Momen Hebat Tahun Ini, Saya Bisa Masuk Tivi

Saturday, September 29, 2018



Saat ini, Opik (adik saya) sudah semester 7. Sejak 3 tahun lalu dia tinggal dengan saya di Solo. Melihat Opik yang (semoga sebentar lagi) hampir lulus kuliah, saya pernah berujar padanya, "Kayane anake bapak sing ora bakal ngrasakke wisuda ki aku thok (sepertinya anak bapak yang ngga akan pernah merasakan wisuda, hanya aku saja)." Tentu saja saya mengatakannya sambil menahan air mata. Ya, kakak laki-laki saya, bisa kuliah segera setelah dia lulus SMA. Mbak Ita (Ika Puspita, blogger pemilik bundafinaufara.com) akhirnya bisa kuliah saat usianya masuk kepala 3, dan bisa lulus tepat 4 tahun setelahnya. Sementara saya?

Saya lulus SMA di tahun 2005, saat kondisi keuangan keluarga sedang parah-parahnya. Saat itu kakak laki-laki saya masih berjuang dengan Tugas Akhir-nya di UNY. Alhamdulillah, banyak keluarga ibu yang membantu membiayai, sehingga kakak saya bisa lulus di tahun 2006.

FYI, saya lulus dari sebuah sekolah yang saat itu ranking 3 se-Jawa Tengah. SMA Negeri 1 Purworejo, SMA yang telah mencetak banyak sekali orang sukses. Teman-teman blogger pasti kenal Mbak Armita pemilik armitaconsultant.com, beliau adalah kakak kelas saya.. Dewi Ratnasari alias Ratna Dewi pemilik ratnadewi.me, adalah teman seangkatan saya. Dan Emanuella aka Nyonya Malas, adalah adik kelas saya. Hebat-hebat semua kan?

Lulus dari SMA yang terbilang keren, berada di lingkungan orang-orang beken, sempat membuat saya minder. Saya bahkan pernah menyesal mengapa saya sekolah di sana dulu. Cuma bikin malu diri sendiri, karena saya tidak berada di barisan yang sama dengan mereka. Hehe.. Kalau pinter banget sih ya, bisa nyari beasiswa. Sayangnya, saya termasuk anak yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa saja, hehe...

Karena keadaan ekonomi keluarga pula, saya harus rela menganggur selama dua tahun, dan berpindah dari rumah Bulik yang satu ke rumah Bulik yang lain (dari Madura sampai Bogor). Di Bogor lah kemudian Allah menunjukkan jalan. Saya mulai mengajar (barangkali ada yang mengenal ibu Linda Satibi? Beliaulah kepala sekolah tempat saya mengajar pertama kali).

Dari mengajar itu akhirnya saya melanjutkan kuliah malam di Jakarta, tahun 2007. Jadi, pagi ngajar di Bogor, sore saya kuliah di Jakarta. Pulang tengah malam menjadi hal yang biasa. Alhamdulillah kakak laki-laki saya sudah bekerja, jadi bisa men-support saya juga.


Saat itu, ibu saya selalu menguatkan, "Sabar, aja gampang menyerah," pesannya.

don't lose hope


Tapi, akhir 2008 ibu saya meninggal. Di Purworejo. Jauhnya jarak antara Bogor dan Purworejo, membuat saya tak bisa ikut melepas kepergiannya. Kebetulan ibu meninggal di hari Jumat, dan kata bapak, untuk mengejar istimewanya hari Jumat, ibu harus segera dimakamkan. Bapak berpesan, saya harus bisa mengikhlaskan.

Saya mencoba ikhlas meski hati hancur. Saya jadi benci kota Bogor, benci kota Jakarta. Saya ingin sekali kabur dari semua rutinitas di sana, lalu pulang. Saya bahkan sempat membatin, andai bisa menarik waktu, biar saya di rumah saja merawat ibu. :(

Dan pada saat ibu meninggal itu, mantan kekasih yang hilang datang (ngga usah sambil nyanyi juga bacanya :p). Kami sudah putus hubungan sejak 3 tahun sebelumnya, saat saya mantap berhijab. Sang mantan itu adalah Pak Yopie.

Singkat cerita, setelah melayat ibu saat itu, Pak Yopie mencari saya di Friendster, lalu di Facebook, lalu tanya apakah saya sudah punya calon suami atau belum. Kemudian segala rangkaian proses itu berlangsung dan akhirnya saya menikah di tahun 2009. Saat itu saya baru semester lima.

Kenapa tidak menunggu sebentar lagi saja? Tiga semester lagi selesai lho... Jawabannya, saat itu saya sedang sholihah-sholihahnya. Hehe... Saya ingin menghindari zina, dan juga ingin lebih dekat dengan orang tua. Pak Yopie saat itu bekerja di Jogja, meski beberapa bulan kemudian kami memutuskan untuk pindah ke Solo, karena ada tawaran pekerjaan yang lebih baik.

Pilihan untuk menikah cepat-cepat ini sempat saya sesali, beberapa tahun lalu. Mungkin, mungkin lho ya, ini karena setiap hari saya hanya bergumul dengan bau ompol, bau bawang, sementara saya nggak punya teman (awal di Solo kami hanya berdua saja, tak punya teman, tak punya saudara). Saya makin rendah diri saat membuka facebook dan melihat teman-teman seangkatan sudah bertransformasi menjadi gadis-gadis yang cantik dengan karir yang baik.

Ya, semua gara-gara fesbuk memang. Haha...

Tapi alhamdulillah, semua kufur nikmat itu sudah berlalu, dan saya pun semakin paham bahwa semua ada masanya. Saya tak lagi menyesali pernikahan dan kuliah yang tak sempat terselesaikan. Rupanya, waktu itu, saya hanya butuh teman dan sedikit kesibukan. Ya, salah Pak Yopie memang, kenapa saya nggak boleh balik ngajar lagi dan melanjutkan kuliah lagi? Wkwkwk... Nggak ding, saya paham koq kenapa suami saya melarang ini itu. Alasannya masuk akal semua. Dan suami saya bukanlah orang yang tidak bertanggungjawab, karena tak hanya pandai melarang saja, tapi beliau juga mencarikan solusi untuk saya.

Saya mulai waras dan kembali menemukan pintu syukur saat tahun 2013 saya bergabung dalam komunitas menulis di facebook. KEB dan IIDN, adalah dua komunitas yang menemani saya sejak awal belajar. Facebook tidak lagi menyuburkan rasa dengki, karena sekarang saya bisa belajar di sini.

kopdar pertama IIDN Solo, Desember 2013

Saya mulai mengisi blog yang dibuatkan Pak Yopie ini, walau tulisan-tulisan saya masih sangat tidak layak untuk dibaca. Saya juga belajar menulis untuk media cetak, dan di 2014 alhamdulillah saya bisa memetik hasilnya. Tulisan saya berhasil nongkrong di Jawa Pos, Majalah Ummi, sampai Femina.

Beberapa kali kopdar dengan teman-teman di komunitas ini, membuat semangat menulis saya semakin berkobar. Sedikit demi sedikit, rekening saya mulai terisi. Dan dari uang itu, saya bisa menyisihkan untuk bapak, juga untuk kuliah Opik. Alhamdulillah lagi, suami saya selalu siap sedia mengantar dan menemani ke manapun saya pergi.

Saya mulai menemukan kebahagiaan-kebahagiaan yang sebelumnya saya pikir telah menghilang dari hidup saya. Sebentar, bukan berarti saya tak bahagia telah menikah dan memiliki anak-anak yaa... Tapi, seperti orang yang sakit, disuguhi makanan selezat apapun, rasanya tidak ada nafsu untuk menelannya, bukan? Dulu saya memang “sakit” karena rasa iri dan dengki menjangkit, tapi insya Allah sekarang sudah sembuh. : )


Kebahagiaan saya bertambah saat bulan lalu, saya diminta untuk mewakili IIDN Solo tampil di MTA TV. Mungkin orang lain akan berpendapat, “Heleh, Cuma MTA TV aja koq...” Tapi, buat saya ini tetap luar biasa rasanya.

Persiapan sebelum live. Foto dari Mbak Hana Aina.

Sehari jelang live di TV tersebut, saya menelepon bapak. Saya bilang pada beliau, kalau besok insya Allah saya akan live MTA TV. Bapak langsung menjawab, “Ha? Ning TV? Yo sesuk tak tontone.. Jam piro?” Bapak semangat sekali. Alhamdulillah, di rumah bapak ada parabola, jadi MTA TV bisa dinikmati di sana.

Oya, tampil mewakili IIDN Solo, bukan berarti saya hebat lho yaa.. Waktu-lah yang hebat, karena ia yang membuat ibu-ibu hebat lainnya berhalangan hadir, hihi... Acara ini memang ditayangkan live di hari kerja, jadi saya yang pengangguran yang ketiban sampur-nya.

Pasca live di MTA TV.

 
Yang tak boleh terlupa, selfie. :)

Setelah acara itu berlangsung, bapak menelepon. Beliau tampak senang, dari banyaknya tawa yang terdengar. Dalam hati terucap, “Ini anakmu pak, yang nggak lulus kuliah, dan belum sempat mencicipi rasanya memakai toga.

By the way, foto-foto yang terpampang di sana adalah foto-foto dari HP Mbak Hana Aina. Saya sempat ambil foto pakai HP saya sih, tapi koq gelap fotonya. Hiks... Selain itu, problem lainnya adalah memori handphone saya ternyata udah penuh. Pas motret lokasi studio TV, tiba-tiba ada warning yang muncul, “Ruang Penyimpanan Hampir Habis,” gitu. Sedih banget deh...

Salah saya juga, saya lupa memindahkan foto-foto ke komputer sebelum berangkat ke sana. Biasanya, sebelum berangkat ke suatu acara, saya mengosongkan memori HP dulu, supaya bisa puas motretnya. Tapi waktu itu, karena buru-buru juga, saya lupa melakukannya.

Kejadian yang sama juga terjadi saat saya menghadiri BloggerGathering di Transmart Solo beberapa waktu lalu. Saat saya meminta Mak Wied (pemilik ibusegalatau.com) untuk memfoto saya dengan HP milik saya sendiri, Mak Wied nyeletuk, “Mak, ini koq ada tulisan 'ruang penyimpanan hampir habis'?” Iiiih, padahal baru beberapa jepretan doang. :(


Duh, jadi ingin ganti handphone deh. Bukan, bukan karena tidak bersyukur dengan yang ada saat ini. Tapi, handphone dengan performa yang bagus, tentu akan menunjang hobi saya nge-blog, kan? Apalagi kalau sedang ada event atau liputan, kan butuh foto-foto juga untuk dokumentasi. Jujur, saya ingin memiliki handphone dengan spec seperti Huawei Nova 3i.


STORAGE BESAR

Huawei Nova 3i, kata teman-teman blogger, memiliki storage HP paling besar di kelas smartphone mid end saat ini.

Berapa emangnya?  128GB, lhooo... Masya Allah... Dan kalau masih dirasa kurang, bisa ditambah microSD sebesar 256 GB. Luar biasa kaaan? Tanpa microSD aja, storage-nya udah 10 kali lipat dari storage HP saya sekarang. Wkwkwk...

KAMERA KECE

Huawei Nova 3i memiliki kamera yang diperkuat AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan). Dengan teknologi AI ini, Huawei Nova 3i memiliki keunggulan, seperti mendeteksi obyek dengan lebih baik. Jadi, meskipun kita nggak jago motret, hasil fotonya nggak akan bikin sakit mata, hehe..

Buat temen-temen yang doyan selfie atau groufie (selfie-nya bareng-bareng gitu, segrup, wkwkwk), kamera depan Huawei Nova 3i ini saya rasa sangat lebih dari cukup. Bayangin, HP saya ada dua kamera, tapi depan dan belakang. Nah, Huawei Nova 3i ini kamera depannya ada dua, 24 MP + 2 MP. Bayangkan, bakal se-ahli apa selfie-mu nanti, hihi...

Memang, Huawei Nova 3i ternyata adalah pioneer-nya quad kamera. Jadi kameranya ada empat. Empat, kawan-kawan. Dua di depan (24 MP + 2 MP), dan dua di belakang (16 MP + 2 MP). Fitur Huawei Nova 3i ini memastikan bahwa foto yang kita ambil hasilnya akan mengesankan dengan kejernihan yang tinggi dan efek bokeh yang maksimal.

Huawei Nova 3i


DESAIN YANG KEREN

Siapa yang seperti saya, memilih handphone dari penampakannya? Huawei Nova 3i memiliki 3 warna cantik yang bisa dipilih; Black, Iris Purple dan Camaro.

Corak warnanya yang indah di kaca belakang dan bingkai metal yang terletak di tengah, juga layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080) membuat Huawei Nova 3i tampak elegan sekali. Saya jadi ingin memegang benda ini.

Tak hanya punya 3 kelebihan di atas, buat teman-teman yang suka main game, seperti PUBG atau Mobile Legend, Huawei Nova 3i ini diperkuat dengan GPU Turbo untuk kemampuan gaming. GPU Turbo ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan grafis hingga 60% dan mengurangi konsumsi daya hingga 30%. Jadi tak masalah meski dipakai untuk bermain game berat.

Huawei Nova 3i


Huwaaahhh, semoga tak lama lagi impian saya untuk bisa memiliki Huawei Nova 3i ini bisa terwujud. Aamiin YRA. Bantuin doa ya teman-teman... Yang ikut mendoakan, saya doakan pula semoga segala impiannya bisa terwujud. Aamiin YRA. ❤❤❤




Read More

Tentang Memaafkan; Forgive, and You'll be Free

Tuesday, September 25, 2018



Pernah nggak, merasa marah banget sama seseorang karena orang tersebut udah judging, bahkan labeling anak kita? Kalau hanya kita yang diejek, mungkin kita bisa cuek. Tapi kalau udah bawa-bawa anak kita, darah daging kita yang kita rawat sedemikian rupa sedari ia berupa gumpalan daging, wajar kan ya kalau kita nggak terima?

Begini, anak kedua saya memang sedikit mengalami keterlambatan bicara. Dan sejak pertengahan tahun lalu, di usianya yang hampir 3 tahun, saya mengajarinya mengucap suku kata per suku kata. Tujuannya untuk melatih dan melemaskan organ bicaranya.

Saya bukan orang yang abai terhadap perkembangan anak. Saya peduli, dan saya pun mengamati, memang perkembangan bicaranya sedikit lambat jika dibandingkan dengan waktu kakaknya seusianya. Tapi saya tidak rela jika ia disebut bisu, bahkan tuli. Jika teman-teman menjadi saya, sakit hati tidak jika ada seseorang mengatakan seperti ini, "Aga, jangan bisu dong! Ayo ngomong. Itu si A udah bisa nyanyi." Ini udah judging, comparing lagi. Periiih...

Saking sedihnya, saya sampai membuat tulisan ini: Mengapa Anak Saya Belum Bisa Bicara?

Waktu berlalu, sakit hati saya telah hilang, saya pun telah memaafkan, meskipun belum bisa melupakan. Tapi, beberapa waktu lalu, orang yang sama dengan yang dulu, kembali berkata, "Coba diperiksakan telinganya, takutnya ada gangguan pendengaran."

Saya sakit sekali. Sempat bertanya-tanya, sebenarnya beliau ini sering memperhatikan Aga atau tidak? Apakah ketika Aga diajak bicara, Aga tidak merespon dengan baik?

Saya bukan ingin membela diri. Tapi saya bisa membedakan bagaimana orang yang pendengarannya normal, bagaimana yang tidak. Salah satu sahabat saya di #bloggerKAH pun mengalami Hard of Hearing, Mbak Widut namanya. Mbak Widut bahkan menjelaskan, jika mengalami gangguan pendengaran, suaranya akan sengau, tapi Aga tidak. Kami pun masih bisa berkomunikasi meski tak saling bertatap muka, artinya, Aga tidak perlu "membaca bibir" saat berkomunikasi. 

Jujur, saya marah, saya sakit hati. Tapi satu yang saya syukuri, saya bukan tipe orang yang bisa dengan spontan meluapkan amarah. Jika saya demikian, tentu persoalan ini akan semakin melebar tak tentu arah. Efeknya memang, rasa marah yang terpendam ini membuat saya menangis selama beberapa hari.

Kepada saudara dan teman-teman dekat, akhirnya saya mencurahkan semua isi hati. Namun butuh waktu lumayan lama untuk menyembuhkan luka ini. Beberapa orang menyarankan untuk merekam aktivitas Aga (bagaimana ia menyanyi, bagaimana ia bicara), untuk membuktikan bahwa apa yang telah orang tersebut katakan tidaklah benar.

Ya, Aga telah menunjukkan banyak kemajuan, andai beliau mau mengakuinya. Kosakatanya sudah semakin banyak, beberapa huruf pun sudah semakin jelas. Saya pun beberapa kali mengunggah video Aga ketika berdo'a, berhitung dan bernyanyi. Untuk apa? Supaya beliau melihatnya.

Hingga kemudian, beberapa hari yang lalu saya tersadar. Saya pun menertawakan diri saya sendiri. Why should i do those stupid things (videoin Aga pas ngomong, pas nyanyi), hanya untuk membuktikan pada beliau, bahwa apa yang dipikirkannya tentang Aga tidaklah benar.

Pembuktian-pembuktian seperti itu benar-benar tak ada gunanya, sia-sia belaka. Semacam, ngasih bukti hasil kerja Pak Jokowi ke para haters-nya. Begitu. Lagian, orang yang selama ini sudah "think little of something", apakah ada kemungkinan akan berbalik menjadi "proud of the same thing"?

Dan seperti kata Payung Teduh di lagunya yang berjudul "Di Atas Meja", mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta? Kita bisa memilih untuk stay cool, kalem, dan optimis, alih-alih dikalahkan oleh perasaan sedih, kesel, nggerundel, and at the end, cuma bisa nangis.

Mahatma Gandhi's Quote about forgiveness, from Quotefancy
---

Kemudian akhirnya, setelah perenungan yang cukup panjang, saya kemudian memutuskan untuk memaafkan. Memaafkan tanpa syarat. Sungguh, ketika saya menuliskan ini, sakit hati saya sudah hilang. 

Waktu itu, entah kenapa saat sholat ashar, tiba-tiba saya menangis sesenggukan. Tiba-tiba saya diingatkan kalau dosa saya ada banyak sekali, dan tidak ada lagi yang saya harapkan selain mendapatkan ampunan.

Saat itulah saya tersadar bahwa kita semua membutuhkan maaf. Kita butuh ampunan. Dan entah kenapa, lagi-lagi dengan sangat tiba-tiba, saya memutuskan bahwa saya harus memaafkan siapapun yang telah menyakiti hati saya. Siapa tau itu jadi jalan agar Allah berkenan mengampuni seluruh dosa saya.

Saya jadi teringat sebuah artikel tentang "memaafkan", yang saya baca dari Majalah Pesona sekitar tahun 2016 yang lalu. Ada quote indah sebagai pembuka. 

"Memaafkan. Sepenggal kata sederhana, sulit dilakukan, tapi berdampak penyembuhan." 

Percaya atau tidak, disana tertulis kisah nyata seorang Yeyen, yang sembuh dari ancaman kanker ganas di payudaranya. Dan ajaib, benjolan itu lenyap tanpa operasi, setelah ia melepaskan dendam dan sakit hati. Ia sembuh setelah melepaskan kemarahan, mengikhlaskan masa lalu, dan memaafkan.

Dari tulisan itu pun saya baru tau jika Oprah Winfrey memiliki masa kecil yang suram. Sejak usia 9 hingga 13 tahun, ia mengalami kekerasan seksual dari beberapa pria hingga melahirkan di usia 14 tahun. Ya Allah.. :(

Tapi Oprah memaafkan masa lalunya: Ibu yang meninggalkan dirinya dan orang-orang yang melecehkannya. Sekarang, semua orang tau siapa Oprah Winfrey. Ia adalah sang pemenang. :)

Pengalaman itu memberi pemahaman pada saya, sebetulnya memaafkan itu tidak sulit, tapi kenapa kita senang memelihara amarah? Mengapa kita memilih bertahan menjadi korban (iya, korban perbuatan seseorang yang telah membuat kita sakit hati, atau emosi buruk lainnya), alih-alih menjadi pemenang? 

Memaafkan tidak akan mengubah masa lalu kita, tapi memperluas masa depan kita. Kenyataannya memang, saat kita marah, rasanya pikiran dan hati kita tertuju dan terkuras hanya untuk memikirkan orang yang menyakiti kita itu. Dunia kita pun jadi sempit dengan sendirinya. Rugilah kita, karena orang yang membuat kita marah sudah melanjutkan hidupnya, sementara kita stuck dalam kemarahan dan rasa sakit kita. 

Terlalu banyak energi yang harus kita keluarkan untuk memelihara kemarahan dan sakit hati. 

Dan sejatinya, memaafkan kesalahan orang lain, bukan merupakan sesuatu yang kita lakukan untuk orang tersebut. Kita memaafkan untuk diri kita sendiri, supaya kita menjadi lebih baik, sehingga bebas dari rasa sakit. Yes, forgive, and be free... 

forgiveness, from DNA India
Read More

Belanja di Transmart Lebih Hemat? Masa Sih?

Sunday, September 23, 2018


Mendapatkan uang seperti menggali dengan jarum. Menghabiskan uang seperti air meresap ke pasir. (Anonim)

Bersama Mak Wied, kegirangan disuruh belanja di TRANSMART :D

Siapa yang setuju dengan kutipan di atas? Memang ya, mencari uang itu sangat susah, tapi menghabiskannya sangat mudah. Makanya nggak heran, ada banyak sekali kelas-kelas atau seminar-seminar yang tujuannya mengajarkan agar kita bijak mengelola keuangan.

Mark W Boyer mengatakan, "Orang yang dapat mengendalikan arus kas (cash flow), adalah orang yang memiliki kekuatan." Makanya, sebagai emak-emak, saya tidak ingin dibilang lemah. Saya harus punya kekuatan, terutama dalam mengatur anggaran. Walau sebenarnya, saya masih lemah iman kalau sedang pegang uang. Duh!

Karena impian saya untuk menjadi ibu bijak itu, beberapa tahun belakangan saya tak lagi berbelanja ke supermarket. Kenapa? Ya karena harganya mahal :(. Saya pun lebih memilih untuk belanja di warung tetangga. Hehe...

Tapi ternyata dugaan saya salah. Tidak semua supermarket mematok harga yang lebih mahal dari warung tetangga, lho. Pasti ada yang nggak percaya. Mana ada, gitu kan?

Sini saya berikan buktinya yaa... Gula pasir di warung tetangga saya, ada yang dijual Rp 11.500,- bahkan Rp 12.000,- per kilogramnya. Di TRANSMART, harganya cuma Rp 10.900,-. Bahkan beberapa waktu lalu, instagram @transmartpabelan memposting foto gula pasir dengan harga Rp 10.700,-. Turun 200 rupiah, lho... Coba kalau dikalikan banyak item, kan lumayan hematnya.

Pantesan, saya sempat memergoki (eh, menemui ding), seorang bapak yang belanja sembako sampai berkardus-kardus. Saya menduga bapak itu punya warung di rumahnya, jadi beliau kulakan di TRANSMART untuk mendapatkan harga yang lebih murah, supaya keuntungannya lebih besar. 

harga gula pasir di TRANSMART

Terus terang, pandangan saya jadi terbuka sekarang. Ternyata harga-harga di TRANSMART tak semenyeramkan apa yang ada di dalam bayangan. Saya jadi terpikir untuk mulai belanja bulanan di sini awal bulan depan.



Sebenarnya, saya sering lho main ke TRANSMART, tapi tujuannya hanya ke Trans Studio saja, habis itu pulang. Beneran sengaja nggak jalan-jalan, supaya nggak lapar mata. Tapi jadinya nggak tau kalau harga-harga di sana lebih murah dari yang lainnya. Duh, nyesel kan jadinya...

Dan setelah kemarin nyobain belanja di TRANSMART, saya memiliki 4 alasan untuk kembali ke sana, antara lain:

1. Harga Murah

Tak hanya gula pasir saja sebenarnya, minyak goreng pouch isi 2 liter juga saya lihat lebih murah dari warung tetangga saya. Dan saya yakin, masih banyak item lagi yang lebih murah dari harga warung.

2. Kualitas Barang Terjamin

Ini sampai saya upload di instagram saya. Jadi kebetulan saya datang ke sana pagi-pagi sekali, masih sepi. Saya melihat para karyawan sedang bersiap di bagiannya masing-masing. Salah satunya bapak ini, yang sedang menyortir ulang cabe hijau yang sudah dikemas.

Quality Control di Transmart



Beliau memisahkan cabe yang kondisinya masih baik dengan cabe-cabe yang sudah membusuk. Setelah itu, beliau mengemas kembali cabe-cabe yang masih segar.

Ini membuat saya semakin yakin bahwa TRANSMART tidak main-main dalam menyediakan barang untuk konsumennya. Semua harus barang berkualitas.

3. TRANSMART Terlengkap

Kemarin saya dibuat takjub, karena ada daun pohpohan di sana. Tau nggak sih, pohpohan adalah salah satu lalapan favorit saya? Dan biasanya ini cuma ada di masakan sunda aja. Nggak taunya di Transmart Solo Pabelan pun ada.


Jadi, waktu menemukan daun pohpohan ini, mata saya langsung ijo. Mana daunnya masih seger banget gitu. Ih, beneran seger lho, dan harganya cuma Rp 2.800an seikat.

daun pohpohan ada di Transmart

otak-otak ada di Transmart

Selain itu, saya juga menemukan otak-otak. Ini otak-otaknya mirip banget dengan yang biasanya Bulik saya bawakan dari Cirebon. Alhamdulillah, saya nggak harus ngerepotin Bulik lagi kalau pas ingin makan otak-otak. Dan nggak perlu mikir lama lagi, saya langsung bungkus otak-otaknya untuk dibawa pulang.

Lalu, kalau teman-teman kayusirih mau buktikan lagi, jalan-jalanlah ke peralatan masak. Mau nyari apa aja, ada. Panci segala ukuran dan segala warna pun ada. Silakan dipilih, sampai bingung milihnya, hihi... Karena memang TRANSMART ini komplit banget.

4.   TRANSMART Ternyaman

Ini yang nggak saya temukan di warung tetangga, haha... Ya iyalah, di sini adem, bersih, barang-barangnya nggak berdebu.

Dan TRANSMART ini mengusung konsep 4 in 1. Apa itu konsep 4 in 1? Ini ada hubungannya dengan poin no 3, bahwa TRANSMART ini terlengkap service-nya. Gimana enggak? Mau makan? Ada tempatnya. Mau belanja dengan harga murah? Nggak usah ditanya. Mau main? Silakan ke TRANS Studio di lantai 3. Mau nonton? Di lantai 4 ada CGV Cinemas.

Tuh kan? Mana ada yang kayak gini?

Kemarin pun, saat saya belanja di lantai 2, anak-anak dan papanya main di atas (lantai 3). Saya hepi, karena belanjanya nggak diganggu anak-anak, mereka pun hepi karena bisa main sepuasnya. Jangan salah lho, lihat koleksi tiket yang sudah kami kumpulkan beberapa bulan ini!

Amay dan tiket Transmart Studio

Belum mau ditukar? Belum. Nunggu banyak dulu, hehe...

Main di Trans Studio biasanya kami jadikan reward untuk anak-anak apabila mereka selesai melakukan sesuatu dengan baik. 






Sebuah kiriman dibagikan oleh Arinta Adiningtyas (@arinta.adiningtyas) pada

Seru? Banget. 

Dan jika dulu bermain roller coaster hanya menjadi angan-angan saya belaka, saat gathering Blogger Solo dengan Transmart Pabelan Solo kemarin, akhirnya saya merasakan sensasinya. Puas banget berteriak-teriak saat roller coaster meluncur.


Blogger Solo mencoba wahana roller coaster di Trans Studio

Tak hanya roller coaster, Wahana Solo yang saya coba. Ada New York Swing juga. Tapi sejujurnya, daripada diayun-ayun dengan swing, saya lebih baik naik roller coaster deh. Setelah menaiki roller coaster, lutut saya lemas, tapi senang karena bisa teriak sampai puas. Sementara setelah naik swing, saya mual-mual, kepala juga pusing, bahkan sampai di rumah pun masih terasa. Hiks..

Jadi misal ditantang untuk menaiki roller coaster lagi, saya bersedia. Tapi untuk swing, mending enggak deh. Haha..

Teman-teman di Solo yang ingin bermain sekaligus belanja, ayo cusss ke Transmart Pabelan Solo saja. Kabar baiknya lagi, Transmart Solo punya acara Gebyar Hepi Hepi, lho. 

Apa itu Gebyar Belanja dan Hepi-hepi? Ini adalah program Transmart untuk pengunjung Transmart Solo, dengan menyuguhkan berbagai event menarik. Jadi, pengunjung tidak hanya bisa berbelanja, tetapi juga bisa mengikuti beragam aktivitas yang ada, dengan hanya menukar struk belanja yang mereka miliki.

Sebenarnya sejak awal bulan September ini sudah ada berbagai macam perlombaan. Tapi teman-teman kayusirih yang ada di Solo nggak perlu khawatir. Masih ada perlombaan yang sedang dan akan digelar kok.

Contohnya;

1. Tanggal 22, 28 September di lantai 3, akan ada Dance Competition. Pendaftarannya gampang, hanya dengan menunjukkan struk belanja minimal Rp 50.000,- saja.

2. Tanggal 23 September di lantai 3, akan ada KPOP MUSIC VIDEO Competition. Jadi, buat penggemar KPOP, jangan sampai ketinggalan. Syaratnya juga mudah, hanya menunjukkan struk belanja minimal Rp 50.000,- saja teman-teman sudah bisa ikutan.

3. Tanggal 23 September di lantai G, ada Festival Jamu Seduh, yang menampilkan kreativitas sekolah dalam penyeduhan jamu.

4. Saya ingin ikut yang ini nih, Karaoke Competition di tanggal 25 September. Yuhuu... Ada yang mau ikut juga? Bareng yuk... Pendaftarannya gampang koq, hanya dengan menunjukkan struk belanja minimal Rp 50.000,- saja.

5. Tangal 30 September, untuk grup-grup hadroh nih. Ada Lomba Rebana di lantai 1. Syaratnya masih sama, hanya dengan menunjukkan struk belanja minimal Rp 50.000,- saja, teman-teman sudah bisa mendaftar.

6. Oya, di tanggal 30 September juga, ada Pengajian Akbar di lantai G.

Tuh, akhir bulan aja masih ada banyak event menarik ya?

Nah, yang lebih menarik lagi, ada Toyota Yaris yang mau dibagi-bagi di periode 1 Juli - 31 Desember 2018. Dengan belanja minimal Rp 200.000,-, teman-teman bisa mendapatkan 1 kupon undian. 

Hish, kenapa baru tau ya? Tau gitu kan udah belanja di Transmart Pabelan Solo dari kemarin-kemarin. :(


Gebyar Belanja dan Hepi-hepi di Transmart Pabelan Solo

Yuk ah, mumpung bentar lagi udah tanggal muda lagi, ajak tetangga dan saudara belanja ke sini. :)

Read More

9 Tips Hemat Budget Saat Beli Gadget

Thursday, September 13, 2018

Zaman sekarang, teknologi berubah dengan sangat cepat. Kadang saya merasa kesulitan mengejarnya. Soal ini belum betul-betul saya kuasai, eh, ada hal lain yang sudah muncul lagi dan menuntut untuk dipelajari. Begitu juga dengan handphone. Seri ini belum termiliki, eh, sudah lahir seri yang terbaru lagi. Contohnya, iPhone. Saya sama sekali belum pernah memiliki iPhone, tapi tahu-tahu udah ada iPhone X aja.

Sedih yaa... Pengen sih suatu saat nanti bisa memiliki iPhone. Konon, kamera iPhone itu paling jujur dibanding kamera handphone merek lain. Dan benar, setelah saya cari tahu, iPhone X ini kameranya canggih. Dia bisa menghasilkan efek blur atau bokeh, seperti halnya kamera DSLR. Huwaaa, jadi makin mupeng.

Baiklah, mari kita cek harga iPhone X di iPrice dulu. Kebetulan, beberapa waktu lalu saya membaca blog teman-teman, dan dari sana saya mengetahui ada situs iPrice ini. Untuk cek harga, iPrice bisa jadi solusi, karena dia bisa menunjukkan harga terbaik dari semua e-commerce yang ada. Jadi kita bisa lebih menghemat waktu, ngga perlu buka e-commerce satu demi satu.

Seperti ini contohnya:

iPrice

harga iPhone X terbaik


harga iPhone X terbaik


Nah, setelah lihat harga iPhone X yang ternyata uwow banget untuk kantong saya, saya malah jadi terusik untuk mencari cara, bagaimana agar saya bisa mengumpulkan uang sebanyak itu ya? Sementara, saya ini termasuk boros orangnya. Pegang uang dikit aja langsung pengen beli macem-macem, yang jika dipikir ulang, ternyata tidak benar-benar saya perlukan.

Saya yakin ini bukan problem saya saja. Hehe, nyari teman ceritanya. Tapi benar kan, jarang sekali orang yang bisa pegang uang, menyisihkan sedikit demi sedikit untuk mewujudkan keinginannya? Kalau ada jalan pintas seperti berhutang, mungkin itu yang akan dilakukan.

So, tak perlu berlama-lama lagi, here they are, 9 tips hemat budget saat belanja gadget:

1. Belajar disiplin dalam Mengatur Uang
Ini wajib, kalau kita sudah menetapkan sebuah keinginan. Kalau ngga mau disiplin ya wassalam... Belum bisa disiplin? Ayo kita coba pelan-pelan.

2. Cari Teman atau Anggota Keluarga yang Satu Visi
Kalau perlu, bilang sama mereka bahwa kita sedang mempunyai mimpi untuk memiliki benda ini. Tujuannya apa? Supaya saat kita ada uang dan ingin foya-foya, mereka senantiasa mengingatkan, “Inget lho, katanya mau beli ini?” begitu.

3. Hindari Pembelian Mendadak
Jangan membeli sesuatu yang mendadak atau di luar pos pengeluaran bulanan, apalagi jika itu tidak bersifat 'wajib'. Mengeluarkan uang untuk barang yang tak penting karena godaan 'sale atau cuci gudang' adalah bagian dari pemborosan. Jangan sampai mengambil keputusan yang berujung pada penyesalan.

4. Bayar Tunai, Hindari Hutang yang Tidak Perlu
Kehadiran kartu kredit memang membawa kemudahan, contohnya, kita tak perlu membawa uang banyak ketika berbelanja. Akan tetapi, kehadirannya juga membawa efek negatif bagi si pemilik kartu, seperti utang yang menumpuk akibat pemakaian tidak terkendali.

saving money from pixabay

5. Pertimbangkan untuk Membeli Barang Kondisi Bekas Pakai
Nih, biasanya ada orang yang lekas bosan terhadap sesuatu, termasuk pada gadget. Untuk gadget, harga second-nya biasanya jauh lebih miring dari harga beli baru. Kalau kondisinya masih oke, why not, ya kan?

6. Potong Biaya Transportasi untuk Efisiensi
Zaman sekarang, kita bisa berbelanja online kan? Jika dibanding dengan ongkos transport / BBM untuk kendaraan + ongkos parkir + jajan anak-anak, ongkos kirim via ekspedisi bisa dibilang jauh lebih murah, lho...

7. Jangan Membeli apa yang Tidak mampu atau Tidak Dibutuhkan
Iniiii, harus dicatat! Kalau belum mampu, ngga usah memaksakan diri dulu.

8. Selalu Lihat dan Bandingkan sebelum Membeli Barang
Udah tau yaa, kalau mau bandingkan harga cukup via apa? Yes, via iPrice saja.

9. Lawan Kebiasaan Buruk yang Membuat Boros
Semua orang pasti memiliki kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada finansial. Coba pahami dan kenali diri, kebiasaan buruk apa yang merugikan keuangan kita? Misalnya, hobi nongkrong di kafe atau doyan beli cemilan. Kalau kita bisa sukses melawan kebiasaan buruk, hidup hemat bukan lagi sekedar omong kosong.

Yuks, sama-sama kita berusaha berhemat, menabung, agar mimpi kita bisa menjadi nyata. : )

Read More

Ingin Perhiasan Emas Tetap Kinclong? Ingat 5 Tips Ini

Monday, September 10, 2018

The Palace National Jeweler X Samuel Wattimena


Emas tak setara dengan loyang. Sutra tak sebangsa dengan benang. - Buya Hamka -

Begitu istimewanya emas, hingga oleh sebagian orang ia dijadikan tolok ukur kejayaan, kekayaan, dan kebahagiaan. Memang, kebahagiaan tidak selalu berhubungan dengan harta benda. Tetapi, adakah di dunia ini orang yang tidak bahagia jika diberi emas? Jikapun ada, mungkin orang seperti ini tak banyak jumlahnya.

Bahagia itu terletak pada hati yang bersyukur. Betul. Salah satu cara bersyukur, meski koleksi perhiasan kita tak banyak, adalah dengan merawat sebaik-baiknya.

Emas memang merupakan logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Tidak seperti besi, emas tidak akan berkarat. Namun, kilauannya bisa memudar seiring dengan pemakaian. Apalagi jika kita sering berkeringat, karena keringat mengandung zat asam yang menjadi salah satu sebab perhiasan emas cepat memudar.

Untuk itu, ayo kita coba tips di bawah ini, supaya perhiasan yang kita miliki tetap terjaga kilauannya. : )

1. Hindarkan dari paparan zat kimia

Seperti yang telah saya tulis di atas, bahkan keringatpun dapat memudarkan warna emas. Ya, karena keringat juga mengandung unsur kimia. Kandungan utama keringat adalah NaCl atau natrium klorida (bahan utama garam dapur). Makanya keringat kita rada asin yaa, xixixi...

Untuk itu, sebaiknya saat berolahraga kita tidak menggunakan perhiasan. Tak hanya saat berolahraga saja sebenarnya, saat mandi, mencuci, memakai body lotion, atau saat memakai parfum, sebaiknya kita tidak menggunakan perhiasan.

Intinya, jangan malas melepas perhiasan jika kita tak ingin perhiasan lekas kusam dan ada banyak goresan. Kenakan perhiasan di saat-saat tertentu saja, saat menghadiri pesta misalnya.

2. Bersihkan secara rutin

Air mendidih dapat mengangkat kotoran, debu, noda, wax, dan lain-lain yang menumpuk pada perhiasan. Tetapi, air mendidih tidak disarankan untuk perhiasan yang dihiasi permata, karena air panas dapat melelehkan lem yang fungsinya merekatkan aksesoris. Selain itu, air panas juga dapat membuat aksesoris retak. Jadi, lebih aman memang menggunakan air hangat.

Tidak perlu waktu lama untuk merendamnya. 10 menit saja cukup.

Selain dengan air hangat, kita juga bisa menggunakan pasta gigi, shampoo, atau sabun cuci untuk mencuci perhiasan kita. Gunakan sikat yang lembut untuk menyikatnya, yaa.. Lakukan sesekali saja.

3. Simpan dalam tempat yang memiliki dasar lembut, tidak lembab dan tidak ditumpuk. Menaruh emas dengan cara ditumpuk akan rentan membuatnya tergores karena gesekan.

4. Sertakan silica gel yang mampu menyerap udara lembab

5. Jika perhiasan sudah sangat kusam atau sangat kotor, bawa saja ke toko emas untuk dibersihkan atau disepuh ulang. Meski warnanya memudar, hal itu tidak mengurangi nilainya sama sekali, kok. : )



Omong-omong soal emas, di tulisan sebelumnya saya sudah kasih tau teman-teman kan, kalau The Palace National Jeweler punya koleksi terbaru,hasil kolaborasi dengan Samuel Wattimena. Koleksi #ThePalaceJeweler cakep-cakep banget. Ya Allah, jadi pengen nyanyi..

ingin kumiliki 
seluruh serimu 
Seri Nusa, Seri Anta dan Tara
(coba nyanyikan pakai nadanya Ruth Sahanaya, Ingin Kumiliki)

Kalau saya pakai perhiasan dari #NationalJeweler, akankah saya menjadi secantik BCL? Wkwkwk, langsung ditimpuk massa.. Wajah boleh beda, tapi koleksi perhiasannya, boleh nggak sih punya seperti miliknya #ThePalaceBCL? Semoga saya ada rezeki, supaya bisa menjadi salah satu yang memiliki #ThePalaceStories. Aamiin YRA.

Buat teman-teman yang mendoakan, saya doakan juga supaya rezekinya melimpah. Aamiin.. Dan jangan lupa, cek koleksi perhiasan dari The Palace National Jeweler di instagram @thepalace_id atau di website https://thepalacejeweler.com/.






* Sumber referensi:

http://bali.tribunnews.com/amp/2018/07/23/mengapa-perhiasan-emas-perlu-rutin-direndam-air-hangat

https://bacaterus.com/cara-membersihkan-perhiasan-emas/





Read More