Langsung ke konten utama

Empal Gentong Enak di Cirebon

Yang hobi jalan-jalan dan wisata kuliner di Cirebon, pasti udah pada tahu 'kan, Empal Gentong? 

Yap, kuliner khas Cirebon ini memang lezat. Rasanya hampir seperti gulai. Dinamakan "Empal Gentong" karena dimasaknya di sebuah tempat yang terbuat dari tanah liat, semacam gentong. Ini nih yang bikin rasanya jadi makin nikmat.

Ngomong-ngomong soal tempat makan yang menjual Empal Gentong di Cirebon, Empal Gentong Amarta sedang nge-hits, teman-teman. Mertua saya pasti pilih tempat ini untuk makan, meskipun di sepanjang jalan itu tersedia banyak sekali pilihan warung makan yang menawarkan Empal Gentong.

Empal Gentong Amarta: Pelopor Empal Asem di Cirebon

Oiya, lupa bilang, kini ada inovasi baru selain Empal Gentong, yaitu Empal Asem. Bedanya, Empal Asem tidak bersantan, dan sesuai namanya, rasanya memang agak asam.

Empal Gentong Amarta sendiri meng-klaim bahwa dialah pelopor empal asem di Cirebon. Tuh, fotonya di atas. :D

Empal Asem yang kuahnya agak bening, dengan irisan tomat. Empal gentong, kuahnya kuning bersantan.


Dan memang, menurut lidah kami (saya dan mama mertua), Empal Asem Amarta paling pas di lidah.

Empal Gentong, Empal Asem, dan Sate Kambing Amarta

Hampir di semua tempat makan yang menjual Empal Gentong, disediakan pula sate kambing. Di depan Empal Gentong Amarta ini malah ada yang menjual es durian. Ya ampun, nggak bersahabat banget deh sama teman-teman yang punya hipertensi. 


So, wajib hati-hati yaa... Ingat kesehatan. :)

tangga menuju lantai 2, Empal Gentong Amarta

Satu kekurangan Empal Gentong Amarta menurut saya, tempatnya sempit. Tempat parkirnya juga, karena memang ngga disediakan lahan parkir khusus disana. :(


Iya sih, untuk makan ada lantai duanya juga. Tapi karena ruangannya yang sempit ini, kesannya jadi sumpek. Ngga enak juga sama pelanggan yang nungguin kita selesai makan, hehe... Iya, Empal Gentong Amarta ini memang sering terlihat penuh, apalagi di jam makan siang. Hmmm...


lantai bawah Empal Gentong Amarta

Tapi salut, pelayannya sigap-sigap. Jadi, kita ngga kelamaan nungguin makanan. :)

Oiya, kalau makan di lantai bawah, siap-siap sama asap bakaran sate yaa.. :)

tampak depan Empal Gentong Amarta

Kalau teman-teman kebetulan sedang berada di Cirebon dan mencari Empal Gentong Amarta, ini dia alamatnya: Jln. Ir. H. Juanda No. 37, Plered. 


Nah, pas mudik akhir tahun kemarin, rencananya kami mau ke Empal Gentong Amarta juga. Tapiii..dari jauh sudah kelihatan penuh tempat parkirnya. Sudah bisa dipastikan kursinya juga sudah penuh. Karena perut sudah krucuk-krucuk, kami urungkan rencana awal. 

Akhirnya, kami menuju warung Empal Gentong lainnya, yang lebih longgar. Masih di deretan Empal Gentong Amarta juga, namanya Rumah Makan Bu Ulfah. Alamatnya di Jln. Ir. H. Juanda No. 104, Plered.


RM. Bu Ulfah, Cirebon
Kami pilih disini karena rumah makan ini yang paling longgar. Lahan parkirnya tersedia, dan cukup luas dibandingkan dengan warung Empal Gentong yang lain. 



meja kursi tertata rapi
Ruang makannya juga luas dan terlihat bersih.

Empal Gentong Bu Ulfah

Tapi, sama dengan Empal Gentong Amarta, mesti siap-siap dengan asap bakaran sate kambing, hehe... Ini memang sulit sekali dihindari. :)


Empal Gentong Bu Ulfah
Empal Gentong disini sama lezatnya dengan Empal Gentong Amarta. Harga per porsinya Rp 22.000,-
Untuk sate kambing, kebetulan kami belum mencicipinya. 
Tapi, Empal Asem disini terlalu asam menurut saya. Memang Amarta belum tertandingi untuk rasa Empal Asemnya. Pantaslah jika Amarta menyebut dirinya pelopor Empal Asem, hehe...

Empal Asem Bu Ulfah
Jadi, untuk Empal Gentong, RM Bu Ulfah juga recommended loh. Ruang makannya longgar dan bersih. Dan yang juga tak kalah pentingnya, disini disediakan lahan parkir yang cukup luas untuk pengunjungnya. 

Akhir kata, selamat berwisata kuliner yaa.. :)

Komentar

  1. Enaaak...., pengen es durennya...mesthi segerr.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bar kuwi maem satene.. Wadaw..langsung mumet..
      Etapi aku kan ora seneng duren. :D

      Hapus
  2. Di Palembang juga ada lho Mba ...kedai yang menjual empal gentong Cirebon.. Tapi saat ini aku gak berani lagi makan empal lantaran takut asam uratku kambuh lagi, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,,ada juga ya disana? Ah tapi kalau ke palembang mah enakan makan pempek deh..:D

      Hapus
  3. Hmmm uenak, bikin laper tengah malem. Empal genting dengan racikan pas dan daging empuk hmmn uenakkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul betul betul...:) suka yang empal gentong apa yang empal asem mba? :)

      Hapus
  4. Pagi-pagi baca ini. Langsung deh terasa di lidah, kemlecer. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...ini menu wajib kalau ke cirebon mba..

      Hapus
  5. Habis baca ini aku baru sadar empal gentong itu berkuah ternyata ^___^

    BalasHapus
  6. Haha tahu gak mbak aku tahu empal gentong itu darimana? dari salah satu merek mie instan rasa empal gentong. Lumayan sih rasanya. Klo aslinya mah belum pernah nyobain. Di Jogja kayaknya blm nemu yg jual ginian...

    Tapi liat foto aja tahu klo nih empal gentong rasanya suegerrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. kasihaaan... (ala upin ipin)
      ntar semoga dpt orang cirebon ya, biar sering icip empal gentong, hahaha...

      Hapus
  7. Udah lama juga nggak makan empal gentong. Tapi empal asamnya terlihat yummy juga nih, waaah lapeer

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Postingan populer dari blog ini

Kasih Tak Sampai Antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri

Pertama kali membaca novel ini adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Karena apa lagi jika bukan oleh tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia? Sebelumnya, saya hanya mendengar kisah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri yang harus menderita karena kisah cintanya terhalang oleh Datuk Meringgih yang tak punya hati. Dan dulunya, saya pikir, orang tua Sitti Nurbaya lah yang tega menukar kebahagiaan sang putri hanya demi pundi-pundi duniawi. Apalagi, ini didukung dengan syair lagu yang dibawakan suara melengking milik Ari Lasso, yang saat itu masih menjadi vocalis grup band Dewa 19, berjudul "Cukup Siti Nurbaya". "Oh... Memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini

Hanya ternilai s'batas rupiah Cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia

Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya

Itu bukan dogma"
Tapi ternyata, setelah membaca keseluruhan isi novelnya, …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Menikmati Olahan Jamur dan Tumpengan di La Taverna Solo

Rabu 16 Agustus yang lalu, saya dan beberapa teman Blogger Solo, makan siang di sebuah tempat bernama La Taverna. Kami sempat bertanya-tanya, La Taverna artinya apa sih? Dan setelah tanya Mbah Google, ketemu deh jawabannya. La Taverna berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti Kedai.
Tapi jangan bayangkan La Taverna ini seperti kedai-kedai biasanya yaa.. Tidak sama sekali!
Lalu menu apa yang kita santap dan nikmati? Lihatlah foto paling atas. Ada sate jamur, nasi goreng jamur, tongseng jamur, dan masih banyak lagi. Olahan jamur memang jadi menu andalan di sini. Meski begitu, La Taverna menyediakan aneka olahan pasta dan steak juga, yang tak kalah istimewanya.
Jujur, menyantap menu serba jamur, saya jadi teringat masa-masa masih berdua saja dengan suami. Waktu itu, kami masih pengantin baru dan masih tinggal di Jogja. Belum ada Amay, apalagi Aga. Suatu hari suami mengajak saya mencicipi menu serba jamur di salah satu resto di Jogja, dan saya ketagihan. Sejak pindah ke Solo, saya b…