Rahmah Chemist; di Istana Cinta, Pecinta Kimia dan Buku Ini Bertahta


Rahmah Chemist. Saya berteman dengannya di facebook kurang lebih dua tahun lalu. Saat itu, saya meng-add beliau, karena kami sama-sama berada di kelas optimasi blog bimbingan Mbak Nunu El Fasa.

Pertama kali membaca namanya, saya langsung menebak bahwa Mbah Rahmah adalah pecinta Ilmu Kimia. Ternyata benar. Perempuan kelahiran Maros, 18 November 1984 ini, adalah lulusan S2 Kimia di UNHAS. Mengenai nama 'Chemist' ini, kata Mbak Rahmah, "Chemist saya pakai untuk menghargai dari 2003-2010 kuliah ngais ilmunya." 

Dengan ilmunya itu, beliau kemudian mengajar di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Namun sejak pindah ke Surabaya dan memiliki si cantik Salfa Althafunnisa Santoso, Mbak Rahmah berhenti mengajar.

Si Cantik Salfa
Pilihan yang sulit memang, apakah seorang ibu (berpendidikan tinggi pula) sebaiknya menjadi working mom atau full time mother. Saya pun pernah mengalaminya (meski pendidikan saya tak tinggi). Tapi kembali lagi bahwa setiap pilihan selalu mempunyai dua sisi, positif dan negatif. Yang bisa mengukurnya, tentu hanya yang menjalaninya. Tergantung prioritas masing-masing.

Meski terlihat "hanya" di rumah, tapi jangan salah. Mbak Rahmah, atau yang akrab dipanggil Amma ini, juga memiliki segudang aktivitas. Jika menilik instagramnya di @ammachemist, tampak kesibukan yang menghiasi hari-harinya. Dan yang bikin melongo, Mbak Amma punya tiga blog lhoo.. *hadeh Rin, kamu apa kabar?

1. chemistrahmah.com
Yang sering saya kunjungi (walau jarang menjejak), adalah blog yang beralamat di http://chemistrahmah.com/. Meskipun Mbak Amma mengaku memiliki Masa Kecil yang Berbeda, tapi didikan orang tuanya lah yang menjadikan Mbak Amma seperti sekarang. Jago berbahasa Inggris, karena oleh Sang Ayah, Mbak Amma diwajibkan menghapal 5 vocab baru dalam sehari. Kedisiplinan ini membuahkan hasil. Mbak Amma didaulat untuk menjadi guide di Bantimurung saat ada siswa/siswi dari Australia, padahal saat itu Mbak Amma baru duduk di kelas 1 SMA. Jadi, udah kebayang ya, gimana jagonya Mbak Amma dalam berbahasa Inggris?

Betewe, Mbak Amma udah lama juga ya ngeblognya? Sejak 2011 lho.. 


2. resensikata.com
Blog lainnya, ini saya juga suka. Kamu, yang ngaku pecinta buku, coba deh menuju resensikata.com. Mbak Rahmah mereview buku-buku dengan apik. Bahasanya obyektif, tapi tetap asik. Barangkali kamu ingin membeli buku, tapi khawatir kecewa dengan isinya, berkunjunglah kesana. Tulisan Mbak Amma cukup informatif koq. Siapa tau ada judul buku yang kamu incar, dan sudah direview oleh Mbak Rahmah, ya 'kan? 

Oya, di blog ini, Mbak Rahmah mematikan klik kanan, hihi, jadi ngga bisa di copy paste. Dan sayangnya, entah punya saya yang error atau gimana, saya ngga bisa komen disana. :(


3. istanacinta.com
Blog ke tiga, beralamat di http://istanacinta.com/. Blog Seputar Bunda dan Buah Hati ini didedikasikan untuk si kecil Salfa. Saya sebenarnya punya juga sih, blog untuk Amay, tapi udah lama ngga update euy. Ah, Mbak Amma, tampaknya saya harus membangunkan blog Amay juga, hihi, biar ngga kalah sama Dik Salfa. 

Yang seru, waktu saya baca cerita ngidamnya. Pertama, Mbak Amma ngidam bertemu Bu Risma. Duh Mba, ada-ada aja sih, hihi.. Tapi Alhamdulillah kesampaian yaa, coba kalau enggak, Dik Salfa udah ngencesan, xixixi... Kedua, ngidam kepiting juga. Kenapa juga harus kepiting Bukkang Dato' yang berwarna abu-abu sebelum dimasak dan akhirnya berubah menjadi orange menyala setelah direbus. Orang hamil kadang-kadang memang punya keinginan yang aneh-aneh, hehe.. Saya waktu hamil Amay juga ngidam Cilok. Ah, soal ngidam cilok, nanti saja saya ceritakan. :D


Jika melihat performa nge-blog-nya, pantas saja ya, jika Mbak Rahmah mendapatkan predikat sebagai Blogger of The Month (September 2013) versi KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger). Keren euy!! Dan semoga, setelah ini, prestasi-prestasi lain segera menyusul ya Mbak.. :)







Readmore → Rahmah Chemist; di Istana Cinta, Pecinta Kimia dan Buku Ini Bertahta

Ikut Lomba Bikin Saya Tahu Cara Embed Video ke Blog

Duh, judulnya...

Ketahuan deh, gapteknya... >_<

Tapi ngga apa-apa, saya mah ngga malu mengakui kekurangan, hehehe...


Jadi gini, ingat kan, beberapa waktu lalu saya ikutan lomba MatahariMall? Belum baca? Ini lho judulnya: Tanggal Tua Mati Gaya? No Way Lah Ya...

Nah, memang saya termasuk nekad. Saya mah bagai anak bawang diantara blogger-blogger kondang. Tulisan-tulisan mereka, wuih jangan tanya. Keren semua!!!

Minder ngga?

Ho oh lah, jangan bolak-balik ditanya...

Tapiii, kalau saya ngga mencoba, saya ngga berkembang dong ya? Minimal, mengembangkan otak gitu, biar mikir dikit. Ya maklum, tiap hari urusannya sama isi diaper, warung sayur, Amay dan Aga, ni otak udah agak mengkerut kali yaa, hihi... Jadi waktu bikin blogpost tentang lomba itu, saya belajar dikiiit, dikit aja karena kalau langsung banyak-banyak malah jadinya lupa.

Memang sih, ada yang bilang, ngapain ikut lomba yang udah pasti kamu kalah? Hihi... Apalagi kalu harus pake like-like-an atau vote-vote-an. Yang nggak populer, mending ngga usah coba-coba deh.. >_<

Ya, seperti yang saya bilang tadi, niatnya beneran bukan ingin menang. Lah, tulisan yang lainnya jauuuuh lebih bagus dari punya saya. Apalagi ditambah infografis yang kreatif-kreatif. Beuh, Arin mah apa atuh, belum bisa bikinnya.

Tapi Alhamdulillah, bersyukur, karena dengan kenekadan ini akhirnya tambah ilmu saya. *siap-siap diketawain.
Iya, saya jadi tau cara embedding video ke dalam blog.


Awalnya, saya mau minta bantuan suami. "Pa, embed video itu gimana sih?" tanya saya. Eh, suami malah jawab, "Embed masa' ngga bisa? Gampang koq. Pasti bisa lah..."


Yee..orang beneran ngga ngerti, udah dipasti-pastiin bisa aja. :(

Ya akhirnya saya tanya google dong, habis Pak Yopie gitu sih. Huuu... Lalu dimulailah sesi belajar dengan metode "Cara Belajar Istri Aktif".

Hasil googling itu saya praktekkan. Jadi, embed itu artinya: 1. menanamkan, 2. melekatkan, 3. menyimpan.
Jadi, kita ngga perlu download video lalu mengupload ke dalam blog post. Tapi cukup melekatkan saja.

Contoh yaa...

1. Saya pergi ke link youtube yang dimaksud

2. Saya klik Share, kemudian Embed 




3. Di bawah kata Embed, ada sebuah link disana. Itu bisa di copy. Tapi sebelum itu, klik show more, dan kita bisa memilih ukuran video yang akan kita tampilkan. Kalau sudah dipilih, misalnya 560 x 315, link yang tadi bisa di copy.


4. Paste link tadi di postinganmu. Pilih mode HTML nya yaa.. Untuk membuat rata tengah, tambahkan kode <center></center> diantara link tadi. Fotonya saya pinjam yaa.. :)

foto pinjam dari sini 


5. Selesaaaii.. Tinggal klik publish, lalu videomu akan muncul sendiri. 

Hehe, buat emak-emak macam saya, ini cukup bikin ngos-ngosan, tapi puass.. 

Besok lagi, ikut lomba lagi, lalu belajar apa lagi ya? :D



Readmore → Ikut Lomba Bikin Saya Tahu Cara Embed Video ke Blog

Nestle Dancow Explore The World di Luwes Kestalan Solo

Hai haaiiii...

Mau cerita. Beberapa kali Amay bertanya, “Mama, kita ke Jepang-nya hari apa?” dan saya dibuat bingung karenanya. Saya sudah mengatakan bahwa kami mungkin bisa pergi ke Jepang, tapi nanti, jika sudah datang waktu yang tepat dan dana yang cukup.

Hehe, kenapa Amay sampai sebegitu inginnya pergi ke Jepang? Ini karena dia ingin bertemu dengan Totoro, tokoh hantu lucu dalam film My Neighbour Totoro. Filmnya sudah pernah saya review juga disini.

Anak-anak memang kadang keinginannya aneh-aneh, hehe... Tapi, mungkin keinginan ini bisa dicicil dengan ikutan Nestle Dancow Explore The World yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah. Iya, karena disana bakal ada photo booth dengan Japan Theme. Wah, sounds great, ya ‘kan?


Disana, Amay juga anak-anak lain akan tau bahwa di Jepang ada bunga cantik bernama Sakura. Selain itu, ada kegiatan seru lainnya di Creativity Area, antara lain bermain Origami, Mewarnai, juga bermain Puzzle dan Lego. Tidak hanya itu, Momma dan Poppa juga bisa melakukan konsultasi mengenai tumbuh kembang anak dengan Psikolog dan Ahli Gizi. Hhmmm...pasti tertarik ‘kan?



Hanya ada Japan Backyard kah?
No, tentu tidak...
Ada juga Indonesia Beach. Kenapa Indonesia Beach? Karena Indonesia identik dengan Pulau Bali, dan Bali terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Di Indonesia Beach, anak-anak bisa bermain pasir, memancing, berfoto dengan lumba-lumba, juga berfoto dengan background keindahan Bali.



Wah, seru ya acaranya...

Iya...

Masih ada lagi?

Masiiiih...
Selain keseruan yang bisa dirasakan di Japan Backyard dan Indonesia Beach, ada pula yang saaaangat menarik di Stage. Gimana engga? JIKUSTIK, band keren dari Jogja itu akan tampil untuk menghibur para pengunjung. Wah, pasti Momma-Momma jadi girang nih. :D
Tak hanya itu, ada pula performance dari adik-adik kita yang berbakat, juga akan ada beberapa kegiatan yang melibatkan Mom and Kid, seperti; Mom and Kid Coloring Time, Mom and Kid Fun Games, dan Mom and Kid Creativity Time. Kira-kira Momma pengen ikutan yang mana nih? ^_^



Lalu bagaimana cara mendapatkan tiketnya?
Momma dan Poppa bisa mendapatkan tiketnya on the spot atau pre-sale melalui pembelian DANCOW 1+, 3+, dan 5+ di:
1.      Luwes Kestalan
2.      Laris Klaten
3.      Luwes Ceper
4.      Laris Kartasura
5.      Mitra Kartasura
6.      Luwes Gading
7.      Sami Luwes
8.      Luwes Nusukan
9.      Luwes Mall Palur
10.  Luwes Lojie Wetan
11.  Luwes Delanggu
12.  Luwes Boyolali
13.  Luwes Kartasura
14.  Luwes Gentan
15.  Mitra Sukoharjo
16.  Sami Laris Klaten
17.  Luwes Wonogiri
18.  Baru Wonogiri
19.  Luwes Sragen
20.  Goro Assalam
21.  Jaya Abadi
dengan mekanisme sebagai berikut;
-          2x800 g / 4x400 g (min 160.000) >> Gratis Diaper Bag
-          3x800 g / 6x400 g (min 250.000) >> Gratis Shopping Bag
-          8x800 g / 16x400 g (min 680.000) >> Gratis Frying Pan
-          12x800 g / 24x400 g (min 1.000.000) >> Gratis Blender



Syarat dan Ketentuannya, antara lain;
1.      Tunjukkan struk pembelian DANCOW 1+, 3+, 5+ (dengan periode pembelian maksimal 3 minggu sebelum acara) untuk ditukarkan dengan tiket
2.      Tiket akan ditukarkan dengan paspor bermain dan hadiah pada saat event berlangsung
3.      Tiket harus disertakan dengan struk asli untuk dapat menukarkannya dengan hadiah dan paspor
4.      Pembelian Paket maksimal 1 juta rupiah per konsumen, tidak berlaku kelipatan
5.      1 tiket atau 1 paspor bermain hanya berlaku untuk 1 anak dan 2 orang dewasa (orang tua)
6.      Selama persediaan masih ada, hadiah dapat berubah sewaktu-waktu

Terakhir
Kapan waktunya? Catat yaa... Hari Sabtu-Minggu tanggal 28 & 29 Mei 2016, di Luwes Kestalan Solo.

Jadi, Momma dan Poppa, yuk weekend ini seseruan bareng Nestle Dancow di Nestle Dancow Explore The World. :)




suasana Nestle Dancow Explore The World

Readmore → Nestle Dancow Explore The World di Luwes Kestalan Solo

Tanggal Tua Mati Gaya? No Way Lah Ya...



Rutinitas di tanggal 1 ala saya...

"Pa, udah cek rekening?" tanya saya pada suami.
"Udah."
"Trus?" tanya saya lagi. Suami sih udah sangat paham apa yang dimaksud sang istri. :p
"Udah masuk." Jawabnya singkat. Selalu singkat. Tapi, walaupun singkat begitu, rasanya bikin riang gembira. Hihi.. Apalagi kalau ditambah, "Ya udah siap-siap sana! Catat apa aja yang mau dibeli!" Huwaaa..tambah hepi diri ini.

Yah, meskipun gajian adalah hal yang tiap bulan dirasakan, tapi kedatangannya selalu saya nantikan. Ya iyalah ya... Gaji kan hak kita, hasil dari kerja keras selama satu bulan sebelumnya. Jadi, wajar lah kalau kita ingin menikmatinya.

Maka, meskipun yang dibeli adalah barang-barang kebutuhan dalam sebulan, tapi saya selalu suka shopping di awal bulan. :D

mendaftar barang-barang yang akan dibeli

Yups, belanja sudah. Saatnya memisahkan uang gaji ke dalam pos-pos khusus, antara lain:
1. Bayar SPP Amay
2. Bayar Satpam
3. Bayar Sampah
4. Bayar Arisan
5. Bayar Listrik
6. Lain-lain

Ya, ke lima pos di atas adalah pengeluaran wajib dalam sebulan. Pos ke enam, pos lain-lain adalah untuk pengeluaran yang sifatnya tidak terduga. Sisanya, untuk zakat, makan dan tabungan.

Tapiii, meski sudah dianggarkan, terkadang ada pengeluaran dadakan yang jumlahnya melebihi anggaran. Misalnya, tiba-tiba Pak Satpam datang mengantar undangan. Eh, dalam waktu yang hampir bersamaan, ada tetangga yang sakit atau teman yang baru saja melahirkan. Seperti April kemarin, semua berbarengan. Tambahan lagi, ada tetangga yang juga pindahan. Masa iya sih, kita tega nggak ngasih kenang-kenangan? Nggak cukup sampai situ, ada teman yang mengajak makan siang. Ulang tahun ceritanya. Nah, mikir lagi deh buat beli kadonya.

Terkadang jumlah dalam amplop lain-lain itu masih kurang, sehingga terpaksa harus disubsidi dari biaya "makan". Tabungan sih, kalau bisa jangan diotak-atik. Buat masa depan kan, hehe, kecuali kalau kepepet. :p

Kalau sudah begitu, menunggu gajian bulan depan rasanya paaaanjang dan laaaama. Lalu dimulailah rutinitas merapal mantra, "Sabar, prihatin dulu, tunggu bulan depan." >_<

Otak pun terus berpikir, mencari cara bagaimana supaya stabilitas rumah tangga tetap terjaga. Maksudnya, bagaimana supaya kebutuhan tetap tercukupi, gizi keluarga terpenuhi, tanpa harus hutang sana-sini. Ini penting!

Syukurlah, selalu ada cara untuk menikmati hidup meski dengan cara sederhana. Apa saja itu?

1. Kumpulkan Recehan
Kata suami, jangan gengsi meski harus belanja dengan uang seperti ini. Jangan salah, toko-toko besar justru sering kewalahan mencari uang recehan. Nggak usah jauh-jauh, kakak saya yang punya usaha foto copy dan service komputer pun sering menukarkan uang kertas dengan uang logam. Untuk apa lagi kalau bukan untuk kembalian. Jadi, mulai sekarang, recehannya jangan disepelekan yaa... :)

Lumayan lho, bisa buat beli diapers, atau bahkan mie instan buat sarapan. :p

Kumpulkan recehan, tanggal tua terselamatkan

2. Kurangi Jajan
Saya ini, meski berbadan kecil, tapi porsi makannya seperti monster. >_<
Kalau di rumah nggak ada yang bisa dimakan, bisa-bisa saya galau berkepanjangan. Tsaah...
Tapi, jikalau bencana tanggal tua melanda, saya punya cara agar tak mati gaya. Apa tuh? Iya, bikin cemilan saja.
Bikin cemilannya jangan yang tanggung-tanggung. Buatlah makanan yang mengenyangkan sekalian. Contohnya timus ubi ungu ini. Murah, mengenyangkan, dijamin nggak galau seharian, hehehe...

cemilan pengganjal perut lapar, timus ubi ungu


3. Keluarkan Dagangan
Kalau lagi malas bikin sesuatu, keluarkan cilokmu. Hihihi... *mentang-mentang jualan cilok. 
Bukaaan, bukan untuk dimakan sendiri. Keluarkan cilok untuk ditawarkan pada teman-teman, siapa tau ada yang sedang butuh cemilan, ya kan? Nah, hasil jualannya kan bisa buat beli jajan. Wkwkwkwk...
Tapiii..jujur, saya juga sering ngabisin dagangan sendiri ding. >_<




4. Habiskan Weekend di Rumah Saja
Setelah seminggu beraktivitas, biasanya kita butuh menyegarkan pikiran. Tapi, kalau kondisi sedang tanggal tua, tentu harus mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan jika kita ingin jalan-jalan. 
Jadi, biasanya nih, saya dan keluarga menghabiskan waktu di rumah saja. Misalnya, dengan menonton film bersama, membaca buku bersama, atau menggambar bersama. 

Ini salah satu film yang kami tonton bersama: Grave of The Fireflies, Film yang Penuh dengan Air Mata

belajar menggambar dengan Papa, bebas waktunya, gratis biayanya

5. Butuh Kado? MatahariMall Aja
Seperti kasus yang saya tulis tadi. Disaat beberapa kebutuhan datang berbarengan; kado untuk teman yang menikah, kado untuk teman yang melahirkan, kenang-kenangan untuk tetangga yang pindah rumah, juga kado untuk teman yang sedang berulang tahun, berapa duit ituuu.. >_<
Tapi kalau tau triknya, pusingnya dijamin nggak lama-lama. Cari TTS aja. Bukaaan, bukan mau nambah pusing dengan menyuruh isiin Teka-Teki Silang, tapiii mau bagi tau kalau Matahari Mall punya Tanggal Tua Surprise. Buka aja sanaaa, banyak banget barang bermerek dengan diskon yang bikin keselek (sengajaa, biar berakhiran -ek. :D). Tau sendiri kan barang-barang di Matahari kayak apa bagusnya? 

Nih, Budi aja tau, kalau butuh apa-apa mesti kemana, hihi.. Jangan mau kalah yaa..

Readmore → Tanggal Tua Mati Gaya? No Way Lah Ya...

Yang Sama Antara Saya dan Rian Luthfi

Hai Haiiii...
Puassss banget kemarin bisa libur beberapa hari. Soalnya kemarin saya pulang kampung, dan bertemu bapak tercinta. Mau jenguk ibu, tapi pas hari jum'at malah hujan. Sedih sih, tapi insya Allah do'a saya untuk beliau selalu terlantun koq. :)

Bicara soal almarhumah ibu, sepenggal kalimat terakhir yang beliau pesankan untuk saya adalah, "Sabar. Roda pasti berputar." Saya sering tergugu jika terngiang kalimat itu. Saya sih selalu yakin bahwa apa yang dikatakan ibu akan terjadi. Nanti, akan ada masanya semua yang saya inginkan terpenuhi. Dan untuk semua mimpi yang harus terkubur itu, insya Allah akan mendapat ganti. :)

Udaaaahh.. Move on, Rin! Hehehe... 

Oya, bicara soal mimpi, saya kaget euy waktu buka blognya Mbak Rian Rosita Luthfi. Di blog kompor mledug nya, ibunda dari Keenan ini ternyata punya mimpi yang hampiiiir sama dengan saya (waktu masih muda). *sengaja pake tanda kurung :p

Pada penasaran nggak, mimpi tentang apa sih? Penasaran kan? Penasaran dong?

1. Jadi Penyiar Radio
Jaman saya SMP, bisa eksis di radio ternama di Purworejo itu suatu kebanggaan. Kenapa? Karena dia pantas dijuluki anak gaul. Apalagi kalo sering dikirimi salam, wuih, berarti banyak yang ngefans sama itu anak. Lalu pertanyaannya, adakah yang kirim salam buat saya? Jawabnya enggak. Kasihan 'kan? Huhuhu... 


Trus yaa, dulu saya pernah menunggu setengah jam sepulang sekolah cuma untuk menunggu jarum pendek merapat ke angka dua. Kenapa? Karena acara radio ter-hits di masa itu dimulai jam 2, dan saya pengen nelepon radio itu biar lagu saya diputar. Hahaha...habisnya saya nggak punya telepon di rumah. Dan kebetulan tepat di sebelah sekolah saya adalah kantor Telkom, yang di depannya tersedia beberapa box telepon umum.

Karena berusaha banget biar ikutan gaul itulah, saya pun punya keinginan jadi penyiar radio. Kayaknya asik banget, banyak teman, banyak kenalan. Tapi problem saya adalah, saya ini kurang percaya diri. Beneran deh, saya ini pemalu banget, dan nggak jarang malu-maluin diri sendiri. >_<
Tapi alhamdulillah, saya sempat mencicipi rasanya jadi penyiar. Waktu itu, TK tempat saya mengajar mengadakan kunjungan ke RRI Bogor, dan saya diberi kesempatan untuk menjadi penyiar selama kurang lebih setengah jam. Rasanya dream comes true banget. :)


2. Jadi Sinden
Sedikit berbeda dengan Mbakyu Rian Luthfi yang asli Jogja tapi domisili di Cibinong ini, saya nggak terlalu pengen jadi sinden sih. Tapi waktu SMP dan SMA, saya sempat merasakan bagaimana menjadi sinden, hehe.. Kebetulan saya tergabung di grup Paduan Suara, yang terkadang "disuruh" merangkap sebagai sinden saat membawakan lagu yang diiringi tim karawitan.


3. Jadi Vokalis Band
Aduh Mbak Rian, gimana kalau kita bikin band baru? Habis kayaknya kita sehobi banget nih. Lumayan lah, saya punya gigi taring yang cukup mirip sama punyanya Arin Lavigne, eh, Avril Lavigne ding.. >_<
Dulu pernah iseng-iseng banget bikin band sama beberapa teman sekelas. Memang niatnya dijadikan band kelas karena biasanya saat class meeting ada lomba band antar kelas gitu. Tapiii...gagal dong, hihi.. 
Aduh, kalau mereka baca ini, ingatkah mereka dengan Elekyo Band? (baca; elek yo ben :p)


4. Bisa Jahit
Nah, kalau ini adalah mimpi setelah jadi emak-emak. Kenapa baru terpikir? Karena jujur, saya pingin banget bisa seperti ibu, yang dengan kedua tangannya, beliau membuatkan baju untuk saya dan kakak-kakak saya. Next, sepertinya harus memantapkan hati untuk mengambil kursus menjahit. Apa panggil Mbak Vanti aja yaa? :D


Nah, yang sedikit berbeda, kalau di Mimpi Kemarin Lusa nya Mbak Rian beliau juga ingin menjadi seorang event organizer juga, saya sih enggak. Hehehe.. Saya sadar kalau saya kurang cak-cek (cekatan). Saya juga agak pemalas, sedangkan seorang event organizer nggak boleh punya sifat itu. Satu lagi, saya kurang tegas, sehingga kurang layak menjadi pemimpin. :)

Wis Mbak Rian, kapan balik Jogja? Tak tunggu di Solo Balapan. Yok kita karaokean bareng. Mau nyinden ala Uti Waldjinah, apa nge-rock ala Avril Lavigne? Saya tak nyanyi lagunya Shaden aja.. Hihihi...



Readmore → Yang Sama Antara Saya dan Rian Luthfi

14 Hari Menjadi Selebriti

Judulnya lebay ya?
* Memang iya. Masalah buat loe? (haduh, songong banget lah, kayak Soimah)
Tapi bener lho, saya merasa jadi selebriti. Soalnya 14 hari itu, blog saya dikulik, Instagram diacak-acak (lebay lagi), twitter difollow dan nama saya disebut-sebut di postingan para blogger kece.

Cerita bermula saat 2 April 2016 yang lalu, nama saya keluar sebagai pemenang arisan link yang diadakan teman-teman member Blogger Perempuan di grup V. Nggak nyangka, nggak nyangka banget nama saya yang keluar. Saya tadinya berharap keluar di akhir-akhir aja deh, karena saya mau "renovasi" blog saya dulu, sambil cari inspirasi dari blogger yang lain. Tapi ternyataaaa...

Ya udah, saya pasrah aja. Ibarat kedatangan tamu, saya bener-bener nggak punya suguhan yang layak. Mungkin gambarannya begini; sebagai tuan rumah, rambut saya masih acak-acakan, belum mandi dan masih dasteran, eee...ada tamu yang datangnya rombongan. Kondisi rumah berantakan, lantai belum dibersihkan, debu juga beterbangan. Halah, komplit.

Dan benar saja. Tamu pertama langsung beraksi. Mbak Susi iniii, udah wanti-wanti, "Nggak terlalu pedes koq, cabenya cuma tiga". Karena saya suka pedes, jadi ya asik-asik aja. Saya langsung bebenah, sesuai dengan yang beliau instruksikan. Meskipun mungkin hasilnya belum maksimal.

Lega?

Beluuum.. Tamu yang lain masih banyaaak. 20an lho jumlahnya. Rata-rata mereka menanyakan kenapa blog ini dinamakan kayu sirih. Saya, terus terang, nggak ngerti juga. Blog ini bikinan suami tahun 2010 lalu, dan baru saya isi 3 tahun setelahnya. Waktu ditanya kenapa namanya kayu sirih, beliau sih bilangnya karena kayu dan sirih itu lekat dengan wanita. Kembali lagi, mungkin yang dimaksud suami adalah wanita jadul (mungkin karakter saya memang agak jadul ya? >_< ), yang masak pakai kayu bakar dan suka "nginang" pakai daun sirih. Bukan, bukan berhubungan dengan ilmu kejawen yaa... Hadeuh, kepikir tentang kejawen pun enggak lhoo...

Tapi saya terkesan deh, sama penerawangan Mbak Rani, katanya begini: Sesuai namanya, kayu dan sirih. Sesuatu yang memang identik dengan wanita, karena sirih hidup bersandar dan berdampingan pada batang kayu dan itulah kira-kira penjabaran arti kehidupan Mbak Arinta sebagai seorang wanita yang diharapkan dapat berguna untuk sesama wanita lain juga sebagai kekasih yang bersandar pada kekasih hatinya. Saya aminkan ya Mbak, semoga setelah ini, saya bisa menebar lebih banyak manfaat lagi.

Mbak Rani ini, pas nama saya yang keluar, bakat jadi cenayangnya tiba-tiba muncul, hihi.. Katanya, saya ini blogger sekuat naga. Kenapa? Cuma karena saya ber-shio naga. Hahaha... Tapi saya tersanjung sih..hihi..meski cuma sebentar. Kemudian saya mencoba menangkap makna sebenarnya; mungkin loh yaa, maksud Mbak Rani adalah karena saya tetap bertahan belajar menulis, meski hasilnya belum terasa. Pokoke sinau ora leren-leren. :D

Lalu Mbak Alfa, yang udah wawancara saya, xixixi... *berasa keren ^_^
Ngobrol sebentar sama Mbak Alfa, saya jadi sepakat dengan satu hal. Tak akan lari jodoh (rezeki) dikejar. Slow saja, yang penting sehat. Kan kata Mak Indah Julianti Sibarani juga, "blogging with heart, money will follow." 

Trus ada juga tulisan Mbak Esther yang bikin saya nggak ngerti mesti komen apa. Kenapa? Soalnya pake bahasa inggris, haha..ngga ngerti deh gimana ngomongnya. 

Saya juga terpesona dengan tulisan Mbak Inuel yang katanya mencoba meraba-raba saya, wkwkwk.. Juga tulisan Mbak Widut (Widi Utami), Mbak Vanti, Mbak Inay, Mbak Yurma, Mbak Dwi Sari, Mbak Retno, Mbak Rahayu, Mbak Mutia, Bu Mutia, Mbak Ria, Mbak Tian, Mbak Awin, Mbak  Nunk, Mbak Anis, , Mbak Rahmah, Mbak Rian, juga Mbak Sofy. (maaf kalau ada yang kelewat, emak siweur matanya...xixixi)

Alhamdulillah, alhamdulillah.. Dari arisan link ini, saya jadi punya teman baru. Teman ngobrol semi tsurhat, yang asik-asik, hihi.. Semoga lain waktu kita bisa bertemu yaa.. aamiin..

Nah, berikut ini adalah link tulisan teman-teman grup V (Pokoknya kalau nanti saya kangen, tulisan-tulisan ini akan saya baca lagi :D) ;


1. Susi : http://www.susindra.com/2016/04/arinta-adiningtyas-penulis-dari-purworejo.html
2. Inuel : http://www.jombloku.com/2016/04/meraba-dengan-mata-tertutup-arinta.html
3. Dwi Sari : http://www.kisekii.com/2016/04/tips-emak-ala-kayu-dan-sirih.html
4. Inay: http://www.innnayah.com/2016/04/arinta-adiningtyas-profil-blogger.html?m=1
5. Yurma: http://www.yurmawita.com/2016/04/7-fakta-tentang-kayusirih-blog.html?m=1
6. Alfa: http://pojokmungil.com/menjadi-mommy-blogger-kenapa-enggak/
7. Rahayu: http://www.rahayupawitriblog.com/2016/04/belajar-parenting-dari-arinta.html?m=1
8. Ria : http://www.riatumimomor.com/2016/04/bw-bp-arinta-adiningtyas.html
9. Rani : http://www.ranirtyas.com/2016/04/arinta-adiningtyas-sosok-di-balik-kayu.html
10. Mutia : http://www.elisakaramoy.com/2016/04/mengenal-sisi-sisi-menarik-mbak-arinta.html?m=1
11. Tian : http://www.tianlustiana.com/2016/04/agar-ide-tidak-buntu.html
12. Muthz : http://www.turiscantik.com/2016/04/atasi-malas-ngeblog-ala-si-kayu-sirih.html
13. Vanti: http://ayunovanti.com/tips/semangat-menulis-jangan-kau-pergi-belajar-dari-pengalaman-mbak-arinta/
14. Esther : http://estherariesta.com/mom-blogger-arinta-adiningtyas/
15. Awin : http://alivia-awin.blogspot.co.id/2016/04/kayu-sirih-mbak-arinta.html
16. Retno: http://lemaripojok.blogspot.co.id/2016/04/dibalik-nama-kayusirih.html?m=0
17. Nunk: goo.gl/4Jx4dA
18. Anis:  http://achmianisa.blogspot.com/2016/04/blogger-cantik-yang-doyan-bisnis.html
19. Rahmah: http://chemistrahmah.com/cerita-kayu-sirih-arinta-dalam-semangkuk-pallu-basa.html
20. Rian: https://superduperlebay.wordpress.com/2016/04/20/menjadi-multitasking/
21. Sofy: http://www.sofy-hidayati.com/2016/04/menebar-manfaat-lewat-blog.html
22. Widut: http://www.widut.co/2016/04/arinta-adiningtyas-being-full-time.html

Terima kasih dari blogger Kayu Sirih :)


Readmore → 14 Hari Menjadi Selebriti

Heart Field; Usaha Saya Mengganti Kecewa dengan Rasa Bahagia.

Mau curcol... Bulan lalu, saya mendapat hadiah voucher sebesar Rp 200.000,-. Salah saya, saya tidak segera menggunakannya. Tiap ada ke...