Mencintai Diri Sendiri, Egoiskah?

Sunday, September 27, 2020

self-love quote
Self-love Quote

Kampanye "cintai diri sendiri" saat ini sedang ramai didengungkan. Entah bagaimana ini bermula, yang jelas tagar self-love seringkali saya temui di berbagai media sosial.

Lalu, bagaimanakah bentuk self-love itu?

Self-love adalah salah satu hal terbaik yang bisa kita berikan pada diri sendiri. Ketika kita jatuh cinta pada diri sendiri, kita akan lebih mudah mengenali diri sendiri, menghargai diri sendiri, percaya pada kemampuan diri, dan umumnya akan membuat kita menjadi lebih positif. Kita tak akan lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain, pun tak akan khawatir dengan komentar negatif orang lain lagi.

Wow, ternyata self-love berkaitan erat dengan kesehatan mental kita, yaa... Dan memang, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, kita bisa memulainya dengan beberapa cara berikut ini:

1. Maafkan Masa Lalu

Ada yang ingat lirik lagu yang dinyanyikan Sherina di film pertamanya? Begini bunyinya,

Setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan

tapi hanya yang pemberani yang mau mengakui

Jadi, ketika kita sudah mengakui kesalahan yang kita perbuat kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut, itu sudah cukup membuktikan bahwa kita adalah seorang pemberani. Selanjutnya, tugas kita adalah memaafkan diri sendiri dan menyadari bahwa di dunia ini tak ada seorangpun yang luput dari kesalahan.

Sekarang, mulailah melangkah maju dan lupakan masa lalu.

2. Beri Kejutan untuk Diri Sendiri

Sesekali, lakukanlah sesuatu yang mungkin tak pernah terlintas di pikiran kita sebelumnya. In a positive way, of course. Ini akan membantu kita semakin mengenali diri sendiri. 'Main aman' terkadang tak memberikan banyak pengalaman. :)

Arin pernah melakukannya?

Mmm, mungkin ini salah satunya;

- Ketika saya diminta untuk menjadi MC di acara sekolah anak-anak, padahal saya tak pernah melakukannya sebelumnya. Meski pada awalnya merasa terpaksa, tetapi ketika saya berhasil melakukannya, akhirnya saya menyadari "bakat" yang selama ini tersembunyi. Hihi...

 

3. Tuliskan Perasaanmu di Buku Diary

Ketika sedih atau marah, sebaiknya jangan dekat-dekat dulu dengan media sosial, yaa... Mengapa? Karena meski media sosial adalah "teman paling dekat", tapi ia tak pandai menjaga rahasia. Salah-salah, curhatan kita disebar kemana-mana dan malah membuat masalah yang kita hadapi justru semakin tak terkendali.

Jika sempat, tulislah di buku diary, luapkan semua yang kamu rasakan di sini. Nanti, ketika suasana hati membaik, baca lagi apa yang telah kamu tulis, lalu ucapkan selamat pada diri sendiri ketika kamu berhasil mengatasinya.

Menulis merupakan cara positif untuk menyingkirkan perasaan negatif. Menulis juga membantu kita lebih fokus pada hal-hal baik dan belajar dari hal-hal buruk.

Baca: Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Menjadi Narablog

4. Istirahat

Give yourself a break. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terlalu lelah bisa merusak badan, terlalu stres bisa merusak pikiran.

5. Belajar untuk Mengatakan "Tidak" pada Orang Lain

Ini susah sih, yaa... Apalagi untuk kita yang dibesarkan dengan rasa "ngga enakan". Kita jadi merasa harus menyenangkan semua orang, dan memaksa diri untuk berkomitmen pada semua hal yang kita bisa. Tapi, mulai sekarang, kita mesti belajar mengatakan "tidak". Kita perlu menjaga diri sendiri, lho, karena kalau bukan kita, siapa lagi? :)

6. Buat Daftar Prestasi 

Setiap kita berhasil meraih sebuah pencapaian, tulislah. Ini bukanlah suatu bentuk narsisme, melainkan sebuah cara menghargai diri sendiri. 

Malu? Takut di-judge?

A great way to show yourself self-love is to trust yourself and your own instincts. Jangan khawatir dengan komentar orang lain. Semakin kita takut, semakin sulit untuk kita berkembang. Asalkan tidak merugikan orang lain, melajulah!

7. Jaga Diri Baik-Baik

Pada akhirnya, cara terakhir untuk mencintai diri sendiri adalah dengan menjaga diri kita sebaik-baiknya, baik secara lahiriah maupun batiniah. Percayalah, dengan menjaga diri, kita akan menjadi versi terbaik diri kita sendiri.

Mungkin setelah ini akan ada yang bertanya, apakah mencintai diri sendiri itu egois? Is self-love selfish?

Memang, mencintai diri sendiri seringkali dianggap sebagai sebuah bentuk keegoisan. Padahal, ketika kita sudah benar-benar mencintai diri sendiri, sebisa mungkin kita akan mengindarkan diri dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Jadi, asal kita tidak mencintai diri secara berlebihan hingga membuat kita cuek dengan lingkungan sekitar, maka itu adalah self-love yang benar. Selamat mencintai diri sendiri! :)


Read More

3 Channel Horor di YouTube Favorit Kayusirih

Friday, September 18, 2020

 

Ada yang penakut, tapi hobi nonton cerita horor? Sini, baris di belakang saya. Hehe... Bagi saya, menonton kisah-kisah horor adalah salah satu cara untuk selalu mengingat keberadaan Allah. Pun, salah satu tanda keimanan adalah percaya pada yang ghaib, bukan? 

Namun, tentu saja kita harus pilah-pilih, yaa... Ada channel horor yang hanya mencari sisi mistisnya atau menakut-nakuti saja, tetapi ada juga yang menyertakan hikmah atau pelajaran di setiap cerita, seperti channel horor yang akan saya tulis di bawah ini. Siapa sajakah mereka?

1. Jurnalrisa

Konten Horor
Jurnalrisa

Channel ini merupakan channel horor pertama yang saya tonton. Karena kontennya menarik dan mengandung pesan moral, saya pun menonton dari satu episode ke episode lainnya. FYI, saya mulai menggemari konten horor sejak pertengahan tahun lalu. Saya lupa bagaimana ini bermula, yang jelas, dari Jurnalrisa saya kemudian mengenal channel horor yang lainnya juga.

Jurnalrisa dikomando oleh Risa Saraswati, yang memang sudah dikenal sebagai penulis buku bergenre horor. Di sini, Risa tak sendiri. Ia ditemani oleh saudara-saudaranya yang memiliki kemampuan yang sama dengannya. Bisa dipastikan, kemampuan mereka berkomunikasi dengan makhluk dari lain dunia ini diturunkan oleh leluhur mereka.

Jika ditanya mana episode paling menarik? Jawabannya, banyak! Tapi saya beberapa kali memutar episode Jurnalrisa #30, edisi spesial hari kemerdekaan. Bagi saya, episode ini sangat menyentuh, karena berhubungan dengan keikhlasan seorang pahlawan keluarga. Penasaran?Makanya, tonton aja...

Sejujurnya tak hanya episode itu yang membuat banjir air mata, ada banyak episode lainnya juga. Yang paling baru, tonton deh Jurnal Cerita Sejarah Mexolie di Kebumen, dijamin bikin terenyuh.

2. Diary Misteri Sara

Diary Misteri Sara
Diary Misteri Sara

Ada Saraddicts di sini? 😁

Nah, ini channel favorit nomor 2. Kenalnya dari Jurnalrisa, waktu mereka collab. Di channel ini ada Sara Wijayanto, Demian Aditya sang suami, juga Wisnu Hardana sang adik yang bertugas menggambarkan sosok-sosok yang mereka temui. Kadang-kadang (cukup sering juga ding), ada Fadi Iskandar dan Nico Oliver juga yang semakin menyemarakkan suasana penelusuran.

Yang saya sukai dari channel DMS adalah kekeluargaan dan kekompakan timnya. Asik banget deh. Mereka terlihat saling melindungi satu dengan yang lainnya.

Di channel ini, episode yang paling saya suka adalah episode Cinta Tanpa Pamrih di mana di situ Wisnu sampai menangis ketika mengetahui cerita masa lalu yang dialami oleh sosok yang ia gambar. Selain itu, saya yakin Saraddicts juga setuju kalau episode Kisah Cinta Adik dan Tante Kun juga sangat menyentuh hati. Episode Cerita Lila juga bikin nangis bombay, lho. Ah, banyak deh yang seru.

3. Kembara Sunyi

Kembara Sunyi
Kembara Sunyi

Dibanding dua channel yang sudah saya ulas di atas, channel Kembara Sunyi masih terbilang baru. Video pertamanya di-publish sekitar 3 bulanan yang lalu. Dan berbeda dengan Jurnalrisa atau DMS yang mayoritas kontennya berupa "penelusuran" atau komunikasi dengan makhluk tak kasatmata, channel yang dibentuk oleh Mas Itank, Mas Idris dan Mas Remon ini berkonsep storytelling.

Episode yang pertama kali saya tonton dan langsung membuat saya menyukai channel ini adalah episode dengan judul "Pamit: Pesan Terakhir Pendaki di Gunung Arjuno". Saya menangis mendengar cerita yang dikisahkan oleh Mas Itank. Mas Itank pun terlihat tak mampu menahan air matanya saat mengisahkan pengalamannya itu.

Oya, tidak semua cerita yang dikisahkan di sini merupakan pengalaman pribadi Mas Itank, Mas Idris atau Mas Remon, tetapi banyak juga yang merupakan cerita kiriman dari Sobat Kembara. So, kalau kalian punya pengalaman yang cukup menyeramkan dan ingin kisah itu diceritakan kembali oleh Mas Itank, kirimkan saja ceritamu ke Tim Kembara Sunyi.

~

Arin kok suka banget sama yang horor-horor sih? Wait, ngga semua yang berbau horor saya suka, yaa... Hanya yang menarik dan mengandung pesan moral saja yang saya tonton.

Emang ada pesan moralnya?

Bagi saya, ada. Setidaknya ada yang saya pelajari dari konten horor seperti ini, misalnya:

1. Mengingatkan untuk selalu berbuat baik. Kita tidak tahu kapan kematian akan datang menjemput, jadi, jika kita senantiasa berada di jalan yang lurus, insya Allah akhir hidup kita pun akan husnul khatimah.

2. Hindari penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, dll, karena sifat-sifat ini hanya akan menjauhkan kita dari kebahagiaan, baik di dunia maupun di kehidupan selanjutnya.

3. Bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan pada kita. Sifat serakah hanya akan menjerumuskan kita ke jurang nestapa. 

4. Jangan suka mencari jalan pintas. 

- Kalau ingin kaya, caranya ya dengan berdoa dan bekerja keras, bukan dengan meminta bantuan dari setan. 

- Kalau ada masalah, hadapi dan selesaikan. Jangan pernah terpikir untuk mengakhiri hidup demi bisa terhindar dari masalah, karena masalah yang akan kamu temui justru bakal bertambah. Ingat, kehidupan di dunia itu hanya sementara, sedangkan di akhirat kita akan kekal selama-lamanya. Jadi, gunakan waktu yang kita punya saat ini untuk mengumpulkan bekal di kehidupan selanjutnya.

5. Selalu berusaha untuk ikhlas dengan semua ketetapan-Nya. Jika kita memiliki hati yang ikhlas, insya Allah jiwa kita pun akan dipenuhi dengan kedamaian dan ketenangan.

Sebenarnya ada banyak hikmah lain yang bisa dipetik dari konten yang katanya "remeh" ini. Tapi omong-omong, kalian suka konten horor juga ngga? Apa channel favorit kalian? Sharing di komentar, yaa... 😊


Read More

Lagi Patah Hati? Barangkali Petuah Para Musisi Berikut Ini Bisa Menguatkanmu Kembali

Friday, September 11, 2020


If you lose someone but find yourself, you won
Ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi, apalagi pas lagi sayang-sayangnya, memang sangat menyakitkan ya? Bahkan Fiersa Besari mengatakan, "Mau berkali-kali mengalami pun, kita enggak pernah profesional dalam urusan patah hati."

Namun, sesakit-sakitnya kita, jangan sampai kepergiannya membuat kita terpuruk. Itu hanya akan membuat diri kita merugi dua kali. Lalu, bagaimana cara bijak menyikapi patah hati menurut para musisi?

1. Patah hati tidak harus selamanya, kan?


Fiersa Besari pernah mencuitkan sebuah cuitan yang cocok banget untuk kalian yang sedang patah hati. Bunyinya seperti ini; "Selalu ada hari baru untuk setiap nafas. Selalu ada kesempatan baru untuk kembali tersenyum. Patah hati tidak harus selamanya kan?"

Tak hanya itu, Fiersa Besari juga mencuitkan twit di bawah ini.

Cara bijak menyikapi patah hati

Ohmaii, tampaknya pelantun Celengan Rindu ini khatam banget soal patah hati, ya? Wkwkwk... Yang setuju sama Bang Fiersa, angkat tangannya!
 

2. Yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri


Kali ini, petuah datang dari Kunto Aji. Katanya dalam lagu berjudul Sulung;

Cukupkanlah ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Yang sebaiknya kau jaga
Adalah dirimu sendiri

Ketika pesona orang lain membuat kita jatuh cinta, biasanya energi kita akan selalu mengarah kepadanya. Mau makan, ingat dia. Mau tidur, ingat dia. Kayak lagunya Duo Maia.

Nah, jeleknya, ketika ada yang menguasai pikiran dan hati kita, kita jadi lupa bahwa ada yang nyata-nyata memerlukan perhatian juga, yaitu diri kita sendiri. Iya kalau yang orang yang kita jaga hati dan perasaannya itu tahu diri. Kalau engga? Maka, cintai orang lain secukupnya, cintai diri kita sendiri sedalam-dalamnya.
 
Yang seharusnya kita jaga, adalah diri kita sendiri.

3. Mengerti kapan harus berhenti


Bukannya aku mudah menyerah
Tapi bijaksana
Mengerti kapan harus berhenti
Ku kan menunggu
Tapi tak selamanya
(Raisa, Usai di Sini)

Salah satu alasan kenapa saya mengidolakan Raisa adalah karena dibalik kelembutannya, ia punya kekuatan yang tercermin dari bagaimana ia mengambil sikap untuk dirinya sendiri. Ia tahu apa yang baik dan yang tidak untuk dirinya. Ya, wanita lembut bukan berarti mudah dilemahkan.

Kalau teman-teman pernah baca tulisan saya di website KEB, mungkin teman-teman akan paham, kekuatan seperti apa yang saya maksud.


Dan secara tidak sengaja, kemarin, saya pun menemukan komentar "keren" Raisa di salah satu postingan instagramnya. Di potongan video lagu "Bahasa Kalbu" yang ia unggah itu, ia menyertakan caption yang mempersilakan followers-nya untuk curhat di kolom komentar. Bisa ditebak, banyak netizen yang curcol. Ini salah satunya;

Seorang netizen berkomentar, "Aku emang paling ngerti dia, tapi dia? Gaslighting. HAHA."

Raisa pun menjawab, "Goodbye selamanya buat orang yg gaslighting. 👊💥"




FYI, mengutip dari cosmopolitan.co.id, gaslighting adalah taktik manipulasi yang dilakukan oleh seseorang untuk terlihat berkuasa dan mengontrol seseorang dengan cara membuat korban tak yakin dengan dirinya sendiri.

Contoh tindakan gaslighting antara lain; suka berbohong, membantah melakukan atau mengatakan sesuatu padahal kamu punya buktinya, memproyeksikan kesalahan mereka pada dirimu hingga membuatmu bingung dan tak lagi yakin dengan intuisimu. 

Serem ya? Kapan-kapan kita bahas tentang gaslighting ini, yaaa...

~

Nah, jadi intinya, jika pasanganmu / orang yang sudah kalian cintai sepenuh hati malah bertingkah semaunya sendiri, segera tinggalin! Percayalah, lebih baik patah hati sebentar untuk selanjutnya bersiap menyongsong kebahagiaan, daripada menunda-nunda keputusan hanya untuk kebahagiaan semu. 

Ingat! Sedih karena patah hati itu hal yang wajar, tapi cukup sebentar saja, jangan terlalu lama. Selanjutnya, katakan pada orang yang menyakitimu; masih banyak yang lebih baik darimu. 😉

 
Read More

Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental Menurut Ben dan Rara Sekar

Saturday, September 5, 2020

 

Saya sedang sangat menyukai segala hal tentang Isyana Sarasvati, terutama setelah ia menelurkan albumnya yang berjudul Lexicon. Dari situ, saya mulai mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Isyana termasuk tentang suaminya yaitu Rayhan Maditra yang ia panggil dengan sebutan Mako.

Rayhan Maditra adalah seorang dokter yang punya ketertarikan terhadap kesehatan mental. Belum lama ini dia membuat sebuah channel di YouTube dengan nama Mako Talk.

Nah, beberapa waktu lalu, ia dengan sang kakak ipar yaitu Rara Sekar, dan juga suami dari Rara Sekar yaitu Ben Laksana, berbincang soal berkebun. Kalau teman-teman mengikuti kegiatan Rara Sekar dan suaminya di media sosial, pasti teman-teman tahu bahwa mereka berdua ini mempunyai hobi berkebun. Hobi ini mulai mereka jalani ketika mereka tinggal di Selandia Baru selama kuliah.

 

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental
Kebun Ben dan Rara via instagram Rara Sekar

 

Lalu, menurut Ben dan Rara, apakah kegiatan berkebun yang mereka lakukan berpengaruh pada kesehatan mental?

Ini dia jawabannya! 


1. Berkebun dapat Melatih Fokus

Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, terkadang membuat pikiran cepat lelah. Pikiran yang lelah dan bertumpuk-tumpuk bisa berdampak buruk pada kesehatan mental kita. Berkebun adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjernihkan pikiran.

Menurut Rara, saat-saat berkebun merupakan kesempatan untuk menikmati keheningan. Dan dari keheningan itu kita bisa lebih memperhatikan apa yang ada di sekitar kita. Apa yang disampaikan oleh Rara diamini oleh Ben. Ben menambahkan bahwa kegiatan berkebun juga melatih fokus kita pada satu hal.

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental
kebun Ben dan Rara, via instagram Rara Sekar

Seperti yang kita ketahui, anak-anak zaman sekarang, apalagi yang sedari kecil sudah akrab dengan gadget, rata-rata memiliki kesulitan dalam hal konsentrasi. Ya, mereka memang cenderung terbiasa untuk melakukan hal secara multitasking, tetapi justru inilah efek samping dari multitasking tersebut, yakni; tidak bisa fokus pada satu hal secara mendalam karena attention span-nya yang sangat singkat.

Kegiatan berkebun merupakan salah satu cara untuk melatih fokus, sehingga kegiatan ini sebaiknya diperkenalkan kepada anak-anak kita yang sehari-harinya sudah terpapar dengan gadget.

 

2. Berkebun Menjadi Sarana untuk Practicing Acceptance (Belajar legowo)

 

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental
Hasil panennya... 😍

Memiliki sifat perfeksionis atau selalu mengharapkan kesempurnaan, dapat menyebabkan frustrasi. Hobi berkebun, secara tidak langsung dapat melatih acceptance atau penerimaan, karena kegiatan ini sangat memungkinkan kita untuk menghadapi kegagalan. 

Tidak peduli seberapa baik kita melakukan perencanaan dan perawatan terhadap tanaman-tanaman kita, sesuatu yang unpredictable bisa saja terjadi, entah itu karena invasi serangga, cuaca buruk, hewan pengerat, dll. Maka dari itu, kata Rara, "Berkebun membuat kita belajar untuk lebih rileks terhadap ekspektasi."

Lambat laun, alih-alih mengatakan bahwa kita mengalami kegagalan (gagal tanam), kita justru memandangnya sebagai pelajaran.

Ah, jadi ingat sebuah lirik lagu yang ditulis oleh Isyana...

Jika kau tak dapatkan yang kau impikan

Bukan berarti kau t'lah usai

Jujur, di poin ini saya jadi merasa bahwa petani mungkin merupakan profesi yang paling "legowo", karena di dalam setiap benih yang ia tanam, ada kepasrahan terhadap "maunya" alam. Lalu saya membayangkan jika di kegagalan pertama petani-petani itu langsung kapok, kita-kita mau makan apa?

 

3. Berkebun dapat Melatih Fisik

Ah, ini mah ngga perlu dijelaskan panjang lebar, yaa... Saat berkebun, otomatis kita melakukan gerakan fisik. Dari sini, tubuh kita bisa memproduksi keringat. Melalui keringat-keringat itu, racun-racun dalam tubuh kita pun ikut keluar.

Selain itu, saat berkebun kita pun bermandikan cahaya matahari, bukan? Nah tuh, dapat vitamin D juga deh. 😊


4. Berkebun dapat Mengurangi Stres

Seperti yang sudah ditulis di atas, berkebun dapat menjadi sarana untuk menjernihkan pikiran. Saat berkebun kita merasakan hangatnya sinar mentari, sejuknya angin yang berhembus, juga tekstur tanah yang seolah menjadi terapi untuk indra peraba kita. 

Apalagi kalau hasil panennya seperti ini... Waaa, dijamin stres hilang, hati senang.

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental
#rarabenhomegarden

 

5. Filosofi Pruning

Pruning adalah pemangkasan beberapa bagian tanaman yang tidak esensial, yang jika dibiarkan justru dapat menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri. Filosofinya, jika diterapkan pada diri kita sendiri, kita pun perlu melakukan pruning atau pemangkasan di beberapa bagian yang dapat merusak kesehatan mental kita. Misalnya, memangkas ingatan masa lalu yang membuat kita kecewa pada diri sendiri, memangkas rasa dendam, rasa malas, dll.

Wow...

Ternyata bisa sedalam itu, yaa...

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental
#rarabenhomegarden via instagram Ben Laksana

 Di luar itu semua, tentu berkebun dapat menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Jadi ingat kampung halaman di Purworejo sana. Hampir setiap rumah punya tanaman sendiri, entah itu cabai, terung, tomat, ketela pohon, pisang, tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, dll. Untuk lauk pauk pun mereka memelihara unggas untuk diambil telurnya, dan sesekali disembelih untuk diambil dagingnya. Sehingga tidak aneh bila orang-orang desa bisa bertahan hidup meski penghasilannya minim, karena tanaman pangan dihasilkan dari kebun mereka sendiri. 

Ahh, semoga suatu hari nanti kami bisa balik kampung lagi dan kembali berkebun. Untuk saat ini kami harus bersyukur dengan tetap mengoptimalkan sisa lahan sempit di depan rumah. 😊


Read More