Event Collaboration KEB & WARDAH, di The Alana Hotel, Solo

Sunday, March 3, 2019

Makmin KEB Chapter Solo

Minggu pagi, 17 Februari 2019 lalu, saya dan teman-teman Makmin KEB Solo sudah berkumpul di Aquamarine Room, The Alana Hotel, Solo. Meski beberapa hari sebelumnya saya terserang flu dan demam, tapi pagi itu alhamdulillah saya sudah merasa lebih sehat, dan siap melaksanakan tugas.

Di event kali ini, kebetulan saya diamanahi tugas di bagian pendaftaran peserta. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari seminggu, peserta terkumpul cukup banyak, sekitar 41 orang, meski masih kurang dari target sebelumnya yaitu 50 orang.

Tidak terlalu buruk lah ya, jika mengingat persiapannya yang juga sangat mepet.



Alhamdulillah, peserta juga terlihat sangat antusias, meski banyak di antaranya belum saling mengenal satu dengan yang lainnya. Ya, event yang memadukan beauty class dengan talk show bertema “Grooming Your Personality” ini memang terbuka untuk umum. Jadi, pesertanya berasal dari berbagai kalangan.

Sangat tepat jika talk show diadakan di awal, karena Mbak Octaria Kenes yang mengisi talk show, mampu menghangatkan suasana dengan materi yang dibawakannya. Apa yang disampaikan Mbak Ria kemarin, benar-benar menguliti kami, hihi... Tanpa sadar kami berucap, "Ho oh banget. Aku tipe yang kayak gitu."

Octaria Kenes

Oya, ada tips dan trik yang diberikan oleh Mbak Ria, agar kita bisa tampil fashionableApa saja itu?

1. Kenali pribadi kita. Apakah kita ini cuek, simpel atau modis?

2. Playing with your mirror. Semakin sering ngaca, kita pasti akan menemukan style baru yang nggak gitu-gitu melulu.

3. Manfaatkan baju lama. Ini adalah salah satu kiat untuk berhemat. Yang masih oke untuk dipadupadankan, pakai lagi saja.. Biasanya, pakaian-pakaian lama ini ada di tumpukan paling bawah. Luangkan waktu untuk bongkar lemari, yaa.

Jika ada pakaian yang entah dari ukurannya sudah tidak memungkinkan untuk dipakai kembali atau dari warnanya sudah kebanyakan stok, bisa dijual lagi lewat "garage sale". Tapi, pastikan kondisinya masih bagus, yaa... Hehe, jangan yang suda belel dijual, wkwk.. Dari garage sale ini, uangnya bisa kita pakai lagi untuk kebutuhan fashion kita selanjutnya.

Itu dia tips fashion dari Mbak Ria.

Dan ketika hari beranjak siang, AC di dalam ruangan makin terasa dingin, datanglah Mbak @deecintahh, MUA dari Solo. Olehnya, kami diajak berdandan. Jujur saja, meski katanya perempuan tak bisa jauh dari kata “dandan”, namun hal ini sangat jarang saya lakukan. Dandan sih dandan, tapi paling hanya pakai moisturizer dan bedakan. Selesai.

beauty class with Wardah

Makanya, ketika saya dihadapkan dengan micellar water, saya bingung, apa fungsi air ini? Baru ketika Opik, adik saya, menjelaskan saya jadi tahu kalau micellar water ini untuk membersihkan wajah. Wkwkwk... Don’t blame me, yaa... Mohon maklum, soalnya setahu saya, dulu ibu pakai milk cleanser dan toner untuk membersihkan make up. ðŸ˜†ðŸ˜†ðŸ˜†

Selanjutnya, setelah membersihkan wajah dengan micellar water, kami dibimbing untuk mengaplikasikan foundation. Sebelumnya, saya memakai “ALOE hydramild multifunction gel” dari Wardah sebagai pelembab. 

Sampai di sini masih lancar, hehe.. 

Setelah memakai foundation, kami diminta untuk memakai bedak. Ini juga masih gampang lah. Tapi, ketika tiba saatnya memakai eye shadow dan blush on, saya kemudian sadar bahwa ujian telah dimulai. Wkwkwk...

Ujian terberat adalah saat tiba giliran memakai eye liner. Ya Allah, saya sampai menghabiskan berlembar-lembar tissue. Untuk apa? Untuk menghapus air mata yang berulang kali keluar akibat kecolok berkali-kali. Hahaha... Untungnya di dekat saya ada Mbak Bella yang udah ahli dandan.

“Mbak, bukan kayak gitu makainya. Kayak gini...” kata Mbak Bella, sambil membimbing saya belajar memakai eye liner. Alhamdulillah, sekarang saya jadi tahu cara memakainya, xixixi... 

Ujian berat berikutnya adalah saat kami harus membuat alis. Meskipun alis yang saya buat belum bagus, tapi urusan membuat alis masih lebih mendingan daripada memakai eye liner. Setidaknya, memakai pensil alis tidak semenyakitkan saat memakai eye liner. Hihi...

Bener deh, adanya beauty class seperti ini sungguh bermanfaat untuk saya, yang beberapa hari sebelumnya sudah dikode oleh suami untuk dandan saat di rumah.


Saya  juga sangat bahagia, karena saya berhasil menemukan lipstik yang warnanya sangat pas untuk bibir saya. Sayangnya, produk ini tidak tersedia di booth Wardah kemarin, karena kata Mbak dari Wardah, lipstik yang ada di pallet yang digunakan untuk beauty class adalah produk lama, sedangkan yang dibawa saat event kemarin adalah produk-produk terbaru.

Wefie setelah beauty class 

Ya sudahlah... Mari kita cari di tempat yang lain, hehe.. Yang penting saya sudah tahu lipstik apa yang cocok untuk saya. 

Memasuki jam makan siang, The Alana Hotel Solo sudah menyediakan berbagai macam kudapan. Menunya enak-enak banget. Terima kasih, Alana. 

photo oleh Mak Ranny Afandi

Tidak hanya saya yang betah berada di Alana, Aga juga. Apalagi Aquamarine Room, tempat diselenggarakannya Event Collaboration kemarin, terletak di lantai dua di mana Kids Club dan kolam renang berada. Aga seneng banget dong... Beberapa kali dia mengajak Mamanya ke luar ruangan untuk menemaninya bermain di Kids Club. Ya, meski jadinya Mamanya ini tertinggal materi talk show yaa.. Tapi tak apalah...

Aquamarine Pool

Oya, Amay dan Aga pernah ikut acara di Kids Club lho. Baca Grand Opening Kids Club di The Alana Hotel, Solo untuk tahu info detailnya.

Anyway, thanks to Alana, thanks to Wardah, and thanks to all the participants who have made this event run well and very exciting. See you at the next event. ☺






Read More

Kompor Gas Rinnai, Kado Pernikahan dari Ibu Kost Terbaik Sedunia

Thursday, February 28, 2019

2009, saya yang sudah terlalu lelah jika setiap hari harus pulang malam, akhirnya memutuskan untuk mencari kos di dekat kampus. FYI, dulu setiap pagi saya mengajar di Bogor, lalu sore harinya saya kuliah di Jakarta. Biasanya kuliah berakhir jam 21:15 WIB, 15 menit lebih awal dari jadwal seharusnya. Dan ini menguntungkan saya karena saya masih bisa berusaha untuk mengejar waktu menuju stasiun, demi bisa pulang dengan KRL. Saat itu, kereta terakhir menuju Bogor dari stasiun Pasar Minggu adalah sekitar jam 21:30. Jika sedang apes, kereta terlewat, dan saya harus naik angkot menuju Depok. Dari Depok pindah angkot menuju Bojong Gede, namun biasanya saya sudah dijemput oleh Om di Citayam (terima kasih banyak, Om Edy. Arin ngga bisa balas kebaikan Om dan Bulik selama ini). Jika saya pulang kuliah dengan menumpang angkot, saya baru sampai di Cilebut sekitar pukul 23:30 WIB. 

Lelah? Banget. Apalagi besoknya saya harus bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap mengajar. Maka dari itu, saya memutuskan untuk indekos di dekat kampus, sehingga saya tak perlu khawatir pulang malam. Toh, berangkat pagi-pagi dari Jakarta ke Bogor itu lebih nyaman buat saya, karena kereta masih sepi.

Lanjut soal indekos, alhamdulillah, Allah Maha Baik. Saya dipertemukan dengan ibu kost terbaik sedunia. Hanya dengan Rp 300.000,- sebulan, di Jakarta, saya mendapat kamar yang sudah dilengkapi dengan lemari, tempat tidur, dan kamar mandi dalam. Kamar mandinya pakai kloset duduk lagi. Murce kan? Belum lagi hampir setiap malam sepulang kuliah ibu kos menawari kami, anak-anak kos, dengan jus tomat atau jus pepaya atau jus jambu buatannya. Barokallah untuk Bu Lucy, ibu kos kami.

Kutipan R.A. Kartini tentang kebahagiaan

Waktu pertama kali melihat-lihat kos ini, saya memang langsung yakin dan tanpa pikir panjang langsung memberikan "tanda jadi" karena ibu kos sangat ramah. Malah tanpa sengaja kami saling curhat, tentang saya yang baru ditinggal ibu untuk selama-lamanya, dan tentang ibu kos yang di tahun sebelumnya juga ditinggal oleh suami tercintanya. Ya, sampai sejauh itu.
Bulan-bulan selanjutnya kami semakin dekat. Ibu kos pun tak sungkan bertanya, "Arin sudah punya calon belum?"

Saya yang saat itu memang jomblo fi sabilillah *uhuk*, menjawab, "Belum, Bu.. Belum ada yang mau, hehe..."

Namun tak lama setelah itu, mantan kekasih yang ada di Jogja tiba-tiba datang. Datangnya lewat friendster lagi, yang kemudian berlanjut ke facebook. Haha... Padahal saat itu ibu kos berniat mengenalkan saya pada keponakannya. Ya sudah, saya "terpaksa" menolak.




"Saya sudah 'diminta' sama seseorang, Bu..." jawab saya.

Ibu agak terkejut, terlihat sedikit kecewa karena tak jadi menjodohkan keponakannya dengan saya, tapi sejurus kemudian beliau berubah menjadi heboh. Hihi... Ketika saya ceritakan semuanya, beliau mengaku bersyukur dan mendoakan semuanya berjalan lancar. Ya, memang hubungan saya dengan ibu kos sudah sedekat itu dulu. Bahkan, saat ulang tahun saya yang ke-21, ibu memberikan kejutan. Beliau menyambut saya yang saat itu baru pulang kuliah dengan tumpukan donat merek terkenal yang disusun mengerucut, lengkap dengan lilinnya. Luar biasa ya? Adakah ibu kost yang lebih baik dari beliau?

Dan ketika hari pernikahan saya hampir tiba, ibu memberi saya sebuah kado besar. Benar-benar besar, sampai beliau bilang, "Maaf ya, Rin, ibu bingung mau bungkusnya macam mana. Nggak usah dibungkus nggak apa-apa ya?"

Tentu saja tidak masalah buat saya. Yang penting kan isinya. #Eh, becandaaa... Bukan, bukan itu maksud saya. Mendapat perhatian sebesar itu saja sudah sangat membahagiakan buat saya. Saya tak pernah mengharap pemberian apapun dari ibu kos, karena beliau sudah sedemikian baik terhadap saya, sejak saya menjadi salah satu penghuni kos-nya.

Lalu, apakah isi kadonya? Sesuai dengan judul tulisan ini, ibu kos menghadiahkan sebuah kompor gas untuk saya. Mereknya Rinnai, warnanya hitam.

Alhamdulillah...

Kompor Gas Rinnai

Kompor gas inilah yang saya pakai untuk melayani suami dan anak-anak saya; untuk menjerang air mandi saat cuaca dingin, untuk membuatkan teh/kopi setiap hari, juga untuk memasak makanan. Insya Allah, apa yang telah saya lakukan dengan kompor itu selama kurang lebih 9 tahun ini, ikut mengalirkan pahala pada pemberinya. Aamiin YRA.

Umur kompor ini sudah lebih dari 9 tahun, karena saya menikah di bulan November tahun 2009. Meski ada beberapa bagian yang sudah terkelupas, itu karena kelalaian saya sendiri. Dulu saat dapur di kontrakan masih di luar, saya jarang sekali membersihkan kompor ini. Ditambah lagi, di luar dia terkena panas dan hujan. Komplit lah.




Dan alhamdulillah, memasuki tahun ke-10 usianya, performanya masih oke punya. Baru tahun lalu saya memanggil teknisi kompor untuk memperbaiki dan membersihkannya. Itu pun sebenarnya hanya menyetel ulang karena saya beralih ke bright gas.

Ceritanya begini, saya beralih menggunakan bright gas yang berwarna pink, karena saat itu keberadaan gas melon 3 kg agak langka. Nah, kata Pak Teknisi, perbedaan tekanan antara bright gas dan gas melon lah yang mengakibatkan kompor ini macet. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada kompor yang saya miliki, karena kata Pak Teknisi lagi, belakangan ini pelanggannya mengeluhkan hal yang sama.

Berkat keahlian tangan Pak Teknisi, alhamdulillah kompor gas Rinnai saya bisa digunakan kembali, baik ketika dipasangi gas melon 3 kg maupun ketika dipasangi bright gas yang berwarna pink.

Jadi terbukti yaa, kalau kompor gas Rinnai itu awet.

Kompor gas Rinnai Cetlon, harganya terjangkau

Dan menurut saya, ada 3 keunggulan Rinnai dari yang lain, sehingga Rinnai pantas dijadikan pilihan oleh generasi jaman now, yaitu;

1. Harganya terjangkau
Untuk pasangan muda, kompor gas Rinnai sangat cocok dijadikan pilihan. Ya kan, di awal kehidupan berumah tangga biasanya kebutuhan lagi banyak-banyaknya, so kita mesti bijak membelanjakan uang. Kalau ada yang murah dan berkualitas, ngapain pilih yang mahal, bukan?

2. Cocok untuk kado
Nih, buat yang bingung mau kasih kado apa untuk pernikahan sahabat atau saudara, kasih kompor gas aja. Dijamin berguna.

3. Awet dan mudah dibersihkan
Yes, seperti cerita saya di atas tadi, selama 9 tahun memakai kompor gas Rinnai, baru tahun kemarin saya memanggil teknisi. Itu pun problemnya bukan di spare part yang rusak, tapi di tekanan gas yang saya pakai.

Kelebihan Kompor Gas Rinnai

Jadi untuk teman-teman yang bingung mau cari kado untuk pernikahan sahabat atau saudara dekat, kompor gas Rinnai cocok banget deh, karena #RinnaiPilihanGenerasiNow ☺

Read More

Seberapa Cancer Aku?

Tuesday, February 12, 2019

Suatu hari di WA grup #BloggerKAH, Mbak Ran sang cenayang tiba-tiba mengirimkan sebuah gambar yang berisi tentang karakter seorang cancer. Seperti ini;

karakter cewek berzodiak cancer

Nggak hanya untuk saya yang memang berzodiak cancer sih, tapi Mbak Ran juga mengirimkan gambar karakter Leo Girl dan Aquarius Girl. Leo adalah zodiak Mbak Ran, sedangkan Aquarius adalah zodiak Mbak Widut. 

Dari gambar itu, katanya cancer girl itu karakternya seperti ini;

1. Selalu mikir pake logika dan apa yang dia bilang biasanya selalu benar
Emang kayak gitu? Ah, engga juga deh kayaknya..

2. Peka banget sama keadaan dan perasaan orang lain, rada sensitif juga orangnya
Emmm, ini ada benarnya sih. Saya ini ngga enakan dan ngga tegaan orangnya.

3. Agak susah move on dari mantannya yang udah ninggalin banyak kenangan
Hahaha... Iya apa engga nih?

4. Kalau dia punya firasat buruk sama seseorang, biasanya itu benar
Yes, karena saya sensitif alias peka, jadi suka ngga tegaan dan ngga enakan sama orang. Saya bisa menilai dan merasakan apakah seseorang itu tulus atau tidak. Kalau hati saya bilang "tidak", mending tidak sama sekali. :)

5. Paling ga suka kalau dikritik
Wkekekek... Ini bener banget. Dulu pas tahun 2010 dibikinin blog untuk nulis, sebenarnya saya dikritik kalau tulisan saya masih ngga enak dibaca. Siapa yang bilang? MAS YOPIE. Itu yang bikin saya mutung alias ngambek, trus ngga mau belajar nulis lagi. Suami saya kalau ngomong tu apa adanya banget soalnya. Ya, sampai sekarang juga sih, cuma udah agak enak didengar. Atau, sayanya juga sudah mulai kebal dengan kritikannya? Ya pokoknya intinya sekarang komunikasinya sudah mulai enak lah..

6. Pendengar yang baik, dia suka ngasih saran-saran gitu buat sahabatnya 
Ngga tau juga sih, apakah saya adalah pendengar yang baik? Tapi, beberapa teman memang suka curhat sama saya. Gara-gara dicurhati seorang teman, saya sampai bikin tulisan ini; Untuk Sebuah Kebahagiaan yang Dibuat-buat. Eh tapi, sebenarnya bukan dia yang berniat cerita sih, cuma saya aja yang suka tanya-tanya. Errrr, suka kepo sama hidup orang. Trus endingnya, saya ikut baper, huhu... Ikut mikir, ikut sedih. Wah, payah...

Dari 6 karakter perempuan cancer yang ditulis di atas, yang paling bikin ngakak tuh yang bagian "agak susah move on dari mantan". Haha...

Eh, emangnya saya susah move on dari mantan ya?

Jawabannya, iya. Dan itu yang bikin kami ini jadi orang yang setia.



Kalau teman-teman suka baca blog ini, mungkin teman-teman ingat kalau Mas Yopie itu pernah jadi kekasih saya waktu saya SMA. Lalu kami putus saat saya berhijrah, dan akhirnya bersatu kembali setelah ibu meninggal. Ya, kami kembali bertemu saat Mas Yopie ke rumah untuk takziah. Dan selanjutnya, semua berjalan begitu saja hingga sekarang kami punya anak dua. :D

Selain yang tercantum di atas, sebenarnya ada satu ciri orang cancer yang sangat melekat. Apa itu? Penyendiri. Ini sampai saya bikin satu postingan sendiri, lho. Baca deh ; Si Penyendiri.

Nggak percaya ya, kalau saya penyendiri? Hihi.. Di saat-saat tertentu, iya. Tapi ada waktu di mana seorang cancer juga akan sangat bahagia saat bertemu dengan teman-temannya. Seperti yang tertulis di sini:

karakter orang berzodiak cancer


karakter seorang cancer, di-capture dari www.theshonet.com

Pas nunjukin screenshot ini ke #BloggerKAH, saya merasa seperti, "Tuh kan, aku tu penyendiri parah. Nomor 1 tuh! Wagelaseeeh..."

Trus habis itu ada yang nanya, "Tapi koq kamu sering kumpul-kumpul sama teman-teman, Rin? Kelihatannya kamu sering jalan-jalan malah."

Nah ini...

Saya seringnya kumpul sama siapa? Teman-teman KEB dan IIDN. Artinya, saat berkumpul itu saya sedang belajar, bukan kongkow-kongkow yang ngga jelas. Dan itu ngga sering, paling dua bulan sekali. Kalau kelihatan sering, ya karena di bulan ini IIDN, bulan depan KEB, gitu. Selang-seling. Nggak pernah bentrok? Enggaa... Soalnya kebanyakan anggota KEB itu anggota IIDN juga (yang memiliki blog). Jadi biasanya kalau buat acara, sengaja dibedakan waktunya.

Selain KEB dan IIDN, acara lainnya paling pertemuan kelasnya Amay. Entah itu di TK atau SD. Nah, nanti kalau Aga mulai sekolah, pasti acara seperti ini akan bertambah. Siap-siap, Rin! ;p

Oya, ada lagi sih. Arisan di perumahan. Karena saya di GGI, dan rumah kantor ada di CPI, jadi arisannya sebulan dua kali. Wkwkwk... Di luar kegiatan-kegiatan itu, saya di rumah. Ngapain aja? Ya masak, nyuci, nyetrika, kayak simbok-simbok biasanya lah... Tapi terus terang, saya jarang ke rumah tetangga. Lha tetangganya pada kerja semua. Wkwkwk... Jadi ya beneran kalau di rumah ya di dalam rumah aja.

Saya mah orang rumahan, xixixi...

Kayaknya itu ya, 6+1 karakter perempuan cancer. Ada yang cancer juga, dan merasa memiliki karakter yang sama? Atau, kira-kira ada tambahan karakter lainnya? Yuk, komentar di bawah. :)


Read More

Foldie Wallet Dari Marawa, Simpel, Muat Banyak dan Tetap Gaya

Saturday, February 9, 2019

Kalau ditanya, benda apa yang tak boleh ketinggalan saat bepergian, teman-teman akan jawab apa? Kalau saya sih, uang dan handphone. Jangan sampai dua benda itu ketinggalan, karena saya bisa mati gaya nantinya.

Untuk membawa uang, berikut kartu ATM, KTP, dll, biasanya saya memakai dompet pemberian mertua. Tetapi masalah muncul ketika kartu-kartu saya bertambah, dompet pemberian Mamah nggak bisa menampung semua kartunya. Kartu apa sajakah itu? Ya macam-macam. Ada kartu bermain di Trans Studio, kartu periksa ke dokter, kartu member supermarket, sampai kartu member punya Amay Aga.

Eh, Amay Aga juga punya kartu, lho... Waktu Grand Opening Kids Club di Hotel Alana beberapa bulan lalu, Amay dan Aga mendapatkan member card. Jelaslah ini menambah tebal dompet saya, ya kan? Ya, siapa lagi yang akan bawa kartu-kartu mereka jika bukan saya ibunya? 

Oya, tentang Kids Club bisa dibaca di sini ya; Grand Opening "Kids Club" di The Alana Hotel Solo

Beruntung sekali, saya kini memiliki Foldie Wallet dari Marawa. Desainnya simpel dan motifnya juga unik, hasil sulaman dari tangan-tangan terampil. Memang, produk-produk Marawa baik itu Foldie Wallet maupun Sling Bag, merupakan produk handmade

Sling Bag by Marawa. Cantik-cantik motifnya.

Saat melihat motif-motifnya yang cantik, saya dibuat bingung. Pilih yang mana ya? Ingin ini ingin itu banyak sekaliiii... 

Dan akhirnya saya pilih warna hitam, dengan motif seorang wanita cantik yang sedang mengintip dari balik tirai. 

Misterius nggak sih? Hihi...

Foldie Wallet by Marawa

Kenapa pilih warna hitam? Konon katanya, warna hitam adalah warna terbaik untuk sebuah dompet. Mengapa? Karena warna ini merupakan simbol dari kekayaan dan kemakmuran. Ada kepercayaan yang mengatakan bahwa, jika ingin keuangan kita lancar, ingin beruntung dalam bisnis, maka dianjurkan untuk memilih dompet berwarna hitam. Untuk hal ini, monggo, boleh percaya boleh tidak.  Namanya juga kepercayaan, ya kan? :)

Kembali ke produk Marawa Handmade, yang saya suka dari Foldie Wallet ini, dua barang yang wajib saya bawa ke mana-mana yaitu uang dan handphone, bisa masuk ke dalamnya. Jadi semakin praktis kan?

Serius, handphone bisa masuk?

Serius lah. Handphone saya berukuran 5 inch, by the way.

Foldie by Marawa, bisa untuk wadah handphone, sampai alat make up

FYI, Foldie Wallet by Marawa ini memiliki dua kompartemen, yaitu Kompartemen Flip dan Kompartemen Utama.

Di Kompartemen Flip, ada apa saja?
- 3 slot uang kertas
- 3 slot kartu / ATM
- 1 slot slip / kartu (besar), ini saya gunakan untuk menyimpan kartu dokter, dll.

Di Kompartemen Utama, kita bisa menaruh banyak barang, seperti;
- 2 slot serbaguna. Ini terserah, mau diisi uang lagi (banyak banget tempat uangnya yaa...), atau smartphone,  powerbank, bisa juga untuk peralatan make up seperti bedak, eye shadow, dll.
- 1 slot zipper. Ini bisa dipakai untuk menaruh uang receh, token, atau lipstik. 

Marawa Handmade

Asik kan? Meski ukurannya tidak terlalu besar, tapi Foldie Wallet ini seperti kantong doraemon, hihi...

Kalau teman-teman ingin memiliki Foldie Wallet seperti yang saya miliki, produk Marawa Handmade bisa dibeli di Shopee, Tokopedia, juga Bukalapak, lho! Cari saja produknya dengan keyword "slingbag marawa", "poke marawa", atau "foldie marawa".

Kalau masih bingung, pengen beli yang seperti apa, motifnya bagaimana, bisa kepoin instagramnya di @marawa.handmade. Semoga nggak semakin bingung yaa, karena motifnya memang lucu-lucu banget. :D

Mini Sling Bag by Marawa

Saya suka bisnis, bisa ikut menjualkan tidak?

Oh, tentu saja. Teman-teman yang suka bisnis dan ingin ikut memasarkan produk Marawa, bisa mendaftar menjadi reseller Marawa. Caranya, DM via IG @marawa.handmade atau WA ke nomor 0853-5333-5313. Selamat mencoba yaa... ☺
Read More

KEB Intimate; Ketika Perempuan Saling Bersinergi

Tuesday, February 5, 2019

Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahwa saya bisa menjadi bagian dari sebuah perhelatan besar yang digelar oleh KEB Chapter Solo. Dan ketika saya berada di dalam atmosfer itu, saya berhasil membuktikan sebuah kutipan yang diucapkan oleh Anggun C Sasmi dalam dialognya bersama Najwa Shihab, di channel YouTube Najwa Shihab beberapa waktu lalu.
Girls compete with each other, Women empower one another

KEB Intimate Solo di Skyline, Best Western Premier, Solo Baru

KEB Intimate Solo, awalnya direncanakan untuk memperingati Hari Ibu di bulan Desember lalu. Akan tetapi, berhubung waktu untuk mempersiapkan segalanya terlalu mepet, Mbak Ety Abdoel (Ketua KEB Chapter Solo) akhirnya menunda acara ini. Kebetulan, KEB berulang tahun yang ke tujuh di bulan Januari. Jadi, momen KEB Intimate ini sekaligus ditujukan sebagai rangkaian harlah KEB. 

Alhamdulillah, Makpuh KEB - Indah Julianti Sibarani, juga Maketu KEB - Sumarti Saelan, bisa hadir sebagai perwakilan KEB pusat. Suasana haru menyelimuti ruangan Skyline, Best Western Premier, Solo Baru, saat Makpuh, Maketu, dan Mak Ety Abdoel, bersama-sama memotong puding sebagai acara seremonial perayaan hari ulang tahun KEB. Banyak do'a mengalir, semoga KEB semakin tegak berdiri untuk menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia. Semoga KEB semakin jaya, seiring bertambahnya usia. Aamiin YRA.

pemotongan puding dalam rangka ultah KEB ke 7

KEB Intimate, Menyatukan 10 Komunitas Perempuan di Solo Raya

Intimate berarti akrab, mesra, mendalam.

KEB Intimate yang telah digelar minggu lalu, bukan hanya ingin mengakrabkan para anggotanya saja. Ini yang berbeda dari biasanya, karena kali ini, KEB mengundang 9 komunitas perempuan lain yang ada di Solo Raya. Sembilan komunitas itu adalah;
1. AIMI Solo
2. Kreasi Karya Kita
3. IIDN Solo
4. Institut Ibu Profesional (IIP) Solo Raya
5. Kompakers Solo
6. Cheerful Mother Club (CMC)
7. Expert Women
8. Rajuter
9. Solo Mendekor

Tujuannya apa? Tentu agar kita saling mengenal secara mendalam. Kan, tak kenal maka tak sayang. Siapa tahu, ke depannya, antar komunitas perempuan bisa saling mengisi, saling bersinergi.

9 Perwakilan Komunitas Perempuan se-Solo Raya, saat memperkenalkan komunitasnya

Luar biasa kan yaa...

Ternyata, komunitas perempuan di Solo Raya ada banyak jumlahnya. Dan rata-rata, semua punya kegiatan yang aktif dan produktif.

Ini membuktikan bahwa perempuan-perempuan Solo, meski mayoritas adalah ibu rumah tangga, namun mereka adalah perempuan-perempuan yang penuh semangat. Mereka terus berkarya, mengikuti minat dan bakatnya. Semangat positif inilah yang harus selalu ditebarkan dan ditularkan.

Indah Ederra, di talk show "Self Development" KEB Intimate Solo

Selanjutnya, KEB harus berterima kasih pada Wardah, yang telah menghadirkan Indah Ederra, sebagai pembicara di talk show yang mengangkat tema "Self Development". Apa yang disampaikan Mbak Indah Ederra, benar-benar memantik semangat saya. 

Apalagi ternyata, Mbak Indah pun pernah mengalami apa yang saya alami. Pernah merasa inferior, insecure, rendah diri, pesimis, merasa tak berguna, dll. Ini pernah saya tullis di sini, silakan dibaca-baca, barangkali ada pembaca kayusirih yang mengalami hal serupa.


Benar ternyata ya, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang kita sukai, ternyata bisa menyehatkan jiwa dan membuat kita merasa lebih berarti. Mbak Indah Ederra juga menjelaskan bahwa sebagai perempuan, kita harus sadar bahwa peran kita ada 5.

1. Sebagai istri
2. Sebagai ibu
3. Sebagai diri sendiri
4. Sebagai anak
5. Sebagai makhluk sosial

Mengapa peran sebagai istri diletakkan di urutan pertama? Inilah hebatnya Mbak Indah Ederra. Beliau mengingatkan pada kita, bahwa setinggi apapun jabatan kita di luar sana, sehebat apapun kemampuan kita dalam peran kita sebagai mahkluk sosial, yang tak boleh dilupakan adalah ridho suami kita.

Catet!

Persembahan dari Wardah tak berhenti di situ. Selanjutnya, ada sesi beauty class selama kurang lebih 30 menit. Waktunya terlalu sebentar untuk beauty class yaa.. Tapi tenang, pertengahan bulan ini, insya Allah KEB Solo akan kembali berkolaborasi dengan Wardah koq. Kali ini, kita akan belajar bagaimana berdandan ala party look. Wow.. Nantikan info selanjutnya di  Instagram @emakbloggersolo yaa..





Masya Allah... KEB Intimate, selain bertabur kebahagiaan, juga bertabur ilmu dan manfaat.

Apalagi, duo MC (Mak Ana Ike dan Mak Sara Neyrhiza) membawakan acara ini dengan sangat baik. Mak Ana dengan celetukan-celetukannya, dan Mak Sara dengan aksi-aksi spontannya. Udah deh, mereka berdua memang paling jago memeriahkan suasana.



Dan beruntung sekali KEB Solo, karena ada support dari Best Western Premier Solo Baru, yang tak hanya menyediakan tempat, namun juga menyediakan jamuan yang lezat-lezat. Alhamdulillah... 





Oya, tempat pertemuan kemarin bernama Skyline, yang terletak di lantai 21, Best Western Premier Solo Baru. Dari balkonnya, kita bisa menikmati keindahan gunung Merapi dan Merbabu di arah barat. Asaaaal, cuacanya cerah. Kami belum beruntung kemarin, karena cuacanya sedang mendung, jadi kami tak dapat melihat penampakan gunung tersebut.

Tak apa deh. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk kembali ke sana. Aamiin..

Dan dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih pada para sponsor yang telah mendukung acara ini. Ada Trust Me Tissue, Seowiwi, Batur Creative Logam, Marawa, DivaPress, Bentang, Akun Biz, juga Papa Windy Healthy Pudding. Semoga bisa bekerja sama kembali di lain waktu. :)

Read More

Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Menjadi Narablog

Friday, January 25, 2019

Jika tahun 2013 lalu saya membiarkan blog yang dibuatkan oleh suami ini tetap kosong, barangkali saya masih menjadi Arin yang dulu; yang rendah diri, rapuh, pesimis, dan sering merasa inferior. Alhamdulillah, 2013 menjadi titik balik semua itu. Dan hari ini, saya, dengan bangga menjadi narablog atau blogger untuk www.kayusirih.com dan www.mamakepiting.com.

~~~

Seringkali kita mendikte Allah, agar kita seharusnya begini, begitu, diberi ini, diberi itu. Padahal, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik juga di mata Allah. Dan setelah berumur 30 tahun, saya baru benar-benar bisa memahami nasihat ini. Apa yang saya lewati dalam hidup ini, adalah hal terbaik yang sudah Allah beri.  

Saya tak menyangka, cita-cita saya untuk menjadi seorang penulis akan tercapai setelah menikah. Bayangan saya saat memutuskan menikah dulu, saya akan tetap menjadi seorang pengajar, dan profesi sebagai penulis akan tetap menjadi sebuah angan-angan. Kenapa? Karena meskipun saya suka menulis, tetapi saya merasa tak terlalu cakap melakukannya. Waktu sekolah saja, setiap kali ada soal mengarang, nilai saya hanya mentok di angka 75. Namun, jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya punya keinginan agar bisa berkarya di bidang tulisan, seperti Asma Nadia, idola saya di masa itu.


2013 Menjadi Titik Balik


Sebelum tahun 2013, saya pernah merasa terpuruk. Saya sering merasa menjadi manusia yang tidak ada gunanya. Saya pernah merasa menyesal karena menikah terlalu cepat, padahal, menikah muda adalah impian saya. Setelah impian saya menjadi nyata, saya malah menyesalinya. Padahal lagi, saya menikah tanpa dipaksa, dengan laki-laki yang juga saya pilih sendiri dan juga sangat saya cinta. Namun saat itu, jika Doraemon itu nyata adanya, barangkali saya sudah minta tolong padanya untuk mengirim saya kembali ke tahun-tahun sebelumnya.

Begitulah, rentetan-rentetan penyesalan itu selalu menjadi bayang-bayang. Sampai saya berada di titik di mana saya menyadari bahwa ternyata yang saya butuhkan hanyalah teman. Saya butuh kesibukan. Saya terlalu jenuh berada di rumah, dengan rutinitas yang itu-itu saja. Memasak, mencuci, mengasuh anak, begitu terus setiap hari.

Sebagai perantau di Kota Bengawan ini, kami berdua memang tak memiliki sanak saudara. Praktis, saya sama sekali tak punya teman bicara. Sungguh, apa yang saya alami saat awal menikah dulu, amat kontras dengan pekerjaan saya sebelumnya sebagai guru TK, yang banyak berbicara, banyak bernyanyi, dan banyak tertawa.

Ngeblog Membuatku Waras

Mau kembali bekerja (mengajar), suami tak mengizinkan. Alasannya, saya lebih berkewajiban mendidik anak sendiri daripada anak orang lain. Karena menjadi istri sholihah adalah cita-cita saya, maka saya mematuhi semua perintah dan larangannya. Kan, ridho Allah tergantung ridho suami kita. Lagipula, tak ada alasan bagi saya untuk membantahnya. Jika bekerja hanya soal materi, alhamdulillah, semua kebutuhan saya dipenuhinya.

Lambat laun, suami sebagai garwa alias sigaraning nyawa alias belahan jiwa saya, akhirnya menyadari hal lain yang dibutuhkan istrinya. Kesibukan.

Tidak, beliau belum mengizinkan saya mengajar, karena anak pertama kami saat itu masih berusia 2 tahun. Beliau hanya menyuruh saya mencari komunitas untuk belajar menulis di facebook, supaya ketika berselancar di dunia maya ada manfaat yang saya dapatkan.

Ya, sebelumnya, facebook hanya membuat saya patah hati. Facebook lah yang memupuk perasaan iri dan dengki. Saat melihat teman-teman seangkatan bermetamorfosis menjadi orang-orang yang sukses, hati saya perih. Ya itu tadi, saya menjadi semakin rendah diri, minder, pesimis, dan inferior.

Namun kali ini, saya membuka facebook dengan tujuan lain, yaitu belajar. Ada banyak komunitas yang saya ikuti. Alhamdulillah, saat itu syarat untuk bergabung menjadi anggota komunitas tak terlalu rumit. Bahkan, ada komunitas yang tidak menetapkan syarat apapun. Pokoknya, mau gabung, hayuk aja.

Dari komunitas-komunitas yang saya ikuti itu, saya memiliki banyak teman baru. Seiring bertambahnya teman, bertambah pula wawasan, tentang bagaimana cara mengirim tulisan ke media cetak, dan lain sebagainya. Hingga akhirnya saya melihat salah satu teman maya saya membagikan tulisan blog-nya.

Ah, saya jadi teringat blog ini, blog yang dibuatkan oleh suami sejak 2010 lalu. Blog ini sebelumnya tak pernah terisi, karena saya yang kurang percaya diri. Saya tak pernah mencoba menulis di blog ini, karena saya sudah terlanjur menghakimi diri saya sendiri. Saya menafikan sebuah nasihat yang berbunyi "Alah bisa karena biasa".

Dari sini, sebenarnya suami saya sudah memahami ketertarikan saya di dunia tulis-menulis. Hanya saja, beliau kurang gereget memotivasi saya. Hehe... Saya terlambat menyadari bahwa suami saya tak hanya melarang tanpa memberikan solusi. Lewat blog ini, beliau menyiapkan kegiatan pengganti agar saya tetap bisa menyibukkan diri. Namun, saya tak bisa menangkap maksudnya secara utuh. Ya, namanya juga laki-laki, lebih sering mengungkapkan sesuatu dengan kode yang susah dimengerti. Ups...
4 Manfaat Ngeblog

Saya pun memberanikan diri menulis di blog ini, meski saya menyadari bahwa tulisan saya biasa-biasa saja. Semakin lama, tulisan saya semakin banyak, dan hal itu mendorong saya untuk bergabung dengan Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB).

Dari mengeblog ini, setidaknya ada 4 manfaat yang saya dapatkan, antara lain;

1. Teman

Ini sudah tentu. Apalagi di Solo, dua bulan lalu sudah diresmikan KEB Chapter Solo. Alhamdulillah. Dan selama hampir 3 tahun ini, setiap dua bulan sekali, Mbak Ety Abdoel selalu saja punya ide untuk membuat acara bernama Arisan Ilmu. Dari kegiatan ini, saya bisa berjumpa dengan teman-teman.

Sungguh, bertemu mereka dua jam saja sudah membuat saya bahagia. Pulang dari acara, biasanya saya menjadi lebih ramah pada anak-anak, hehe... Tuh kan, jika ibu bahagia, anak-anak pun akan bahagia. Makanya, untuk para suami, bahagiakan ibu dari anak-anakmu, niscaya anak-anakmu akan bahagia selalu. :)

Belajar membuat infografis bersama Teh Langit Amaravati

2. Ilmu

Dari grup-grup blogger saya mendapatkan banyak ilmu. Dulu, saya sangat gaptek. Sekarang, lumayan lah. Setidaknya saya sedikit paham apa itu niche blog, DA/PA, SEO, bounce rate, dll. Ya, meski yang saya ketahui baru seujung kuku saja sih, hehe...

Dan seperti yang saya tuliskan di atas, KEB Solo sering mengadakan Arisan Ilmu. Kegiatan ini tentu saja sangat bermanfaat untuk saya dan teman-teman lainnya.

3. Pengalaman

Saya tak pernah menyangka bahwa wajah saya akan muncul di televisi. Jika saya tak menjadi seorang narablog / blogger, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

Persiapan sebelum live di MTA TV

Selain itu, kebetulan dalam waktu dekat KEB Solo akan mengadakan sebuah acara yang bertajuk KEB Intimate. Jujur, saya bangga dan bahagia bisa ikut terlibat di dalamnya.

4. Materi

Meski penghasilan saya dari blog belum bisa menyamai penghasilan blogger hits lainnya, tapi alhamdulillah, saya sangat mensyukuri segalanya. Dari blog, saya bisa menyisihkan untuk bapak, untuk adik, untuk saya sendiri, dan untuk anak-anak. Alhamdulillah...

Oya, tak hanya uang yang saya dapatkan. Dari berbagai giveaway yang saya ikuti, saya pernah mendapat buku, baju, dan pernak-pernik lainnya. Alhamdulillah...

~

Seringkali kita terlambat menangkap maksud Tuhan. Terkadang kita mengutuk diri sendiri, sebab tetakdir yang kita alami. Padahal jika kita mau bersabar, jika kita mau berpikir jernih, ada hikmah yang bisa kita dapatkan.

Dari perjalanan hidup saya di atas, saya jadi teringat dengan sebuah pesan yang pernah dosen saya katakan.

Berjalanlah di atas kekuranganmu, maka kamu akan unggul di situ. ~ Mr. Supeno


Well, tak perlu menunggu segalanya sempurna untuk bisa bahagia, karena kebahagiaan itu dicipta, bukan diminta.


Read More

Back to December, a Brokenhearted Song

Thursday, January 10, 2019

Actually I'm not a big fans of Taylor Swift, but the "Back to December" song, sung and created by her, changed everything. In this song, I admit her expertise in writing lyrics. 

Lagu-lagu patah hati
Taylor Swift - Back to December

Back to December adalah sebuah lagu patah hati, yang "dalem" banget maknanya. Saya bahkan hampir nangis waktu dengar dan baca liriknya. Ikut merasakan penyesalan, gitu deh.. Makanya nggak heran kalau lagu ini banyak memperoleh pujian, tak hanya karena melodi dan vocal-nya, tapi juga karena liriknya.

Terus terang, saya baru tahu lagu ini kemarin, berkat postingan sebuah akun instagram yang memposting video Krissysings saat meng-cover lagu ini. Karena lagunya easy listening dan cara Krissysings membawakannya juga asik sekaligus mengingatkan saya pada M2M, duo yang menemani masa remaja saya, saya jadi terdorong untuk mencari tahu lagu ini. 


Oh, ternyata, Back to December adalah lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh Taylor Swift, di album ketiganya yang berjudul Speak Now, dan dirilis pada tahun 2010. Wah, ternyata sudah 9 tahun lalu, ke mana saja aku? Okelah, 2010 saya baru saja menikah, jadi wajar kalau sampai nggak ngeh sama lagu patah hati. Haha.. Eh, tapi bukan karena saat ini saya sedang patah hati, saya jadi suka lagu ini, loh yaa... Pas pertama dengar kan, saya nggak paham sama liriknya. Wkwkwk... Saya cuma terpesona sama mereka berdua ini lho...


Krissysings
Krissysings, ketika meng-cover Back to December

Oh ya, pengen tahu liriknya nggak? Supaya paling tidak bisa mengerti "patah hati" yang saya maksud, hehe.. Here you go...

Back to December


I'm so glad you made time to see me
How's life, tell me how's your family?
I haven't seen them in a while
You've been good, busier than ever
We small talk, work, and the weather
Your guard is up and I know why

Because the last time you saw me
Is still burned in the back of your mind
You gave me roses and I left them there to die

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
And I go back to December, turn around and make it all right
I go back to December all the time

These days I haven't been sleeping
Staying up paying back myself leaving
When your birthday passed and I didn't call
And I think about summer, all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I'd loved you in the fall
And then the cold came, the dark days when fear crept into my mind
You gave me all your love and all I gave you was goodbye

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I'd go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time

I miss your tan skin, your sweet smile, so good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry
Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
But if we loved again, I swear I'd love you right

I'd go back in time and change it but I can't
So if the chain is on your door, I understand

But this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I'm sorry for that night
And I go back to December 
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Wishing I'd realized what I had when you were mine
I'd go back to December, turn around and make it all right
I'd go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time
All the time


Okay, let's see the sentence that I bold. All about regrets, right?

Intinya, seandainya bisa memutar waktu, mungkin itu akan dilakukan, supaya tidak lagi ada penyesalan. Kalau lagu Indonesia, mungkin lagunya Rossa yang judulnya Aku Bukan Untukmu, cukup mewakili lagu ini.


Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun tak pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku

~ You gave me roses and I left them there to die
~ You gave me all your love and all I gave you was goodbye

Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Di saat kumulai mengharapkanmu
Dan kumohon maafkan aku

~ So if the chain is on your door, I understand
~ But if we loved again, I swear I'd love you right

Habis itu cowoknya jawab, "Nasi sudah jadi bubur." Wkwkwk...

Baca: Lagi Patah Hati? Barangkali Petuah Para Musisi Ini Bisa Menguatkanmu Kembali

Motivational Quote
Fear is temporary, Regret is forever.

Tuh, sedih kan? Ada yang pernah mengalami hal ini juga? Menyia-nyiakan orang yang beneran tulus mencintai, dan ketika tersadar, dia sudah pergi. But if we loved again, I swear I'd love you right.


Read More