Langsung ke konten utama

Masih Bilang Tulang Ekor Nggak Ada Gunanya?

Sore tadi saya membuka-buka majalah lama. Majalah Embun namanya. Ada ilmu yang terlewat, belum saya baca. Ini tentang tulang ekor. Tulang yang katanya nggak ada gunanya.

Ternyata, belasan abad yang lalu, Rasulullah SAW telah mensabdakannya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagian tubuh manusia akan rusak (hancur dimakan tanah), kecuali tulang sulbi (tulang ekor). Dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir." (HR. Bukhari, Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah).

Dalam hadits lain: "Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat." (HR. Al Bukhari, Nomor: 4935)

Lantas, apa lagi yang "penting" dari tulang ekor, serta hubungannya dengan kebangkitan manusia di hari kiamat?
Jamil Azzaini, seorang trainer kelahiran Purworejo yang terkenal sebagai Inspirator Sukses Mulia, mengatakan bahwa tulang ekor ini merekam seluruh perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan mempengaruhi kondisi tulang ekornya. Apakah putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energi positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energi negatif atau keburukan seseorang maka akan semakin hitam tulang ekornya. 

Benarkah bahwa tulang ekor tidak akan hancur dimakan tanah?
Beberapa penelitian telah membuktikan kebenaran hadits di atas.
Han Spemann, seorang ilmuwan dari Jerman, melakukan sebuah eksperimen pada tahun 1935. Ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitiannya, ia menggunakan tulang ekor hewan melata. Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia merebus dan menumbuknya menjadi serpihan kecil. Setelah itu, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body

Dr. Othman al Djilani bersama Syaikh Abdul Majid pun melakukan penelitian serupa. Pada Ramadhan 1423 H, mereka membakar tulang ekor dalam suhu tinggi selama 10 menit hingga warnanya menjadi hitam pekat. Kemudian mereka membawa tulang tersebut ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Hasilnya, sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur.

Dari dua penelitian di atas, kebenaran akan hadits yang disabdakan Rasulullah SAW 14 abad yang lalu telah telah teruji. Tulang ekor tidak akan hancur dimakan tanah, dan ia tahan terhadap kondisi apapun. Pantaslah jika tulang ekor ini yang akan merekam seluruh perbuatan kita, baik dan buruknya. 


Bahan bacaan:

http://www.arrahmah.com/read/2012/06/30/21300-bukti-kebesaran-allah-pada-tulang-ekor.html
http://www.anaksaleh.com/ar-risalah/ilmu-pengetahuan/37-keajaiban-tulang-sulbi-tulang-ekor-manusia.html

Komentar

  1. Wow.. saya baru tahu kalo tulang ekor tidak bisa hancur. Iya banget, selama ini kita sering bilang bahwa tulang ekor itu gak berguna, sebab kita tidak berekor. Tfs, mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. Takjub juga setelah tau kalau tulang sulbi merekam perbuatan kita.

      Hapus
  2. Balasan
    1. salam kenal juga, saya pun dari solo. :)

      Hapus
  3. Ya Allah...
    Ada rahasia dibalik rahasia ya Mbak...
    Tulisannya menegur kelalaian saya secara tersirat...
    Trimakasih atas pencerahannya mbak
    Salam kenal jg dr Solo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba.. Terima kasih sudah mampir.. :)

      Hapus
  4. Terima kasih sharing ilmunya, Mbak. Pernah baca juga sih, tapi kadang kalo gak diingatkan lagi kayak gini jadi lupa :)

    BalasHapus
  5. Waw surprisingly! Baru tau deh, ternyata bukan dr tulang rusuk ya hahahaha. Thanks infonya mbak arninta :))

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…