Langsung ke konten utama

Jahe untuk Cegah Stretch Mark

Ada yang sedang hamil? Hati-hati dengan stretch mark ya. Tapi jangan khawatir, stretch mark bisa dicegah koq.

Mungkin, stretch mark adalah musuh bagi kaum wanita, terutama bagi yang sudah menjadi ibu. Iya, karena stretch mark biasa disebabkan oleh kehamilan. Stretch mark terjadi karena peregangan pada kulit, salah satunya pada saat hamil.

Nah, tentang pencegahan stretch mark secara alami, cara ini patut dicoba. 

via okefood.com

Pasti tahu dong gambar di atas? Iya, itu adalah jahe. Jahe adalah tanaman subtropis berupa akar yang menonjol (atau menggembung), dan sering dijadikan sebagai bumbu masakan. Jahe juga kaya manfaat, misalnya sebagai obat anti mabuk di perjalanan, untuk menghangatkan badan, bahkan jahe juga memainkan peran penting dalam menjaga otak agar terhindar dari stress. 

Satu lagi manfaat jahe yang belum banyak diketahui, ternyata jahe juga bermanfaat untuk mencegah stretch mark. Caranya mudah. Ambil seruas jahe, bersihkan lalu parut. Usapkan parutan jahe tadi pada perut, ratakan. Lakukan setidaknya dua kali selama kehamilan.

Memang, beauty is pain. Untuk bisa tampil cantik, ada harga yang harus dibayar. Jangan kaget bila saat melakukan hal ini, perut terasa panas hingga memerah, dan disertai gatal-gatal. Tapi itu hanya sementara koq. Beberapa menit kemudian, setelah efeknya menghilang, rasa panas dan gatal juga akan hilang. Tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Karena jika stretch mark sudah terlanjur menghiasi perut kita, untuk menghilangkannya kita harus mengeluarkan kocek yang lumayan dalam, hingga beratus bahkan beribu kali lipat. Pilih mana hayo? :D

Oke, ibu hamil selamat mencoba. Semoga bermanfaat yaa..


Komentar

  1. Caranya simpel banget ya. Perlu dicoba nih ^^

    BalasHapus
  2. hai mak.. klo saya ada strechmark'y bkn diperut tpi di paha,klo udh lama bisa ilang juga ga ya?coba ahhh.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dicoba aja Mak, ntar kalo sukses kabar-kabar yaa.. :D

      Hapus
  3. Iya bener mbak. Aku punya hand body untuk selulit mengandung ekstrak jahe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, itu versi ademnya ya Mba Nunu? hihi...soalnya ini panas dan gatel bgt..sampe merah2 gitu perutnya.

      Hapus
  4. Semoga daku segera hamil (lagi) supaya bisa merasakan tips cethar ini mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin....saya inget tips ini juga karena saya lagi hamil Mak, hehe

      Hapus
  5. coba ah.. makasih infonya ya mbak :)

    BalasHapus
  6. Makasih Mbak untuk tipsnya, langsung dicoba besok pagi.

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …