Langsung ke konten utama

Disclosure

Mengapa blog ini dinamakan Kayu Sirih?
Konon, kata si pembuatnya (suami saya), Kayu Sirih melambangkan hal-hal yang lekat dengan dunia wanita. Beliau sih tidak merinci lebih lanjut, namun saya menyimpulkan sendiri maknanya. Mungkin, yang dimaksud dengan lekat adalah karena wanita (terutama wanita jaman dulu), setiap hari bersinggungan dengan kedua benda ini. Iya, wanita jadul yang bangun pagi-pagi lalu memasak dengan tungku dan kayu bakar, juga wanita jadul yang sering kongkow sembari "nginang" dengan kapur dan sirih. *Eh tapi, wanita masa kini pun masih menggunakan sirih, 'kan ya? Jadi, meski namanya jadul, isinya tetap kekinian koq. :D

Blog Kayu Sirih diisi oleh saya sendiri, Arinta Adiningtyas, seorang blogger yang suka curhat dan berbagi tulisan yang (semoga) bermanfaat. Orangnya sederhana dan nggak banyak gaya. Kelihatan 'kan, dari blognya? Saya senang berteman dan berbagi pengalaman. Saya pun tak pantang menerima masukan, kritik, dan saran.

Karena lekat dengan wanita, tentu isi blog ini tidak jauh dari dunia wanita, baik itu sebagai dirinya sendiri, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai anak, bahkan sebagai wonder woman. :) Maka jangan heran jika saya sering bercerita tentang keseharian saya, keseharian anak-anak saya, kehebohan saya saat bertemu dengan teman-teman seperjuangan, hingga kebahagiaan yang membuncah ketika tulisan saya bisa dimuat di media ternama. :D

Dan ada kalanya, saya menerima tawaran kerja sama yang sesuai dengan nyawa blog ini. Maka jika ada yang tertarik dengan gaya tulisan saya dan ingin menggunakan blog ini sebagai medianya, silakan menghubungi saya disini;
Email; arinta.adiningtyas@gmail.com 
Facebook: Arinta Adiningtyas 
Twitter: @arinta_arinta

Terima kasih telah berkunjung dan selamat menikmati tulisan-tulisan di blog ini. :)


Komentar

  1. Saya kira sirih tak berkayu atau kayunya lentur :) btw, kayu sirih bikin nama blog unik dan mudah diingat. Pilihan smart mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiih Mba Arin.. yang smart suami saya, hihi.. pilihan asa cinta, love and hope for future juga keren mbaa.. :)

      Hapus

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan. Komentar yang menyertakan link hidup, mohon maaf harus saya hapus. Semoga silaturrahminya membawa manfaat ya...

Pos populer dari blog ini

Belajar Tegar dari Seorang Widi Utami, Blogger Perempuan Penyandang Tunarungu yang Sarat Prestasi

Kalau kita, mendengar dengan telinga, maka ia, mendengar dengan mata. Satu yang ditakutinya, gelap. Karena di tengah kegelapan, bukan saja ia tak bisa melihat, namun ia juga tak bisa mendengar.
Widi Utami namanya. Blogger sholihah, yang punya banyak cita-cita mulia. Ia adalah penulis yang hebat, meski di usianya yang ke empat, ia harus kehilangan fungsi indra pendengarnya karena jatuh saat berlari menyambut sang kakak.

Saya sering berbincang dengannya, karena saya, Mbak Widut (begitu kami akrab menyapanya) dan Mbak Rani, membentuk sebuah grup yang iseng kami beri nama #BloggerKAH. Nama #BloggerKAH diambil dari huruf depan nama anak-anak kami; Kevin, Amay & Aga, juga Han. 
Mbak Widut adalah penulis berbakat. Kalau teman-teman ingin membaca tulisan-tulisannya, blognya ada 2; widutblog.blogspot.co.id dan widiutami.com. Ia sudah mempunyai sebuah buku berjudul "Mahkota untuk Emak", yang saat launchingnya dihadiri oleh penulis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Memang di buku …

Mengelola Air Limbah Rumah Tangga, Untuk Indonesia yang lebih Sehat

"Kita bisa hidup tanpa emas dan minyak, namun tidak tanpa air bersih."
Air merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Berdasarkan laporan WHO, ada sekitar 748 juta masyarakat dunia masih kekurangan air bersih. "Sebanyak 90 persen di antaranya tinggal di daerah sub-sahara Afrika dan Asia. Masih banyak dari mereka yang belum menggunakan air minum yang baik dan bersih," kata WHO dan UNICEF dalam laporannya, seperti diberitakan oleh Mashable, Mei 2014. (1)
Juga berdasarkan perkiraan WHO dan UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. Sedangkan berdasarkan peringkatnya,Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia …

Esther Ariesta, Blogger Perempuan yang Seorang Vegetarian

Esther Ariesta, seorang blogger lulusan Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, yang pernah tinggal di Bali, dan sejak desember tahun lalu menetap di Finlandia setelah menikah dengan pria asal negara itu. Oya, first of all, saya ingin kembali mengucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan, hingga maut memisahkan.
Membaca blognya, saya langsung tertarik untuk membahas tentang vegetarian. Iya, sejak 24 Desember 2015 lalu, Mbak Esther memang memutuskan untuk menjadi 100% vegetarian. Itu keputusannya, karena ia mengasihi binatang. Memang, vegetarian tak melulu soal kepercayaan suatu agama, tapi bisa juga karena alasan kesehatan, atau simply karena menyayangi binatang. Seperti definisi Vegetarian berikut ini: a person who does not eat meat, and sometimes other animal products, especially for moral, religious, or health reasons.
Menjadi vegetarian pun ada macamnya. Ada yang full 100% seperti Mbak Esther, tetapi ada juga yang masih mengonsumsi produk hewani sepe…