Langsung ke konten utama

Tentang Foto Pre Wedding

Sebelum menulis panjang kali lebar, mungkin akan ada yang berucap, "Yaaa, Arin nulis ini karena dulu nggak pake acara pre wedding segala kan? Nggak punya uang kan?", dan he eh, bener. Dulu saya memang tidak sempat melakukan foto pre wedding. Tapi kalaupun sempat dan punya uang banyak pun, rasanya (Insya Allah) saya akan tetap pada prinsip saya, hehe, TIDAK untuk foto pre wedding.

Sebelum menikah, saya mempersiapkan diri dengan belajar beberapa hal. Tidak hanya belajar "how to be a good wife" dan "how to be a good mom", namun juga sedikit mempelajari hukum agama. Dan khusus untuk foto pre wedding ini, banyak sekali dasar hukum yang membuat saya yakin bahwa lebih baik tidak melakukannya. Karena saya bukan orang yang berpengetahuan luas soal agama, juga masih manusia biasa yang dekat dengan salah dan lupa, saya hanya akan menuliskan sesuatu yang saya tahu saja.

Untuk Anda yang beragama Islam, pasti paham kan, segala hal yang mendekatkan diri pada zina itu diharamkan? Buka saja Al-Qur'an Surat Al-Isro' ayat 32, yang artinya, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk."
Mungkin ada yang berkilah, "Saya fotonya jauh-jauhan koq, dan memakai jilbab." Oke, tapiii....yakin nggak saat pemotretan berlangsung, dadamu nggak akan berdesir karena senang berdekatan dengannya? Atau, desirannya mungkin udah hilang ya karena foto berdua merupakan hal yang biasa dan sering kamu lakukan? Hehe...

Di salah satu episode sinetron "Para Pencari Tuhan" (ketahuan deh kalo ngikutin ceritanya, haha) juga disampaikan, saat ibunda Azzam ditawari laki-laki yang ingin meminangnya untuk melakukan foto pre wedding., beliau berkata kurang lebih seperti ini; "Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, belum layak bersanding dalam sebuah bingkai,"  Di dalam Islam memang ada istilah ikhtilat, yaitu campur baur antara laki-laki dan perempuan, dan ini dilarang.

Foto-foto pre wedding biasanya ada yang dijadikan cover dalam undangan pernikahan. Saya koq cenderung "eman-eman" yaa..melihat undangan yang berfoto? Bukan apa-apa, toh pada akhirnya undangan itu akan dibuang juga. Bisa menjamin nggak, fotomu yang cantik dan dibuat sedemikian menarik itu akan dijadikan pajangan oleh orang yang yang kita undang? Jadi ingat status facebook saya kemarin tentang foto-foto caleg dan spanduk-spanduknya yang tersebar di jalanan dan pepohonan, emang nggak sayang? Gimana coba rasanya bila melihat kertas yang ada foto kita di dalamnya terinjak-injak, sobek, dibuang di tempat sampah, atau yang paling menyedihkan menurut saya, dibakar?

Jadi, untuk teman-teman yang sedang akan menikah dan terlintas untuk melakukan foto pre wedding, ayuk deh dipikir berkali-kali. Ini bukan hanya hukum antar manusia loh, tapi sudah menyangkut hukum dari pencipta kita. Wallahu a'lam bishshowab.

Komentar

  1. Saya termasuk yang enggak pakai foto prewed :) malah ketika dikenalkan ke orangtuanya langsung disuruh nikah sirrih dulu supaya aman pacarannya hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Heavenly Blush, Cara Enak Konsumsi Yogurt

Apa yang kamu ketahui tentang yogurt? Minuman asem manis yang terbuat dari susu? Yes, nggak salah. Seperti dikutip dari Wikipedia;

Yoghurt atau Yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu atau laktosa, menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yogurt.
Jadi, sudah tahu kan, kenapa tekstur yogurt itu lebih kental dari susu? Yups, itu karena fermentasi gula susu atau laktosa itu tadi. Sekarang ini, yogurt bisa kita temui dalam berbagai rasa. Mau rasa cokelat, vanilla, plain, atau rasa buah-buahan, di pasaran sudah banyak diperjualbelikan.
Oke, itu kalau yogurt dalam bentuk minuman. Ini ada yang beda loh! Yogurt-nya bisa dimakan, karena bentuknya berupa snack atau cemilan. Hmmm, penasaran kan? Yuk, kenalan dulu sama Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. 
Ada dua rasa H…

Gara-Gara Upin dan Ipin

Siapa tak kenal Upin Ipin? Serial animasi yang diimpor dari negeri tetangga ini setiap hari menghiasi layar kaca. Meskipun tak sedikit yang mengkritik acara ini, terutama karena adanya tokoh Bang Sally yang sedikit melambai, tapi jujur saja saya tetap suka dan tetap menyuguhkannya untuk anak-anak.
Memangnya, nggak khawatir anak-anak akan jadi gagap bahasa? Hehe, terus terang, tidak. Malah, anak-anak (Amay khususnya, karena Aga belum bisa bicara), jadi makin bertambah kosa-katanya. Amay jadi tahu bahwa di Malaysia, sepatu disebut kasut, dan sepeda disebut basikal. 
Tentu, sebelumnya saya jelaskan juga bahwa bahasa Melayu sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Misalnya pada kata seronok, jika di Indonesia kata ini berkonotasi negatif (meskipun di KBBI, seronok memiliki arti; menyenangkan hati, sedap dilihat), maka di Malaysia sana, kata seronok berarti bahagia. 
Lalu, apa saja sih, pengaruh positif yang saya (dan anak-anak) dapat setelah (ikut) menonton Upin Ipin?
1. Gara-gara Upin Ipin, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …