Perawatan (Lagi!) di Ella Skincare Supomo, Bener-bener Nagih...

Wednesday, February 24, 2021


Akhir pekan kemarin, saya kembali lagi ke Ella Skincare Supomo. Macam Sultan aja, ya, perawatan tiap bulan. Hihi... Ngga apa-apa lah, sekalian kasih reward untuk diri sendiri juga. Lalu, apakah treatment yang saya jalani kali ini sama dengan yang kemarin? Simak artikel ini sampai habis untuk cari tahu!

~

Sabtu pagi, tanggal 20 Februari, saya meluncur ke Ella Skincare Supomo bersama Opik, adik saya. Kenapa pagi-pagi? Supaya ngga terlalu ramai, hehe... Dan memang, saat saya datang, area parkir belum sepenuh ketika saya datang bulan lalu, meski tidak bisa dibilang sepi juga.

Ketika masuk, Greeter langsung menyambut saya kemudian mengecek suhu tubuh saya dengan thermo gun sambil bertanya apakah ada yang bisa dibantu. Setelah menjelaskan keperluan saya, saya pun dibantu untuk reservasi. Selesai reservasi, saya lalu mencari tempat duduk untuk menunggu.

Untuk tempat duduk, seperti di tempat umum lainnya, kursinya diberi jarak aman sehingga antara orang yang satu dengan yang lainnya tidak saling berhimpitan. Ya, di masa pandemi seperti saat ini, Ella Skincare tidak kendor soal protokol kesehatan. Seluruh staff mengenakan masker dan face shield, selain itu disediakan pula hand sanitizer di dekat pintu masuk. Ini yang membuat saya berani melakukan treatment di sini. 

Ella Skincare Supomo


Setelah menunggu beberapa saat lamanya, nama saya pun dipanggil untuk berkonsultasi dengan dokter Yovita. Dari hasil konsultasi tersebut kemudian diputuskan treatment apa saja yang sesuai dengan permasalahan kulit saya.

Selesai konsultasi, saya dibimbing masuk ke ruang treatment oleh beautician yang tak hanya mengenakan masker dan face shield saja, tetapi lengkap dengan jubah medis dan sarung tangan. Dan seperti inilah kondisi ruang treatment di Ella Skincare. Bersih, rapi, bed-nya pun dilapisi dengan plastik, dan setiap berganti customer, plastiknya akan diganti dengan yang baru (bersih).

Ruang Treatment Ella Skincare
Ruang treatment di Ella Skincare

Nah, sekarang saatnya kita treatment. Seperti biasa, wajah akan dibersihkan terlebih dahulu. Selanjutnya, seperti di treatment bulan lalu, wajah saya di-detox. Jika bulan lalu wajah saya super duper kotor, kali ini sudah agak mendingan. Tetap berwarna hitam, namun tidak sehitam dulu. Wajar  kalau kotor sih, karena efek polusi dan sisa-sisa make up tak bisa sepenuhnya hilang dengan pembersihan biasa.

Coba lihat, beda banget kan? 😁

Detox Wajah di Ella Skincare
Detox wajah di Ella Skincare

Bagi yang belum tahu, fungsi detox pada wajah adalah untuk mengangkat kotoran yang terletak jauh di dalam pori-pori, seperti sisa-sisa make up dan efek polusi yang tidak bisa dijangkau dan dibersihkan dengan pembersih biasa. Jadi detox wajah ini penting banget supaya manfaat skincare yang kita pakai juga lebih maksimal. 😊

Serum Preparasi

Setelah detox wajah selesai, treatment selanjutnya adalah Serum Preparasi. Treatment ini bermanfaat untuk membantu memudarkan bekas jerawat atau flek-flek hitam, sekaligus mencerahkan wajah. Kalau teman-teman sudah baca pengalaman pertama saya treatment di Ella Skincare, teman-teman akan tahu bahwa permasalahan kulit saya adalah kering, kusam, mulai muncul garis-garis kerutan dan juga flek hitam.

Apa? Belum baca? Ya sudah, nih tak kasih link-nya: Pengalaman Pertama Perawatan di Ella Skincare, Ternyata Begini...

Nah, dari keseluruhan treatment yang saya jalani hari itu, Serum Preparasi adalah tahapan paling perih. Makanya saya dikasih kipas, supaya ketika kulit terasa pedih perih, saya bisa mengipas-ngipas untuk mengurangi rasa kurang nyaman itu.

Perawatan di Ella Skincare
Serum Preparasi di Ella Skincare

Di gambar sebelah kanan, kelihatan kan kalau saya sedang menahan sakit? Hihi... Again, beauty is pain.

Bright Booster Laser

Setelah Serum Preparasi selesai, tahapan selanjutnya adalah Bright Booster Laser. Namun, sebelumnya wajah saya dibuat mati rasa dulu dengan krim anestesi. Jika di treatment yang lalu (Laser Optima), wajah terasa cekit-cekit saat dilaser, kali ini tidak. Hal ini mungkin terjadi karena wajah saya sudah mati rasa, atau bisa juga karena jenis lasernya yang memang berbeda.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, teknik laser kali ini dinamakan Bright Booster Laser. Bright Booster Laser merupakan rangkaian perawatan yang menggunakan laser diode 1450-nm dipadukan dengan serum messo therapy gluthation. Hasilnya, kulit wajah jadi glowing, lembab, kenyal dan cerah seketika.

Review Perawatan di Ella Skincare
Saya ketika wajahnya dibuat mati rasa... 😂


Bright Booster Laser di Ella Skincare
Bright Booster Laser di Ella Skincare


Memang benar, setelah perawatan kulit jadi terasa kenyal dan lembab seketika. Saya langsung merasa cantik, tapi bukan sok cantik... Cantik cantik gini, hanya untuk dirimu... Hiyaaa, you sing you lose.

Fibroblast Stimulator dengan metode Messo Therapy Ori

Kalau lihat di akun Instagram @ellaskincareofficial, Fibroblast Stimulator adalah treatment yang terbilang baru. Fungsinya adalah untuk membuat kulit lembab dan awet muda seperti artis Korea. 😍

FYI, Fibroblast Stimulator merupakan perawatan yang menggunakan serum dengan susunan protein seperti Collagen, Elastin, dan Fibronectin yang fungsinya serupa dengan protein asli pada tubuh manusia, berisi beragam Growth Factor dan Cytokine untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi kulit sehat, meregenerasi kulit, menunda penuaan, juga anti peradangan. Treatment ini sangat cocok untuk dilakukan pada kulit wajah yang memiliki masalah pori besar, kerutan halus, dan kulit kering seperti kulit saya.

Mengingat bahwa treatment Fibroblast Stimulator dilakukan dengan menggoreskan jarum berisi serum tadi ke kulit wajah, apakah treatment ini terasa sakit? Nah, karena efek anestesi masih terasa, jadi saya tidak merasa sakit sama sekali. Saya bahkan sempat make sure ke dokter Yovita, "Lho, ini sudah, Dok?"

Dokter Yovita pun dengan suara lembutnya menjawab, "Iya, ini sudah. Nggak sakit kok."

Iya betul, Dok, memang ngga terasa sakit sama sekali. Bahkan setelah efek anestesinya hilang pun, rasanya biasa saja, tidak perih. Dipakai wudhu pun aman.

Messo Therapy di Ella Skincare
Messo Therapy di Ella Skincare



Setelah Messo Therapy usai, di tahapan terakhir saya dipakaikan masker. Relaxing banget deh, apalagi maskernya terasa sejuk dan menenangkan. 

Untuk keseluruhan treatment yang saya jalani hari itu, total waktu yang diperlukan kurang lebih adalah 2 jam.

Oya, barangkali ada yang penasaran, berapa sih biaya perawatan di Ella Skincare? Ssstt, sini tak kasih bocoran.

- Bright Booster Laser, biayanya adalah Rp 441.000
- Fibroblast Stimulator, biayanya cuma Rp 84.000
- Detox Wajah, biayanya adalah Rp 59.000

Gimana gimana? Cukup terjangkau, ya? Setelah dua kali mencoba merawat diri di Ella Skincare, saya semakin yakin untuk merekomendasikan Ella Skincare pada kalian yang ingin mencoba perawatan. Jadi tunggu apa lagi? Segera serbu Ella Skincare terdekat di kotamu. Selain di wilayah Solo Raya, Ella Skincare juga bisa ditemukan di Semarang, Magelang, Kudus, Purwokerto, Jakarta, Madiun, juga Yogyakarta. Yuk, rawat dirimu, jaga cantikmu! 😊



Read More

Bagaimana Cara Menjadi Versi Terbaik Dirimu Sendiri?

Wednesday, February 17, 2021

 

"Belajar dari cabe, tak perlu menjadi manis untuk banyak disukai. Jadilah versi terbaik dirimu sendiri." 

Quote di atas saya dapat dari seorang teman di komunitas IIP, saat saya masih menjadi salah satu mahasiswa matrikulasi. Kutipan yang sederhana, tapi kalau dipikir-pikir, dalam sekali maknanya. Benar sekali bahwa kita diciptakan dengan keunikan masing-masing, jadi seharusnya tak perlu mengikuti standar penilaian orang. 

Bayangkan kalau semua yang ada di dunia ini terasa manis, ngga ada sambel atau rujak atuh. 

Nah, yang jadi pertanyaan, seandainya kita adalah rasa, kita ini sebenarnya manis, kecut, pahit, asin, atau pedas sih?

~

Di tulisan sebelumnya, saya menulis tentang bagaimana menemukan "Konsep Diri". Tentu saja konsep diri di sini adalah konsep diri yang positif, yaa, bukan konsep diri yang negatif, baik itu underestimated maupun overestimated. Konsep Diri diperlukan agar kita bisa menemukan versi terbaik diri sendiri. 

Sebelum membangun Konsep Diri, yang pertama harus kita lakukan adalah mengenali diri sendiri. Jadi urutannya; kenali dirimu --> tentukan self ideal-mu --> bangun Konsep Diri Positif --> jadi the best of you.

Setelah menentukan seperti apa kita akan menjadi nanti, tujuan hidup kita akan menjadi lebih jelas. Kita tahu bahwa kita sedang berjuang menuju diri yang kita harapkan. Dan dalam perjalanan menuju diri kita yang sesungguhnya, kita akan menemukan bahwa menjadi cantik adalah ketika kita menjadi diri sendiri, menyayangi diri sendiri, dan percaya pada diri sendiri.

Baca: Look I'm Very Beautiful

loving yourself isn't vanity, it's sanity
 
Memang, menemukan jati diri adalah sebuah pencarian yang sulit. Ada yang bisa menemukan di waktu mudanya, ada yang saat sudah tua seperti saya. Hehe...

Kalau teman-teman sudah baca di tulisan di atas, teman-teman akan menemukan bahwa Self Ideal saya, yaitu harapan saya terhadap diri saya, adalah menjadi seorang blogger yang pecinta lingkungan dan penghafal Al-Qur'an. Meski masih jauh panggang dari api, tetapi setidaknya saya tahu, hari-hari saya akan saya penuhi dengan sesuatu yang saya cintai.

Mengapa saya tidak menetapkan standar yang lain? Jadi Arinta yang gelarnya berderet-deret misalnya? 

Justru karena saya tahu kapasitas saya, maka saya tidak menetapkan standar tersebut untuk menjadi tujuan hidup. Saya pernah merasa minder / underestimated karena ini soalnya, jadi saya tak mau menyiksa diri saya terlalu lama. Saya harus mencintai diri saya, dengan apa yang saya bisa saat ini.

Baca curhatan panjang saya di sini supaya tahu apa yang pernah membuat saya "sakit" dan "jauh dari bahagia"; Momen Hebat Tahun Ini, Saya Bisa Masuk Tivi

Sekarang, apakah saya sudah lebih bahagia? Alhamdulillah, much better. Setelah perjalanan yang sangat panjang dan berliku-liku, alhamdulillah saya sudah menemukan alasan untuk mencintai diri sendiri.

Omong-omong, intronya panjang amat, yaa.. Padahal mau nulis bagaimana cara menjadi versi terbaik dirimu sendiri aja. Wkwk..

So, How To Become the Best Version of Yourself?

 
How to Become the Best Version of Yourself?

Saya sudah merangkum beberapa artikel, dan menyimpulkan beberapa hal yang kita perlukan agar kita bisa menjadi versi terbaik diri sendiri. Perlu dicatat bahwa ketika saya merangkum, artinya saya juga masih belajar, yaa... Jadi, jangan menganggap bahwa Arinta yang sekarang adalah Arinta di versi terbaiknya. No. Bukan. Di atas pun saya sudah mengakui bahwa self factual saya masih jauh dari self ideal. Namun begitu, setidaknya saya sudah tahu apa tujuan hidup saya, dan kini saatnya berusaha menjadi versi terbaik diri sendiri. 😊

Hayuk kita sama-sama belajar! So, how to become the best version of yourself?

I. Know Your Purpose

Mengetahui apa tujuan hidup kita, apa yang bisa membuat kita bahagia, akan membuat hidup kita lebih terarah dan dipenuhi dengan semangat. Mungkin ada yang tahu kalau saya termasuk salah satu yang mengidolakan Isyana Sarasvati? Ya, saya menyukai Isyana sebagai musisi yang bertalenta dan ngga neko-neko. 

Dari berbagai wawancara yang sudah saya tonton, saya jadi tahu bahwa Isyana kecil bisa menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari untuk bermain musik. Dia sudah tahu sejak awal bahwa dia ingin menjadi seorang musisi, maka, dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari apa yang menjadi tujuannya. Hasilnya? Ya, dia menjadi musisi sehebat sekarang.

Nah, sekarang, tentukan tujuan hidup kalian. Jangan ragu untuk memulai dari awal, dan ketahuilah bahwa versi terbaikmu haruslah lahir dari visimu sendiri, bukan visi orang lain. Jadi, jangan membuang energi untuk mencoba memenuhi keinginan orang lain.

II. Control Your Mind

Kita tidak bisa mengontrol orang lain, bukan? Jadi yang perlu kita lakukan adalah mengontrol pola pikir kita sendiri. Untuk bisa menjadi versi terbaik diri sendiri, kita harus lebih dulu mencintai diri kita apa adanya. Jadi;

1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Apalagi jika yang kita bandingkan adalah hasil pantauan dari media sosial saja. Mereka yang "tampak" selalu bahagia, mungkin saja adalah mereka yang paling pandai menyembunyikan luka.

2. Jangan berusaha menyenangkan setiap orang. Kita tidak harus membuat semua orang menyukai kita. Now, it's time for you to live your life, and to please yourself.

3. Berhenti mengkritik dan menghakimi orang lain. Untuk menjadi versi terbaik diri sendiri, kita perlu menyingkirkan semua energi negatif. Saat kita membuang energi negatif pada orang lain (mengkritik dan menghakimi), kita berpotensi merusak harga diri kita sendiri, juga harga diri orang yang kita hakimi.

4. Jangan menunda-nunda pekerjaan. Asli, menuliskan ini bagaikan menampar diri sendiri. Arinta masih suka menunda-nunda pekerjaan soalnya, hiks.

5. Berhentilah berpura-pura mengetahui hal-hal yang tidak benar-benar kita ketahui. Bahasa sederhananya, jangan sok tahu. Kita tidak akan belajar apa pun jika berpura-pura sudah mengetahui segalanya.

6. Stop the negative self-talk. Self-talk adalah proses normal yang kita semua alami. Namun, ketika self-talk berisi hal-hal negatif, maka hal-hal negatiflah yang akan benar-benar terjadi.

III. Jangan Takut Gagal

Klise, yaa... Tapi bener sih, takut akan kegagalan malah membuat kita ngga melakukan apa-apa. Dan saya setuju banget dengan ungkapan bahwa nahkoda yang hebat tidak terlahir dari lautan yang tenang. You can't become the best version of yourself by playing it safe.

Jadi, kalau kalian punya impian, kejarlah dan jangan takut akan kegagalan apalagi takut jadi bahan omongan orang. Terkadang, pembunuh impian itu bukan kegagalan itu sendiri, melainkan rasa takut jadi bahan ghibahan ketika gagal. Ada yang sama?


Read More

Look I'm Very Beautiful

Saturday, February 6, 2021

 

Look, I'm Very Beautiful! 

Eits, jangan sirik dulu. Ini adalah judul buku karya Mbak Afifah Afra yang sudah saya miliki sejak beberapa tahun silam. Saya ingin mengulas sedikit isinya, karena kebetulan isinya ngga jauh-jauh dari "Self Love", sebuah topik yang sedang ramai diperbincangkan.

Btw, ada yang pernah mendapat bully-an karena fisik yang (menurut para pem-bully) ngga sesuai standar kecantikan di dunia? Entah kulit yang hitam lah, rambut keriting lah, gigi yang ngga rapi lah, whatever it is?

Saya pernah. Paling sering karena gigi saya yang ngga rapi. 

Karena kata-kata "gigi maju mundur", "untune jegang", yang sering orang lain ucapkan itu, saya pernah merasa jelek, lho. Ngga sempurna, begitu. Terbukti bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus-menerus, tanpa kita sadari bisa membentuk pola pikir dan kepribadian kita. Termasuk omongan orang.

Untuk kalian yang saat ini sedang menerima bully-an seperti itu, jangan diambil hati. Ingat kata Christina Aguilera, "You are beautiful, no matter what they say." Dan yang jelas, mengejek diri sendiri sebagai makhluk jelek, adalah salah satu tindakan kufur kepada Allah.

Coco Chanel mengatakan; "Beauty begins the moment you decide to be yourself."

Jadi sebenarnya, pertanyaan "gimana ya biar aku bisa jadi cantik?" itu, jawabannya mudah sekali. Cukup dengan menjadi diri sendiri.

Nah, untuk bisa menjadi versi terbaik dirimu sendiri, sebelumnya kamu harus paham tentang "Self Concept".

Look I'm Very Beautiful
Look I'm Very Beautiful, gambar diambil dari www.tokoafifahafra.com


Sekarang, ayo kita belajar tentang Konsep Diri / Self Concept!

Konsep diri itu apa?

Konsep diri atau self concept merupakan penggambaran tentang diri kita, serta apa yang kita inginkan tentang diri kita, yang sumbernya bisa berasal dari apa yang kita pikirkan maupun yang orang lain katakan. Tuh kan, konsep diri kita bisa dipengaruhi oleh omongan orang terhadap diri kita.

Konsep diri ada yang bersifat positif, ada juga yang besifat negatif. Untuk mengetahui apakah konsep diri kita positif atau negatif, kita perlu identifikasi dulu self ideal, self factual dan self esteem kita. Wah, apa lagi itu self ideal, self factual, dan self esteem?

Self Ideal, Self Factual, dan Self Esteem

Self Ideal adalah gambaran ideal tentang diri kita, yakni citra seperti apa yang kita inginkan atau kita harapkan. Biasanya, self ideal sangat dipengaruhi oleh sosok panutan kita, meski tidak selalu begitu juga.

Misalnya nih: Arinta yang saya harapkan adalah Arinta yang seorang blogger, pecinta lingkungan sekaligus penghafal Al-Qur'an. Wow yaa... 😂 Mari kita lihat kenyataannya.

Self Factual adalah diri kita yang sebenarnya. 

- Apakah Arinta sudah jadi seorang blogger? Sudah
- Apakah Arinta sudah benar-benar mencintai lingkungan? Sedang menuju ke arah sana. Saat ini sedang membiasakan diri untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos, juga sedang berusaha untuk diet plastik meski sulit sekali karena masih suka lupa.
- Apakah sudah hafal Al-Qur'an? Beluuummm... Tapi sedang berusaha ikut menghafal surat-surat yang sedang dihafalkan oleh anak-anak.

Jadi, sudah bisa disimpulkan ya, bahwa self factual saya masih jauh dari self ideal yang saya patok sendiri. Meski begitu, saat ini saya cukup percaya diri dengan apa yang ada di dalam diri saya. Di tulisan selanjutnya, saya akan menulis cara menjadi versi terbaik dirimu sendiri.

Self Esteem

Self ideal dan self factual akan sangat mempengaruhi dosis self esteem (harga diri --> seberapa besar kita menghargai diri sendiri). Semakin dekat self factual dengan self ideal, berarti semakin besar self esteem kita. Rasa percaya diri pun akan terbangun semakin kokoh, dan kita akan pandai mencintai diri kita (Self Love). Inilah yang disebut dengan Konsep Diri Positif.

Jika self factual masih jauh dari self ideal, maka kita akan memiliki self esteem yang rendah. Kita jadi "membenci" diri kita, dan terbitlah rasa minder (underestimated). Berkebalikan dengan underestimated, ada overestimated, yaitu kondisi di mana seseorang merasa self factual-nya mendekati self ideal, padahal sebenarnya belum. Dia memiliki self esteem yang tinggi, meski kenyataannya palsu. Dengan kata lain, orangnya "kepedean".

Baik underestimated maupun overestimated, keduanya merupakan Konsep Diri Negatif.

Di halaman 29, Mbak Afifah Afra menuliskan; "Self Ideal yang ideal, mestinya adalah sesuatu yang digali dari diri kita sendiri. Kelebihan kita. Kita harus menjadi diri sendiri. Be yourself. Kun anta tazdada jamala."

Mungkin ada yang bertanya, apa artinya kun anta tazdada jamala? Kun anta tazdada jamala artinya kurang lebih begini; Jadilah dirimu sendiri, niscaya kamu akan menjadi cantik dengan sendirinya. Ini sejalan dengan pesan dari seorang Thich Nhat Hanh;

To be beautiful means to be yourself. You don't need to be accepted by others. You need to accept yourself. 

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membangun konsep diri yang positif? Untuk membangun konsep diri yang positif, harus diawali dengan "Mengenal Diri Sendiri". Jadi, sudahkah kamu mengenal dirimu sendiri?


Read More