Untuk bisa menjadi versi terbaik diri sendiri, kita harus lebih dulu mencintai diri kita apa adanya. Jadi;

1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Apalagi jika yang kita bandingkan adalah hasil pantauan dari media sosial saja. Mereka yang "tampak" selalu bahagia, mungkin saja adalah mereka yang paling pandai menyembunyikan luka.

2. Jangan berusaha menyenangkan setiap orang. Kita tidak harus membuat semua orang menyukai kita. Now, it's time for you to live your life, and to please yourself.

3. Berhenti mengkritik dan menghakimi orang lain. Untuk menjadi versi terbaik diri sendiri, kita perlu menyingkirkan semua energi negatif. Saat kita membuang energi negatif pada orang lain (mengkritik dan menghakimi), kita berpotensi merusak harga diri kita sendiri, juga harga diri orang yang kita hakimi.

4. Jangan menunda-nunda pekerjaan. Asli, menuliskan ini bagaikan menampar diri sendiri. Arinta masih suka menunda-nunda pekerjaan soalnya, hiks.

5. Berhentilah berpura-pura mengetahui hal-hal yang tidak benar-benar kita ketahui. Bahasa sederhananya, jangan sok tahu. Kita tidak akan belajar apa pun jika berpura-pura sudah mengetahui segalanya.

6. Stop the negative self-talk. Self-talk adalah proses normal yang kita semua alami. Namun, ketika self-talk berisi hal-hal negatif, maka hal-hal negatiflah yang akan benar-benar terjadi.

III. Jangan Takut Gagal

Klise, yaa... Tapi bener sih, takut akan kegagalan malah membuat kita ngga melakukan apa-apa. Dan saya setuju banget dengan ungkapan bahwa nahkoda yang hebat tidak terlahir dari lautan yang tenang. You can't become the best version of yourself by playing it safe.

Jadi, kalau kalian punya impian, kejarlah dan jangan takut akan kegagalan apalagi takut jadi bahan omongan orang. Terkadang, pembunuh impian itu bukan kegagalan itu sendiri, melainkan rasa takut jadi bahan ghibahan ketika gagal. Ada yang sama?


Read More

Sherina Nikah, Raditya Dika Punya Anak Kedua

Wednesday, November 4, 2020

 

Wew, judulnya udah mirip portal gosip belum, gaes? Wkwkwk... Sengaja banget memulai bulan November dengan tulisan yang ringan, supaya kita diberi keringanan juga dalam menghadapi satu bulan ke depan. Eeaaa... Nah, awal bulan ini, ada dua berita bahagia yang berkaitan dengan dua orang yang pernah jadi sepasang. Sesuai judul di atas, orang yang kumaksud adalah Sherina dan Raditya Dika.

Mungkin masih pada ingat, belasan tahun lalu Sherina dan Raditya Dika pernah menjalin hubungan cinta. Waktu itu, Sherina sampai bikin lagu berjudul "Cinta Pertama dan Terakhir", yang menunjukkan bahwa ia benar-benar merasakan bahagia saat menjalin hubungan dengan penulis yang bukunya kebanyakan bergenre komedi ini. 

Ini terlihat dari liriknya yang berbunyi

kau cinta pertama dan terakhirku!

bila satu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku

Kukira, perjalanan cinta mereka bakal mulus-mulus saja, karena kelihatannya mereka saling cocok, saling melengkapi, selalu hepi kalau di depan TV. Eh, ternyata ngga lama hubungan mereka berakhir juga, tanpa diketahui oleh publik apa penyebabnya.

Raditya Dika dan Sherina
Raditya Dika dan Sherina, 2009, source: liputan6.com


Tapi mau gimana lagi... Namanya juga jodoh, semua sudah ada yang atur, ya kan?

Nah, pas baru putus, lagi-lagi Sherina menuangkan apa yang dirasakannya ke dalam sebuah lagu, yang judulnya "Pergilah Kau". Sementara itu, Raditya Dika yang saat itu dikenal sebagai seorang penulis pun menulis buku berjudul "Marmut Merah Jambu". Banyak yang meyakini bahwa buku ini mengisahkan tentang perjalanan cintanya bersama mantan penyanyi cilik itu.

Oke, udah dulu flashback-nya. Kita kembali ke kabar baik yang mereka bawa di bulan November ini.

Jika Raditya Dika telah lebih dulu menikah dengan Anissa Aziza pada 2018 silam, pada Selasa, 3 November 2020 kemarin, kita dikejutkan dengan pernikahan Sherina dengan Baskara Mahendra. Pernikahan itu cukup mengejutkan, karena sebelumnya tak pernah ada kabar bahwa mereka berdua akan mengakhiri masa lajang dalam waktu dekat. Namun, pernikahan keduanya membuat semua bahagia, meski hanya dihadiri 10 orang saja karena terkendala pandemi corona. 

Sherina menikah
Pernikahan Sherina dan Baskara Mahendra, source: Instagram Trinity Optima Production

Tak hanya Sherina yang membawa kabar gembira. Sama-sama bahagia dengan kehadiran personil baru di dalam keluarga, kemarin Raditya Dika mengumumkan kelahiran anak keduanya yang bernama Aksara Asa Nasution. Sempat beredar kabar bahwa nama ini adalah usulan penggemarnya, tetapi bapak dua anak ini membantah via snapgram. Ia mengatakan bahwa nama itu merupakan hasil diskusinya bersama sang istri, Anissa.


Nama anak Raditya Dika


Oya, mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa sih udah mantan kok masih disangkut-pautkan? Lagipula, masing-masing sudah punya pasangan, sudah sama-sama menemukan kebahagiaan, kok masih dikait-kaitkan?

Sebentar. Tujuannya bukan mau merusak kebahagiaan keduanya, yaa. Ide menulis ini juga muncul begitu saja waktu saya tau kalau ada berita tentang Sherina yang menikah, juga Raditya Dika yang baru punya anak kedua. Secara otomatis, otak ini langsung keingetan, "Eh, mereka kan pernah pacaran," begitu. 

Dan intinya, alhamdulillah semua sedang berbahagia. Mari kita ucapkan selamat pada Sherina atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dan untuk Raditya Dika, selamat atas kelahiran putranya, semoga Aksara Asa Nasution tumbuh menjadi anak yang sehat dan berbakti pada kedua orang tuanya. Aamiiin... :)


Read More

Mencintai Diri Sendiri, Egoiskah?

Friday, September 25, 2020

Kampanye "cintai diri sendiri" saat ini sedang ramai didengungkan. Entah bagaimana ini bermula, yang jelas tagar self-love seringkali saya temui di berbagai social media.

Lalu, bagaimanakah bentuk self-love itu?

self-love quote
Self-love Quote

Self-love
adalah salah satu hal terbaik yang bisa kita berikan pada diri sendiri. Ketika kita jatuh cinta pada diri sendiri, kita akan lebih mudah mengenali diri sendiri, menghargai diri sendiri, percaya pada kemampuan diri, dan umumnya akan membuat kita menjadi lebih positif. Kita tak akan lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain, pun tak akan khawatir dengan komentar negatif orang lain lagi.

Wow, ternyata self-love berkaitan erat dengan kesehatan mental kita, yaa... Dan memang, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, kita bisa memulainya dengan beberapa cara berikut ini:

1. Maafkan Masa Lalu

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Selama kita mau mengakui kesalahan yang kita perbuat, kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut, itu sudah cukup membuktikan bahwa kita adalah seorang pemberani. Selanjutnya, tugas kita adalah memaafkan diri sendiri dan menyadari bahwa di dunia ini tak ada seorangpun yang luput dari kesalahan.

Sekarang, mulailah melangkah maju dan lupakan masa lalu.

2. Beri Kejutan untuk Diri Sendiri

Sesekali, lakukanlah sesuatu yang mungkin tak pernah terlintas di pikiran kita sebelumnya. In a positive way, of course. Ini akan membantu kita semakin mengenali diri sendiri. 'Main aman' terkadang tak memberikan banyak pengalaman. :)

Arin pernah melakukannya?

Mmm, mungkin ini salah satunya;

- Ketika saya diminta untuk menjadi MC di acara sekolah anak-anak, padahal saya tak pernah melakukannya sebelumnya. Meski pada awalnya merasa terpaksa, tetapi ketika saya berhasil melakukannya, akhirnya saya menyadari "bakat" yang selama ini tersembunyi. Hihi...


3. Tuliskan Perasaanmu di Buku Diary

Ketika sedih atau marah, sebaiknya jangan dekat-dekat dulu dengan media sosial, yaa... Mengapa? Karena meski media sosial adalah "teman paling dekat", tapi ia tak pandai menjaga rahasia. Salah-salah, curhatan kita disebar kemana-mana dan malah membuat masalah yang kita hadapi justru semakin tak terkendali.

Jika sempat, tulislah di buku diary, luapkan semua yang kamu rasakan di sini. Nanti, ketika suasana hati membaik, baca lagi apa yang telah kamu tulis, lalu ucapkan selamat pada diri sendiri ketika kamu berhasil mengatasinya.

Menulis merupakan cara positif untuk menyingkirkan perasaan negatif. Menulis juga membantu kita lebih fokus pada hal-hal baik dan belajar dari hal-hal buruk.

Baca: Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Menjadi Narablog

4. Istirahat

Give yourself a break. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terlalu lelah bisa merusak badan, terlalu stres bisa merusak pikiran.

5. Belajar untuk Mengatakan "Tidak" pada Orang Lain

Ini susah sih, yaa... Apalagi untuk kita yang dibesarkan dengan rasa "ngga enakan". Kita jadi merasa harus menyenangkan semua orang, dan memaksa diri untuk berkomitmen pada semua hal yang kita bisa. Tapi, mulai sekarang, kita mesti belajar mengatakan "tidak". Kita perlu menjaga diri sendiri, lho, karena kalau bukan kita, siapa lagi? :)

6. Buat Daftar Prestasi 

Setiap kita berhasil meraih sebuah pencapaian, tulislah. Ini bukanlah suatu bentuk narsisme, melainkan sebuah cara menghargai diri sendiri. 

Malu? Takut di-judge?

A great way to show yourself self-love is to trust yourself and your own instincts. Jangan khawatir dengan komentar orang lain. Semakin kita takut, semakin sulit untuk kita berkembang. Asalkan tidak merugikan orang lain, melajulah!

7. Jaga Diri Baik-Baik

Pada akhirnya, cara terakhir untuk mencintai diri sendiri adalah dengan menjaga diri kita sebaik-baiknya, baik secara lahiriah maupun batiniah. Percayalah, dengan menjaga diri, kita akan menjadi versi terbaik diri kita sendiri.

Mungkin setelah ini akan ada yang bertanya, apakah mencintai diri sendiri itu egois? Is self-love selfish?

Memang, mencintai diri sendiri seringkali dianggap sebagai sebuah bentuk keegoisan. Padahal, ketika kita sudah benar-benar mencintai diri sendiri, sebisa mungkin kita akan mengindarkan diri dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Jadi, asal kita tidak mencintai diri secara berlebihan hingga membuat kita cuek dengan lingkungan sekitar, maka itu adalah self-love yang benar. Selamat mencintai diri sendiri! :)


Read More

3 Channel Horor di YouTube Favorit Kayusirih

Saturday, September 12, 2020

 

Ada yang penakut, tapi hobi nonton cerita horor? Sini, baris di belakang saya. Hehe... Bagi saya, menonton kisah-kisah horor adalah salah satu cara untuk selalu mengingat keberadaan Allah. Pun, salah satu tanda keimanan adalah percaya pada yang ghaib, bukan? 

Namun, tentu saja kita harus pilah-pilih, yaa... Ada channel horor yang hanya mencari sisi mistisnya atau menakut-nakuti saja, tetapi ada juga yang menyertakan hikmah atau pelajaran di setiap cerita, seperti channel horor yang akan saya tulis di bawah ini. Siapa sajakah mereka?

1. Jurnalrisa

Konten Horor
Jurnalrisa

Channel ini merupakan channel horor pertama yang saya tonton. Karena kontennya menarik dan mengandung pesan moral, saya pun menonton dari satu episode ke episode lainnya. FYI, saya mulai menggemari konten horor sejak pertengahan tahun lalu. Saya lupa bagaimana ini bermula, yang jelas, dari Jurnalrisa saya kemudian mengenal channel horor yang lainnya juga.

Jurnalrisa dikomando oleh Risa Saraswati, yang memang sudah dikenal sebagai penulis buku bergenre horor. Di sini, Risa tak sendiri. Ia ditemani oleh saudara-saudaranya yang memiliki kemampuan yang sama dengannya. Bisa dipastikan, kemampuan mereka berkomunikasi dengan makhluk dari lain dunia ini diturunkan oleh leluhur mereka.

Jika ditanya mana episode paling menarik? Jawabannya, banyak! Tapi saya beberapa kali memutar episode Jurnalrisa #30, edisi spesial hari kemerdekaan. Bagi saya, episode ini sangat menyentuh, karena berhubungan dengan keikhlasan seorang pahlawan keluarga. Penasaran?Makanya, tonton aja...

Sejujurnya tak hanya episode itu yang membuat banjir air mata, ada banyak episode lainnya juga. Yang paling baru, tonton deh Jurnal Cerita Sejarah Mexolie di Kebumen, dijamin bikin terenyuh.

2. Diary Misteri Sara

Diary Misteri Sara
Diary Misteri Sara

Ada Saraddicts di sini? 😁

Nah, ini channel favorit nomor 2. Kenalnya dari Jurnalrisa, waktu mereka collab. Di channel ini ada Sara Wijayanto, Demian Aditya sang suami, juga Wisnu Hardana sang adik yang bertugas menggambarkan sosok-sosok yang mereka temui. Kadang-kadang (cukup sering juga ding), ada Fadi Iskandar dan Nico Oliver juga yang semakin menyemarakkan suasana penelusuran.

Yang saya sukai dari channel DMS adalah kekeluargaan dan kekompakan timnya. Asik banget deh. Mereka terlihat saling melindungi satu dengan yang lainnya.

Di channel ini, episode yang paling saya suka adalah episode Cinta Tanpa Pamrih di mana di situ Wisnu sampai menangis ketika mengetahui cerita masa lalu yang dialami oleh sosok yang ia gambar. Selain itu, saya yakin Saraddicts juga setuju kalau episode Kisah Cinta Adik dan Tante Kun juga sangat menyentuh hati. Episode Cerita Lila juga bikin nangis bombay, lho. Ah, banyak deh yang seru.

3. Kembara Sunyi

Kembara Sunyi
Kembara Sunyi

Dibanding dua channel yang sudah saya ulas di atas, channel Kembara Sunyi masih terbilang baru. Video pertamanya di-publish sekitar 3 bulanan yang lalu. Dan berbeda dengan Jurnalrisa atau DMS yang mayoritas kontennya berupa "penelusuran" atau komunikasi dengan makhluk tak kasatmata, channel yang dibentuk oleh Mas Itank, Mas Idris dan Mas Remon ini berkonsep storytelling.

Episode yang pertama kali saya tonton dan langsung membuat saya menyukai channel ini adalah episode dengan judul "Pamit: Pesan Terakhir Pendaki di Gunung Arjuno". Saya menangis mendengar cerita yang dikisahkan oleh Mas Itank. Mas Itank pun terlihat tak mampu menahan air matanya saat mengisahkan pengalamannya itu.

Oya, tidak semua cerita yang dikisahkan di sini merupakan pengalaman pribadi Mas Itank, Mas Idris atau Mas Remon, tetapi banyak juga yang merupakan cerita kiriman dari Sobat Kembara. So, kalau kalian punya pengalaman yang cukup menyeramkan dan ingin kisah itu diceritakan kembali oleh Mas Itank, kirimkan saja ceritamu ke Tim Kembara Sunyi.

~

Arin kok suka banget sama yang horor-horor sih? Wait, ngga semua yang berbau horor saya suka, yaa... Hanya yang menarik dan mengandung pesan moral saja yang saya tonton.

Emang ada pesan moralnya?

Bagi saya, ada. Setidaknya ada yang saya pelajari dari konten horor seperti ini, misalnya:

1. Mengingatkan untuk selalu berbuat baik. Kita tidak tahu kapan kematian akan datang menjemput, jadi, jika kita senantiasa berada di jalan yang lurus, insya Allah akhir hidup kita pun akan husnul khatimah.

2. Hindari penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, dll, karena sifat-sifat ini hanya akan menjauhkan kita dari kebahagiaan, baik di dunia maupun di kehidupan selanjutnya.

3. Bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan pada kita. Sifat serakah hanya akan menjerumuskan kita ke jurang nestapa. 

4. Jangan suka mencari jalan pintas. 

- Kalau ingin kaya, caranya ya dengan berdoa dan bekerja keras, bukan dengan meminta bantuan dari setan. 

- Kalau ada masalah, hadapi dan selesaikan. Jangan pernah terpikir untuk mengakhiri hidup demi bisa terhindar dari masalah, karena masalah yang akan kamu temui justru bakal bertambah. Ingat, kehidupan di dunia itu hanya sementara, sedangkan di akhirat kita akan kekal selama-lamanya. Jadi, gunakan waktu yang kita punya saat ini untuk mengumpulkan bekal di kehidupan selanjutnya.

5. Selalu berusaha untuk ikhlas dengan semua ketetapan-Nya. Jika kita memiliki hati yang ikhlas, insya Allah jiwa kita pun akan dipenuhi dengan kedamaian dan ketenangan.

Sebenarnya ada banyak hikmah lain yang bisa dipetik dari konten yang katanya "remeh" ini. Tapi omong-omong, kalian suka konten horor juga ngga? Apa channel favorit kalian? Sharing di komentar, yaa... 😊


Read More

Lagi Patah Hati? Barangkali Petuah Para Musisi Berikut Ini Bisa Menguatkanmu Kembali

Saturday, September 5, 2020


If you lose someone but find yourself, you won
Ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi, apalagi pas lagi sayang-sayangnya, memang sangat menyakitkan ya? Bahkan Fiersa Besari mengatakan, "Mau berkali-kali mengalami pun, kita enggak pernah profesional dalam urusan patah hati."

Namun, sesakit-sakitnya kita, jangan sampai kepergiannya membuat kita terpuruk. Itu hanya akan membuat diri kita merugi dua kali. Lalu, bagaimana cara bijak menyikapi patah hati menurut para musisi?

1. Patah hati tidak harus selamanya, kan?


Fiersa Besari pernah mencuitkan sebuah cuitan yang cocok banget untuk kalian yang sedang patah hati. Bunyinya seperti ini; "Selalu ada hari baru untuk setiap nafas. Selalu ada kesempatan baru untuk kembali tersenyum. Patah hati tidak harus selamanya kan?"

Tak hanya itu, Fiersa Besari juga mencuitkan twit di bawah ini.

Cara bijak menyikapi patah hati

Ohmaii, tampaknya pelantun Celengan Rindu ini khatam banget soal patah hati, ya? Wkwkwk... Yang setuju sama Bang Fiersa, angkat tangannya!
 

2. Yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri


Kali ini, petuah datang dari Kunto Aji. Katanya dalam lagu berjudul Sulung;

Cukupkanlah ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Yang sebaiknya kau jaga
Adalah dirimu sendiri

Ketika pesona orang lain membuat kita jatuh cinta, biasanya energi kita akan selalu mengarah kepadanya. Mau makan, ingat dia. Mau tidur, ingat dia. Kayak lagunya Duo Maia.

Nah, jeleknya, ketika ada yang menguasai pikiran dan hati kita, kita jadi lupa bahwa ada yang nyata-nyata memerlukan perhatian juga, yaitu diri kita sendiri. Iya kalau yang orang yang kita jaga hati dan perasaannya itu tahu diri. Kalau engga? Maka, cintai orang lain secukupnya, cintai diri kita sendiri sedalam-dalamnya.
 
Yang seharusnya kita jaga, adalah diri kita sendiri.

3. Mengerti kapan harus berhenti


Bukannya aku mudah menyerah
Tapi bijaksana
Mengerti kapan harus berhenti
Ku kan menunggu
Tapi tak selamanya
(Raisa, Usai di Sini)

Salah satu alasan kenapa saya mengidolakan Raisa adalah karena dibalik kelembutannya, ia punya kekuatan yang tercermin dari bagaimana ia mengambil sikap untuk dirinya sendiri. Ia tahu apa yang baik dan yang tidak untuk dirinya. Ya, wanita lembut bukan berarti mudah dilemahkan.

Kalau teman-teman pernah baca tulisan saya di website KEB, mungkin teman-teman akan paham, kekuatan seperti apa yang saya maksud.


Dan secara tidak sengaja, kemarin, saya pun menemukan komentar "keren" Raisa di salah satu postingan instagramnya. Di potongan video lagu "Bahasa Kalbu" yang ia unggah itu, ia menyertakan caption yang mempersilakan followers-nya untuk curhat di kolom komentar. Bisa ditebak, banyak netizen yang curcol. Ini salah satunya;

Seorang netizen berkomentar, "Aku emang paling ngerti dia, tapi dia? Gaslighting. HAHA."

Raisa pun menjawab, "Goodbye selamanya buat orang yg gaslighting. 👊💥"




FYI, mengutip dari cosmopolitan.co.id, gaslighting adalah taktik manipulasi yang dilakukan oleh seseorang untuk terlihat berkuasa dan mengontrol seseorang dengan cara membuat korban tak yakin dengan dirinya sendiri.

Contoh tindakan gaslighting antara lain; suka berbohong, membantah melakukan atau mengatakan sesuatu padahal kamu punya buktinya, memproyeksikan kesalahan mereka pada dirimu hingga membuatmu bingung dan tak lagi yakin dengan intuisimu. 

Serem ya? Kapan-kapan kita bahas tentang gaslighting ini, yaaa...

~

Nah, jadi intinya, jika pasanganmu / orang yang sudah kalian cintai sepenuh hati malah bertingkah semaunya sendiri, segera tinggalin! Percayalah, lebih baik patah hati sebentar untuk selanjutnya bersiap menyongsong kebahagiaan, daripada menunda-nunda keputusan hanya untuk kebahagiaan semu. 

Ingat! Sedih karena patah hati itu hal yang wajar, tapi cukup sebentar saja, jangan terlalu lama. Selanjutnya, katakan pada orang yang menyakitimu; masih banyak yang lebih baik darimu. 😉

 
Read More

Lestarikan Air, Selamatkan Kehidupan, Selamatkan Masa Depan

Sunday, June 7, 2020


Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus kau beli
Saat bunga-bunga tinggal cerita
Akankah akhirnya kita sadari?

Akan datang masa di mana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap do'a dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa s'gala harapan

*

Lirik di atas adalah penggalan lagu yang dinyanyikan dan diciptakan sendiri oleh Raisa. Lagu itu merupakan salah satu lagu yang terdapat di album Handmade yang dirilis di tahun 2016, tetapi baru dibuat video klipnya pada pertengahan 2019 lalu.

Saya sangat suka dengan lagu itu, dan hampir setiap kali mandi (ya, salah satu sifat buruk saya adalah menyanyi di kamar mandi) selalu saya nyanyikan. Salah satu tujuannya adalah agar saya ingat untuk tidak boros-boros air. Hehehe, alasaaann... 😁

Karena lagu itu, saya menjadi semakin kagum kepada Raisa. Ternyata dia ngga hanya pandai membuat lagu-lagu cinta saja. Pun seperti tumbu ketemu tutup, Raisa akhirnya berjodoh dengan Hamish Daud, yang sudah banyak berkontribusi untuk kelestarian laut dan alam Indonesia. Bahkan katanya, ia ke Jakarta bukan semata untuk menjadi artis, tetapi ia sengaja mencari nama agar bisa lebih mudah menyebarkan informasi dan mendapatkan suara untuk menyelamatkan laut kita.


Hamish Daud dan Laut


Bersyukur sekali, ada public figure yang peduli dengan kelestarian laut dan alam Indonesia, sehingga harapannya, kesadaran untuk menjaga lingkungan bisa lebih menjangkau semua kalangan. Semoga suatu saat, tren menjaga lingkungan bisa menjadi new lifestyle, gaya hidup baru kita semua. Karena seperti kata Raisa, jika tidak dimulai dari sekarang, kelak kita hanya akan bisa mengeluh dan menyesal. Namun, insya Allah kita masih punya waktu, dan percayalah bahwa perubahan sesedikit apa pun, jika dilakukan bersama-sama, akan membawa dampak yang luar biasa.

Lalu, apa hal sederhana yang bisa kita lakukan agar dampak perubahan iklim tidak semakin parah ke depannya? Kita bisa menerapkan gaya hidup reduce, reuse dan recycle dan memulainya dari hal-hal kecil.

Reduce


Reduce → mengurangi penggunaan barang-barang yang bisa merusak lingkungan

Hal-hal yang sudah saya lakukan di rumah antara lain;
1. Mengurangi penggunaan kantong plastik. Setiap berbelanja, saya usahakan untuk selalu membawa tas belanja sendiri, yang terbuat dari kain. Memang, salah satu tantangannya adalah dari pedagang itu sendiri. Terkadang saya menemukan pedagang yang keukeuh memberi kantong plastik meski sudah saya tolak.
"Mangke tase kotor (Nanti tasnya kotor)," katanya. Namun, kita tidak boleh menyerah begitu saja, bukan? Justru ini adalah tantangan sekaligus peluang untuk mengedukasi masyarakat kita.

2. Mengurangi pemakaian listrik
Mengurangi pemakaian listrik, tidak hanya berdampak baik untuk lingkungan, tetapi juga untuk saldo rekening. Ya kan? Nah, upaya penghematan yang sudah saya lakukan adalah;
  • Memasang banyak jendela, sehingga di siang hari kami tak perlu menyalakan lampu karena rumah kami masih kaya cahaya. Termasuk di kamar mandi. Ini menjadi catatan penting, karena memiliki rumah di perumahan, yang sempit, yang bahkan dindingnya berhimpitan dengan dinding tetangga, terkadang kamar mandinya jadi minim cahaya, dan memaksa penghuninya untuk tetap menyalakan lampu meski di siang hari.
  • Mencabut penghangat nasi seusai makan malam
  • Menggunakan alat elektronik sesuai kebutuhan

Reuse


Reuse → menggunakan kembali barang yang sudah dipakai

Untuk hal ini, yang sudah kami lakukan adalah me-reuse penggunaan air. Saya mulai membiasakan diri untuk menampung air wudhu dan air sisa cucian beras, untuk menyiram tanaman.

Penggunaan kembali air bekas cucian beras, selain dapat mengurangi penggunaan air untuk menyiram tanaman, juga sekaligus memberikan banyak manfaat untuk tanaman, di antaranya;
  • Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman seperti daun, tunas, dan cabang
  • Membantu pembentukan klorofil, sehingga membuat dedaunan tampak lebih hijau
  • Merangsang pertumbuhan akar tanaman karena adanya vitamin B1
  • Mempercepat proses adaptasi saat tanaman baru dipindahkan (Ini sudah saya buktikan pada saat menanam tanaman pisang-pisangan di depan rumah. Saat baru dipindahkan, tanaman pisang-pisangan yang saya tanam hampir mati, tetapi setelah disiram menggunakan air bekas cucian beras secara rutin, alhamdulillah stres pada tanaman dapat tertangani. Bahkan tak lama setelah itu, tunas-tunas baru bermunculan. Alhamdulillah.)
  • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit
  • Meningkatkan metabolisme tanaman
  • Merangsang pertumbuhan bunga, buah, dan biji
  • Membantu penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal
  • Meningkatkan kualitas hasil panen, baik jumlah, rasa, maupun ukuran

Re-use air juga bisa kita lakukan dengan cara menampung air hujan. 

Suami saya, Yopie Herdiansyah, kebetulan merupakan seorang arsitek yang tergabung di Studio Akanoma pimpinan Pak Yu Sing. Beberapa desain Akanoma, dibangun dengan menggunakan prinsip ramah lingkungan.

Teman-teman bisa simak video di bawah ini. Rumah ini adalah salah satu rumah yang dirancang oleh tim Akanoma, dan suami saya menjadi salah satu bagian dari tim tersebut.




Re-use air dengan menampung air hujan, adalah satu cara memanfaatkan air hujan, agar berkah yang turun dari langit tak terbuang sia-sia. Air hujan yang kita tampung bisa digunakan untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, atau mengepel teras yang terkena tempias.

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kegiatan sederhana ini, salah satunya adalah mengurangi penggunaan air tanah, yang secara tidak langsung akan mengurangi potensi amblesnya tanah juga. Saya pernah menulisnya di sini: Tampung Air Hujan, Antisipasi Kekeringan

Selain rumah Mbak Ainun, rumah ramah lingkungan lainnya yang juga didesain oleh Akanoma adalah rumah Bu Yani yang terletak di Bogor. Berikut ini adalah desain rumah tersebut;

Desain rumah ramah lingkungan
Rumah ramah lingkungan by Akanoma

Di musim hujan yang lalu, saat intensitas air hujan sedang banyak-banyaknya, Bu Yani mengirimkan video berikut ini, dan menandai suami saya di facebook-nya;



Memang, membuat bak PAH seperti di rumah Mbak Ainun atau Bu Yani membutuhkan biaya yang tak sedikit. Namun, kita bisa membuat Bak PAH sederhana seperti ini;

Bak Penampungan Air Hujan (PAH)
Bak PAH sederhana

Saya membayangkan, jika satu rumah memiliki satu bak seperti ini, berapa banyak air yang bisa kita lestarikan? 💗

Recycle


Recycle → mendaur ulang barang

Memang belum banyak yang saya lakukan, tetapi saya berusaha memilah sampah organik dan anorganik. Saya menggunakan komposter untuk menampung sampah organik, lalu menggunakan kompos cair yang dihasilkannya untuk memupuk tanaman di halaman.

Manfaat kegiatan ini selain bisa dirasakan oleh kita sendiri, sekaligus juga bisa membantu Pak Sampah, agar bebannya tidak terlalu banyak.

Komposter


Kompos cair
Kompos cair yang dihasilkan dari komposter


Oya, kita juga bisa me-recycle air, lho! Ada salah satu desain Akanoma (suami saya pun masuk dalam tim desain ini) di Watu Kodok, Gunung Kidul, yang menggunakan konsep sistem penyaring grey water. FYI, grey water adalah limbah air yang didapat dari mencuci baju, mencuci piring, atau air bekas dari kamar mandi. Singkatnya, grey water adalah limbah air deterjen.

konsep bak penyaring grey water
Konsep Sistem Penyaring Air Deterjen by Akanoma

Tentang greywater, saya pernah menuliskan di sini; Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, untuk Indonesia yang Lebih Sehat


Nah, teman-teman, untuk kelangsungan air bersih, mari kita mulai dari hal kecil. Hal-hal kecil jika dilakukan oleh orang banyak, akan menghasilkan hal besar juga, Insya Allah. Tentu kita ingin mewariskan air bersih untuk anak kita kelak. Namun, yang lebih penting lagi adalah mewariskan kebiasaan-kebiasaan baik, agar di masa depan bumi kita tetap bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman.



Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.



Read More

Suka Duka Menjadi Seorang Perantau

Tuesday, May 19, 2020


'Merantau' dalam KBBI berarti berlayar, karena sesungguhnya kata 'rantau' artinya adalah pantai sepanjang teluk (sungai) atau pesisir. Namun, seiring dengan berkembangnya sebuah bahasa, kata 'merantau' mengalami perluasan makna. Setiap orang yang keluar dari daerahnya lalu tinggal di daerah lain (jauh atau tak seberapa jauh) untuk mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya, ia disebut perantau.

Saya sendiri sudah merantau sejak lulus SMA. Sebelum akhirnya menikah dan menetap di Solo hingga saat ini, saya mengajar dan belajar di Bogor selama kurang lebih 4 tahun.

Seperti yang sudah saya ceritakan di instagram @arinta.adiningtyas beberapa waktu lalu, saya meninggalkan Kota Hujan itu tepat saat libur kenaikan kelas 10 tahun lalu. Mengapa mengambil waktu di libur kenaikan kelas? Karena saat itu saya masih mengajar, sehingga saya harus menyelesaikan kewajiban saya hingga rapor anak didik saya selesai dibagikan.

Nah, sebelum pindah ke Solo, setiap hari saya selalu pergi ke tempat di bawah ini. Yap, ini adalah Stasiun Cilebut. Dari Stasiun Cilebut, saya menumpang KRL menuju Stasiun Bogor. Setelah itu saya menyambung perjalanan dengan menggunakan angkot menuju Kecamatan Ciomas. TK tempat saya mengajar tak jauh dari situ.


Stasiun Cilebut
Stasiun Cilebut, Bogor


Menjadi perantau memang tak mudah. Banyak suka dukanya. Dalam kondisi apapun, seorang perantau harus pandai menata hati, pandai bersabar, dan pandai menerima kenyataan. Meski begitu, pengalaman merantau mengajarkan saya banyak hal;


1. Kesempatan untuk Mengembangkan Diri

Ketika kita sudah sampai di tanah rantau, artinya perjuangan untuk bertahan hidup telah dimulai. Ngga bisa lagi bermanja-manja, karena kita tinggal jauh dari orang tua. Untuk itu, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan segala "tuntutan peran". Kemampuan kita saat menjalani tuntutan peran itu akan menentukan kualitas kita selanjutnya. Maka dari itu, tak salah jika merantau menjadi momen pengembangan diri, bukan?

2. Menambah Pengalaman

Tentu akan berbeda, pengalaman antara orang yang tidak pernah ke mana-mana dengan orang yang sering menjelajah ke berbagai tempat. Benar, kita memang bisa mengetahui banyak hal dengan membaca. Namun, merantau memberikan pengalaman yang bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga melingkupi apa yang dilihat dan apa yang dirasa.

3. Memupuk Toleransi

Tentu kita sudah sering mendengar peribahasa "Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya" yang artinya setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda. Nah, semakin banyak daerah yang pernah kita kunjungi, kita jadi lebih mudah untuk menghargai dan menghormati setiap perbedaan. Maka, jika ada orang yang sulit sekali menerima perbedaan, mungkin memang "mainnya kurang jauh".

4. Memperluas Pergaulan

Manusia adalah makhluk sosial. Di mana pun manusia akan selalu membutuhkan orang lain, meski hanya sekadar teman bicara. Nah, saat merantau entah untuk menempuh pendidikan atau untuk mencari penghidupan, kita "dipaksa" untuk mendapatkan lingkungan pergaulan yang baru. Dengan kata lain, dengan merantau jumlah teman pun akan bertambah dengan sendirinya.

5. Semakin Menghargai Keberadaan Keluarga

Memang benar, saat jarak memisahkan, kita baru akan sadar pentingnya kehadiran seseorang. Termasuk kehadiran keluarga, yang kadang tidak kita sadari dukungannya selama ini. Dengan merantau, kelak kita akan semakin menghargai setiap pertemuan. Kita juga akan lebih mudah berterima kasih untuk setiap hal yang telah orang tua kita berikan.


Nah, seperti halnya orang berpuasa yang senantiasa menantikan saat berbuka, perantau pun selalu menantikan saat-saat bisa pulang ke kampung halaman. Biasanya, itu terjadi di momen mendekati lebaran seperti hari ini. Namun, tahun ini ada banyak jiwa yang harus pasrah dengan keadaan. Kita semua harus mengikhlaskan kenyataan tak bisa mudik seperti tahun-tahun sebelumnya, karena wabah yang melanda di seluruh dunia.

Untuk menghadapinya, hanya ada satu kata untuk melipur lara. Sabar. Insya Allah akan ada waktunya kita bisa kembali berkumpul bersama. Tetap semangat, jaga kesehatan, jaga kewarasan, jangan ke mana-mana. Yuk, kita di rumah aja.



Read More

Hal-Hal yang Saya Syukuri Saat Berpuasa di Tengah Pandemi

Thursday, May 7, 2020


Puasa kali ini amat sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ya... Tidak tarawih di masjid, tidak bisa mudik, banyak yang kehilangan pekerjaan, ada yang dirumahkan, gaji dipotong, ngga dapat THR. Banyak cerita sedih pokoknya. Namun, di tengah "kesengsaraan" ini, insya Allah masih ada hal-hal yang patut kita syukuri. Ya, memang harus membuka mata lebar-lebar untuk bisa melihat hikmah dari setiap musibah, karena hikmah itu letaknya tersembunyi.

Yuk, coba lihat lagi, apa saja yang tidak ada di puasa tahun lalu, tapi bisa kita temukan di tahun ini? Sejauh ini, inilah yang saya dapati:

1. Tidak ada mercon

Mercon atau petasan biasanya menjadi salah satu hal yang mewarnai Ramadhan. Namun, seseru-serunya main mercon, tetap saja banyak mudharatnya. Di antaranya adalah;
  • Berbahaya. Sudah banyak cerita kecelakaan karena petasan. Salah satu saudara saya bahkan harus kehilangan tangannya karena benda ini.
  • Berisik.
  • Mubazir. Iyaa, kalian bisa bilang, membeli petasan sama dengan membeli kebahagiaan. Tapi masa ngga ada cara berbahagia yang lain sih? Yang lebih aman dan ngga merugikan orang lain?
Alhamdulillah, berkah pandemi covid 19, bulan Ramadhan ini terasa lebih tenang. Mungkin karena kondisi saat ini yang memang mengharuskan kita untuk lebih berhemat, mungkin juga karena anjuran untuk #dirumahaja. Apapun itu, alhamdulillah. :)

2. Jadi Lebih Kreatif

Banyak teman yang karena suntuk di rumah melulu, jadi terdorong untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya ingin dilakukan di masa sibuk dulu. Ada yang kembali menekuni hobi, ada yang justru menemukan passion baru.

Saya? Saya kini jadi rajin memasak. Kalau dulu saya suka stres saat harus ke dapur, sekarang, memasak malah menjadi salah satu cara stress reliever. Bisa berkebalikan gitu yak? Heran, wkwkwk... Alhamdulillah, di instagram banyak bertebaran resep-resep yang terlihat mudah untuk dicoba, dengan bahan-bahan yang harganya terjangkau dan mudah ditemukan di warung dekat rumah. Dan akhirnya, rasa penasaran pun mendorong saya untuk mencoba. :)

Apa saja yang sudah saya coba?

Pie Susu Teflon
Pie Susu Teflon

Pie Susu Teflon
Pie Susu Praktis

  • pie susu teflon
  • pizza teflon
  • donat
  • cireng
  • risoles mayones

Selanjutnya, saya ingin mencoba resep lainnya, seperti:
  • cilok
  • pastel
  • chicken eggroll
  • pempek
Ini adalah salah satu upaya positif untuk menangkal rasa bosan di tengah pandemi, ya kan?

Update terbaru, saya sudah mencoba resep cilok. Hihi, alhamdulillah semua suka, meski tingkat kekenyalannya masih harus diperbaiki sih. :)

Cilok
Cilok

3. Menebalnya Empati

Alhamdulillah, bulan Ramadhan ini banyak sekali gerakan-gerakan untuk membantu sesama yang mengalami kesulitan. Musisi-musisi melakukan konser amal, masyarakat pun bahu-membahu mengumpulkan rupiah demi rupiah melalui situs fundraising. Alhamdulillah, masih banyak orang baik. Alhamdulillah, masih banyak yang memiliki hati nurani. Tak usahlah melihat Ferdian Paleka, karena hanya akan menaikkan emosi saja.

Lihat yang seperti ini, physical distancing itu berjarak secara fisik, bukan hati. Salut untuk Pak Steven Indra. :)


Cara Berbagi di Masa Pandemi

4. Lebih Merasakan Makna Puasa

Inti dari puasa sebenarnya adalah menahan. Ya kan? Dulu-dulu, puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus di waktu siang, lalu sore harinya berburu takjil secara berlebihan. Jelang lebaran, rela berdesak-desakan di pasar atau mall untuk berburu pakaian. Kalau lelah, tanpa rasa dosa puasanya dibatalkan.


Insya Allah pembaca kayusirih tidak begitu, yaa... Tapi yang seperti ini ngga sedikit, lho. Saya pernah melihat sendiri soalnya.

Nah, adanya pandemi seperti sekarang ini, seolah-olah Allah ingin mengingatkan kita lagi. Allah memaksa kita untuk benar-benar menahan diri. Tahan, sabar, ada hal yang lebih penting untuk didahulukan. Puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar, dan lebaran bukan sekadar berganti pakaian.

Duh, jadi berat begini bahasannya. Hehehe.. Kalau kalian, apa saja yang kalian syukuri di Ramadhan kali ini?



Read More