Langsung ke konten utama

Pengguna Magic Com Perlu Tahu Ini!

Jaman dulu, memasak nasi itu perlu melewati beberapa proses; ada yang namanya ngeliwet, ada yang namanya meng-aron. Apinya; ada yang pakai api tungku (nah, ini yang paling lezat hasilnya menurut lidah saya), ada yang pakai kompor.

Jaman sekarang, masak nasi nggak pake ribet. Habis cuci beras, tambahkan air, lalu klik. Nah, kadang-kadang, proses "klik" nya itu yang sering kelupaan. Jadi, pas dikira nasi udah mateng, eee pas dilihat masih berupa beras. Haha...pengalamannya siapa hayo?

Yah, namanya juga manusia yaa... Dimaklumi deh kalau masih sering lupa. Soalnya "lupa" memang ngga ada obatnya. :D

Oya, meskipun memasak nasi dengan tungku dan dandang memang terasa lebih lezat, tapi prosesnya yang ribet dan memakan waktu itu membuat cara ini sudah banyak ditinggalkan. Gantinya adalah alat listrik bernama magic com itu tadi. 

gambar dari www(dot)vemale(dot)com


Nah, beberapa tips ini mungkin bisa dilakukan agar listrik lebih hemat dan magic com yang kita punya lebih awet.

1. Cabut kabel magic com setelah selesai makan malam.
Cara ini selain untuk menghemat listrik juga untuk mencegah nasi mengeras atau mengeripik. Ini berlaku jika nasi masih tersisa. Besok paginya kita bisa nyalakan lagi supaya ketika sarapan nasi terasa hangat kembali. 
Atau kalau ingin membuat nasi goreng dengan nasi sisa, nasi yang dingin lebih recommended loh. Nggak percaya? Coba saja. :)

Kalau lupa mencabut kabel dan di pagi hari nasi sudah terlanjur mengeripik, coba tips nomer 2.

2. Untuk memudahkan mencuci panci teflon yang dipenuhi nasi kering, rendam panci teflon dengan air panas. Bisa saja merendam panci teflon dengan air biasa, tapi akan membutuhkan waktu lama hingga nasi kering itu terkelupas. Kalau nasi kering sulit terkelupas, sulit dicuci, kita akan tergoda untuk menggosoknya kuat-kuat, pakai kawat. Wohoho, jangaaaaan!!

3. Jangan menggosok teflon kuat-kuat karena selain akan merusak anti lengketnya, ternyata teflon yang tergores bisa menimbulkan berbagai penyakit. Nah, cara nomor 2 tadi sangat berguna, supaya mencuci panci teflon menjadi lebih mudah. Cek urang mah, effortless gitu. :p

4. Cuci beras dengan wadah yang lain. Gesekan-gesekan antara beras dengan panci teflon dapat menyebabkan tergoresnya lapisan anti lengket. Kalau lapisan anti lengketnya tergores, menggunakan teflon bisa membahayakan tubuh. Lihat lagi tips nomer 3, hehehe...

5. Lagi-lagi supaya hemat listrik. Gunakan air panas untuk memasak nasi. Jadi ya, kalau saya sih, sambil mencuci beras kita masak air secukupnya (kira-kira pas untuk memasak nasi). Nah, pas selesai cuci berasnya, pas banget airnya mendidih. Pakai deh itu air panas untuk memasak. Selain nasi lebih cepat matang, listrik pun jadi lebih hemat. Tau sendiri kan, memasak nasi memakai "panci ajaib" lumayan menghabiskan energi listrik? Selain hemat listrik, kan hemat waktu juga tuh. Apalagi kalau perut udah keroncongan minta diisi. Ups, tapi jangan lupa di"klik" yaaa.. :D

Nah, itu baru 5 tips cerdas yang saya tahu tentang penggunaan magic com agar lebih hemat, cermat dan tepat. halah!!!

Mungkin ibu-ibu hebat punya tips lain? :)

Komentar

  1. Sopo yo sing sok lupa ngeklik magic com? hihi...
    kalo aku masak nasinya pake air panas, jd cepet mateng....

    BalasHapus
  2. baru tahu loh mba, thanks untuk info nya, aku masih nyuci di dalam baskom nya yahh kegesek deh tuh teflon nya.. lagipula aku jarang cabut kabel nya kalau malam.. ^ ^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi..biar awet maaakk.. kan biar irit. kalo cepet rusak kan cepet keluar uang buat beli lagi :D

      Hapus
  3. Sepertinya q harus ganti magic com. Soalnya sudah mengelupas lapisannya. Bahaya banget ya buat tubuh?

    BalasHapus
  4. Istriku perlu baca ini, bermanfaat bangget mbak... thanks

    BalasHapus
  5. Tipnya, patut ditiru tuh, pake air panas ya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Berkat Theragran-M, Badan Bugar, Flu Hengkang

Disclaimer: Postingan ini benar-benar ditulis berdasar pengalaman pribadi. Jika ada perbedaan hasil dengan pengalaman orang lain, maka penulis tidak bertanggung jawab. :)


Di dua malam, tepatnya tanggal 16 dan 17 September, Solo diguyur hujan. Lebat sekali. Sampai-sampai, Minggu pagi tanggal 18, udara terasa begitu dingin. Ini adalah keadaan yang luar biasa, karena biasanya udara Solo selalu terasa panas, baik siang maupun malam.
Singkat kata, pagi itu saya beraktivitas seperti biasa. Setelah mencuci piring dan mencuci baju, saya bersiap untuk memasak. Tiba-tiba, terasa ada yang tak beres di badan. Berulang kali saya bersendawa, kepala jadi berat, dan leher pun terasa kaku. Saya menghampiri Mas Yopie, meminta tolong agar beliau membaluri punggung, pundak dan leher dengan minyak kayu putih.

Oya, cerita ini sebelumnya pernah saya tuliskan di instagram saya @arinta.adiningtyas
Setelah beristirahat sejenak dan badan terasa lebih enak, saya melanjutkan rencana memasak yang tertunda tadi. Ka…

Surat untuk Mas Amay

Mas Amay, tak terasa 17 Juli ini, kau t'lah resmi mengenakan seragam putih merah. Tidak Mama sangka kau tumbuh secepat ini. Rasanya baru kemarin Mama menangis di ruang operasi, saat akan melahirkanmu.

Anakku, makin besar engkau, makin besar pula tanggung jawab berada di pundakmu. Mama berterima kasih, karena di bulan Ramadhan yang lalu, kau telah mampu berpuasa hingga maghrib tiba. Ini sesuatu yang sangat membahagiakan Mama, karena di umurmu yang baru enam tahun ini, kau telah terlatih menahan lapar dan dahaga.

Meski begitu, jangan pernah berpuas diri, Nak. Ada banyak PR yang mesti kita lakukan. Mama, kamu juga, harus memperbaiki kualitas ibadah kita sejak sekarang, agar bisa jadi contoh yang baik untuk Adik Aga. Jika latihan puasa telah mampu kau taklukkan selama sebulan (27 hari tepatnya), masih ada PR harian, yaitu memperbaiki kualitas shalat dan mengaji kita.

Mas Amay, jika Mama mengajakmu untuk membaca Al-Qur'an, membimbingmu untuk menghafalnya pelan-pelan, itu tak lain …

Saat "Dia" Tertawa di Sampingku

Yeaayyy sudah tanggal 19, itu artinya Blogger KAH kembali datang. Kali ini kami menulis sebuah tema yang terinspirasi dari curhatan-curhatan kecil sehari-hari. Hehe, saya, Mbak Rani, dan Mbak Widut memang suka ngobrol dan curcol. Hingga kemudian lahirlah ide untuk membahasnya di sebuah postingan blog.

Tema kali ini adalah pengalaman horor. Oya, bulan ini kami kedatangan tamu yaa, Mami Susi, yang tampaknya suka banget dengan hal-hal mistis, kami undang untuk bercerita juga.

Silakan baca tulisan Mami Susi Susindra dengan "Wanita Berwajah Rata"nya disini, Mbak Rani dengan Hantu Genit-nya disini, dan Mbak Widut dengan kisah sawannya si K disini
~~~
Sebelumnya saya pernah menulis sebuah kejadian yang menegangkan di rumah bude di Jogja, berjudul "Jangan Baca Ayat Kursi". Waktu itu saya memang tidak merasa apa-apa, karena memang pada dasarnya saya kurang peka dengan keberadaan makhluq astral. Akan tetapi, Amay, yang kala itu belum genap dua tahun, terlihat agak sensitif…