Contoh Lomba Agustusan

Saturday, July 20, 2019


Juli sudah hampir sampai di penghujung bulan, artinya, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Agustus. Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Dan biasanya, bulan ini akan dimeriahkan dengan lomba-lomba. Lomba makan kerupuk, panjat pinang dan lomba balap karung, adalah jenis-jenis lomba yang sudah umum dilakukan untuk merayakan hari kemerdekaan. Lalu, kira-kira apa lagi ya, lomba yang seru untuk dilakukan saat Agustusan?


lomba kemerdekaan
Lomba balap karung, via http://www.tintapendidikanindonesia.com/2017/10/balap-karung.html


Biasanya nih, panitia Agustusan suka kehabisan ide, yaa.. Masa Agustusan cuma makan kerupuk lagi, balap karung lagi, mecahin air lagi? Apalagi panjat pinang, nyari pohonnya sudah susah, xixixi...

Nah, ini ada beberapa ide lomba, yang beberapa sudah dilakukan di perumahan tempat saya tinggal:


1. Lomba menyumpit kacang hijau

Sediakan kacang hijau di atas meja 1 dan beberapa wadah sejumlah peserta di atas meja 2 yang berjarak sekitar 4 meter.  Karena nama lombanya saja "menyumpit kacang hijau", tentu saja peserta diminta untuk menyumpitnya, lalu membawanya ke meja seberang, di wadah masing-masing.

Lomba ini memerlukan keterampilan dalam menyumpit, juga kehati-hatian dan konsentrasi tinggi saat membawa kacang hijau dari meja 1 ke meja 2. Peserta yang berhasil mengumpulkan kacang hijau paling banyak, dialah pemenangnya.


2. Lomba memeras air dengan spons

Sediakan ember besar berisi air dan beberapa botol sirup yang sudah kosong. Yang kosong ya, teman-teman... Kalau masih ada sirupnya, mendingan dibikin es dulu, hihi... Apalagi habis lomba biasanya pada haus kan? Wkwkwkw..

Letakkan ember di satu sisi, dan botol-botol di sisi lainnya. Pisahkan, kira-kira sampai berjarak 4 meter. Jangan jauh-jauh ya, takut rindu soalnya. Hahaha... #Apasih Arin

Nah, yang perlu dilakukan peserta adalah, mengisi botol kosong itu dengan spons sebagai senjatanya. Siapa yang paling cepat mengisi botol tersebut hingga penuh, dia berhak menjadi juaranya. 


3. Lomba merias dengan mata tertutup

Nah, ini seru. Lomba ini bisa dilakukan berpasang-pasangan, suami-istri. 

Kalau istri-istri berdandan mah, sudah biasa yaa... Jadi gimana kalau sekarang bapak-bapak saja yang make up-an? Para istri bisa membantu para suami memakai lipstik, pensil alis atau bedak. Tapi dengan syarat, tutup matanya. Hehehe...

Pemenangnya diambil yang paling lucu ajalah yaaa... Xixixi...


4. Lomba menyanyi lagu kemerdekaan

Untuk memupuk rasa cinta pada tanah air, lomba ini juga bisa dilakukan. Jadi, biar anak-anak juga belajar bahwa ada lagu-lagu nasional yang tak boleh dilupakan.


5. Lomba menangkap belut

Meski seru, tapi saya geli euy. Tapi untuk anak-anak dan bapak-bapak, lomba ini pasti menarik lah yaaa.. Cuma nih, nyari belut juga udah mulai susah, karena sawah-sawah sudah jadi perumahan. Hiks... Termasuk perumahan yang saya tinggali ini, dulunya adalah sawah. Duh, jadi merasa bersalah. :(


6. Lomba berjalan dengan mengapit bola tenis

Lomba ini mengingatkan saya dengan perlombaan yang dilakukan saat Agustusan di kampung halaman waktu kecil dulu. Di depan rumah tetangga yang halamannya luas, pemuda-pemuda di desa membuat garis-garis dengan abu gosok. Abu gosok yang berwarna putih, kontras dengan tanah yang berwarna merah kecoklatan.

Nah, kalau sekarang, tanah-tanah sudah mulai berkurang dan berganti dengan semen. Sedih sih, tapi ya beginilah perkembangan zaman. Jadi kalau mau menggunakan abu gosok sebagai garis, nanti warnanya jadi tidak terlalu kentara. Hehe...

Tapi tetap, lomba ini masih seru untuk dilakukan. Lucu ya, berjalan sambil mengapit bola tenis, jadi seperti penguin yang sedang membawa telurnya. Wkwkwk...


7. Lomba membawa sayur dengan tampah di kepala

Orang Jawa bilang, membawa benda di atas kepala, disebut dengan "nyunggi". Kalau tahu lagu dolanan berjudul "Gundul-gundul Pacul", di sana ada lirik yang berbunyi begini,
Nyunggi-nyunggi wakul kul, gembelengan
Begitu.

Kegiatan menyunggi ini sering saya lihat dilakukan oleh perempuan-perempuan Madura. Mbak-mbak penjual sate yang sering lewat di depan rumah, membawa dagangannya dengan menyunggi. Waktu saya ke Madura dengan menumpang kapal saat kecil dulu, saya juga melihat pedagang-pedagang di kapal menyunggi dagangannya.

Nyunggi
Nyunggi, via https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/01/12/orang-madura-punya-cerita/

Nah, kira-kira ibu-ibu masa kini masih ada yang bisa menyunggi atau tidak ya? Hihi, jangan-jangan, baru berjalan beberapa langkah, sudah tumpah semuanya. Xixi..

Baiklah, itu dia 7 ide lomba Agustusan yang bisa saya contohkan. Teman-teman ada yang mau menambahi tidak? Ditunggu di kolom komentar, yaaa... :)






Read More

Pasta Gio; Kelezatan Masakan Italia di Tengah Kedamaian Jogja

Wednesday, July 17, 2019



Pasta Gio Jogja
Pasta Gio, Monjali, Jogja

Suatu hari setelah kunjungan proyek di Jogja, suami cerita bahwa ada satu tempat makan asik, yang menghidangkan aneka pasta. Karena saya penasaran dengan tempatnya, juga masakan-masakannya, jadi minggu lalu waktu berkesempatan untuk jalan-jalan ke Jogja, saya menodongnya untuk makan di sana. Pasta Gio namanya.

Sebelum menuju tempat itu, bayangan saya Pasta Gio itu rumah makan indoor, dengan gaya shabby chic bernuansa putih gitu lah. Secara hidangannya aneka pasta, ya kan? 

Tapi setelah sampai di sana, ternyata apa yang saya bayangkan dengan yang ada di hadapan justru bertolak belakang. Tempatnya sunyi di tengah-tengah pedesaan, bahkan jalan menuju ke sana pun berupa jalan sempit dan di kanan kiri masih banyak tanah kosongnya. Padahal lokasinya nggak jauh dari Monjali lho.. Ya, mungkin hanya 10 menitan lah dari Monjali.


Jalan menuju Pasta Gio

Saya memang dilewatkan di gang ini oleh Mbak Google. Hihi.. Soalnya suami lupa jalan menuju ke sana. Katanya sih, tempatnya beda dengan yang pernah ia kunjungi dulu. Dan kata Mbaknya memang, lokasi saat ini terbilang baru.

Dan lihatlah, beginilah suasana Pasta Gio. Sepi, dengan semilir angin dari kanan kiri. Asik banget sih. Homey, karena jadi terasa sedang berada di kampung halaman. Hehe...

Saya sampai berbisik ke suami, "Itu tanah-tanah kosongnya harga berapa ya? Kalau punya uang, beli di sini aja yuk. Kita pindah ke sini aja." Hahaha... Mimpi dikit nggak apa-apa kan?


Pasta Gio Monjali, Jogja


Pasta Gio Monjali, Jogja

Koq bangkunya banyak yang kosong? Iya, memang kemarin pengunjungnya hanya kami saja. Mungkin karena hari kerja juga yaa... Kami pun datang di jam tanggung, yaitu habis ashar.

Tapi nggak masalah dong, malahan kami jadi bebas foto-foto. Demi konten, ciiin. :D

Nah, pas kami baru datang, kami langsung disambut oleh mbak-mbak yang ramah banget. 2 lembar menu pun disodorkan, dan kami dipersilakan untuk memilih.

Saya sempat fotoin daftar menu dan harga di Pasta Gio. Semoga masih bisa terbaca yaa...


Daftar menu dan harga di Pasta Gio, Monjali, Jogja
Daftar menu dan harga di Pasta Gio, Monjali, Jogja

Tibalah saat memesan makanan dan minuman. Untuk minuman, selera saya dan suami nggak pernah berubah. Saya pesan lemon tea iced, dan suami memesan teh hangat saja. Untuk anak-anak, kami memesan Choco Banana.

Rasanya tidak mengecewakan.

Lemon Tea Iced
Lemon Tea Iced

Choco Banana
Choco Banana

Nah, karena ini adalah "sarangnya" pasta, tentu masakan yang ditawarkan adalah olahan pasta dong yaa... 

Untuk anak-anak saya pilihkan Spaghetti Bolognese ukuran medium. Sepiring berdua, biar hemat, haha.. Saya sendiri memilih Carbonara ukuran kiddos, dan suami memilih Fettucini Spicy Tuna.

Untuk rasanya, tidak ada yang mengecewakan di lidah saya. Hanya kemarin Fettucininya suami sedikit undercooked saja. Jadi saya kira tidak ada unsur kesengajaan, yaa... Nu penting mah, bumbuna reseup, ya nggak?

Carbonara-nya juga enak. Krimnya nggak enek. Sip pokoknya.


Spaghetti Bolognese di Pasta Gio Monjali, Jogja
Spaghetti Bolognese di Pasta Gio Monjali, Jogja


Menu di Pasta Gio, Monjali, Jogja
Fettucini Spicy Tuna di Pasta Gio, Monjali, Jogja


Spaghetti Carbonara
Spaghetti Carbonara di Pasta Gio, Jogja

Untuk teman-teman yang ingin mencicipi menu di Pasta Gio, Jogja, silakan ke Jalan Yudhistira, RT 008, Panggungsari, Sariharjo, Ngaglik, Wonorejo, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. :)








Read More

Safi Age Defy, Agar Kulit Tak Menua Sebelum Waktunya

Saturday, July 13, 2019


Konon katanya, wanita lebih cepat tua daripada pria? Bener nggak sih?

Faktanya, hormon yang dimiliki wanita lebih kompleks. Sementara itu, seiring dengan bertambahnya usia, produksi hormon khususnya hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam produksi kolagen dan elastin juga berkurang. Padahal dua hormon ini berfungsi untuk membuat kulit kenyal.

Nah, hormon estrogen dan progesteron pada pria tidak sebanyak pada wanita. Fungsinya pun tidak sama. Sehingga, jika produksi hormon ini berkurang pada pria, efeknya tidak langsung membuat penuaan pada wajah.

Menjadi tua adalah sebuah niscaya. Tapi terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya, no way lah, yaa... Makanya ketika Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) Solo mengumumkan akan ada event collaboration dengan Safi Indonesia, saya langsung tertarik untuk mendaftar. Jika sebelumnya saya hanya mengetahui Safi dari review teman-teman blogger, kali ini saya berkesempatan untuk mencobanya sendiri.

Di event #KEBxSafi kemarin, hadir pula Dr. Aminah Alaydrus, M.Kes, Sp.KK, yang menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mendapatkan kulit sehat dan terhindar dari penuaan dini. Ada pula Kak Nindita Ayu, Jr. Brand Manager Safi Indonesia, yang menyampaikan keunggulan produk Safi Age Defy ini.


Safi Age Defy
Dr. Aminah Alaydrus, M.Kes, Sp.KK, di event KEB bersama Safi

Sebelum saya bercerita bagaimana keseruan event kemarin, saya ceritakan dulu sedikit tentang Safi, yang ternyata sudah ada sejak tahun 1987 ini, yaa..

Safi adalah produk skincare yang berasal dari negeri jiran, Malaysia. Kita tahu bahwa Malaysia sangat concern dengan kehalalan suatu produk, jadi, Safi juga menghadirkan produk yang halal. Tak hanya bahannya, namun proses pembuatannya hingga pabriknya pun halal.

Safi mendapatkan sertifikat halal dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) sejak tahun 2005, dan di Indonesia, Safi mendapatkan sertifikat halal dari MUI pada tahun 2017. Meski begitu, secara resmi, Safi baru mengadakan soft launching di Indonesia di awal tahun 2018 lalu.

Selain kehalalannya, keunggulan lain dari Safi adalah natural dan teruji. Safi mengusung konsep non-animal testing, dan semua produk yang Safi tawarkan sudah melalui serangkaian uji klinis untuk memastikan keamanan dan keefektifan produknya, sesuai dengan klaim di masing-masing range.

Selain Safi Age Defy, ada dua range Safi lainnya, yaitu Safi White Expert dan Safi White Natural. Teman-teman bisa pilih rangkaiannya sesuai usia dan kebutuhan. 


Safi Age Defy
Safi Age Defy

Di event kemarin, saya sempat bertanya kepada Dr. Aminah Alaydrus. Mengapa beberapa orang mengalami munculnya bintik hitam semacam tahi lalat, dan semakin bertambah usianya, bintik hitam itu juga semakin bertambah?

Beliau menjawab, ada setidaknya 3 penyebab munculnya bintik hitam itu, yaitu:

1. Faktor genetik / keturunan
Jika penyebabnya adalah karena faktor genetik atau keturunan, maka keberadaan bintik hitam ini tidak bisa dihindari.

2. Faktor hormonal
Biasanya, bintik hitam akan muncul saat kehamilan. 

3. Paparan sinar matahari
Nah, jika bintik hitam muncul karena paparan sinar matahri, kita bisa mencegahnya dengan menggunakan sunblock atau tabir surya. Gunakan tabir surya 30 menit sebelum kita beraktivitas di luar ruangan.

Karena pertanyaan ini, alhamdulillah saya mendapatkan hadiah dari Safi. Alhamdulillah... :)




Tidak hanya menambah ilmu lewat talkshow, kemarin peserta event juga diajak untuk mencoba produk-produk Safi. Senangnyaaa...

Apa saja yang kami coba? Ini dia;

1. Safi White Expert Purifying Makeup Remover
Karena di range Age Defy belum ada produk make up remover, jadi kita pakai make up remover dari range White Expert.

2. Safi Cream Cleanser Deep Moisturizer
Saya sukaaa banget sama wanginya. Entah kenapa penciuman saya ini cukup sensitif, jadi untuk pembersih wajah pun saya akan pilih yang wanginya aman. Hehe..

3. Safi Age Defy Deep Exfoliator
Nah, yang ini gunakan seminggu sekali saja, yaaa... Safi Age Defy Deep Exfoliator mengandung jojoba scrub, yang fungsinya antara lain;
  • Membersihkan debu dan kotoran yang menyumbat pori
  • Mengangkat sel kulit mati agar kulit terlihat lebihc erah
  • Membantu membersihkan komedo hitam dan komedo putih
  • Membuat kulit terasa lebih halu, lembut dan lembab

4. Safi Age Defy Skin Refiner
Safi Age Defy Skin Refiner diformulasikan dengan Gold Extract dan Mushroom Extract yang berfungsi untuk;
  • Mengangkat sisa kotoran dengan lembut
  • Meringkas pori-pori
  • Formula tanpa tambahan alkoholnya memberi kesegaran tanpa rasa lengket

5. Safi Age Defy Gold Water
Sepertinya ini adalah produk favorit semua peserta. Dari semua rangkaian produk Safi Age Defy, produk ini memang paling mahal. Harga standarnya adalah sekitar Rp 140.000,00. Produk ini diklaim mampu meningkatkan kelembaban wajah hingga 130%.

6. Safi Age Defy Eye Contour Treatment
Sepertinya saya mulai membutuhkan benda ini, karena kerutan di sudut mata semakin tampak nyata. Huhuhu... Krim khusus area mata dengan tekstur yang ringan dan mudah menyerap ini, berfungsi untuk;
  • Membantu menyamarkan garis halus di sekitar mata
  • Membantu menyamarkan lingkar hitam di sekitar mata
  • Mencerahkan kulit di sekitar mata
  • Menjaga kulit sekitar mata agar tetap terasa lembab

7. Safi Age Defy Day Emulsion SPF 25 PA++
Diperkaya dengan Light Diffusing Crystal dengan kombinasi Gold Extract and Silk Protein, Safi Age Defy Day Emulsion SPF 25 PA++ berfungsi untuk;
  • Meratakan penampakan warna kulit agar wajah tampak cerah berseri
  • Membantu melindungi kulit dari UVA dan UVB
  • Menjaga kelembaban kulit
  • Membantu kulit terasa kenyal dan segar





KEB Solo x Safi Indonesia


Lihatlah, betapa peserta event ini sangat antusias saat mencoba produk Safi.

Di akhir acara, satu yang tak boleh terlupa. Kita pose bersama. Hihi... Seru banget kan acaranya? Makanya, jangan lewatkan info di instagram @emakbloggersolo, karena siapa tahu, Safi akan mengajak kita mencoba kembali rangkaian produknya. Oya, kredit untuk foto-foto di atas, semua adalah hasil jepretan Mak Ranny Afandi, pemilik www.hujanpelangi.com.

Sukses terus untuk Safi Indonesia, juga untuk KEB Solo tentunya. :)






Sumber bacaan:

- https://wolipop.detik.com/makeup-and-skincare/d-4010873/wanita-lebih-cepat-tua-dari-pria-benarkah

- https://www.liputan6.com/fashion-beauty/read/3397423/usung-konsep-halal-skincare-asal-malaysia-masuki-pasar-indonesia

- https://www.safiindonesia.com/


Read More

Rekomendasi Kuliner Empal Gentong di Cirebon

Wednesday, July 10, 2019

Hampir 10 tahun bersuamikan orang Majalengka, setidaknya setahun sekali kaki saya menginjakkan kaki di Kota Cirebon. Ya, karena perjalanan dari Solo atau Purworejo menuju Majalengka, selalu melewati kota yang dijuluki Kota Udang ini. Dan kalau sudah sampai di sini, rasanya tak lengkap jika belum mencicipi Empal Gentong.

Empal Gentong memiliki cita rasa yang mirip dengan gulai karena makanan ini kaya rempah dan bersantan. Isiannya pun terdiri dari usus, babat, dan irisan daging sapi. Namun belakangan, di beberapa rumah makan yang menjual Empal Gentong, tersedia juga Empal Asem. Jika Empal Gentong pada umumnya dimasak menggunakan santan, Empal Asem tidak. Kuahnya bening, dan ada irisan tomatnya juga. Inilah yang membuatnya sedikit asam. 


Empal Gentong dan Empal Asem Cirebon
Empal Gentong dan Empal Asem khas Cirebon

Oya, mungkin ada yang bertanya, kenapa sih dinamakan Empal Gentong? Kalau rasanya mirip gulai, kenapa nggak dinamai gulai saja?

Empal sendiri merupakan daging (sapi, kambing, dsb) yang dipotong agak pipih dan digoreng (setelah direbus dan dibumbui). Dinamakan Empal Gentong karena potongan daging ini dimasak menggunakan kayu bakar (sekarang lebih umum menggunakan arang), di dalam gentong (periuk yang terbuat dari tanah liat).

Jadi, kalau dimasaknya menggunakan panci, bukan Empal Gentong lagi namanya, hihi...

Nah, ini beberapa Empal Gentong yang pernah saya coba, barangkali bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin mencicipinya juga.


1. Empal Gentong Amarta

Konon, Empal Gentong Amarta merupakan pelopor Empal Asem di Cirebon. Dan memang, dibanding tempat lain, Empal Asem Amarta ini memang paling pas di lidah saya.

Sebenarnya Empal Gentong Amarta ini cukup recommended untuk soal rasa. Namun, untuk tempatnya, Empal Gentong Amarta memiliki kekurangan. Meski berlantai dua, tapi tempatnya sempit, dan lahan parkirnya juga kurang memadai. Jadi kalau mau ke sini harus sabar banget, yaa...


Empal Gentong dan Empal Asem Amarta, Cirebon

Empal Gentong dan Empal Asem Amarta, Cirebon
Empal Gentong dan Empal Asem Amarta, Cirebon


2. Empal Gentong H. Apud

Empal Gentong H. Apud tak kalah moncer jika dibandingkan dengan Empal Gentong Amarta. Mana yang lebih enak, tentu kembali ke selera masing-masing. Yang menjadi nilai tambah bagi Empal Gentong H. Apud adalah tempatnya yang lebih luas dan tersedianya lahan parkir. 

Kebetulan saya tidak punya foto saat makan di Empal Gentong H. Apud, jadi saya pinjam foto dari pergidulu.com, yaa.. 

Empal Gentong H. Apud via https://www.pergidulu.com/empal-gentong-h-apud-cirebon/


3. Empal Gentong Bu Ulfah

Empal Gentong ketiga yang pernah saya coba adalah Empal Gentong di RM. Bu Ulfah. Jika dibandingkan dengan dua tempat sebelumnya, RM. Bu Ulfah relatif lebih sepi. Mungkin karena rumah makan ini masih terbilang baru, yaa.. 

Yang saya suka dari tempat ini adalah lahan parkirnya yang luas, paling luas dibanding Empal Gentong lainnya. Di dalam juga cukup luas dan bersih. Hanya saja, untuk Empal Asem rasa asamnya terlalu kuat. Tapi Empal Gentongnya enak juga kok.  


Empal Gentong Bu Ulfah

Empal Gentong Bu Ulfah



Empal Asem Bu Ulfah

Oya, baik Empal Gentong maupun Empal Asem, keduanya bisa dinikmati dengan nasi atau lontong. Mana yang lebih nikmat? Sekali lagi kembali ke selera masing-masing. Dan biasanya, di warung makan seperti ini, selain tersedia Empal Gentong dan Empal Asem, juga tersedia Sate Kambing. Bahkan ada juga yang menyediakan es krim durian.

Masya Allah, dobel-dobel bahayanya, wkwkwk.. Untuk teman-teman yang punya hipertensi, wajib banget untuk hati-hati. Jangan sampai lupa diri, karena jika lalai, enaknya cuma sebentar --di lidah doang--, tapi sakitnya yang kita nggak akan tahu bakal sampai kapan.

Nah, kalau teman-teman ada yang ingin mencoba kuliner Empal Gentong khas Cirebon di atas, pergilah ke Jalan Ir. H. Djuanda, Plered, Cirebon. Di sini ada banyak sekali warung makan yang menawarkan Empal Gentong sebagai menu andalan. Selamat mencoba, yaa... :)




Read More

Banyak Masalah yang Sulit Diatasi? Please, Jangan Bunuh Diri!

Thursday, July 4, 2019


Belum lama penggemar Drama Korea dibuat sedih oleh kabar perpisahan Song Song Couple, beberapa hari lalu K-Lovers kembali berduka karena meninggalnya Jeon Mi-seon. Walau saya tak mengerti banyak tentang Jeon Mi-seon, tapi saya ingat betul dengan wajahnya, karena saya sempat mengikuti drama televisi berjudul Bread, Love and Dream yang ditayangkan di Indosiar 2010 lalu. Di serial yang juga dikenal dengan judul lain yaitu "King of Baking, Kim Tak Gu" itu, Jeong Mi-seon berperan sebagai ibu dari Kim Tak Gu. 

Yang membuat sedih dan mendorong saya untuk menulis di sini adalah tentang bagaimana Jeon Mi-seon meninggal. Di berita online yang saya baca, Jeon Mi-seon dikabarkan sedang mengalami depresi setelah kepergian salah satu anggota keluarganya. Hal inilah yang diduga kuat mendorongnya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di toilet tempat ia menginap pada tanggal 29 Juni lalu.


Jeon Mi Sun



Depresi memang tak bisa dianggap sepele. Secara fisik memang tidak terlihat kesakitan, tetapi efeknya bisa mengakibatkan kematian.


Omong-omong soal bunuh diri, saya jadi ingat YouTube-nya Risa Saraswati. Beberapa kali ada "sesuatu" yang memasuki tubuh tim #JurnalRisa dan mereka bercerita bagaimana mereka kehilangan nyawa. Tak sedikit yang diketahui meninggal karena bunuh diri.

Oya, tentang #JurnalRisa, postingan Wina Natalia di instagram yang sedang membahas sosok William lah yang akhirnya membawa saya ke sini. Sebelumnya memang saya tidak tertarik menontonnya karena saya kira #JurnalRisa sama seperti konten horor kebanyakan, yang cuma pengen bikin kita deg-degan. Tapi setelah saya lihat satu per satu, ternyata anggapan saya keliru.

Ya, mungkin akan ada yang tidak setuju dengan pendapat saya, tapi yang saya rasakan, konten #JurnalRisa ada banyak hikmahnya. Coba deh, sempatkan untuk menonton satu judul saja, jika bermanfaat, lanjutkan menonton konten lainnya, tapi jika tidak, tinggalkan saja. That simple!





Yang saya capture di atas, adalah salah satu yang merasakan manfaat dari menonton acara #JurnalRisa.

Risa Saraswati dan sepupu-sepupunya sering berdialog dengan mereka yang berada di lain dunia dengan kita. Entah di episode yang mana, saya lupa, saat itu ada yang masuk ke tubuh salah satu tim, dan ternyata dia adalah Noni Belanda. Noni ini menangis saat menceritakan kisah masa lalunya. Jadi sebenarnya, meskipun dia adalah keturunan Belanda, tapi ia tidak suka dengan apa yang dilakukan Belanda pada Pribumi. Ia malah banyak membantu orang-orang pribumi. 

Namun, suatu hari ia dijebak (ada pribumi yang minta tolong padanya, dan karena ia memang suka menolong, maka dia tidak menaruh curiga) untuk masuk ke suatu tempat di mana telah banyak pribumi yang sudah menunggunya. Ya, pribumi-pribumi melakukan hal yang tak senonoh padanya, sampai kemudian ia meninggal. 

Pada saat masuk ke tubuh tim Risa, ia berulang kali berkata, "Saya tidak sama dengan mereka (dengan Belanda lainnya)." Nah, karena iba, akhirnya ia pun dibawa oleh Risa dan papa. Siapa itu papa? Tonton terus, nanti kalian akan mengerti. :)


Risa Saraswati



Tapi tidak semuanya bisa dibantu.

Suatu kali ada Mbak Kunti memasuki tubuh Riri, adiknya Risa. Lehernya tidak bisa ditegakkan. Ia menangis minta tolong. Tapi karena Risa melihat leher itu patah karena ia gantung diri, Risa mengatakan tak bisa membantu, karena apa yang ia alami saat ini adalah hasil dari perbuatannya sendiri.

Di lain episode, saat Risa menyusuri rel kereta di daerah Bandung, ada juga sosok lain yang memasuki tubuh salah satu tim. Sosok itu terlihat menyesal, dikiranya dengan menabrakkan diri ke kereta api, semua masalahnya bisa selesai. Ternyata tidak sama sekali. Malah kini ia harus menjalani hasil perbuatannya itu, tanpa tahu hingga kapan akan berakhir. 

Ya, bunuh diri adalah tindakan terlarang, karena itu berarti mendahului takdir.

Allah berfirman dalam Q.S. An Nisa' ayat 29: "... dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu."

Tidak ada masalah yang tak bisa selesai. Mohonlah pada-Nya agar semua bisa terurai. Yang perlu kita lakukan adalah sabar dan tawakkal, karena Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Allah berfirman dalam Q.S. Ath-Thalaq ayat 2: "Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar."


Carilah pertolongan, kepada keluarga, teman, atau pemuka agama. Bila perlu, pergilah ke psikiater. Yang pasti, bunuh diri bukanlah cara terbaik. Kalian keliru jika menganggap bahwa setelah bunuh diri, semua derita akan berakhir. Tidak. Kematian bukanlah akhir. Bahkan ia adalah awal dari kehidupan akhirat yang lebih kekal.

Jangan menyerah, jangan merasa lemah.

Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita agar tetap berjalan di jalan yang diridhoi-Nya. Aamiin YRA. 





Read More