Langsung ke konten utama

Saat Mas Amay Mengeluarkan Alibi

Hari ini, Alhamdulillah dapat rezeki diskonan sebesar 500 rupiah di warung. :)

Ceritanya, selepas ashar saya hendak pergi ke warung untuk membeli diapers, mumpung Aga masih tidur. Saya ambil selembar seratus ribuan dari dalam dompet. Ketika melihat uang sepuluh ribuan, lima ribuan, dan seribuan di meja, saya pun menyambarnya. Lumayan, buat pegangan.

Nah, ikutlah Amay bersama saya. Anak itu nggak bisa nggak lihat ibunya walau sebentar. Mau ke warung aja diikutin. Lalu, meluncurlah kami berdua dengan sepeda motor.

Begitu turun dari motor, langsung deh anak sholih itu mengambil es krim. Hhmmm... Kepada pemilik warung saya minta diapers. Kemudian ketika melihat beras, teringat beras di rumah yang tinggal beberapa butir. :D

Belum selesai, ingat lagi minyak goreng yang tinggal beberapa tetes, minyak telonnya duo krucils, dan shampoo. Eeeaaa, ini tanggal tua sih yaa.. Dan tepat sekali, semua sudah pada habis. :p

Saya masih pede, insya Allah uangnya cukup deh. Eee, tiba-tiba Mas Amay nyeletuk. "Mas Amay mau nyariin makanan buat Mama, ah.." kemudian saya tanggapi, "Tapi Mama ngga pengen makanan tuh, Mas."

Anak itu menjawab lagi, "Haai (pakai nadanya upin ipin dan boboiboy), Mas Amay cuma mau ngambilin makanan buat Mama koq. Kasihan Mama... (Maksudnya kasihan kenapa nih, Mas? Kasihan Mamanya ngga pernah makan? Haha...)"

Setelah bolak-balik-bolak, dia ternyata tidak menemukan makanan yang dia maksud. "Tapi ngga ada Ma, makanannya." Wooo, langsung dong saya komentari, "Lha itu apa? Ini makanan, itu makanan."

"Ngga ada koq, Ma..." katanya keukeuh. "Oh, ya udah, Mama juga lagi ngga pengen beli makanan koq." lanjut saya.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Ketika Mas Amay mendongak ke atas lalu melihat sesuatu yang pating nggrandul, matanya langsung berbinar. "Nah, itu ada Ma. Mama suka itu kan?" katanya sambil menunjuk makanan tertentu.

"Hmm, bilang aja kalau Mas Amay yang pengen. Kamu mah pakai atas nama Mama segala." kata saya.

"Tapi Mama suka 'kan?" ledeknya. "Iya sih," kata saya dalam hati.

Mendengar obrolan saya dengan Mas Amay, si bapak pemilik warung senyam-senyum. "Kamu lucu ya..." katanya sambil melihat pada si ganteng.

Lalu tibalah saat berhitung. Diapers, minyak telon, minyak goreng, shampoo, es krim, makanan ringan, dan beras. Tetooot, seratus tujuh belas lima ratus.

Mendadak saya teringat uang di kantong. "Waduh, cukup nggak ya uangnya?" Huuu, kepedean sih, apa-apa diambil.

Dan ternyata uang saya cuma seratus tujuh belas ribu. "Yaah, kurang lima ratus pak. Apa ini aja ngga usah deh."

Si bapak dan istrinya senyum-senyum, "Sudah mbak, wong belanjanya banyak. Biar aja." Aduh, jadi ngga enak hati sebenarnya. Tapi Alhamdulillah ya, dapet rezeki. Untung cuma kurang lima ratus yaa..hihi..

Komentar

  1. Jiaaaahhhh....Amaaay, mau minta dibeliin jajan aja...kudu muter2 dulu ngomongnyeee...wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Payah koq bun, lempar batu sembunyi tangan... -_-

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…