Langsung ke konten utama

Memilih Partai = Memilih Klub Sepak Bola

Kemarin saya buat status begini di facebook saya
"Menjelang pemilu, banyak teman-teman yang mendadak jadi pengamat politik. Sah-sah saja sih, cuma.. Kalau cinta jangan terlalu cinta, nanti kamu akan kecewa. Kalau benci jangan terlalu benci, nanti kamu malu sendiri.
Anda dengan pilihan Anda, saya dengan pilihan saya, dia dengan pilihan dia. Masing-masing punya hak to? Dan saya yakin masing-masing kita sudah menimbang koq, mana yang menurut kita baik.
Kalau ingin membuat saya atau dia beralih pada pilihan Anda, gunakan kalimat yang baik di status-status Anda. Karena kalau Anda menuliskan hal-hal yang buruk demi membuat pilihan Anda terlihat baik, yang terjadi justru akan terbalik. Bagi saya pribadi, saya malah jadi antipati.
Cara pandang orang terhadap sesuatu bisa berbeda-beda, tak usah lah kita memaksakan cara pandang kita. Saya ingat betul kata-kata suami suatu hari, "Kita mungkin melihat sebuah pulpen sebagai benda yang panjang, tapi jika yang lain melihatnya dari atas maka sah-sah saja jika dia bilang pulpen itu berbentuk lingkaran, dan jika seseorang melihat dari bawah tak salah jika pulpen itu disebutnya runcing."

Bukan tanpa alasan saya membuatnya. Ini hasil dari mantengin facebook beberapa hari ini, dan selalu deh ada postingan-postingan yang bikin gerah. Ada yang menjelek-jelekkan partai ini, memposting keburukan capres ini. Duuh..facebook sudah jadi seperti meja hijau yang hakimnya adalah para facebooker sendiri. Suami saya sampai bilang, "Sudahlah, ngapain kita menghabiskan energi untuk urusan nggak penting kayak gitu?" Bukan pemilunya yang nggak penting loh ya, saya nggak golput koq. Yang nggak penting itu berdebatnya.

Media pun begitu, jadi perantara ghibah. Memang kita butuh berita, tapi mbok ya yang sewajarnya. Kadang ada juga berita yang lebay, melebih-lebihkan berita negatif namun mengurangi esensi dari berita itu sendiri.

Memilih partai atau presiden, menurut saya hampir sama seperti memilih klub bola favorit. Ada kesenangan tersendiri, dan tentunya kenapa orang memilih klub tersebut sudah pasti ada analisanya. Nggak bisa dong, kamu bilang klub favoritku yang paling bagus, bla bla bla, karena pasti ada saatnya kalah di sebuah pertandingan. Ngefans boleh saja, tapi kalau jadi seperti bonek atau the jackmania yang suka tawuran demi membela klubnya, kan jadi nggak enak dilihat. 

Saya suka geli kalau ada orang yang mati-matian membela klub sepak bola. Lha itu yang jadi pemainnya saja, mereka membela klubnya karena dibayar. Kalau ada klub lain yang mau beli dengan harga lebih oke, mereka dengan entengnya angkat kaki dari klub itu. Kamu, dibayar nggak? Sama aja seperti partai to? Hehe.. Sekian... :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transpulmin, Balsam untuk Atasi Gejala Influenza Pada Bayi dan Seluruh Anggota Keluarga

Sudah beberapa lama aku berada di tengah-tengah keluarga Pak Yopie. Aku dibawa kemari untuk menggantikan pendahuluku yang sudah disingkirkan, seiring dengan isinya yang semakin berkurang.

Kali ini, aku tak datang sendiri, karena aku ditemani saudaraku, yaitu TRANSPULMIN Balsam Keluarga, yang kemasannya berwarna kuning cerah.


Oya, aku sendiri bernama TRANSPULMIN BB Balsam. Aku lebih diperuntukkan bagi bayi di bawah 2 tahun. Jika bayi sedang batuk, pilek, atau terserang gejala influenza, maka aku dan kawan-kawanku siap bekerja.
Aku memiliki beberapa kelebihan dibanding balsam yang lain:
1. Aku tidak panas, hangatku pas jika dioleskan di kulit bayi. Ini karena aku tidak mengandung Menthol dan Camphor. Bisa dibilang, aku sangat mendukung #momenkehangatanibu
2. Aku tidak lengket, jadi bayi akan tetap merasa nyaman bersamaku.
3. Bauku harum karena mengandung ekstrak bunga Chamomile dan juga Eucalyptus Oil. Sudah tau belum, ekstrak bunga Chamomile memiliki banyak manfaat baik untuk kecantika…

Curug-Curug yang Ada di Kota Purworejo, Jawa Tengah

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Purworejo. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di sisi timur, Kabupaten Wonosobo dan Magelang di sisi utara, Kabupaten Kebumen di sisi barat, dan Samudera Hindia di sisi selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika salah satu daya tarik pariwisatanya adalah pantai. Pantai yang bisa kita temukan di Purworejo, antara lain: pantai Ketawang, pantai Jatimalang, juga pantai Jatikontal dan pantai Keburuhan.
Tapi kali ini saya tak hendak membahas tentang pantainya. Tulisan saya ini sekaligus ingin menjawab bahwa di Purworejo ada banyak hal menarik yang bisa dieksplor, sehingga kita tidak harus pergi ke kabupaten sebelah bila ingin berwisata.
Jujur saja, saya termasuk warga durhaka  yang suka melipir ke kabupaten sebelah jika bosan di rumah. Hingga kemudian saya tertampar dengan foto-foto Mas Amien Budiarto, teman SMA saya. Lewat foto-foto yang di unggahnya d…

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …