Sabtu, 06 Februari 2016

Cafe Tiga Tjeret; Cafe Bercitarasa Angkringan

Hai Hai... Memasuki hari ke 6 di bulan Februari, sepertinya hujan sehari-hari sudah bukan di Januari lagi ya? Hehe, secara sudah seminggu ini hujan turun membasahi kota ini. Alhamdulillah... :)

Hujan-hujan memang enaknya makan, hihi... Nah, hari minggu lalu, di penghujung Januari kami pergi ke sebuah tempat makan yang cukup terkenal di Solo.

Solo itu terkenal dengan angkringannya. Jadi, pilihan paling gampang kalau ingin mengajak teman atau keluarga untuk makan, ya Angkringan. Beberapa tahun terakhir, Angkringan yang menjual "suasana" mulai menjamur di kota bengawan ini. Salah satunya adalah Cafe Tiga Tjeret.


dengan Miss Fety dan suaminya.
Maka dari itu, ketika sahabat saya dari Bogor datang, kami langsung terpikir untuk mengajak kesana. Selain menyediakan tempat yang luas dan nyaman, makanan yang ditawarkan pun enak-enak. 


alat tempur suaminya Ms Fety oke banget deh buat narsis :D

Berbeda dengan angkringan pada umumnya, Cafe Tiga Tjeret menyediakan tempat yang luas, nyaman dan terkonsep. Gaya "nyentrik" sudah terlihat dari interiornya. Begitu kita masuk halamannya, pasti kita akan terpesona dengan lampu-lampunya, kursi dan mejanya, hingga dindingnya yang sungguh "nyeni".


dengan keluarga saat ultah Aga yang pertama

Oiya, meja yang kami tempati itu sebenarnya adalah dua buah mesin jahit tua yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi meja yang panjang. Unik kan? Di lantai dua, bahkan kursinya merupakan recycle dari krat-krat minuman.

Meskipun di dua kesempatan di atas kami selalu mengambil posisi di bagian belakang, tapi sebenarnya di bagian depan tempat duduknya tidak seperti ini lho... Ini karena jumlah pasukan kami banyak, sehingga kami memilih meja yang panjang dengan kursi yang banyak juga. Di bagian depan cafe ini, tersedia juga tempat duduk yang asik dengan payung sebagai pelindung dari panas dan hujan.


Alhamdulillah, kumpul keluarga

Untuk anak-anak, tersedia juga ayunan cantik. Hehe...saya juga sering naik ayunan ini sih, tapi kalau sedang sepi saja. Kalau pas rame, malu euy... ^_^

Di belakang ayunan itu terdapat mushola kecil. Jadi tak perlu khawatir terlewat waktu shalat yaa.. Toiletnya pun lumayan bersih. Saya biasa ke toilet untuk berwudhu, karena tempat wudhu di dekat mushola ini terbuka.



Udahan dulu yaa ngomongin soal bangunan fisiknya. Sekarang waktunya kita bahas makanan disana. *cleguk
Angkringan itu identik dengan menu nasi kucing, ya 'kan? Di cafe tiga tjeret ini tersedia berbagai macam menu nasi kucing. Ada nasi kucing dengan lauk oseng tempe dan bandeng, yang memang lazim ada di setiap angkringan. Ada juga nasi rica bebek, ini favorit saya - dan sepertinya favorit pengunjung lainnya juga, karena sering banget kehabisan. 

nasi kucing

Varian lainnya adalah nasi granat (dari kikil) - siap-siap yaa, pedasnya mancaaaap. Kalau nggak kuat pedas, mending jangan coba deh, hehe.. Lalu ada nasi kucing sapi lada hitam (nasi kucing apa nasi sapi sih? :p), ini juga enak. Nasi-nasi itu dibedakan dari cara membungkusnya. 

Nah, kira-kira kamu mau coba yang mana? 

aneka gorengan

Selain nasi kucing, ada juga aneka gorengan dan lauk-pauk. Banyak banget deh pilihannya. Ini sih cuma sebagian aja yang sempat terdokumentasi, hehe... 

Minuman yang ditawarkan pun macam-macam. Kalau suami saya biasanya pesan teh kampul (teh yang diberi irisan jeruk nipis) atau wedang uwuh. Mau minuman tradisional seperti beras kencur juga ada; bisa pilih antara es (dingin) atau wedang (panas). Ngga usah khawatir, menu milkshake dan jus-jusan juga ada koq. Banyak pilihan deh pokoknya. :D


menu angkringan

Nah, soal harga, ini sih relatif yaa... Kalau dibandingkan dengan angkringan-angkringan yang biasa kita temui di pinggir jalan, jelas sedikit berbeda. Tapi jika dilihat dari suasana yang ditawarkan, kebersihan dan kenyamanan, serta banyaknya pilihan makanan yang disediakan, maka harganya masih masuk akal. :)

So, kalau kamu ke Solo, tertarik kesini jugakah? Harusnya sih, iya. :)

22 komentar :

  1. Wuaaa di pasar kemis tangerang beneran aada ni mb, angkringan yg beneran namanya 3 ceret juga hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya ownernya sama Mbak, soalnya di Jogja juga ada. :D

      Hapus
  2. Kafe tiga tjeret memang seru, bersebelahan dengan omah sintennya jkw, ada jula live musicnya,lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul.. Oh, Omah Sinten itu punyanya Pak Jokowi to? Baru tau malah, hehehe...

      Hapus
  3. Interior pelengkap di kafe itu banyak menggunakan benda2 lama ya Mba. Terkesan antik ya Mba..

    BalasHapus
  4. Desember kemarin saya ke Solo, tapi belum tau soal cafe ini. Next time kalo ke Solo lagi mau ah cobain mampir :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, cobain deh nasi rica bebeknya. mantap pokoknya.. :D

      Hapus
  5. Jadi nasinya tuh udah dikasi lauk ya?

    BalasHapus
  6. Aku sering mampir makan di sini, tempatnya emang asik ya, barang bekas dijadiin lampu, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul.. Unik, nyentrik, antik.. :)

      Hapus
  7. Waah kreatif yaa cafe gaya angkringan.. Bukan cafe yang minimalis seperti yang akhir akhir ini lagi hits hiihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, di Solo ada banyak angkringan keren, hihi

      Hapus
    2. ajakin ya mba kalo kapan kapan aku kesana hihi

      Hapus
  8. Wah penasaran dengan cafenya :D Di sini mah belum ada

    BalasHapus
  9. Kemarin, setelah dari Paragon mall, makan di sini tapi lagi-lagi kehabisan rica bebek. Jadi makan oseng tempe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, rica bebek tu most wanted bgt..

      Hapus
  10. Enak banget gitu tempatnya buat nongkrong lama-lama bareng temen, sayangnya jauuh. ;3

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, dijamin betah. kalo malam malah suka ada mahasiswa2 yg ngerjain tugas disana >_<

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...