Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Menjadi Narablog

Friday, January 25, 2019

Jika tahun 2013 lalu saya membiarkan blog yang dibuatkan oleh suami ini tetap kosong, barangkali saya masih menjadi Arin yang dulu; yang rendah diri, rapuh, pesimis, dan sering merasa inferior. Alhamdulillah, 2013 menjadi titik balik semua itu. Dan hari ini, saya, dengan bangga menjadi narablog atau blogger untuk www.kayusirih.com dan www.mamakepiting.com.

~~~

Seringkali kita mendikte Allah, agar kita seharusnya begini, begitu, diberi ini, diberi itu. Padahal, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik juga di mata Allah. Dan setelah berumur 30 tahun, saya baru benar-benar bisa memahami nasihat ini. Apa yang saya lewati dalam hidup ini, adalah hal terbaik yang sudah Allah beri.  

Saya tak menyangka, cita-cita saya untuk menjadi seorang penulis akan tercapai setelah menikah. Bayangan saya saat memutuskan menikah dulu, saya akan tetap menjadi seorang pengajar, dan profesi sebagai penulis akan tetap menjadi sebuah angan-angan. Kenapa? Karena meskipun saya suka menulis, tetapi saya merasa tak terlalu cakap melakukannya. Waktu sekolah saja, setiap kali ada soal mengarang, nilai saya hanya mentok di angka 75. Namun, jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya punya keinginan agar bisa berkarya di bidang tulisan, seperti Asma Nadia, idola saya di masa itu.


2013 Menjadi Titik Balik


Sebelum tahun 2013, saya pernah merasa terpuruk. Saya sering merasa menjadi manusia yang tidak ada gunanya. Saya pernah merasa menyesal karena menikah terlalu cepat, padahal, menikah muda adalah impian saya. Setelah impian saya menjadi nyata, saya malah menyesalinya. Padahal lagi, saya menikah tanpa dipaksa, dengan laki-laki yang juga saya pilih sendiri dan juga sangat saya cinta. Namun saat itu, jika Doraemon itu nyata adanya, barangkali saya sudah minta tolong padanya untuk mengirim saya kembali ke tahun-tahun sebelumnya.

Begitulah, rentetan-rentetan penyesalan itu selalu menjadi bayang-bayang. Sampai saya berada di titik di mana saya menyadari bahwa ternyata yang saya butuhkan hanyalah teman. Saya butuh kesibukan. Saya terlalu jenuh berada di rumah, dengan rutinitas yang itu-itu saja. Memasak, mencuci, mengasuh anak, begitu terus setiap hari.

Sebagai perantau di Kota Bengawan ini, kami berdua memang tak memiliki sanak saudara. Praktis, saya sama sekali tak punya teman bicara. Sungguh, apa yang saya alami saat awal menikah dulu, amat kontras dengan pekerjaan saya sebelumnya sebagai guru TK, yang banyak berbicara, banyak bernyanyi, dan banyak tertawa.

Ngeblog Membuatku Waras

Mau kembali bekerja (mengajar), suami tak mengizinkan. Alasannya, saya lebih berkewajiban mendidik anak sendiri daripada anak orang lain. Karena menjadi istri sholihah adalah cita-cita saya, maka saya mematuhi semua perintah dan larangannya. Kan, ridho Allah tergantung ridho suami kita. Lagipula, tak ada alasan bagi saya untuk membantahnya. Jika bekerja hanya soal materi, alhamdulillah, semua kebutuhan saya dipenuhinya.

Lambat laun, suami sebagai garwa alias sigaraning nyawa alias belahan jiwa saya, akhirnya menyadari hal lain yang dibutuhkan istrinya. Kesibukan.

Tidak, beliau belum mengizinkan saya mengajar, karena anak pertama kami saat itu masih berusia 2 tahun. Beliau hanya menyuruh saya mencari komunitas untuk belajar menulis di facebook, supaya ketika berselancar di dunia maya ada manfaat yang saya dapatkan.

Ya, sebelumnya, facebook hanya membuat saya patah hati. Facebook lah yang memupuk perasaan iri dan dengki. Saat melihat teman-teman seangkatan bermetamorfosis menjadi orang-orang yang sukses, hati saya perih. Ya itu tadi, saya menjadi semakin rendah diri, minder, pesimis, dan inferior.

Namun kali ini, saya membuka facebook dengan tujuan lain, yaitu belajar. Ada banyak komunitas yang saya ikuti. Alhamdulillah, saat itu syarat untuk bergabung menjadi anggota komunitas tak terlalu rumit. Bahkan, ada komunitas yang tidak menetapkan syarat apapun. Pokoknya, mau gabung, hayuk aja.

Dari komunitas-komunitas yang saya ikuti itu, saya memiliki banyak teman baru. Seiring bertambahnya teman, bertambah pula wawasan, tentang bagaimana cara mengirim tulisan ke media cetak, dan lain sebagainya. Hingga akhirnya saya melihat salah satu teman maya saya membagikan tulisan blog-nya.

Ah, saya jadi teringat blog ini, blog yang dibuatkan oleh suami sejak 2010 lalu. Blog ini sebelumnya tak pernah terisi, karena saya yang kurang percaya diri. Saya tak pernah mencoba menulis di blog ini, karena saya sudah terlanjur menghakimi diri saya sendiri. Saya menafikan sebuah nasihat yang berbunyi "Alah bisa karena biasa".

Dari sini, sebenarnya suami saya sudah memahami ketertarikan saya di dunia tulis-menulis. Hanya saja, beliau kurang gereget memotivasi saya. Hehe... Saya terlambat menyadari bahwa suami saya tak hanya melarang tanpa memberikan solusi. Lewat blog ini, beliau menyiapkan kegiatan pengganti agar saya tetap bisa menyibukkan diri. Namun, saya tak bisa menangkap maksudnya secara utuh. Ya, namanya juga laki-laki, lebih sering mengungkapkan sesuatu dengan kode yang susah dimengerti. Ups...
4 Manfaat Ngeblog

Saya pun memberanikan diri menulis di blog ini, meski saya menyadari bahwa tulisan saya biasa-biasa saja. Semakin lama, tulisan saya semakin banyak, dan hal itu mendorong saya untuk bergabung dengan Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB).

Dari mengeblog ini, setidaknya ada 4 manfaat yang saya dapatkan, antara lain;

1. Teman

Ini sudah tentu. Apalagi di Solo, dua bulan lalu sudah diresmikan KEB Chapter Solo. Alhamdulillah. Dan selama hampir 3 tahun ini, setiap dua bulan sekali, Mbak Ety Abdoel selalu saja punya ide untuk membuat acara bernama Arisan Ilmu. Dari kegiatan ini, saya bisa berjumpa dengan teman-teman.

Sungguh, bertemu mereka dua jam saja sudah membuat saya bahagia. Pulang dari acara, biasanya saya menjadi lebih ramah pada anak-anak, hehe... Tuh kan, jika ibu bahagia, anak-anak pun akan bahagia. Makanya, untuk para suami, bahagiakan ibu dari anak-anakmu, niscaya anak-anakmu akan bahagia selalu. :)

Belajar membuat infografis bersama Teh Langit Amaravati

2. Ilmu

Dari grup-grup blogger saya mendapatkan banyak ilmu. Dulu, saya sangat gaptek. Sekarang, lumayan lah. Setidaknya saya sedikit paham apa itu niche blog, DA/PA, SEO, bounce rate, dll. Ya, meski yang saya ketahui baru seujung kuku saja sih, hehe...

Dan seperti yang saya tuliskan di atas, KEB Solo sering mengadakan Arisan Ilmu. Kegiatan ini tentu saja sangat bermanfaat untuk saya dan teman-teman lainnya.

3. Pengalaman

Saya tak pernah menyangka bahwa wajah saya akan muncul di televisi. Jika saya tak menjadi seorang narablog / blogger, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

Persiapan sebelum live di MTA TV

Selain itu, kebetulan dalam waktu dekat KEB Solo akan mengadakan sebuah acara yang bertajuk KEB Intimate. Jujur, saya bangga dan bahagia bisa ikut terlibat di dalamnya.

4. Materi

Meski penghasilan saya dari blog belum bisa menyamai penghasilan blogger hits lainnya, tapi alhamdulillah, saya sangat mensyukuri segalanya. Dari blog, saya bisa menyisihkan untuk bapak, untuk adik, untuk saya sendiri, dan untuk anak-anak. Alhamdulillah...

Oya, tak hanya uang yang saya dapatkan. Dari berbagai giveaway yang saya ikuti, saya pernah mendapat buku, baju, dan pernak-pernik lainnya. Alhamdulillah...

~

Seringkali kita terlambat menangkap maksud Tuhan. Terkadang kita mengutuk diri sendiri, sebab tetakdir yang kita alami. Padahal jika kita mau bersabar, jika kita mau berpikir jernih, ada hikmah yang bisa kita dapatkan.

Dari perjalanan hidup saya di atas, saya jadi teringat dengan sebuah pesan yang pernah dosen saya katakan.

Berjalanlah di atas kekuranganmu, maka kamu akan unggul di situ. ~ Mr. Supeno


Well, tak perlu menunggu segalanya sempurna untuk bisa bahagia, karena kebahagiaan itu dicipta, bukan diminta.


Read More

Back to December, a Brokenhearted Song

Thursday, January 10, 2019

Actually I'm not a big fans of Taylor Swift, but the "Back to December" song, sung and created by her, changed everything. In this song, I admit her expertise in writing lyrics. 

Lagu-lagu patah hati
Taylor Swift - Back to December

Back to December adalah sebuah lagu patah hati, yang "dalem" banget maknanya. Saya bahkan hampir nangis waktu dengar dan baca liriknya. Ikut merasakan penyesalan, gitu deh.. Makanya nggak heran kalau lagu ini banyak memperoleh pujian, tak hanya karena melodi dan vocal-nya, tapi juga karena liriknya.

Terus terang, saya baru tahu lagu ini kemarin, berkat postingan sebuah akun instagram yang memposting video Krissysings saat meng-cover lagu ini. Karena lagunya easy listening dan cara Krissysings membawakannya juga asik sekaligus mengingatkan saya pada M2M, duo yang menemani masa remaja saya, saya jadi terdorong untuk mencari tahu lagu ini. 


Oh, ternyata, Back to December adalah lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh Taylor Swift, di album ketiganya yang berjudul Speak Now, dan dirilis pada tahun 2010. Wah, ternyata sudah 9 tahun lalu, ke mana saja aku? Okelah, 2010 saya baru saja menikah, jadi wajar kalau sampai nggak ngeh sama lagu patah hati. Haha.. Eh, tapi bukan karena saat ini saya sedang patah hati, saya jadi suka lagu ini, loh yaa... Pas pertama dengar kan, saya nggak paham sama liriknya. Wkwkwk... Saya cuma terpesona sama mereka berdua ini lho...


Krissysings
Krissysings, ketika meng-cover Back to December

Oh ya, pengen tahu liriknya nggak? Supaya paling tidak bisa mengerti "patah hati" yang saya maksud, hehe.. Here you go...

Back to December


I'm so glad you made time to see me
How's life, tell me how's your family?
I haven't seen them in a while
You've been good, busier than ever
We small talk, work, and the weather
Your guard is up and I know why

Because the last time you saw me
Is still burned in the back of your mind
You gave me roses and I left them there to die

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
And I go back to December, turn around and make it all right
I go back to December all the time

These days I haven't been sleeping
Staying up paying back myself leaving
When your birthday passed and I didn't call
And I think about summer, all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I'd loved you in the fall
And then the cold came, the dark days when fear crept into my mind
You gave me all your love and all I gave you was goodbye

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I'd go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time

I miss your tan skin, your sweet smile, so good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry
Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
But if we loved again, I swear I'd love you right

I'd go back in time and change it but I can't
So if the chain is on your door, I understand

But this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December 
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I'd go back to December, turn around and make it all right
I'd go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time
All the time


Okay, let's see the sentence that I bold. All about regrets, right?

Intinya, seandainya bisa memutar waktu, mungkin itu akan dilakukan, supaya tidak lagi ada penyesalan. Kalau lagu Indonesia, mungkin lagunya Rossa yang judulnya Aku Bukan Untukmu, cukup mewakili lagu ini.


Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun tak pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku

~ You gave me roses and I left them there to die
~ You gave me all your love and all I gave you was goodbye

Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Di saat kumulai mengharapkanmu
Dan kumohon maafkan aku

~ So if the chain is on your door, I understand
~ But if we loved again, I swear I'd love you right

Habis itu cowoknya jawab, "Nasi sudah jadi bubur." Wkwkwk...

Baca: Lagi Patah Hati? Barangkali Petuah Para Musisi Ini Bisa Menguatkanmu Kembali

Motivational Quote
Fear is temporary, Regret is forever.

Tuh, sedih kan? Ada yang pernah mengalami hal ini juga? Menyia-nyiakan orang yang beneran tulus mencintai, dan ketika tersadar, dia sudah pergi. But if we loved again, I swear I'd love you right.


Read More

5 Hal yang Saya Syukuri di Tahun Ini

Sunday, December 30, 2018

2018 hampir usai. Tentu ada catatan kekurangan, tapi bagi saya, yang paling penting adalah kesadaran untuk berusaha memperbaikinya. Catatan itu salah satunya ada pada ibadah yang ala kadarnya. Ini yang amat saya sesali, dan semoga di hari yang akan datang, saya bisa lebih baik lagi.

Namun di luar itu, 2018 menjadi tahun yang penuh syukur. Ada beberapa hal yang akan saya tulis di sini, dan ada beberapa hal yang akan saya simpan sendiri. Hehe... Ya kan meski saya adalah blogger curhat, saya harus tetap punya rahasia. :')

Nah, yang paling saya syukuri di tahun ini adalah:

1. Jalan-jalan Sekeluarga

Bulan Februari yang lalu, alhamdulillah kami bisa jalan-jalan sekeluarga. Ini adalah momen yang sangat langka, dan tentunya sangat sangat saya syukuri. 

Pertama, kami berkumpul di rumah Mbak Ita di Semarang. Besoknya, kami jalan-jalan di Kebun Bunga Celosia di Bandungan, lalu ke Kebun Kopi Banaran. Alhamdulillah, bahagia sekali.



Naik sepeda di Kebun Kopi Banaran

2. Lebaran pertama di Purworejo

Ini juga momen langka, karena setelah menikah, seringkali saya melewatkan hari raya Idul Fitri di rumah mertua di Majalengka. Bukan berarti lebaran di Majalengka ngga menyenangkan yaa.. Di sana juga seru, apalagi biasanya di H-1 kami memasak bersama. Oma biasanya akan membuat sayur lodeh pepaya. Ini sangat spesial, karena di rumah-rumah lainnya tidak ada sayur ini. Dan saudara-saudara yang datang, biasanya sengaja mengosongkan perut untuk bisa mencicipi sayur buatan Oma ini.

Tapi, namanya lebaran di tanah kelahiran, tentu berbeda rasanya. Ada sepotong kenangan yang tak bisa didapatkan di tempat lain. Ya kan? Maka dari itu, tahun ini terasa sangat membahagiakan karena saya bisa berlebaran dengan bapak.



3. Masuk TV

Hehe, agak norak memang kalau saya menceritakan tentang pengalaman ini. Terserah deh apa kata orang. Yang jelas, momen ini tak akan terlupakan. 

Saya ngga akan mengulangi cerita itu di sini, karena saya sudah menuliskan dengan sangat gamblang di cerita di bawah ini;



4. Amay berhasil membuat pictorial book

Ini juga luar biasa. Saya yang sudah bertahun-tahun belajar membuat buku anak saja, belum bisa menerbitkan satu pun karya. Tapi Amay, di usianya yang baru 7 tahun, berhasil membuat sebuah buku anak, meski masih sangat sederhana. Dan dari hasil penjualan buku tersebut, Amay belajar berbagi dengan menyumbangkan seluruh keuntungan untuk korban gempa.

Baca ceritanya di sini yaa: 



5. Naik 1 level dalam membuat cerita anak

Kalau Amay sudah bisa membuat buku, saya baru belajar membuat cerita anak. Alhamdulillah, dua kali saya mendapat kesempatan belajar membuat cerita anak dari Bu Nurhayati Pujiastuti. Waktu itu, saya hanya komentar saja di status beliau. Alhamdulillah, hadiahnya adalah kelas gratis bimbingan membuat cerita anak.

Kelas Gratis ke 2

Kelas Gratis Pertama

Dan di akhir tahun ini, saya berhasil menjadi pemenang pertama lomba menulis cerita anak yang diadakan oleh IIDN Solo. Memang pesertanya nggak banyak, tapi tetap saja bikin bahagia, hihi..

Apalagi kemarin saya berhasil melewati tantangan menulis dengan tokoh manusia. Ya, biasanya saya lebih nyaman membuat fabel atau cerita dengan tokoh binatang. Jadi, lomba kemarin itu benar-benar di luar zona nyaman saya.



Baiklah, itu dia 5 hal yang amat sangat saya syukuri di tahun ini. Yang lainnya masih banyak, tapi saya simpan di hati saja yaa.. Hihi.. 

Kalau teman-teman, apa saja pengalaman membahagiakan di tahun ini? Cerita yuk, supaya kita selalu punya alasan untuk bersyukur. :)

Nantikan tulisan Mbak Ran dan Mbak Widut tentang kebahagiaan mereka di tahun ini juga yaa... :)


Read More

Tips Membawa Balita Naik Pesawat Saat Liburan

Sunday, December 23, 2018


Bulan Maret tahun 2016 yang lalu, adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di luar pulau Jawa (dan Madura). Saat itu pula, untuk pertama kalinya akhirnya saya merasakan bagaimana rasanya menaiki pesawat terbang. Deg-degan tentu saja, apalagi saat itu saya membawa dua anak laki-laki saya. Anak pertama saat itu berusia 5 tahun, dan yang ke dua 16 bulan.

Kami ke Makassar untuk mengunjungi Aki dan Nin (mertua saya). Sejak tahun 2012, Aki bertugas di sana, tepatnya di Kabupaten Gowa.

Jalan-jalan ke Pantai Losari

Berburu Kuliner di Sekitar Pantai Losari

Tiket ke Makassar sudah kami dapatkan jauh-jauh hari. Alhamdulillah, saat berangkat, kami mendapat promo tiket Garuda Indonesia. Mmm, memang beda ya Garuda dengan yang lain, hihihi... Ya, ada harga ada rupa tentu saja. Bahkan sebenarnya perjalanan selama 1,5 jam dari Jogja menuju Makassar, terasa sangat cepat.

Tapi meski nyaman, namanya anak kecil, ada saja yang membuatnya rewel. Setelah berada di udara sekitar satu jam, Aga anak ke dua kami yang usianya baru 16 bulan, berteriak-teriak sambil menangis. Padahal, saat itu ia sedang tidur.

Kejadian ini tentu saja membuat kami panik. Saya sudah berusaha memberi ASI, tapi ditolaknya. Suara tangisan Aga sungguh memekakkan telinga. Saya jadi tak enak hati dengan penumpang lainnya, bahkan ada pramugari yang mendekati kami juga untuk menawarkan bantuan.

Amay Berlarian di Menara Pinisi UNM

Menara Pinisi UNM

Akhirnya Aga kembali tenang setelah kami mengipasinya. Saya menduga, Aga kegerahan. Eh, bukan gerah mungkin ya, cuma sumpek aja. Berada di ketinggian, tentu kadar oksigen juga semakin berkurang kan...

Nah, belajar dari pengalaman naik pesawat bersama anak-anak, berikut ini tips yang bisa saya bagikan agar perjalanan dengan pesawat terasa nyaman;

1. Cari jadwal penerbangan yang pas

Tepat di pergantian tahun lalu saat liburan ke Jakarta, kami pulang ke Solo dengan pesawat pagi. Karena jadwalnya jam 07:00, maka setidaknya kami harus berangkat selepas shubuh dari rumah adik di Bintaro. 

Berangkat selepas shubuh, artinya kami harus bangun di pagi buta untuk mempersiapkan segalanya. Anak-anak pun mau tidak mau harus bangun pagi juga. 

Di sinilah letak kesalahan kami. Anak-anak masih mengantuk saat berangkat, dan ini membuat mood-nya kurang bagus. Efeknya, saat kami sudah berada di pesawat, anak-anak menjadi susah diatur. Saat menjelang take off dan semua penumpang diharuskan untuk duduk di kursi masing-masing dengan seat belt yang dikencangkan, Aga menolak untuk melakukannya. Endingnya sudah bisa ditebak lah ya, dia menangis sambil meraung-raung. Tapi tak lama kemudian dia tertidur.

Memandang Keindahan Pantai Losari

2. Pilih tempat duduk yang nyaman

Posisi menentukan emosi. Hihi... Kalau anak kita suka dengan pemandangan luar, pilihkan tempat duduk di dekat jendela. Kalau anak kita suka berjalan-jalan, pilihkan tempat duduk di dekat lorong.

3. Siapkan tas khusus yang berisi keperluan anak

Biasanya tas ini saya isi dengan baju ganti untuk dua anak, tisu basah dan kering, minyak telon, minyak kayu putih, makanan kecil, minuman, mainan kesayangan, juga buku cerita. Dan yang tak boleh terlupa yaitu kipas.

Kipas ini sangat berguna lho... Ini saya simpulkan setelah penerbangan ke Makassar saat itu. Aga yang kegerahan, menjadi tenang setelah kami mengipasinya.

Menginap di Hotel di Sekitar Pantai Losari

4. Pakaikan baju yang nyaman

Ini nih. Kadangkala sebagai orang tua, kita ingin anak-anak kita tampil keren. Kita hampir tidak peduli apakah anak merasa nyaman atau tidak. Padahal, yang merasakannya adalah mereka, bukan kita. Makanya, untuk sekarang ini, jika mau bepergian saya menanyakan pada mereka, apakah pakaian yang mereka kenakan ini nyaman atau tidak.

Selain itu, pilih pakaian yang tidak terlalu ribet, agar tidak menyusahkan saat mereka ingin ke kamar kecil.

5. Lindungi telinga anak-anak agar tidak sakit

Saat ke Makassar dulu, Aga masih minum ASI. Jadi saat pesawat bersiap untuk take off, saya bergegas menyusuinya. Untuk sang kakak, bisa kita pakaikan headset atau earplug. Bisa juga kita beri ia permen.

Keseruan Membawa Dua Bocah Berliburan dengan Pesawat Terbang

Baiklah, itu dia 5 tips paling penting saat akan melakukan perjalanan dengan pesawat terbang bersama balita. Ayo rencanakan liburan bersama keluarga, cari tiket pesawat di Pegipegi jauh-jauh hari sebelumnya. Beli tiket pesawat lewat Pegipegi harganya bisa jadi lebih murah lho, karena di Pegipegi ada banyak promo. Pegipegi juga bekerja sama dengan ribuan hotel. Jadi, pesan tiket dan booking hotel bisa dilakukan di satu tempat sekaligus. Selamat mencoba dan selamat berlibur yaaa... :)

Read More

Akun Instagram Favoritku

Monday, December 17, 2018

Awalnya saya pengen ikutan #BPN30DayChallenge2018, tapi karena satu dan lain hal, saya nggak bisa ngikutin juga. Keteteran. Ya gimana yaa, saya memang nulisnya tergantung mood dan duit. #Eh. Jadi nulis seminggu sekali aja udah bagus sebenarnya.

Saya cuma kuat 3 hari doang dong... Selanjutnya ngga kekejar. Repot banget, Ciiin.. Apalagi waktu itu saya harus mendampingi Amay saat UAS juga kan... Jadi saya cuma sanggup nulis 3 tema ini aja;




Walaupun saya nggak bisa ngelanjutin challenge-nya, namun ada beberapa tema yang rasanya sayang untuk saya lewatkan. Salah satunya ya sesuai dengan judul di atas, yaitu "Akun Instagram Favoritku". Thanks to Blogger Perempuan yang udah ngasih ide tulisan, sehingga bisa lah dipakai untuk nambah-nambah tulisan organik. Ya, biar blog-nya nggak cuma terisi sama iklan. #Ahelaaah

Oke deh, langsung saja yaaa... Inilah daftar akun instagram favorit saya, jerereng jeng jeng... 

1. Ringgo Agus

Mmm, mungkin pada heran ya, kenapa Ringgo jadi favorit nomor 1? Secara, cakep juga ngga terlalu, ya kan? Hahaha... Tapi terus terang, kadangkala saat saya bosan dengan isi Instagram sementara postingan Ringgo belum lewat di news feed, saya sengaja lho buka akunnya. Di sana saya menemukan hiburan, hihi... 

Foto bagus, pasti. Artis mana sih yang foto-fotonya cuma ala kadarnya dan banyak blurnya? Tapi ada kelebihan lain dari Ringgo Agus yang tak dimiliki artis lain. Baba-nya Bjorka ini kelihatan ramah banget, terbukti dengan seringnya doi membalas komentar followers-nya. Doi juga nggak pelit ngasih info kayak misalnya motret pakai lensa berapa, edit pakai aplikasi apa...

Satu lagi yang bikin saya suka, caption di setiap postingannya selalu lucu. Bahkan kadang kita nggak nyadar kalo doi lagi ngiklan, karena saking soft selling-nya. Ini yang membedakannya dengan artis lain.

2. Sabai Dieter

Istrinya Ringgo Agus ini juga 11-12 lah sama suaminya. Meski Sabai masih sedikit lebih berwibawa dibanding Baba yaa, wkwkwk... Tapi dari Sabai dan Ringgo, saya jadi punya perspektif lain terhadap para artis di Indonesia. Ya, artis pun nyatanya ada yang apa adanya. 

Ringgo - Sabai, Kocak dan Kompak

3. Melki Bajaj

Berawal saat Asean Games beberapa bulan lalu Melki membuat video tentang bulu tangkis bersama istrinya, saya jadi sering kepoin instagramnya. Lucuuu, dan saya sering dibikin baper. Lucunya lucu romantis gitu kan yaa.. 

Belakangan ini, Melki makin rajin bikin video lucu semacam itu. Saya sukaaa... Apalagi Melki dan istri juga kelihatan kompak banget. Duh, love deh. Oya, anaknya juga beberapa kali diajak ngelawak juga. Kayaknya sekeluarga punya darah komedi semua yaa...

Melki Bajaj dan istrinya

Dari 3 akun instagram di atas, ketahuan ya kecenderungan saya mem-follow artis itu karena apa, xixixi... Ya, saya memang cari yang bisa membuat saya tertawa.

Tapi nggak cuma cari yang lucu-lucu aja, di instagram, saya juga follow yang serius-serius koq. Kalau diambil benang merahnya, yang membuat saya tertarik adalah caption atau tulisan mereka sih. Siapakah mereka? Oke kita lanjutkan saja!

4. Putri Marino

Ada yang nggak tau siapa itu Putri Marino? Yup, dia adalah istri Chicco Jerikho. Yang spesial dari ibu muda ini adalah, terkadang dia menyelipkan puisi di postingannya. Baca deh puisi-puisi pendeknya, cari dengan #poempm. 

Saya kasih contoh larik-larik puisi yang dibuatnya yaa...

"saat waktu tidak bisa diajak berteman
saat bunyi detik jam selalu terdengar
ruang pikiran kitalah yang harus kita ajak untuk bersahabat
bukannya begitu?"

Sederhana sih, nggak nyastra-nyastra amat. Tapi saya suka.

Lanjut yaa... 

5. Shabrina Ws

Mungkin dari 5 daftar akun favorit saya, Mbak Shabrinalah satu-satunya yang bukan seleb. Meski begitu, Mbak Shabrina sudah jadi seleb di hati saya. Saya nge-fans dengan cerpen-cerpennya, juga puisi-puisinya.



Baiklah, itu dia 5 akun instagram yang sering saya kasih "love". Akun instagram favorit saya bisa jadi berbeda dengan akun favorit teman-teman yaa.. Ya kan, alasan tiap orang mem-follow seseorang tentu tidak sama. Ada yang menyukai foto-fotonya, ada yang suka dengan penampilannya, cerita hidupnya, dll. Yang penting, kita nggak menyia-nyiakan waktu dengan menulis komentar yang mengandung unsur kebencian atau adu domba yaa... Jangan sampai lah. Sayang jari dan kuota internetnya. :)

Oke deh, see yaaa.. Besok insya Allah saya mau nulis tentang akun yutub favorit. Tungguin yaa.. :)
Read More

Bebelac Gold 3, Susu untuk Kesehatan Saluran Cerna Anakku

Saturday, December 15, 2018


Menjadi seorang ibu memang tak mudah. Ada banyak hal yang harus dipikirkan. Dan drama sebagai seorang ibu, tak hanya berhenti di susahnya memiliki waktu untuk makan dengan tenang, mandi dengan tenang tanpa harus digedor-gedor dari luar, atau tentang pusingnya menyiapkan makanan yang tak hanya disukai oleh anak-anak namun juga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

Drama sebagai seorang ibu, berlanjut ke bagaimana mencari dan memilihkan susu pertumbuhan yang rasanya disukai anak-anak, sekaligus bisa mencukupi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ini tidak semudah kelihatannya lho... Saya kebetulan termasuk ibu yang sering gonta-ganti merek, karena anak-anak saya cepat bosan. Terkadang, bukan mereknya yang saya ganti, tapi rasanya. Misalnya, dari rasa cokelat ke rasa madu, atau sebaliknya.


Review Bebelac Gold 3

Nah, belakangan, saya mencoba Bebelac Gold 3 untuk Aga. Aga sangat excited dan tak sabar untuk mencicipi susu barunya ini. Begitu susu saya buka, baunya langsung menggoda. Jujur, baunya nggak bikin enek sama sekali. Padahal saat ini saya mencobakan susu rasa madu, bukan cokelat seperti rasa favoritnya.

Oke, karena Aga sudah tidak sabar, saya pun membuatkan segelas susu hangat untuknya, sesuai dengan petunjuk pemakaian. 

Pertama, saya merebus 200ml air hingga mendidih. Setelah itu, saya diamkan selama sekitar 10 menit, agar suhunya turun. 

Kedua, sambil menunggu suhu air turun, saya menyiapkan gelas dan sendok (untuk mengaduk) yang sudah kering. Setelah itu, saya tuangkan air masak tadi ke dalam gelas.

Ketiga, saya masukkan 3 sendok takar Bebelac Gold 3 ke dalamnya.

Keempat, saya aduk hingga susu bubuk Bebelac Gold 3 terlarut sempurna.

Kelima, susu sudah jadi dan siap untuk Aga nikmati.


Review Bebelac Gold 3

Memberikan susu bubuk Bebelac Gold 3 pada Aga, saya tak lagi khawatir dengan kebutuhan nutrisinya. Ya, meski setiap hari saya memasakkan sayur untuknya, namun seperti orang dewasa, ada kalanya nafsu makan anak-anak memburuk juga, sehingga yang terjadi saya membiarkan mereka memilih makanan yang mereka inginkan meski ujung-ujungnya ceplok telur lagi – ceplok telur lagi. 

Nah, adanya Bebelac Gold 3 membuat saya tenang, karena Bebelac Gold 3 diperkaya dengan Tinggi serat, dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian si kecil. Tinggi serat juga mendukung perut si kecil agar bisa hasilkan 7 kehebatan perut. Apa saja 7 kehebatan perut itu? 


7 Kehebatan Perut Sehat


Jauh sebelum saya mengetahui kehebatan perut sehat dari Bebelac Gold 3, Fahmi Adiba, teman kantor suami, pernah berkata, “Biar anaknya pintar, pijat di sekitar sini, Mbak (sambil menunjukkan titik yang dimaksud, ada di gambar). Itu sebenarnya titik refleksi untuk pencernaan.”



titik refleksi untuk pencernaan

Saya pun bertanya, “Apa hubungannya pencernaan dengan kepandaian?” 

Diba menjawab, “Kalau pencernaannya baik, anak jadi tenang, nyaman, rasa percaya dirinya muncul, dan semua informasi bisa terserap dengan baik.”

Saya hanya manggut-manggut. Masuk akal juga sih yaa... Pantesan, anak yang gizinya terpenuhi, biasanya jadi lebih pandai. Pendapat ini didukung pula oleh tulisan Dr. Badriul Hegar, Ph. D, Sp.A (K), yang mengatakan bahwa, “Saluran cerna mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi otak. Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon, dan kekebalan tubuh.”

“Serotonin adalah neurotransmiter utama yang dihasilkan oleh saluran cerna untuk selanjutnya dikirim ke otak. Sekitar 95% serotonin di dalam tubuh ditemukan di dalam saluran cerna. Saat serotonin dilepaskan oleh saluran cerna, otak akan mendapat sinyal yang mengatur suasana hati (mood), selera makan, tidur, dan ingatan. Kekurangan serotonin dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kualitas tidur yang buruk, daya ingat berkurang, dan kesulitan belajar.” Kata beliau pula.

Duh, kalau sudah tahu fakta tersebut, saya jadi merasa bersalah karena sering asal-asalan menyediakan gizi untuk anak-anak. Alhamdulillah, Bebelac Gold 3 yang Aga konsumsi bisa mencukupi kebutuhan nutrisi harian Aga. Sebagai informasi, berikut adalah perbandingan nutrisi yang terkandung dalam Bebelac Gold 3 dengan susu merek lain. 


Perbandingan Nutrisi Bebelac Gold Vs Merek Lainnya


Mmm, lumayan juga ya perbedaannya. Padahal bisa jadi merek lain tersebut harganya lebih mahal. Bismillah deh, kita pakai Bebelac Gold 3 saja ya, Nak... Semoga ini jadi pencarian terakhir, agar Mama nggak perlu pusing-pusing lagi memilih dan mencari susu pertumbuhan untukmu. 

Read More

Wonderful Indonesia; Jalan-jalan ke Hutan Pinus Mangunan, Tempat Wisata di Jogja yang Cocok Dikunjungi Saat Tanggal Tua

Sunday, December 2, 2018

Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Yogyakarta

Hari Sabtu tanggal 24 November yang lalu, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Hutan Pinus. Alhamdulillah, setelah selama ini paling hanya melewati tepinya saja sembari membayangkan bagaimana rasanya berada di bawah teduhnya pepohonan yang rimbun dari balik kaca kendaraan.

Tempat ini kami tuju karena kebetulan kami mendapat undangan pernikahan di Jogja. Daripada nggak ke mana-mana setelahnya, ya sudah, jalan-jalan saja. Mumpung di Jogja. Maklum ya, meskipun jarak Solo-Jogja cuma sekitar 1 jam, tapi kami ini termasuk orang yang jarang jalan-jalan selain di musim liburan.

Awalnya kami berencana untuk mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka. Tapi karena tahun lalu anak-anak sudah pernah diajak ke sana, ditambah kondisi kantong lagi sekarat karena tanggal sudah sangat tua namun gajian masih lama, akhirnya kami putar haluan. 

"Oke, kita ke Puncak Mangunan!" 


Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Foto oleh kayusirih.com.

Di perjalanan, anak-anak terlihat senang. Kami pun dibuat takjub saat melihat pemandangan dari atas. "Masya Allah!" berulang kali kalimat itu terucap.

Jalan yang berkelok-kelok berhasil mengalihkan keinginan Amay untuk memegang gadget. Thanks to Tante Siska, karena punya ide untuk membuat tebakan berapa jumlah belokan dari tempat Amay meminta gadget sampai tempat tujuan. Hihihi...

Dan alhamdulillah, pilihan kami tepat, karena jalan-jalan di sini benar-benar bisa hemat. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 2.500,00 per orang dan parkir mobil sebesar Rp 5.000,00 saja, kami bisa menikmati sejuknya udara pegunungan, sekaligus berfoto ria sepuasnya.

Oh ya, untuk anak-anak di bawah usia SD, tidak perlu membayar tiket yaa.. Hemat banget memang, karena serombongan hanya menghabiskan Rp 20.000,00 saja. 


Spot Foto di Hutan Pinus Mangunan

Seakan mencoba memuaskan hasrat pengunjung untuk berselfie-ria, Hutan Pinus Mangunan pun bersolek sedemikian rupa. Ada pondok kecil yang terbuat dari bambu dan kayu, yang bisa kita jadikan tempat untuk mengabadikan kenangan, sebagai bukti bahwa kita telah sampai di Hutan Pinus Mangunan.

Bunga-bunga berwarna cerah pun ditanam di sana. Ada Bunga Celosia alias Jengger Ayam, yang mendominasi tempat ini. Warna merah dan kuningnya menggoda siapapun yang melihatnya. Senang sekali, akhirnya saya bisa memegangnya. Selama ini saya hanya mampu melihatnya melalui foto yang dibagikan teman-teman di media sosial.

"Ternyata bunganya basah ya, nggak kayak bunga kertas. Aku kira bunganya kering, soalnya kalau di foto kelihatan seperti bunga buatan." kata saya.

Selain Bunga Celosia, ada bunga kertas, bunga kenikir, bunga matahari juga ada. Sayangnya waktu kami ke sana, bunga mataharinya sudah kering, sebagian malah belum berbunga. Tapi tak apa, mungkin ini pertanda bahwa kelak kami harus kembali lagi ke sana, haha...






Lelah berkeliling?

Tenang, di sini ada banyak kursi dari kayu. Ada bebatuan untuk duduk sembari melepas lelah atau berfoto juga.




Oya, tak perlu khawatir saat membeli jajanan di dekat area parkir mobil, yaa... Harganya wajar koq, nggak "ngagetok" kalau kata orang Sunda mah.

Kami sempat membeli es krim cone yang harganya hanya Rp 6.000,00 untuk ukuran sedang, dan Rp 10.000,00 untuk ukuran yang lebih besar. Jajanan lain seperti pentol bakso, siomay, tahu bulat yang digoreng dadakan pun ada. Tapi kami nggak sempat mencicipi semua, karena perut masih cukup kenyang. Ya kan, sudah numpang makan siang di tempat pesta sebelumnya, hihi...

ada yang nyempil di antara kami :D

Nah, foto di bawah ini adalah pemandangan yang bisa kita lihat dari area gardu pandang. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah di pagi hari dan sore hari, karena di dua waktu ini teman-teman bisa menikmati sunrise dan sunset

Oh ya, untuk berfoto juga akan lebih syahdu, karena di pagi atau sore hari biasanya tempat ini dibalut kabut.

Bunga Celosia di Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Yogyakarta

Nah, teman-teman yang akan mengunjungi Hutan Pinus Mangunan, tak perlu khawatir jika bosan. Di sekitar area ini, ada banyak bukit dengan pemandangan yang memesona. Ada Puncak Becici, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Pengger, dll.

Sayangnya, kemarin kami tak sempat mengunjungi yang lainnya. Semoga kelak kami bisa kembali ke sana, karena saya masih penasaran dengan Hutan Pinus Pengger yang konon katanya cantik sekali jika dikunjungi di malam hari.  

Ayo kita kunjungi tempat-tempat wisata di dalam negeri! Kita buktikan pada dunia how Wonderful Indonesia is. 

Wonderful Indonesia

Kalau teman-teman punya cerita tentang keindahan Indonesia yang lainnya, ayo ikutan lomba ini juga. Lumayan lho, hadiahnya! Klik link ini untuk info selanjutnya: https://goo.gl/forms/RJuGs5pjTXEj5ZpD3

Good luck, yaa...☺

Wonderful Indonesia Blog Competitions 2018

Read More

Kirim Paketmu Via Paxel, Sehari Langsung Sampai

Friday, November 30, 2018

Beberapa waktu terakhir, teman-teman blogger ramai membicarakan sebuah perusahaan baru di bidang pengiriman logistik bernama Paxel. Awalnya saya sempat skeptis, "Yang bener aja, masa bikin ekspedisi sehari sampai? Oh, mungkin maksudnya cuma dalam kota aja kali yaa... Tapi kalau cuma dalam kota mah, bisa dikirim pakai motor aja dong, kayak yang sudah-sudah? Ini yang bikin Paxel apa nggak salah strategi nih?" begitu batin saya.

Dan saat mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara Blogger Gathering with Paxel, saya langsung semangat. Saya minta izin pada suami, apakah boleh datang ke acara itu? Alhamdulillah, suami mengizinkan. Bahkan, jika rencana awalnya saya akan mengajak Aga ikut serta, suami malah menyarankan agar Amay Aga di rumah saja bersamanya. Alhamdulillah. Padahal jadwalnya cukup lama, lho, karena acaranya sendiri dimulai pukul 14:00 dan berakhir pukul 18:00. Tapi alhamdulillah, suami sangat mendukung kegiatan saya ini. Jadi, saya tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya harus mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tadinya hanya berputar-putar di kepala saja.

Tibalah saatnya acara dimulai. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, MC mempersilakan Bapak Johari Zein, co-founder Paxel untuk berbicara di depan. Terus terang nih, saat baru datang dan memasuki ruangan, saya sempat berpapasan dengan beliau. My first impression about him be like, "Waduh, kok agak serem nih," hihi... Soalnya beliau ini cool banget.

Pak Johari Zein, co-founder Paxel

Tapi kemudian pandangan saya berubah 180 derajat, setelah beberapa menit beliau berbicara di depan.

FYI, Bapak Johari Zein, pada tahun 1990 - 2016, merupakan salah satu dari dewan direksi JNE. Tahun 2016 beliau keluar dari jajaran direksi, kemudian menjadi komisaris JNE sampai saat ini. Setelah menjadi komisaris itulah, beliau memiliki banyak waktu luang, dan beliau pun menggunakan waktunya untuk mewujudkan ide-ide briliannya, salah satunya yaitu Paxel. Selain sebagai co-founder Paxel, beliau juga merupakan founder OMIYAGO INDONESIA, #BuahTanganOnTheGo. Kapan-kapan saya tulis tentang OMIYAGO ini deh. :)

Pak Johari Zein ini seorang mualaf, dan dalam menjalankan bisnisnya, beliau tidak pernah terlepas dari tuntunan ayat-ayat Al-Qur'an. Salah satunya adalah apa yang terdapat dalam Q.S Al-Ma'un. Inilah yang membuat pandangan saya terhadap beliau berubah. Bukan karena mualafnya ya, tapi karena Spiritual Manajemen yang dianutnya.

Q.S Al-Ma'un

Pak Johari Zein meyakini bahwa bisnis kita akan berkembang dengan baik, jika kita menjalankan apa yang Tuhan perintahkan, di antaranya adalah dengan berbuat baik pada sesama. "Sesama" ini dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri, contohnya dengan penggunaan istilah Happiness Hero, Pahlawan Kebahagiaan, untuk menggantikan kata "kurir".

Luar biasa yaa.. Kita yang mendengar istilah Happiness Hero saja ikut bahagia 'kan? Iya, memang sama-sama kurir, tapi dari istilah yang dipakai, sudah terasa "nguwongke" atau "ngajeni" sesama manusia, ya nggak? Sama halnya dengan istilah Asisten Rumah Tangga untuk menggantikan kata "pembantu". Terdengar dan terasa lebih halus, bukan?

Kalau kurirnya saja disebut dengan Happiness Hero, berarti yang dibawanya adalah kebaikan dan kebahagiaan. Dan untuk membawakan kebaikan dan kebahagiaan, Hero harus bahagia dan baik juga kan? Logikanya seperti itu. Ini sesuai dengan misi Paxel untuk #AntarkanKebaikan.

Tak hanya baik pada diri sendiri (perusahaan dan semua yang terlibat di dalamnya), Paxel juga baik pada orang lain. Paxel ini perusahaan baru, belum banyak keuntungannya, tapi Paxel sudah #AntarkanKebaikan ke mana-mana. Contohnya, Paxel berbagi komputer ke sebuah sekolah terpencil di Serang. Selain itu, Paxel juga menjadi donatur tetap Rumah Harapan Indonesia.

Rumah Harapan Indonesia adalah rumah singgah untuk anak-anak yang sakit (usia 0-17 tahun) dari keluarga tidak mampu yang berasal dari luar Jakarta, yang dirujuk untuk berobat atau rawat jalan di Jakarta. Founder-nya adalah Kak Valencia Mieke Randa.


Mendengar cerita Kak Valen mata saya sempat menggenang. Bagaimana tidak? Ada seorang adik yang bahkan sudah divonis oleh dokter bahwa hidupnya tak lama lagi, tapi karena Kak Valen meyakini bahwa hati yang gembira adalah obat yang paling mujarab, adik itu sekarang sudah sehat. Luar biasa ya?

Kak Valen berpesan, "Kalau kita pernah mendapatkan kebaikan dari orang lain, jangan biarkan kebaikan itu putus di tangan kita. Jadilah pengantar kebaikan, dan dengan itu kita bisa mewujudkan rantai kebaikan (kebaikan yang tak pernah putus)." Pesan ini saya catat dalam ingatan. Nah, untuk teman-teman yang membutuhkan informasi lebih jauh tentang Rumah Harapan Indonesia ini, silakan mengunjungi http://rumah-harapan.com/.

Kembali ke Paxel yaa...

MENGAPA DINAMAKAN PAXEL?

Paxel berasal dari kata Pax, yang artinya passenger (dalam hal ini adalah package atau paket), dan Accelerate yang artinya mempercepat. Paxel adalah perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi aplikasi, yang berkomitmen untuk mengirimkan paket dengan cepat.

"Paxel ini dibuat bukan untuk menyaingi JNE atau ekspedisi lainnya. Jauh lah." Kata Pak Johari Zein, saat menjawab pertanyaan saya, tentang jasa pengiriman yang sudah ada saat ini. "Tapi fokus dari Paxel, adalah mengirim barang di hari yang sama. Kalau dalam kota saja, bisa dikirim pakai motor, tapi kalau dari Solo sampai Jakarta? Gempor motornya," lanjut beliau sembari tertawa.

Okay, akhirnya pertanyaan saya terjawab. Jadi fokus dari Paxel adalah di same day service-nya. Makanya, Paxel baru dibuka di kota-kota yang ada bandaranya. Dan untuk mendukung layanan same day service ini, paket-paket di Paxel dikirim secara ESTAFET. Jadi, Hero di first mile dan last mile itu berbeda.

Lanjut yaa...

AREA JANGKAUAN PAXEL SAAT INI

Kemarin saya membuat status di whatsapp tentang Paxel, dan beberapa orang teman bertanya,

"Di Purworejo udah ada belum, Rin?"

"Di Kalimantan udah ada belum, Rin?"

Nah, di sini saya akan jawab. Karena Paxel ini masih baru, jadi Paxel baru tersedia di Jabodetabek, Bandung, Jogja, Solo, dan Semarang.

Area Jangkauan Paxel sementara ini

Tapi di acara kemarin, Paxel berjanji akan segera memperluas area jangkauan koq. Semoga segera sampai di kotamu yaa, biar aku bisa #AntarkanKebaikan ke situ. Eeeaaaa...


SIZE CHART

Dan yang membedakan Paxel dengan ekspedisi lainnya adalah, tarifnya tidak tergantung kilogram. Ada size chart sendiri, yaitu; small, medium, dan large. Maksimum ukuran paket yang bisa diterima adalah dengan dimensi 50cm x 50cm x 50cm. Kenapa? Karena Hero Paxel masih menggunakan sepeda motor untuk pick up barang kita.




BERAPA ONGKOS KIRIMNYA?

Nah, ini perbedaan Paxel dengan yang lain. Tarifnya flat.

Ongkos Kirim Via Paxel

Nggak bingung kan bacanya?

Jadi misal gini. Kemarin saya kirim barang ke area dalam kota, Solo-Solo, dengan ukuran small, ongkos kirimnya adalah Rp 18.000,-

Teman saya dari Solo, kirim barang ke Jakarta dengan ukuran large, ongkos kirimnya adalah sebesar Rp 80.000,-

Mahal? Sepintas memang terlihat mahal. Tapi untuk same day service, ongkos kirimnya masuk akal koq, daripada antar sendiri barangnya kan... Jadi misal butuh waktu buru-buru untuk kirim dokumen, jika memakai ekspedisi lainnya mungkin butuh waktu sampai keesokan harinya, bisa coba kirim via Paxel. 


KELEBIHAN PAXEL LAINNYA

Kelebihan Paxel

Kelebihan Paxel dibanding Ekspedisi lainnya, antara lain:

1. No Cancel --> Paketmu tidak akan ditolak, asalkan masih masuk di coverage area dan bukan barang-barang yang terlarang yaa...

2. Preferred Time Slot --> Kita bisa memilih waktu yang kita inginkan. Misal nih, seharusnya paket sampai di jam 14:00 - 16:00, tapi di jam itu kita masih ada di kantor sehingga rumah kosong, di situ kita bisa pilih waktu pengantaran, sampai jam 10 malam.

3. Flat Price --> Tarifnya flat

4. No Distance Limit --> Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bagi Paxel, jarak bukan masalah, karena sistem pengiriman barang dilakukan secara estafet.

5. Money Back Guarantee --> Kalau paketmu tidak terkirim tepat waktu, jangan khawatir, uangmu akan kembali.

6. Free Insurance up to 10 million IDR --> Kalau ada kehilangan atau kerusakan barang dalam pengiriman, tenang, ada asuransi sampai Rp 10 juta. Dan jika nilai barang yang dikirim lebih dari Rp 10 juta, disediakan opsi untuk membayar asuransi tambahan.

Oya, kemarin saya sempat kirim paket ke Semarang lho...

Hero Paxel, Full Smile

Setelah create shipment melalui aplikasi, saya menunggu Hero Paxel menjemput paket ke rumah. Bisa dilihat di tracking di bawah ini, paket saya dijemput sekitar jam 10:40 WIB, dan perkiraannya, barang akan sampai di Semarang antara pukul 20:00 - 22:00 WIB atau jam 8-10 malam.

Ya, tracking Paxel memang sangat detail.


Meski estimasi di aplikasi, barang akan sampai antara jam 8-10 malam, nyatanya sebelum maghrib barang sudah diantar. Alhamdulillah.

Foto di bawah adalah foto Mas Imam, kakak saya, saat menerima paket dari Hero Paxel di Semarang.



Di aplikasi pun kita bisa melihat apakah paket kita sudah benar-benar disampaikan atau belum. Di bagian atas ada simbol lonceng atau notifikasi, kita bisa klik kalimat "Check your Proof of Delivery" dan melihat dengan detail siapa penerimanya.

Nggak usah bingung dengan nama recipient-nya, kenapa Ika Puspitasari dan bukan Mas Imam seperti foto di atas, karena Mas Imam adalah suaminya. Wkwkwkwk...

Nggak usah bingung pula dengan nama Vina di "received by"-nya, karena Vina adalah anaknya. Xixixi...

Oya, dan sebagai bukti bahwa paket kita benar-benar telah disampaikan, Paxel akan memfoto penerima dan meminta tanda tangannya. Seperti yang tertera di bawah ini. 

Jadi misal yang menerima paket adalah tetangga kita, lalu tetangga kita nggak mau ngaku, kita bisa tunjukkan foto dan tanda tangannya di sini. Hayo, mau bohong lu? Hihii... Karena pernah kan ada kejadian, pembeli belum menerima barang, tapi dari ekspedisi mengaku sudah mengantarkan. Ternyata tetangganya nakal. 

Nah, via Paxel, kau takkan bisa berdusta. :D


Setelah membuktikan bahwa same day service yang ditawarkan Paxel bukan cuma bualan, rasanya saya jadi ingin berbisnis Frozen Food lagi.

Ingat kan, saya dulu pernah jualan Cilok dan Siomay? Dulu saya sering minta tolong pada Geget untuk mengantarkan Cilok dan Siomay kepada pelanggan di area Solo Raya. Dan untuk kiriman ke luar kota, karena Cilok dan Siomay yang saya jual bisa tahan sampai 3 hari di suhu ruang, saya mengusahakan mengirimnya dengan paket tercepat.

Tapi pernah, kiriman yang seharusnya sampai 2 hari kemudian (sesuai estimasi ekspedisi, dari Solo-Bandung), baru sampai ke tangan pelanggan di hari ke lima. Alhasil, Cilok dan Siomay sudah berjamur. Hiks... Saya pun rugi karena harus mengganti uang pembeli. Sedihnya, dari pihak ekspedisi tidak mau mengganti. *cry

Jadi teman-teman, yang punya bisnis Frozen Food, atau yang seperti Mbak Ety Abdoel, punya bisnis pizza yang pelanggannya sudah tersebar di mana-mana, coba kirim via Paxel deh. Download aplikasinya, pakai kode referral arintaadiningtyas (tanpa spasi) kalau pingin dapat 100K. Buruan! Promonya cuma sampai 7 Desember lho! Jangan sampai kelewatan. 

Dan dengan menggunakan Paxel, berarti teman-teman sudah #AntarkanKebaikan


Read More