Langsung ke konten utama

3 Hal Ini Telah Menghambat Produktivitas Saya

Beberapa hari ini saya merasa kurang produktif. Iya, tidak ada satu judul pun berhasil saya tulis. Sampai akhirnya semalam saya mengevaluasi diri. Dan saya menemukan tiga hal yang membuat waktu saya berlalu sia-sia.

Menyesal? Pasti lah... Apalagi kalau ingat pesan ini;



Untuk mengurangi kesia-siaan, saya pun berjanji pada diri sendiri untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan tidak menghabiskan waktu untuk 3 hal yang telah membuat saya jadi kurang produktif. 3 hal itu antara lain;

1. Banyak Tidur
Entahlah, tidur terlalu banyak justru membuat saya lemas dan malas. Ini berawal ketika siang itu saya meninabobokan si bungsu, yang kemudian membuat si sulung dan saya sendiri ikut terbawa mimpi. Padahal saya dan si sulung tuh jaraaaang sekali tidur siang. Dan sekalinya tidur siang kenapa jadi malas begini, ya?

2. Nge-game
Nah ini nih... Beberapa hari lalu saya iseng banget meng-install satu buah game di handphone. Niatnya beneran iseng doang. Dan keisengan saya ini ternyata berhasil membuat saya dan si sulung berebut memainkannya. Apaaaa??? *getokkepalaemak
Benar, game itu "nyandu" banget yah... :'(

3. Ngerumpi
Ada yang asik di perumahan tempat tinggal saya. Lingkungan yang cuma diisi 20an KK karena sistem perumahan yang dibuat cluster memang membuat saya dan para tetangga memiliki hubungan yang dekat, satu dengan yang lainnya. Setiap sore, sambil mengawasi anak-anak yang sedang bermain, kami para mahmud pun berkumpul bersama. Adaaa saja bahan obrolan kita. Dari kesehatan anak-anak, resep masakan, sampai tempat belanja sayur dan pakaian yang murah meriah tapi berkualitas pun kami perbincangkan. Tapiiii...mungkin karena saya ngobrolnya sambil nggendong si bungsu (yang kalau udah kecapean jalan trus maunya digendong), malamnya saya jadi kelelahan. Padahal sih, pas ngerumpi rasa capenya nggak berasa. >_<
Karena kelelahan itulah, "nafsu" menulis pun hilang. Tidak hanya pekerjaan menulis saja yang terabaikan, tapi pekerjaan rumah lainnya juga terlantar. Oohhh... :(

Dan mulai besok, saya akan nimbrung dalam rumpian jika pekerjaan saya telah tunai. :)
Jadiii..pekerjaan oke, hubungan dengan tetangga juga insya Allah tetap terjaga. ;)

Lalu kembali lagi saya menancapkan pesan Ibnu Qayyim rahimahullah, dalam ingatan:
Keuntungan terbesar di dunia adalah engkau menyibukkan dirimu setiap saat dengan sesuatu yang paling utama dan bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Bagaimana dikatakan berakal seseorang yang menjual Surga dan kenikmatan di dalamnya dengan syahwat yang hanya sesaat? 


Komentar

  1. Wah...aku gak suka ngerumpi, selain bikin dosa nambah musuh pula, wkwk.. Main game juga gak suka soalnya gaptek dan gak minat.. Kalo tidur suka tetapi gak berlebihan..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. niatnya bersosialisasi mba..hihi.. tapi kalo udah jelek2in orang, saya diem koq mba, hehe

      Hapus
  2. hehehe, kalau aku Rin, justru kebanyakan nonton film di komputer, main game, dan buka FB. Sudah pasti malah jadi enggak nulis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba ren..ceritain doong film-film yang udah ditonton, hehe

      Hapus
  3. Ni mb rinta takhibahkeun ide ideku, wakwakkk
    Aku lagi kbanyakan ide ni, binund mau nulis sik endi dulu hahaaa

    Iya klo uda ngegame langsung lupa biasane aku ngebloge

    BalasHapus
  4. Wah, ini ngingetin aku banget. Belakangan produktivitas terlambat karena marathon video YouTube, huhuhuhu... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kan youtube bisa menghasilkan juga mbaa..termasuk produktif lah..hehe

      Hapus
  5. Astagfirullo Mba ini hobby saya semua, dan memang sangat membuat kita gk produktif.
    Salam kenal ya mba

    BalasHapus
  6. Duh jadi sadar diri. Kalo aku,hal yang menghambat aku nulis malahan kelamaan mainan smartphone. :(

    Makasih Mba, postingan Mba bikin aku ingat untuk menyelesaikan tulisanku.

    BalasHapus
  7. Ada perlunya juga koq bersosialisasi, ng-game & tidur. asal ga berlebihan aja pasti akan mendukung produktivitas. semua itu berguna untuk menghindari kejenuhan. ;)

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…