Langsung ke konten utama

Rezeki (Hoki) di 2015

Setuju ngga sih kalau tiap tahun ada hokinya sendiri-sendiri? Bukan percaya sama ramalan shio atau apa sih, tapi karena biasanya semua pencapaian kita diukur berdasarkan periode tahunan, yang dimulai di bulan Januari dan berakhir di bulan Desember, jadi secara tidak langsung kita mengelompokkan keberhasilan kita setiap satu tahun.

Biasanya nih, akhir tahun seperti ini, orang-orang mulai mengevaluasi diri untuk kemudian menetapkan target baru yang sering disebut resolusi. Untuk urusan resolusi, karena saya terlanjur nyemplung di dunia tulis-menulis, maka saya pun sudah membayangkan cita-cita saya di tahun depan, dan itu hanya boleh diketahui oleh Tuhan dan diri saya sendiri. :D

Di bidang kepenulisan, tampaknya saya seperti kura-kura. Laaammbbaaattt, hehehe...

2013
Tahun 2013 menjadi tahun awal saya belajar menulis. Di tahun itu bisa dibilang saya memulai semuanya dari nol. Lama-kelamaan, seiring dengan bertambahnya teman, saya mulai "mencuri" ilmu dari mereka.


2014
Tahun 2014, kemampuan menulis saya sedikit bertambah. Mungkin karena lingkungan saya memiliki andil besar sebagai "tukang kompor". Iya, lingkungan terdekat yang membuat saya terpacu untuk belajar adalah komunitas IIDN Solo. Alhamdulillah, karena "iri" melihat karya teman-teman berseliweran, saya semakin giat berusaha, dan hasilnya tulisan saya beberapa kali muncul di media cetak. Belum banyak sih, tapi saya sangat bersyukur, setidaknya apa yang saya pelajari sedikit membuahkan hasil.

Siapa sangka, saya yang kurang pandai bercanda, apalagi membuat tulisan dengan gaya humor, bisa tiga kali masuk di rubrik "Ah Tenane" Solopos? Dan kagetnya lagi, tulisan saya juga masuk di rubrik Gagasan Jawa Pos, walaupun katanya rubrik ini juga sudah tiada. :(

Keisengan saya menuliskan pengalaman seru bersama Amay juga bisa jadi uang lho. Tulisan saya sempat masuk di salah satu rubrik Majalah Reader's Digest. Sayangnya, majalah ini sudah tidak terbit lagi. :(



Di penghujung 2014, tulisan saya masuk di majalah Ummi. Wow banget sih, karena bagi saya susah sekali menembus media nasional itu. Yaa, walaupun isinya curhatan lagi, curhatan lagi, hihi.. Eh, bukan curhat ding, tapi sharing pengalaman. :p *laludijewer


2015
Tahun 2015, bisa dibilang ada kemunduran, karena belum satu pun tulisan saya muncul di media cetak seperti tahun sebelumnya. Hehe..tak apalah. Kalau mau beralibi, mungkin ini karena waktu menulis saya agak berkurang setelah kehadiran baby Aga.

Tapi seperti yang saya tulis di atas, mungkin tiap tahun ada hokinya sendiri-sendiri. Yap, tahun ini rezeki saya bukan ada di media cetak, tapi ada di beberapa kuis dan giveaway. :)

Malu sebenarnya nulis ini. Apalah saya ini dibanding dengan blogger-blogger senior yang dapatin uang berjeti-jeti atau gadget seri terbaru? Tapi sekali lagi, saya mensyukuri setiap pencapaian yang saya dapatkan. :)

Hoki di tahun 2015 diawali dengan hadiah kuis dari Tupperware. Kuis di twitter itu sebenarnya saya ikuti sambil iseng-iseng berhadiah. Eh, yang awalnya nggak mengharap apa-apa, malah saya jadi salah satu dari 5 pemenang yang terpilih mendapat bingkisan. Lumayan lah, dapat tempat makan. :D




Hoki yang ke-2. Waktu Emak-Emak Blogger bikin kuis di Instagram. Saya juga ketiban rezeki, hihi... Dua buah buku mendarat dengan cantik di rumah saya. Alhamdulillah lagi. :)




Trus-trus, saya juga dapet novel Rahasia Pelangi, dompet juga bros dari Mbak Riawani Elyta dan Mbak Shabrina WS. Oiya, dapat pulsa juga, hihi, alhamdulillah. Nikmat mana yang bisa kudustakan? :)




Masih ada lagi? Masiih... di twitter juga, saya memenangkan buku baru Mbak Anna Farida berjudul "Marriage with Heart" yang pernah saya review disini.





Ngga cuma buku, saya juga dapat hadiah giveaway berupa virgin coconut oil. Ini bener-bener mimpi yang jadi nyata, karena sebelumnya saya memang punya rencana untuk membeli VCO ini. Siapa sangka, keberuntungan berada di pihak saya? :)



Nah, yang terakhir ini, hadiah karena saya menulis tentang buku yang menginspirasi, Recto Verso. Kesukaan saya pada buku itu makin bertambah, karena dari tulisan itu saya dapat hadiah. :D


Jadi, kalau lihat orang lain punya hasil sendiri-sendiri, kita ngga boleh iri. Karena, yakin deh, rezeki itu sudah tertakar, tak akan tertukar. Yuk ah, mari kita sambut tahun depan dengan lebih Semangaaattt!!! 

Komentar

  1. Semangaaaat....harus makin semangat tahun depan...

    BalasHapus
  2. Semoga tahun-tahun berikutnya bisa lebih produktif dan bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin mba ety... Makasiiiih... :*

      Hapus
  3. Alhamdulillah, semoga rejeki terus menaungi kita ya..

    BalasHapus
  4. Wah keren. Semoga tahun mendatang lebih produktif lagi. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak nia lebih keren laaah.. :)
      aamiin...makasih ya mbaa..:*

      Hapus
  5. Selamat mak.. seneng ya menang terus nih mak, aku kapan ya kaya gitu ? hihihi
    Semangaaat nulis mak jangan lupa tularin ilmu nya ke aku dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahhh...mak yasinta jauuuh lebih hebat dari saya. malu lah saya nii...

      Hapus
  6. ehh ini hebat, aku lho sedari sma, pengen banget masukin cerpen ke ummi , tapi blom ngirim ngirim hhahahahi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya belum ngirim gimana mau masuk mbakeee?? hahaha..:D
      aku lhoo..ditolak berkali-kali, tapi tebel muka aja deh, wkwkwk

      Hapus
  7. Saluut juga nih ama yang berjiwa muda penuh prestasi, kayak dirimu non. Betewei itu majalah reader digest masih ada kok, karena artikel saya 2x dimuat di tahun 2015 ini :) coba cek non :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oktober ini terakhir jeng.. redaksinya udah pamitan..:(

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …