Pentingnya Pajak untuk Kemajuan Suatu Bangsa

Saturday, November 30, 2019


Jumat, 29 Nopember 2019 kemarin, Blogger Solo menghadiri undangan dari KPP Pratama Surakarta, dalam acara Ngobrol Santai Pelayanan dan Manfaat Pajak bersama Kawan Dunia Maya (Kaniya). Senang sekali rasanya, karena saya khususnya, menjadi lebih terbuka wawasannya terkait pajak di negeri kita.

Masih adakah yang ingin mempertanyakan, seberapa pentingnya pajak untuk negara kita?

Berkenaan dengan pajak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, “Pajak itu layaknya tulang punggung di tubuh manusia. Kalau Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya.” Ya, sepenting itulah pajak untuk negara kita, karena pembiayaan negara, salah satunya berasal dari pajak yang kita bayarkan.

Pentingnya Pajak untuk Kemajuan Suatu Bangsa
Pajak itu seperti tulang punggung dalam tubuh kita.


Apa jadinya jika kita enggan membayar pajak? Sama halnya dengan tulang punggung yang rapuh, tentu akan membatasi ruang gerak kita. Ini jelas merugikan. Padahal, pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan negara. Kurang lebih 83% dari total pendapatan negara, bersumber dari pajak. Kegagalan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dapat berakibat pada sendi-sendi aktivitas kehidupan bernegara dan menghambat pencapaian cita-cita menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. 1)

Maka dari itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepatuhan untuk membayar pajak. Karena pajak yang kita bayarkan, manfaatnya akan kembali kepada kita juga. Jangan sampai kita menjadi Free Rider, yaitu orang yang sebenarnya sangat mampu membayar pajak, tetapi tidak mau membayar pajak dan hanya mau menikmati fasilitas-fasilitas yang dibangun dengan dana pajak. Woh, lha kok sakpenake dhewe ...

Pengemplang Pajak
Free Rider dalam Pajak


Biasanya, orang-orang enggan membayar pajak karena :

1. Eman-eman alias sayang sama duitnya. Itu saja. Jadi memang tidak punya iktikad yang baik untuk ikut andil dalam membangun negeri ini.

2. Meyakini pendapat bahwa pajak itu haram hukumnya

Yang dijadikan dalil, salah satunya adalah Q.S. An-Nisa : 29, yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil ...

Dari dalil di atas, pajak dianggap sebagai salah satu jalan yang batil, karena dianggap sebagai salah satu cara memakan harta sesamanya. Mereka yang menolak untuk membayar pajak juga beralasan, lebih baik mengeluarkan zakat atau sedekah daripada harus membayar pajak. Padahal, zakat yang dikeluarkan oleh umat muslim, sangat terbatas penggunaannya. Zakat tidak boleh digunakan untuk membangun jalan raya, membangun masjid (kecuali dalam kondisi darurat), apalagi digunakan untuk warga non muslim. 2)

Untuk itulah, negara membuat suatu sistem perpajakan, yang dananya diambil dari orang pribadi atau badan, bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dan digunakan untuk negara bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ya, Indonesia kan tidak hanya dihuni oleh orang muslim saja to?

3. Khawatir pajak yang dibayarkan akan dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Well guys, itu sama sekali bukan alasan untuk lalai dari kewajiban. Yang perlu kita lakukan adalah, bayar pajaknya, awasi penggunaannya. Lagipula, dengan membayar pajak, itu berarti bahwa kita telah ikut berpartisipasi dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Apa ngga bikin bangga, bro?


Sebagai bayangan, pajak yang kita bayarkan, larinya ke mana saja sih? Nah, ini dia ilustrasinya. 

Pajak kita lari ke mana?
Pajak untuk apa saja?


Jadi, dari Rp 1.000.000 pajak yang kita bayarkan, dananya dibagi-bagi untuk keperluan pendidikan, kesehatan, keagamaan, perumahan & fasilitas umum, pertahanan, pariwisata, dll.

Oh ya, di acara Ngobrol Santai kemarin, Kepala KPP Pratama Surakarta, Bapak Eko Budi Setyono, menganalogikan pemungutan pajak seperti seorang peternak ayam yang akan mengambil telur-telur ayamnya.

“Prinsip pajak itu, ambil telurnya, tapi jangan sampai membuat ayamnya stres. Kondisi ayam yang stres justru akan membuatnya tidak produktif. Pemungutan pajak tidak boleh seperti itu,” tutur beliau.

Masuk akal sih. Kalau Wajib Pajaknya stres, penerimaan negara juga akan menurun, bukan? Dan sebenarnya, sistem perpajakan yang dianut saat ini, yaitu self assessment system (suatu sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melapor pajaknya sendiri), sudah mencerminkan suatu upaya untuk tetap menjaga kesehatan mental Wajib Pajaknya.

Memang, menurut saya pribadi, sistem ini memiliki kelemahan sekaligus kelebihan, tergantung pada seberapa besar kesadaran Wajib Pajak untuk membayar pajak. Kalau pada jujur, ya syukur. Yang ngga jujur, ya kabur.

Self Assessment System pada pajak
Self Assessment System pada Pajak



Omong-omong, tidak semua Wajib Pajak dikenai kewajiban untuk membayar pajak, lho!  

Bagi mereka yang  memiliki penghasilan di atas batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), wajib hukumnya membayar pajak sesuai ketentuan. Dan bagi mereka yang penghasilannya di bawah batasan PTKP (di bawah Rp 4.500.000,- per bulan), maka tidak ada kewajiban bagi mereka untuk membayar pajak.

Tuh, kan, pajak tidak semengerikan apa yang ada di pikiranmu. Yang kuat atau mampu, ya bayar lebih banyak. Yang lemah atau tidak mampu, ya tidak perlu membayar. Seadil itu! Namun, meski terbebas dari kewajiban membayar PPh, Wajib Pajak tetap harus membuat laporan dengan mengisi SPT Nihil melalui formulir atau e-filing pajak lewat situs DJP online, lho ya!

Ssstt, jangan lupa, batas akhir pelaporan SPT Tahunan adalah di tanggal 31 Maret 2020, yaa ... Pajak Kita, Untuk Kita!




Sumber Referensi :
1) https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4114406/sri-mulyani-pajak-adalah-tulang-punggung-negara
2) https://www.pajak.go.id/artikel/pajak-haramkah



Read More

#ArisanIlmu KEB, Belajar tentang Apa Itu Podcast dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Monday, November 25, 2019


Serba-serbi Podcast dan Voice Over
#ArisanIlmu tentang Apa Itu Podcast dan Voice Over. Picture by Mak Ranny Afandi.

Di Arisan Ilmu KEB Solo hari Minggu kemarin, Emak Blogger Solo belajar tentang apa itu Podcast dan Voice Over dari Mak Sara Neyrhiza, yang merupakan founder speaking.id. Asli, acaranya seru banget! Selain karena cara Mak Sara dalam menyampaikan materinya sangat asik dan atraktif, di akhir acara, kami juga belajar bagaimana cara memproduksi suara diafragma. Makin gayeng jadinya. Angkat topi dulu untuk orang-orang yang berprofesi sebagai pengisi suara, karena memang, menghasilkan aneka ragam suara sama sekali bukan hal yang mudah.

Oya, sebelum ke mana-mana, kita cari tahu dulu yuk, apa sih Podcast itu?

Sejarah Podcast bermula ketika Steve Jobs berpikir bahwa radio sudah harus disingkirkan. Jadi dia menciptakan Podcast, yang merupakan kepanjangan dari iPod Broadcast.

Sudah bisa menyimpulkan, apa itu Podcast? Ya, Podcast adalah sebuah rekaman yang dibuat dalam bentuk digital dan bisa didengarkan oleh semua orang. Podcast, seperti yang saya tuliskan di atas, dibuat untuk menyingkirkan radio. Jadi, Podcast mirip seperti radio, tapi bukan radio.

Lalu, kenapa sih melakukan Podcasting itu cukup penting untuk para blogger? Ada beberapa alasan sebenarnya.

Yang pertama (ngga usah nyanyi :p), radio saat ini sedang dalam masa yang berat. Kecuali di Jakarta dan kota-kota besar yang banyak macetnya, radio mulai ditinggalkan. Memang, salah satu alasan terbesar mengapa orang masih mendengarkan radio adalah agar tidak bosan saat terjebak dalam kemacetan. Karena alasan inilah, Podcast menjadi alternatif sarana agar suara atau isi kepala kita tetap bisa didengarkan banyak orang. Dan memang, Podcast kebanyakan diisi oleh penyiar radio, seperti Mak Sara.😊

So, buat kamu yang punya cita-cita jadi penyiar radio atau punya hobi cuap-cuap dan ingin didengar oleh banyak orang, sepertinya Podcast adalah hal yang wajib kamu lakukan. 

Mengenal Apa itu Podcast dan Voice Over
Mak Sara Neyrhiza menjelaskan tentang apa itu Podcast dengan sangat atraktif. Picture by Mak Ranny Afandi.

Kedua. Karakter Podcast memudahkan pendengarnya. Di sini, pendengar bisa memilih ingin mendengarkan cerita seperti apa. Selain itu, sama dengan ketika mendengarkan radio, mendengarkan Podcast tidak harus selalu sambil membawa gadget. Lain halnya dengan saat menonton YouTube.

Dan yang ketiga, mengapa Podcast menjadi sesuatu yang patut kita coba adalah karena pemain Podcast di Indonesia masih sedikit. Padahal, di luar negeri, Podcast sudah menjadi sebuah trend. Jadi, jika kita memulainya sekarang, di tahun-tahun mendatang ketika Podcast menjamur di Indonesia, setidaknya kita bukan newbie-newbie amat. 😁

Memang, tidak seperti blog yang saat ini sudah bisa "diduitin", Podcast masih belum bisa menjanjikan apa-apa, selain sebagai sarana untuk menuangkan hobi cuap-cuap dan sarana untuk menuangkan isi kepala. Namun, tidak menutup kemungkinan jika ke depannya Podcast bisa menjadi salah satu sumber penghasilan, bukan? Yah, seperti blog di masa lalu lah. Zaman dulu, blog hanya sebatas sebagai tempat untuk menuangkan ide, tetapi saat ini, blog sudah berkembang menjadi tempat untuk mengais rezeki.

Nah, sekarang, Bagaimana Cara Memulai Podcast?

1. Tentukan topiknya
Pastikan untuk memilih topik yang benar-benar kita kuasai. Ya gimana ya, kalau kita ngomongin sesuatu yang ngga benar-benar kita kuasai, kita malah akan jadi terlihat bodoh. Ya kan?

Selanjutnya, tentukan formatnya. Apakah ingin Podcasting secara solo, kolaborasi (misalnya dengan mengundang bintang tamu di setiap episode) atau ingin bertiga, berempat, dan sebagainya. Setelah menentukan topik dan format, jangan lupa untuk menentukan target audience. Remaja kah, ibu-ibu kah, anak muda gaul kah dan sebagainya. 

2. Buat nama
Menentukan sebuah nama memang bukan merupakan hal yang sederhana. Samalah seperti ketika kita mencari nama untuk blog. Nama yang kita pilih sebaiknya berkaitan dengan isi konten kita, karena pemilihan nama juga menjadi salah satu strategi branding. 

3. Membuat script / naskah
Sebuah naskah menentukan bagaimana isi Podcast kita. Apakah scripted, ataukah improvisasi?

Sudah menentukan topik, format dan nama Podcast? Selanjutnya, perlengkapan apa saja sih yang dibutuhkan untuk memulai podcast?

1. Suara
Ini tentu merupakan modal yang paling penting. Bukan berarti suaranya harus merdu, tapi sebaiknya suara kita harus jelas artikulasinya, agar pendengar tidak kesulitan untuk mencerna kata-kata kita. 

2. Gadget / smartphone
Kalau belum punya peralatan yang mumpuni, kita juga bisa kok menggunakan smartphone. Memang mungkin hasil suaranya tidak akan sejernih ketika menggunakan peralatan recording di studio, tapi jangan sampai keterbatasan alat lantas membunuh mimpi kita. #aseeek.

Jika suara yang dihasilkan dari merekam via smartphone masih kurang enak didengar, kita bisa melakukan editing untuk memperbaiki kualitas suaranya. Untuk smartphone, kita bisa mendownload aplikasi audio editing di playstore. Ada juga software untuk audio editing yang bisa kita gunakan, seperti:
- Audacity (Mac & PC) --> gratis
- GarageBand (Mac) --> gratis
- Adobe Audition (Mac & PC) --> berbayar (bulanan) 

3. Mikrofon
Ada beragam jenis microphone yang bisa kita gunakan. Pilih saja sesuai kebutuhan.

4. Yang terakhir, publikasikan podcast kita ke beberapa Directory Podcasting, seperti: iTunes (Apple Podcast), Spotify, Google Play Music, Stitcher, TuneIn, Spreaker, Blubrry, atau SoundCloud. Atau, kalau ingin lebih simpel, kita bisa submit ke anchor.fm, karena dari Anchor, Podcast kita bisa langsung terdistribusi ke berbagai Directory Podcast di atas.
 
Arisan Ilmu Emak Blogger Solo
#ArisanIlmu KEB, Mengenal Podcast dan Voice Over.

Baiklah, itu dia sedikit yang bisa saya tangkap dari hasil belajar di Arisan Ilmu KEB kemarin. Sudah ada gambaran kan, apa itu Podcast, lalu bagaimana cara membuat Podcast, apa saja yang diperlukan ketika ingin membuat Podcast, dan di mana saja kita bisa mendistribusikan Podcast? Jika ada kekurangan, saya mohon maaf, yaa.. Untuk yang mau tanya-tanya tentang Podcast, bisa langsung hubungi Mak Sara Neyrhiza di website beliau: http://www.saraneyrhiza.com/ atau di IG beliau: @neyrhiza



Sumber referensi lainnya:

- http://submitclimb.com/apa-itu-podcast-dan-bagaimana-cara-membuat-podcats

 
Read More

My Before 40 Bucket List

Thursday, November 21, 2019

Umur memang menjadi rahasia Illahi. Tidak ada manusia yang tahu sampai kapan ia akan berada di dunia ini. Namun, tak ada salahnya bukan, jika kita mempunyai daftar impian sebelum usia kita menginjak kepala empat?

Saat ini saya berumur 31 tahun. Kok cepet ya? Rasanya baru kemarin umur 20, lalu menikah di umur 21. 😁 Jadi, untuk mencapai 40 tahun, masih ada 8,5 tahun yang tersisa. Cukup panjang untuk mengejar sebuah cita-cita. Tapi, namanya juga cita-cita, pastinya dikelilingi oleh hal-hal yang rumit, dan tergantung pada nasib. Wkwkwk ...

Lalu, apa saja sih, keinginan saya sebelum berumur 40 tahun?

1. Hafal 3 Juz Terakhir dalam Al-Qur'an

Yang ini tidak tergantung nasib sih, hanya tergantung pada seberapa kuat azzam saya untuk mewujudkannya. Seperti janji Allah dalam Q.S Al Qamar: 17 yang berbunyi: "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-quran untuk pelajaran. Maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" sebenarnya Alquran itu mudah. Tinggal kitanya saja, mau mempelajarinya atau tidak.

Sebelum menikah dulu, sebenarnya saya sudah mulai menghafal juz 30. Hanya tinggal beberapa surat lagi saja, juz 30 saya hafal seluruhnya. Nah, setelah hamil dan memiliki anak, hafalan itu hampir hilang (banyak ayat yang tertukar-tukar), karena jeleknya saya, saya tidak rutin melakukan muroja'ah. Sekarang saya mulai mencoba menghafalnya kembali bersama anak-anak, sambil menemani mereka memenuhi target dari sekolah.

Semoga tahun depan saya lulus juz 30, dan tahun-tahun selanjutnya bisa bergeser ke juz 29 dan 28. Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.

Menghafal Al-Qur'an
Menghafal Al-Qur'an

2. Umroh Berlima, dengan Suami, Anak-anak dan Bapak

7-8 tahun lagi kemungkinan Aga sudah baligh. Jadi, semoga kami diberikan rezeki untuk ke Mekkah sama-sama, sekeluarga. Aamiin YRA.

Kalau saat ini membayangkan berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk umroh berlima, rasanya kok mengkeret yaa ... Tapi bismillah saja lah, toh ada Allah yang Mahakaya. Tinggal minta sama Allah saja. 😊


3. Beli Tanah atau Sawah di Purworejo

Xixi, duniawi banget ya? Tapi itu impian saya. Kalau sudah dapat tanah, kelak akan saya tanami pepohonan, entah itu pohon buah-buahan atau pohon jati untuk investasi. Kalau ngga ya bertani.

Yakin mau bertani? Why not? Ya jangan bayangkan kami akan turun tangan sendirian sih, tapi mungkin kami akan menyuruh orang, dan kami bantu dikit-dikit. Hihi... Kayak Mbak Ani dan Mas Bintang waktu di OLI dulu lah.


4. Kembali ke Purworejo

Saya ngga tau apakah ini bisa terwujud dalam waktu dekat, karena kami sudah terlanjur membeli rumah di Solo. Anak-anak juga sekolah di sini. Jadi, biar waktu saja yang menjawab deh. Hehe... Hanya saja, jika nantinya suami fokus dengan studionya sendiri, untuk apa kami tinggal di Solo, ya kan? Biaya hidup di sini lebih mahal, cyiiin...


5. Fokus di Buku Anak

Sebenarnya tahun ini saya sudah memiliki satu antologi cerita anak. Tapi kan namanya juga buku hasil karya keroyokan berpuluh-puluh orang, rasanya tentu berbeda dengan saat kita bisa membuat buku solo.

Mulai tahun depan, saya berencana untuk menyisihkan setidaknya satu hari dalam seminggu untuk membuat cerita anak.

Buku Anak; Sekotak Cerita untuk Ananda
Buku Anak; Sekotak Cerita untuk Ananda


6. Pengen ke Padang, Lalu ke Jepang

Ini bukan impian yang urgent, artinya ngga apa-apa juga kalau baru akan terpenuhi setelah berumur 40 tahun, 50 tahun atau 60 tahun. Kenapa Padang? Karena saya ingin menyatukan kepingan masa lalu, hehe... Bukan karena saya pernah tinggal di sana, tapi karena waktu kecil saya sangat senang saat melihat tari piring di televisi.

Lalu tentang Jepang, ini juga karena anak-anak suka banget sama film-film Ghibli, seperti TOTORO, Spirited Away, atau The Secret World of Arrietty.

~~

Sebenarnya, keinginan terbesar saya saat ini itu aja sih, ngga banyak kan? Yang banyak tuh cuma keinginan-keinginan kecil, seperti menanam banyak tanaman di pot untuk mempercantik taman mini di depan rumah, lalu membeli bibit-bibit buah (mangga, duwet, jambu jamaika) untuk ditanam di Purworejo.

Baca ini yaa : Dari Janda Bolong Hingga Sri Rezeki, Tanaman yang Sedang Populer Saat Ini

Oya, ada lagi yaitu membeli sepeda supaya bisa dipakai untuk antar jemput Adek Aga. Ceritanya mau mulai berhemat BBM, gitu, demi bumi tercinta. Mau bikin komposter juga, supaya sampah organiknya bisa diolah jadi pupuk untuk tanaman-tanaman di depan rumah. Yang tak boleh terlupa, Bak PAH, untuk menampung air hujan sebagai langkah mengantisipasi kekeringan.

Nah, itu dia daftar impian saya. Cuma separuh dari impian Mbak Ran yang jumlahnya ada 10. Hehe... Oya, yang ini impiannya Mbak Widut. Baca juga, yaa... :)






Read More

Dari Janda Bolong Hingga Sri Rezeki, Tanaman yang Sedang Populer Saat Ini

Saturday, November 16, 2019


Iseng banget nulis ini karena saya memang sedang memimpikan rumah yang penuh dengan tanaman hias. Saya jadi sering mencari tahu tanaman apa yang sedang populer saat ini. Ya, meskipun impian memiliki taman yang penuh dengan tanaman hias itu belum kesampaian sih. 

Tapi ngga apa-apa, siapa tahu setelah menuliskan di sini, Allah memberikan rezeki berupa taman mini yang indah di depan rumah. Ya kan?

Lalu, apa saja sih tanaman yang sedang populer saat ini? Ini saya simpulkan dari beberapa akun yang menjual tanaman hias di Instagram, yaa ... 

1. Janda Bolong (Monstera)

Monstera alias Janda Bolong
Monstera / Janda Bolong, Sumber : Florauna

Nama Indonesia-nya unik, ya? Janda Bolong, wkwkwk... Tapi memang, tanaman ini dikenal karena bentuk daunnya yang bolong-bolong. Hmm, untung ngga dinamain Sundel Bolong. #Ups

Sebenarnya tanaman Monstera sudah populer sejak tahun-tahun lalu. Ingat ngga, Monstera plastik sempat banyak digunakan sebagai properti foto? Sampai saat ini pun demam Monstera masih berlanjut. Harganya juga masih cukup tinggi di pasaran.


2. Pisang-Pisangan (Heliconia)

Pisang-pisangan / Heliconia
Pisang-pisangan (Heliconia), Sumber : Tokopedia

Suami berkeinginan untuk menjadikan tanaman ini sebagai tanaman pagar. Memang, kami butuh tanaman yang bisa tumbuh dengan rimbun dan tinggi, agar pandangan dari luar tidak langsung tembus ke dalam. Saya, yang saat itu menginginkan bambu air, tentu tidak setuju. Namun, ketika tahu bahwa tanaman ini sedang "naik daun", saya memutuskan untuk seiya sekata dengan suami. Apalagi, tanaman bambu air membutuhkan tempat yang sejuk dan lembab, sedangkan tanah depan rumah sepertinya lebih cocok dengan pisang-pisangan karena langsung menangkap cahaya matahari. Kondisi seperti ini kurang ideal untuk tanaman bambu air.


3. Lidah Mertua (Sansevieria)

Tanaman yang sedang populer saat ini
Sansevieria / Lidah Mertua, Sumber : Wikipedia

Tanaman ini bisa dibilang tak lekang oleh waktu. Sejak dulu sudah populer, meski harganya tidak semahal tanaman-tanaman populer lainnya. Mungkin ini dikarenakan perawatannya yang mudah, bahkan meski kita tidak rutin memupuk atau menyiraminya, tanaman ini akan tetap tumbuh dan berkembang biak. 

Namun, jika mendapatkan perawatan yang baik, lalu ditanam di dalam pot yang cantik, tentu Lidah Mertua ini akan semakin menarik.


4. Kaktus Koboi

Tanaman yang populer saat ini
Kaktus Koboi, Sumber : Pinterest

Tanaman ini harganya gila-gilaan. Semakin tinggi semakin mahal, bisa mencapai belasan juta. Sebenarnya perawatannya tidak sulit, bahkan kita cukup menyiramnya dua minggu sekali, karena jika media tanamnya terlalu lembab, kaktus akan mudah membusuk. Namun, pertumbuhan Kaktus Koboi amat lambat. Inilah yang membuat harganya mahal. 


5. Kuping Gajah

Tanaman Kuping Gajah
Tanaman Kuping Gajah, Sumber : Tokopedia

Bisa dibilang, Kuping Gajah adalah tanaman kenangan bagi saya, karena setiap melihat tanaman ini, saya jadi teringat almarhumah ibu. Dulu waktu masih kecil, di tahun 90an, ibu punya pot-pot tanaman hias dan salah satunya ada kuping gajah. Tiga dekade berlalu, dan kini tanaman ini kembali populer. Apalagi setelah booming home decoration with plants


6. Tanduk Rusa

Tanaman tanduk rusa
Tanduk Rusa, Sumber : Tokopedia

Sama seperti Kuping Gajah, Tanduk Rusa juga merupakan tanaman kenangan. Tanaman ini biasa ditanam dengan cara digantung. Dulu, oleh almarhumah ibu, tanduk rusa ditaruh di tiang-tiang di teras rumah. Ada juga yang ditempelkan di batang pohon rambutan dan mangga.

Oya, tanduk rusa juga menjadi background acara akad nikah saya 10 tahun yang lalu. Wkwkw, ngga penting ya? :)


7. Sri Rezeki (Aglaonema) 

Aglaonema
Sri Rezeki (Aglaonema), Sumber : tanamancantik.com

Sempat sangat populer di awal 2000-an, Aglaonema kembali moncer belakangan ini. Tanaman yang juga dikenal dengan nama Sri Rezeki ini memiliki berbagai jenis varian. Warna daunnya bermacam-macam. Saya sendiri ngga hafal, hehe... Yang dimiliki ibu, dulu, adalah yang berwarna hijau kekuningan. 

Konon, tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika tidak terkena matahari secara langsung. Media tanamnya juga harus selalu dijaga kelembabannya, jadi, kita harus rajin menyiraminya, minimal satu kali sehari.


Baiklah, itu dia 7 tanaman yang sedang populer saat ini, yang cantik juga untuk dijadikan penghias rumah ala-ala plant decoration. Eh, jadi penghias instagram juga oke, lho! Hihi ... Kalian sudah punya yang mana saja nih? :)



Read More

5 Tips to be More Fashionable

Thursday, November 7, 2019


There are so many quotes about fashion but what i love the most is a quote by Kimora Lee. She said, "Always dress like you're going to see your worst enemy." I agree with this opinion, because indeed, our appearance shows our identity. Of course, everyone wants to be considered good, inside and out. However, it is not easy to find a style that suits our personality. 

Therefore, I came with some tips that might be useful for you, so you can look more fashionable.

1. Know Yourself

Get to know your body and personality. It's about how our body shape and what kind of clothes that are suitable or not suitable for us to wear. Getting to know yourself does not mean that you have to consider what others think is lacking. Absolutely not. By freeing ourselves we can free our characters, with clothes that we really like and that make us comfortable when wearing them.

It is no problem for having a large body size, because You can still look attractive with sexy plus size dresses for women, like the picture below.



Sexy Plus Size Dresses for Women


2. Don't Bother with Trends

Fashion is about following the trend, but style is about what looks good to us and makes us comfortable sticking to what we wear. Remember, being yourself is the best thing we can show. 


3. Good Doesn't Have to Be Expensive

Fashion can be considered successful when something cheap looks expensive when we wear it. A trend setter doesn't even think about brands. They will wear whatever they like, and because they are confident when wearing it, naturally people are inspired by their appearance.

"Fashion is not necessarily about labels. It's not about brands. It's about something else that comes from within you." Ralph Lauren

4. Selective in Buying

Do not be too hasty when choosing clothes. Think first whether we really like it or if we just want to throw away our money. Don't also buy clothes that we don't really like, just because other people say that clothes are fashionable. You can find references in dressing on fashion dresses online first.

There is one thing that I applied, I did not go out of the house in order to buy new clothes. I go out for a walk or have fun. So when I find something I like to wear, just think of it as part of the fun. I believe that the clothes we buy when we are in a good mood, will show the best side of ourselves when we wear it.


5. Have the Mainstay Fashion

There are times when the mood goes up and down, making us stuck in appearance. For that, have a simple style of dress that we like the most and it can show who we are. So, even though we're stuck, we can still be ourselves.


Alright, those are 5 fashion tips that might be useful for you guys. If you are the one who cares about appearance, you can see Lover-Beauty Fashion Dresses too. 


Read More