Langsung ke konten utama

Jum’at Merindu




Ada pepatah yang mengatakan, kita baru benar-benar merasa bahwa kita membutuhkan seseorang apabila kita telah ditinggalkan. Seperti itulah yang saya rasakan selama hampir lima tahun ini. Ibu pergi sebelum saya sempat membaktikan diri untuknya. Rasa sesal ini belum juga terobati hingga kini. Kadang saya berandai-andai, meskipun ini tak mungkin, jikalah bisa sang waktu mundur beberapa saat sebelum kami berpisah, saya akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk membalas kasih sayangnya.
Masih terngiang semua kenangan tentang beliau. Bagaimana beliau merawat saya hingga dewasa, menghibur saya saat terluka, menasehati saya ketika terlupa.
Beliau adalah inspirasi untuk saya. Saya selalu ingat pengorbanannya untuk keluarga. Beliau selalu bangun tidur sebelum pagi datang. Dan kami, anak-anaknya, sudah bisa mencium bau sayur dan nasi hangat di meja makan ketika mata kami terbuka. Tahukah? Cucian baju sudah siap untuk dijemur, walaupun ibu mencuci tanpa bantuan mesin. Belum berhenti disitu, saya dimandikannya, digantikan baju, dan disisirnya rambut saya. Ketika kami pergi ke sekolah, pekerjaan rumah yang lain telah menantinya. Di tangannya, rumah selalu bersih dan rapi.
Tak hanya itu, sifatnya yang pemurah menjadi teladan bagi saya. Ibu, selalu memuliakan tamu. Bahkan, suatu hari seorang pemulung yang mencari kaleng bekas di belakang rumah kami pun dipersilakannya masuk. Beliau menyediakan minuman dan makanan kecil untuknya.
Ibu adalah sosok yang multitalenta. Baju-baju saya, hampir semua adalah hasil karyanya. Pita rambut pun begitu. Saya tak pernah pergi ke salon untuk memotong rambut, karena ibu bisa melakukannya. Saya dipercantik dengan tangannya sendiri, dan saya sangat bangga. Bukan itu saja, Ibu juga pandai memasak. Tak jarang, tetangga yang sedang mempunyai hajat, meminta bantuan beliau untuk membantu memasak.  
Tangan beliau memang kasar, ciri seorang pekerja keras. Tapi tahukah, betapa lembut belaiannya? Ketika saya sakit, sungguh, belaian tangan ibunda adalah penyembuh.
Kasih sayang beliau yang bak mentari, menghangatkan jiwa saya, tanpa beliau minta balasannya. Rasa tanggung jawabnya juga amat besar. Bersamanya, empedu serasa madu. Dalam duka, bersamanya saya masih bisa tertawa.
Ya Allah, saya sedang merindu sosoknya yang syahdu. Saya merindu semua yang ada padanya. Bila boleh hamba meminta, jadikanlah tiap kerut merut di wajahnya yang disebabkan karena memikirkan hamba, menjadi penuntunnya menuju surga. Jadikanlah setiap tetes peluh dan air matanya, sebagai kendaraan menuju jannah-Mu. Muliakanlah ibu, ampunilah dosa ibu. Lapangkan kuburnya, terangkanlah dengan cahaya kasih-Mu. Jauhkanlah ibu dari siksa kubur juga siksa api neraka. Dan, perkenankanlah kami bertemu di surga. Aamiin.

Komentar

  1. Aaamiin, MBa...tulisannya tentang ibu bagus, tulisan seorang anak yang merindui ibunya. Alhamdulillah, tadi aku baru telepon ibuku, ibuku sudah berusia 66 tahun, masih aktif kemana-mana. Kangen beliau,

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Transpulmin, Balsam untuk Atasi Gejala Influenza Pada Bayi dan Seluruh Anggota Keluarga

Sudah beberapa lama aku berada di tengah-tengah keluarga Pak Yopie. Aku dibawa kemari untuk menggantikan pendahuluku yang sudah disingkirkan, seiring dengan isinya yang semakin berkurang.

Kali ini, aku tak datang sendiri, karena aku ditemani saudaraku, yaitu TRANSPULMIN Balsam Keluarga, yang kemasannya berwarna kuning cerah.


Oya, aku sendiri bernama TRANSPULMIN BB Balsam. Aku lebih diperuntukkan bagi bayi di bawah 2 tahun. Jika bayi sedang batuk, pilek, atau terserang gejala influenza, maka aku dan kawan-kawanku siap bekerja.
Aku memiliki beberapa kelebihan dibanding balsam yang lain:
1. Aku tidak panas, hangatku pas jika dioleskan di kulit bayi. Ini karena aku tidak mengandung Menthol dan Camphor. Bisa dibilang, aku sangat mendukung #momenkehangatanibu
2. Aku tidak lengket, jadi bayi akan tetap merasa nyaman bersamaku.
3. Bauku harum karena mengandung ekstrak bunga Chamomile dan juga Eucalyptus Oil. Sudah tau belum, ekstrak bunga Chamomile memiliki banyak manfaat baik untuk kecantika…

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …